
Perkemahan pasukan kerajaan Navia di dekat perbatasan Republik Navia Utara, seorang prajurit masuk ke dalam tenda utama melaporkan kalau ada pasukan mata-mata yang ingin melaporkan hal penting.
Holmes komandan utama pasukan kerajaan Navia di sama segera mengijinkan Assassin itu masuk.
"Komandan Holmes..?"
"Hoh.. Azel bukankah kamu komandan assassin kerajaan, mengapa kamu berada di tempat seperti ini.?"
Komandan Holmes adalah perwira tinggi pasukan kerajaan tentu saja ia sudah mengenal Azel dari kesatuan assassin dan ia heran mengapa seorang assassin berada di pasukan utama kerajaan, karena harusnya assassin tetap bersembunyi atau berada di tempat musuh sebagai mata-mata.
"Maaf komandan Holmes kami hanya kebetulan berada di dekat sini dan kami mendapatkan informasi penting tentang musuh kita."
"Informasi kenapa kamu mengatakanya padaku harusnya kamu sampaikan langsung pada markas komando pusat atau pada pihak kerajaan karena mereka yang dapat mengambil keputusan untuk informasimu itu bukan aku."
Memang benar Azel seharusnya melaporkan informasi yang mereka dapatkan kepada markas komando sebagai bahan membuat strategi dan komandan seperti Holmes akan mengikuti perintah dari markas strategi.
"Komandan Holmes benar tapi ini cukup darurat kami tidak punya cukup waktu untuk kembali ke kerajaan karena harus memata-matai pangeran Antonio di Republik Navia, jadi kami akan menyerahkan informasi ini pada anda untuk di teruskan ke ibukota."
"Jadi tuan Azel sedang sibuk mengerjakan misi lain, kalau begitu baiklah aku mengerti jadi apa informasi itu.?"
Komandan Holmes memperhatikan Azel yang akan berbicara dan ia berpikir sepenting apa informasi itu, tapi melihat bukan komandan Azel sendiri ataupun bawahanya yang menyampaikanya langsung ke pihak kerajaan kemungkinan itu bukan informasi yang terlalu berharga.
"Komandan Azel kami baru saja dari kota Wraska kemudian menuju hutan Nordell untuk menyelidiki pangeran Antonio, tapi kami malah melihat pasukan besar kerajaan Remaria dan pasukan Republik bergerak bersama ke dalam hutan mendekati perbatasan kita."
"Apa.?! mereka mendekati perbatasan seberapa besar pasukan itu.?"
"Kami melihat ada sekitar dua brigade sekitar 5.000 dari pasukan kerajaan Remaria dan 7.000 dari Republik Navia utara."
Komandan Holmes cukup terkejut dengan jumlah itu, memang itu bukan jumlah yang cukup untuk menandingi pasukanya yang ada di dekat perbatasan, tapi itu tetap saja satu divisi bisa menjadi ancaman untuk beberapa daerah di dalam wilayah kerajaan Navia, Pasukan kecil dengan mobilitas yang tinggi sangat sesuai untuk strategi perang gerilya.
"Jumlah total mereka berarti hampir sekitar satu divisi penuh, ini gawat apakah rencana penyerangan kita sudah ketahuan, bila benar pasti ada lebih banyak pasukan di benteng kota Wraska."
"Komandan Holmes itu yang kami pikirkan sebelumnya jadi kami datang langsung kemari untuk memperingati hal itu pada anda."
Azel mengatakan itu sebagai alasan kedatanganya kemari meskipun ia sebenarnya menyadari kalau kemungkinan pasukan Remaria dan Republik hanya untuk mencari pangeran Antonio di hutan Nordell.
"Kalau begini tidak ada pilihan lain selain bersiap menghadang pasukan musuh sebelum mereka memasuki perbatasan kerajaan, karena mengerahkan pasukan besar ke dekat perbatasan kita itu sama saja menunjukkan itikad perang, sialan apakah Republik sudah mulai meremehkan kita.!"
Komandan Holmes terlihat marah dan akan menghadang langsung pasukan Republik yang berada di hutan Nordell. tapi kalau sampai pasukan Republik melihat pasukan milik komandan Holmes ketegangan akan terjadi antara kedua belah pihak. Azel menjadi sedikit takut dan berpikir kalau dirinya mungkin saja telah memperkeruh situasi ini menjadi lebih rumit.
"Tunggu-tunggu komandan Holmes kita tidak bisa langsung mengerahkan pasukan dan belum tentu pasukan Republik datang untuk menyerang kita apalagi komandan Holmes belum mendapatkan perintah dari markas komando pusat."
