GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
144.1


__ADS_3

Haturdas bangsawan Iblis dari ras Ifridus membawa pasukannya untuk melakukan penyerangan pertama tapi Ia melihat keanehan dari kastil yang sudah di kuasai para manusia dari dunia lain.


Kastil Arungal kini telah di selimuti semacam benda yang tidak mereka ketahui tapi Haturdas tidak ingin terlalu memikirkan hal itu dalam penyerangan ini dan berniat untuk terus maju memimpin pasukan Ifridus, Nelfire serta Imp yang merupakan ras iblis yang menguasai sihir elemen api.


Antonio dan orang-orang di kastil Arungal melihat pasukan iblis yang mendekat dari kejauhan jadi Antonio segera mempersiapkan pasukannya untuk mempertahankan kastil itu.


"Antonio kelihatan pasukan iblis yang datang tidak terlalu banyak, apakah mungkin para iblis itu meremehkan kita?" Kata Miranda yang melihat pasukan iblis yang datang.


Miranda memang seekor naga yang dapat ******* puluhan ribu pasukan dengan kekuatannya tapi bagi orang lain pasukan yang datang tetaplah iblis yang di katakan lebih kuat dari ras manusia.


"Aku tidak tahu apa maksudnya karena tadinya aku pikir kerajaan Munarak akan mengirim empat atau lima divisi pasukan iblis tapi yang datang bahkan tidak sampai setengah divisi." Kata Antonio mengomentari jumlah pasukan iblis yang datang.


"Bukankah ini bagus dengan begini penyamaranku sebagai manusia tidak akan terbongkar karena aku tidak perlu mengubah wujudku kembali menjadi naga di depan orang-orang yang ada di kastil." Kata Miranda.


Antonio tadinya juga berpikir kalau Miranda akan keberatan bila dirinya harus membongkar penyamarannya sebagai manusia di depan orang lain tapi sekarang masalah itu tidak perlu di cemaskan lagi karena jumlah pasukan musuh hanya sekitar setengah divisi atau sekitar dua puluh lima ribu pasukan.


"Miranda kalau begitu kurasa hanya aku yang harus berubah menjadi naga karena jumlah iblis di sana tetaplah berbahaya untuk orang-orang di kastil." Kata Antonio.


"Itu bagus karena aku juga ingin melihat wujudmu sebagai naga karena dulu salah satu naga bawahanku sempat mengatakan kalau wujudmu sebagai naga sangat luar biasa bahkan memiliki dua belas tanduk." Kata Miranda.


Antonio berpikir 'I'tu pasti naga yang melihatku yang sedang berubah wujud saat misi ke utara tapi memang benar naga hitam Salzela pernah mengatakan kalau tanduk seekor naga adalah mahkota simbol kewibawaan dan kekuatan seekor naga.

__ADS_1


"Miranda tapi nanti kamu harus memukul kepalaku setelah aku berubah menjadi naga." Pinta Antonio membuat Miranda sedikit bingung.


"Eh kenapa kamu memintaku melakukan itu?" Tanya Miranda.


"Miranda aku juga tidak begitu paham tapi saat aku berubah menjadi seekor naga kesadaranku menghilang sedangkan tubuhku akan terus bergerak mengamuk dan menyerang apapun tanpa dapat aku kendalikan dan hanya dengan sebuah benturan keras di kepalaku kesadaranku akan dapat kembali lagi." Terang Antonio.


"Benarkah aku tidak pernah mengetahuinya karena saat aku menggunakan kekuatan sihir Polymorp aku tidak mengalami hal itu." Kata Miranda yang juga baru mengetahuinya.


"Ah ternyata kamu juga tidak tahu tapi aku rasa itu terjadi saat bila orang yang melakukan perubahan wujud ke mahkluk yang lebih kuat." Kata Antonio.


Sementara Antonio mengobrol dengan Miranda para pemimpin perwakilan dari kuil terlihat mendekat ke tempat pangeran Antonio yang berdiri di atas balkon kastil Arungal.


"Pangeran Antonio pasukan musuh dalam jumlah besar telah datang dan bukankah ini gawat karena jumlah iblis itu hampir tiga kali dari jumlah seluruh pasukan kita di sini." Kata Uskup Asgur yang merasa kawatir.


