GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
130.2 Republik North Navia


__ADS_3

Sebuah pintu besi tempat harta milik tuan Carlos di simpan, dua orang prajurit penjaga berdiri tepat di depan pintu itu yang kemudian langsung memberi hormat kepada Tuan Carlos.


"Prajurit jangan sampai ada yang masuk ke ruangan harta selama kami di dalam kalian mengerti."


"Siap tuanku kami mengerti.?"


Tuan Carlos mengambil sebuah kunci kemudian membuka pintu besi itu.


"Pangeran Antonio maafkan aku tapi banyak hal yang ada dalam buku yang akan aku tunjukan pada anda yang terkait dengan sistem pembentukan negeri ini, jadi itu sangatlah rahasia."


"Tuan Carlos aku sangat tahu sistem negeri seperti Republik bahkan mungkin lebih baik dari yang anda ketahui."


"Anda bilang mengetahuinya, aku cukup ragu karena selama ini hanya aku dan guruku yang paham tentang negeri di dalam buku dongeng itu."


Antonio dan Carlos memasuki ruangan harta itu dan terlihat beberapa peti-peti berisi emas serta beberapa senjata yang terbuat dari logam khusus, meskipun itu cukup banyak tapi itu tidak bisa di bandingkan dengan harta yang tersimpan di istana kerajaan Remaria saat ini.


Tuan Carlos membimbing Antonio ke sudut ruangan dan ada beberapa benda yang di letakan di tempat khusus yang cukup menarik perhatian Antonio.


"Pangeran Antonio ini adalah barang-barang peninggalan guruku dan buku yang aku ingin tunjukan ada di sana biar aku ambilkan sebentar."


Tuan Carlos mengatakan itu dan meninggalkan Antonio untuk mencari sebuah buku di dalam sebuah rak buku. Antonio memperhatikan barang-barang peninggalan guru dari Tuan Carlos dan melihat sebuah pedang yang sangat tidak asing baginya jadi ia segera mendekatinya dan berbicara.


"Oh ini sebuah Katana pedang yang biasa di gunakan para samurai di jepang, mungkinkah guru anda berasal dari jepang, tapi jepang adalah negeri dengan bentuk pemerintahan kerajaan, mengapa guru anda menulis buku tentang membentuk nagara Republik.?"


Tuan Carlos yang baru menemukan buku peninggalan gurunya sedikit heran mengapa pangeran Antonio mengetahui tentang senjata itu jadi ia berbicara.


"Pangeran Antonio guruku pernah bilang kalau ia adalah prajurit yang pernah berperang membela negerinya di wilayah yang di sebut pasifik dan kembali setelah negerinya kalah."


"Tuan Carlos aku pikir guru anda berada di masa yang berbeda dengaku saat masih di dunia lain, jika benar ia kembali setelah negerinya kalah kemungkinan itu adalah akhir dari perang dunia ke dua di dunia lain, tapi aku tidak mengerti mengapa ia bisa sampai ke dunia ini."


"Benar guruku sering menceritakan tentang perang yang ia lakukan dan itu sama seperti yang anda sebutkan mengenai perang dunia ke dua, perang yang begitu menyakitkan untuk semua orang di dunia lain dan persenjataan yang tidak masuk akal seperti alat untuk terbang dan kapal perang raksasa yang terbuat dari besi, untuk itulah saat aku mendengar kalau yang mulia pangeran Antonio sedang mengembangkan sebuah kapal yang sama seperti yang di cerita guruku aku langsung mengajukan diri untuk membantu anda saat negeri-negeri lain menertawakan ide anda itu."


Sekarang Antonio mengerti mengapa Republik Navia Utara bersedia bahkan mengajukan diri untuk membantu membuat proyek kapal dari besi yang sudah berjalan cukup lama.


"Tuan Carlos sekarang anda percaya dengan yang di katakan guru anda bukan karena kapal besi yang mungkin sebelumnya juga anda anggap tidak masuk akal itu akhirnya terwujud."


Carlos berpikir bila kapal dengan bahan besi itu benar-benar bisa di buat jadi kemungkinan hal-hal lain yang di ceritakan gurunya dulu juga benar adanya.


"Pangeran Antonio sebenarnya dari mana anda mendapatkan semua pengetahuan itu, mengenai pengetahuan yang sama dengan yang di miliki oleh guruku.?"


Carlos bertanya dan Antonio masih terlihat sibuk membolak balik buku yang di perlihatkan oleh tuan Carlos.


"Tuan Carlos, mungkin anda tidak akan percaya tapi aku pernah berada di dunia di dalam buku ini, bahkan itu jauh lebih maju lagi dari yang di tulis oleh guru anda, karena dunia itu telah berkembang pesat beberapa dekade setelah perang dunia ke dua berakhir."

__ADS_1


Pernah berada di dunia di dalam buku yang di tulis oleh guruku, tuan Carlos memikirkan hal itu tapi ini merupakan hal yang sangat mustahil kalau ada dunia lain seperti dalam buku fantasi yang di tulis gurunya, Tapi melihat pangeran Antonio yang mengatakanya dengan biasa dan semua pengetahuan yang sama persis dengan guru dari tuan Carlos, membuatnya merasa ini tidak mungkin hanya sebuah kebetulan belaka.