"Azel jangan bodoh pergerakan pasukan besar Republik sudah cukup membuktikan kalau rencana penyerangan kita sudah ketahuan, tidak perlu menunggu lama lagi kita akan segera menghadapi pertempuran besar, jangan pikirkan perintah markas komando pusat aku di sini adalah penanggung jawab utama untuk seluruh pasukan di garis depan.!"
"Tapi komandan ini ini kita tidak boleh sembarangan bertindak, ingat perang hanya dapat di putuskan oleh yang mulia raja Elius."
Azel masih berusaha menahan tindakan yang akan di lakukan komandan Holmes tapi komandan Holmes langsung berdiri dan berbicara sebelum pergi meninggalkan tenda utama.
"Azel kamu segera pergilah lanjutkan misimu, aku harus segera menyiapkan pasukanku.!"
Azel terlihat kawatir tapi komandan Holmes sudah melangkah pergi dengan wajah marah.
"Tuan Azel bagaimana sekarang, ini bisa memicu perang dan akan menggagalkan rencana dari tuan Carlos."
"Diamlah aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana, huh.. kita kembali saja ke hutan Nordell kita akan membela diri kita di hadapan keluarga kerajaan nanti dan mengatakan kalau kita gagal meyakinkan komandan Holmes untuk tidak membuat perang datang lebih awal."
Komandan Holmes berniat mempertahankan wilayah kerajaan Navia di dekat perbatasan dengan pasukan besar karena menyangka musuh akan datang menyerang, tapi bila pasukan besar milik komandan Holmes sampai terlihat itu akan merusak rencana untuk membuat Republik menjadi lengah karena menyangka kerajaan Navia tidak akan menyerang Republik tahun ini.
>>>>>
Kastil Nakrom satu-satunya bangunan yang bertahan setelah lebih dari seribu tahun di tinggalkan, ada banyak misteri yang belum terpecahkan mengenai kehancuran kota kerajaan Galdamar dan ada cerita yang mengatakan kalau para penduduk kota itu berhamburan pergi meninggalkan kota Nakrom saat pasukan milik raja Orc menyerang kota yang tidak memiliki benteng itu.
Sang ratu bersama putrinya di katakan berhasil selamat dan kembali ke tanah leluhur mereka di benua timur, tapi sang raja Galdamar bersama prajuritnya tidak pernah terlihat lagi setelah mereka bertahan mengulur waktu dalam menghadang serbuan pasukan orc agar rakyatnya bisa kabur melarikan diri.
Saat ini para Orc yang sebelumnya kalah dari para petualang yang di pimpin oleh pangeran Antonio telah di mintai keterangan tapi mereka juga tidak tahu banyak mengenai sejarah kastil Nakrom, para orc itu hanya mengikuti pemimpin mereka Xermog untuk merebut kastil Nakrom dari para Troll yang mendiaminya dan kemudian menggunakanya sebagai markas pasukan orc di utara.
Antoniopun menyelidiki lebih dalam mengenai kastil Nakrom tapi tidak banyak yang tersisa karena kemungkinan setelah ribuan tahun pasti sudah banyak orang yang menjelajahi kastil ini dan menjarah isinya.
Tapi masih ada sedikit harapan mengenai peninggalan sejarah kerajaan Galdamar karena masih ada satu ruangan yang belum terbuka setelah ribuan tahun.
Di dalam ruangan bawah tanah reruntuhan kastil Nakrom terlihat puing dan beton berada di pinggir ruangan itu karena para orc telah menyingkirkannya untuk membuka jalan menuju ruangan lain di tempat itu.
Pintu besi yang sangat kokoh masih tampak tertutup rapat dan serta terlihat guratan di beberapa bagian dari pintu itu, kemungkinan para orc serta troll sebelumnya sudah berusaha membuka paksa pintu itu namun gagal.
__ADS_1
"Pangeran Antonio ini percuma saja pintu baja ini terlalu besar dan tebal akan sangat sulit untuk membukanya."
John Herman mengatakan itu karena dia dan beberapa petualang di sana juga sudah memperhatikan pintu itu dan mereka langsung menyerah untuk membukanya.
"Tuan John pintu ini sepertinya di buat dengan khusus bahkan Hammer Of Gaia tidak mampu merobohkanya."
"Pangeran Antonio jadi palu perang yang anda gunakan tadi bernama Hammer Of Gaia, itu pasti adalah harta kerajaan Remaria mengingat kekuatannya yang sangat luar biasa bahkan seluruh kastil ini bergetar dengan hebat, tapi aku harap yang mulia pangeran Antonio tidak menggunakanya lagi untuk mendobrak pintu baja itu karena kemungkinan tempat ini akan runtuh menimpa kita semua."