"Maksud kedatangan pasukan suci dari empat kuil di sini memang seperti yang anda katakan barusan, akan tetapi kami juga harus memikirkan kekuatan musuh supaya kita dapat bertahan di sini?" Kata uskup Argur.


Antonio melihat ketiga pemimpin perwakilan kuil yang juga berada di sana bersama uskup Asgur yang tidak membawa cukup banyak pasukan Paladin karena tugas mereka kesini yang terlalu mendadak hingga belum sempat mempersiapkan semua itu.


"Kalian para Paladin dari kuil sebaiknya pulang saja kerumah bila kalian takut menghadapi iblis kami bisa mengatasi semua iblis itu sendiri." Kata Antonio.


Para perwakilan kuil di sana memang sedikit mempertimbangkan kata-kata pangeran Antonio karena sebagian pasukan Paladin yang mereka bawa terlihat sangat resah hanya dengan melihat pasukan besar iblis yang datang mendekat, tapi mereka tidak bisa pergi karena itu akan sangat memalukan bila pasukan suci melarikan diri dalam melawan iblis jahat.

__ADS_1


Uskup biru Asgur juga berpikir kalau pangeran Antonio pasti memiliki semacam rencana karena pangeran Remaria itu terlihat begitu tenang dalam menghadapi ancaman pasukan iblis yang datang.


"Yang Mulia pangeran Antonio lalu apa yang harus kami lakukan untuk membantu anda di sini?" Tanya Uskup biru Asgur dari kuil Arasia.


"Hm.. jadi anda sudah mengambil keputusan untuk tidak mundur, kalau begitu bagi pasukan Paladin dan Priest ke setiap sisi menara kastil suruh mereka merapalkan sihir kubah pelindung di seluruh kastil Arungal untuk membuat pertahanan, Para petualang yang di bawa tuan Erban akan melindungi mereka menghadapi iblis yang berhasil menerobos." Kata Antonio.


"Hanya kami pasukan dari kuil dan serikat guild lalu bagaimana dengan pasukan Remaria?" Kata Uskup Asgur yang merasa sedikit keberatan karena pasukan Remaria tidak di libatkan dalam rencana itu.


"Tuan Argur pasukan Remaria yang di pimpin komandan Ramdira akan menahan pasukan utama musuh yang berhasil mencapai kastil dari depan sedangkan aku dan Miranda akan cukup sibuk menerjang ke barisan musuh untuk membantai mereka." Kata Antonio.


"Jadi anda sendiri bersama nona Mira yang akan maju bukankah itu terlalu berbahaya karena para iblis itu pasti sangat kuat bahkan kami mungkin akan kesulitan untuk menahan gempuran iblis di kastil ini." Kata uskup Asgur.


"Uskup Asgur anda terlalu mengkhawatirkan banyak hal lagi pula lihatlah sebagian besar musuh hanyalah iblis Imp yang lemah dan yang harus kita waspadai adalah 5.000 Nelfire dan 2500 Ifridus yang terlihat cukup kuat di sana." Kata Antonio.


Pasukan Iblis semakin mendekati kastil dan semua orang segera menempatkan diri mereka ke posisi yang di minta oleh pangeran Antonio dalam rencana untuk mempertahankan kastil Arungal.


"Tuan Kurgo apakah rencana pangeran Antonio ini akan benar-benar berhasil?" Tanya Uskup Asgur yang berbicara dengan perwakilan dari serikat guild petualang.


"Uskup biru Asgur apakah anda masih meragukan kemampuan pangeran Antonio dan apakah anda sudah lupa dengan semua hal luar biasa yang pernah di lakukan pangeranku itu, Pangeran Antonio bukanlah manusia biasa dia adalah pahlawan yang telah merubah sejarah dunia dengan kekuatannya sendiri." Kata Bangsawan Erban Den Kurgo perwakilan dari serikat guild benua barat.


Uskup Asgur memang mengetahui cukup banyak hal tentang pangeran Antonio tapi Ia masih sulit untuk percaya kalau pangeran Antonio dengan berani maju sendiri menantang bahaya seperti ini dengan penuh ketenangan.

__ADS_1


*****


Spin off novel ini judulnya Thief From Silmarin bacalah juga.


__ADS_2