John Herman menyarankan hal itu karena memang benar para petualang sempat panik karena seluruh kastil yang terguncang sampai mereka mengira tempat itu akan runtuh.
"Anda benar tuan John tapi aku sangat penasaran dengan apa yang di sembunyikan di balik pintu ini karena ini di buat begitu kokoh."
Antonio masih penasaran dengan pintu di ruang bawah tanah itu dan Erin petualang kelas Thief masih memeriksa tiap bagian dari pintu untuk bisa membukanya.
Kelas Thief seperti Erin adalah petualang yang sangat ahli dalam membongkar perangkap dan membuka kunci untuk mencari harta di dalam dungeon atau reruntuhan seperti kastil Nakrom ini.
"Antonio aku menemukan sesuatu seperti ada lubang di sisi kana pintu dan ada juga di sisi lainnya, itu tersembunyi di dalam mulut patung kepala harimau."
"Erin apakah itu adalah kunci untuk membukanya.?"
"Kemungkinan besar seperti itu karena ada semacam tuas di dalamnya tapi kemungkinan itu juga adalah jebakan karena seperti ada pisau yang sangat tajam di dalam lubang itu, tangan kita kemungkinan akan terpotong bila memasukannya."
Sebuah jebakan itu memang biasa di siapkan untuk menjaga tempat tertentu di buka oleh pencuri dan itu membuat Antonio semakin yakin kalau ada harta karun di balik pintu baja tebal itu.
"Erin apakah kamu bisa membongkar perangkap di lubang itu.?"
"Tidak itu menyatu dengan baik dengan pintu baja dan ada beberapa tulang lengan di sana jadi pasti pisau itu sangatlah tajam hingga bisa memotong tulang lengan."
Antonio berpikir lubang di kedua pintu itu adalah satu-satunya petunjuk untuk membuka pintu itu jadi kemungkinan memamg itu adalah cara untuk membukanya, jadi Antonio berjalan mendekati ke salah satu sisi pintu itu dan Praska yang mengamatinya bertanya.
"Pangeran Antonio apa yang ingin anda lakukan.?"
Antonio mengamati lubang di dalam mulut patung harimau di salah satu sisi gerbang dan melihat sedikit ada bagian tajam dari pisau jebakan yang di katakan oleh Erin.
"Ini kelihatannya bagus tapi tuasnya cukup dalam dan tidak ada cara lain selain memasukan lengan ke dalamnya."
Antonio mulai terlihat akan memasukan lenganya dan beberapa orang di sana tentu saja langsung terkejut dan berusaha menghentikannya tak terkecuali rekan-rekan Antonio seperti Zaza dan Marta.
"Antonio apa yang kamu lakukan itu terlalu berbahaya.!?"
Antonio menghentikan lengannya di depan lubang itu dan melihat rekan-rekanya sambil berbicara.
"Zaza tenanglah aku belum memasukan lenganku lihatlah."
"Kapten kamu jangan membuat kami takut, apa kamu tidak mendengarkan penjelasan Erin tanganmu bisa terpotong bila ceroboh."
"Hahahaha.. maafkan aku kalian tidak perlu kawatir, baiklah aku akan memasukanya sekarang.!"
Antonio mengatakan itu dan langsung memasukan lenganya ke dalam mulut patung harimau tanpa ragu dan sontak para petualang di sana menjadi sangat terkejut tapi Antonio masih berdiri dengan tenang.
"Maaf-maaf tapi lihatlah tidak terjadi apapun lenganku tidak terpotong."
"Antonio apa yang kamu lakukan cepat singkirkan lenganmu dari sana.?"
Marta mengatakan itu kemudian Erin berbicara lagi.
"Antonio jebakanya tidak bekerja karena tuasnya belum kamu gerakan jadi cepat keluarkan lenganmu dari sana kemungkinan jebakanya masih bisa aktif karena sudah sangat tua."
"Erin maksud kamu memegang tuasnya seperti ini ah.. ini sedikit tersangkut jadi tunggu sebentar.?"
"Eh.. Antonio jangan gerakan tuas itu, itu akan mengaktifkan jebakanya.!"
Erin terlihat panik mengatakan itu dan kemudian Marta dan Zaza juga langsung berbicara memperingatkan Antonio.
"Antonio hentikan jangan bermain-main dengan perangkap berbahaya seperti itu.!"
"Kapten sudah aku bilang jangan bertindak bodoh.!?"
Erin dan Marta serta Zaza terlihat panik dan tiba-tiba terdengar suara klik dari tuas yang di putar Antonio di dalam lubang itu dan seketika perangkap di dalamnya aktif, sebuah suara benturan logam tajam yang menghujam langsung terdengar.
"Antonio..!!?"
"Tidak kapten..!"
__ADS_1
Priest Anastasia segera bergegas bersama Zaza yang terlihat begitu ketakutan karena jebakan itu telah aktif dan lengan Antonio kemungkinan sudah terpotong apalagi melihat ekpresi Antonio yang langsung berubah terkejut dan berbicara dengan panik.
"Tidak Zaza lengangku lenganku..?!"
"Kapten..hik..!"
Zaza terlihat sangat takut dan kawatir begitu juga semua petualang di sana, itu adalah lengan berharga dari seorang pangeran besar dan hebat lalu Antonio berbicara berbicara lagi.
"Zaza lengangku, tidak bagaimana ini lengangku masih utuh.. lihatlah..?"
"Antonio..?"
Antonio memperlihatkan tangannya yang ia cabut dari lubang di dalam pintu dan masih terlihat utuh tidak terpotong. Zaza yang masih kawatir kemudian berbicara dengan kesal pada Antonio.
"Kapten kamu jangan seperti itu, jangan membuat kami semua ketakutan, jantungku hampir saja copot aku benci kapten.!"
"Zaza maaf aku sebenarnya sudah tahu kalau pisau di jebakan ini tidak akan cukup kuat untuk memotong Armor lenganku."
Antonio mengatakan itu sambil memperlihatkan Armor lenganya yang berwarna hijau karena terbuat dari sisik naga hijau Helgram yang terkenal sangat kuat.
"Antonio jangan bermain lihatlah kami semua benar-benar sangat kawatir tadi.!"
"Iya Marta tadi aku hanya ingin sedikit menggoda kalian karena kalian terlihat begitu tegang, jadi maafkan aku."
"Huhh lain kali jangan lakukan itu lagi.?"
Mereka semua akhirnya menjadi lebih tenang dan Antonio berbicara.
"Erin sepertinya pintu gerbang besi ini tidak terbuka meskipun aku memutar tuas itu, kemungkinan tuas itu harus di putar bersamaan dari kedua sisi gerbang."
"Benarkah tapi bagaimana caranya karena kamu tidak mungkin bisa menggapai kedua lubang itu sekaligus.?"
"Erin tentu saja kamu yang harus memutar tuas di sisi satunya dan aku yang memutar sisi yang lain secara bersamaan."
"Begitu tapi berarti aku harus memasukan lenganku juga ke dalam lubang jebakan itu.?"
"Ya tapi tenang saja Erin aku akan meminjamkan Armor lenganku yang satunya agar lenganmu tidak terpotong bila jebakan itu aktif."
"Baiklah kalau seperti itu aku bisa sedikit tenang."
Erin mengenakan Armor dengan di tangan kirinya dan memasukanya ke dalam lubang di sisi pintu sebelah kiri dan Antonio memasukan lengan kanannya kembali ke dalam lubang gerbang di sisi yang lain.
"Erin kamu siap..?"
"Iya aku siap..!"
"Baiklah pada hitungan kelima."
Antonio mulai menghitung dan semua petualang di tempat itu memperhatikannya dengan tegang.
"Tiga.."
"Empat.."
"Lima...!"
Suara klik terdengar setelah kedua tuas di dalam lubang pada kedua kedua sisi gerbang itu di putar secara bersamaan dan suara seperti rantai besi dan gear yang menjadi mekanisme dalam pintu itu terdengar.
"Erin.?"
"Iya aku mengerti."
"Baiklah kita dorong bersama-sama."
Antonio dan Erin berusaha mendorong pintu gerbang baja itu dan itu terlihat sangat berat tapi perlahan pintu itu sedikit demi sedikit bergeser ke belakang hingga akhirnya terbuka cukup lebar dan Antonio juga Erin menarik lengan mereka dengan cepat dari lubang pembuka pintu.
"Akhirnya terbuka huh..?"
"Erin kamu hebat tapi mekanisme pintu ini ternyata cukup rumit padahal ini di buat lebih dari seribu tahun yang lalu."
"Iya tapi untunglah tanganku tidak terpotong, ternyata tuas itu memang harus di putar bersamaan agar jebakanya tidak aktif."
Antonio mulai berjalan di depan gerbang dan berpikir jadi apakah yang sebenarnya di simpan di balik pintu besi ini hingga di buat begitu kokohnya.
__ADS_1
Erin, Zaza, Marta serta Anastasia segera menuju sisi Antonio dan berjalan masuk ke dalam ruangan misterius itu di ikuti beberapa petualang dari kota Wraska.
.