"Pangeran Antonio bila benar dunia dalam buku itu ada dan anda pernah berada di sana berarti anda mengetahui banyak hal seperti senjata-senjata hebat yang di ceritakan guruku saat perang itu.?"


"Tuan Carlos, anda tahu hal-hal seperti itu hanya dapat di buat oleh orang tertentu, orang biasa sepertiku dan prajurit seperti guru anda tidak tahu banyak cara untuk membuatnya, untuk itulah guru anda juga kesulitan saat ingin memanfaatkan pengetahuan hebatnya bukan.? Sama seperti diriku yang di anggap sudah gila saat ingin membuat kapal dari besi."


Carlos memikirkan hal itu, memang benar hanya orang tertentu yang memiliki pengetahuan untuk membuat suatu teknologi tertentu apalagi teknologi itu belum pernah di buat sebelumnya di dunia ini.


"Aku paham maksud pangeran Antonio tapi anda adalah seorang pangeran dan akan memiliki cukup sumber daya untuk mewujudkanya, berbeda dari guru hamba dulu yang hanya seorang petualang biasa dan di anggap orang gila karena beberapa kali mengusulkan sesuatu yang di anggap tidak masuk akal pada pihak bangsawan."


Carlos sedikit paham dengan apa yang di rasakan pangeran Antonio itu sama dengan yang di rasakan gurunya dulu yang memiliki pengetahuan hebat tapi tidak mampu mewujudkanya.


"Tuan Carlos anda benar tapi itu masih tetap tidak akan mudah, butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk mewujudkan semua hal itu."


"Kalau begitu pangeran Antonio melihat kesuksesan dari kapal besi yang anda buat, itu sudah cukup menjadi bukti untuk meyakinkan diriku, aku dan Republik Navia Utara akan berusaha membantu anda bila anda mengijinkanya."


Carlos berpikir semua hal hebat yang pernah gurunya ceritakan mungkin akan dapat di wujudkan bila pangeran Antonio yang memiliki kecerdasan serta pengetahuan yang luas menelitinya, dan Republik Navia Utara juga akan mendapatkan keuntungan bila mau bekerja sama dengan pangeran Antonio.


"Tuan carlos aku tahu apa yang sedang anda pikirkan saat ini dan semua itu kemungkinan bisa terwujud tapi ingatlah semua hal hebat itu akan mempengaruhi dunia ini dan guru anda pasti pernah menceritakan tentang peringatan semacam itu pada anda, aku berpikir dunia yang kacau ini jauh lebih baik dari dunia lain dalam buku ini karena di semua masih sangat sederhana dan kehidupan masih sangat baik, kita harus berhati-hati agar tidak menciptakan sesuatu yang malah akan menghancurkan kehidupan dunia ini di masa mendatang."


Antonio berpikir dunia tempat asalnya benar-benar kacau, kehidupan dengan teknologi yang sangat maju malah menciptakan banyak masalah sosial, lingkungan dunia yang semakin buruk itu betbeda jauh dengan dunia ini, jadi Antonio berpikir kalau hal-hal sederhana yang sudah semakin menghilang bahkan punah di dunia tempat asal Antonio jangan sampai terjadi juga di dunia ini.


"Sebegitu hebat dan majukah dunia lain itu hingga membuat anda cukup kawatir dan pangeran Antonio memiliki kesempatan paling besar dari pasa orang lain karena memiliki semua pengetahuan itu, aku Carlos akan mendengarkan saran dari pangeran Antonio untuk bisa mendapatkan manfaat dari pengetahuan anda di masa depan."


Antonio berpikir ternyata benar ada orang lain dari dunia lain yang pernah datang ke dunia ini juga, dan orang itu ingin membuat negeri dengan sistem Republik karena wilayah utara benua tempat ia berada telah di kuasa oleh penguasa yang lalim, meskipun orang itu gagal tapi muridnya yaitu tuan Carlos mewarisi cita-cita itu dan berhasil mewujudkanya.


>>>>>>>>


Azel pemimpin Assassin yang menyerang pangeran Antonio telah kembali ke Kerajaan Navia dan melaporkan apa yang terjadi pada Perdana Menteri Tristania.


"Azel apa maksudnya pangeran Antonio dapat berubah menjadi seekor naga.?!"


Perdana menteri Tristania terlihat cukup marah karena tidak hanya Azel dan para Assassinya gagal menjalankan tugas tapi juga mendengar sesuatu yang sangat tidak masuk akal untuk di percaya.


"Perdana Menteri tapi itulah yang terjadi sebagian besar bawahanku telah di bantai dan di makan oleh pangeran Antonio yang berwujud naga, anda juga dapat bertanya pada bawahanku yang berhasil selamat."


"Benar yang mulia perdana menteri kami semua menyaksikan sendiri bagaimana mengerikanya kekuatan dari pangeran Remaria itu, kami tidak mungkin dapat menghadapinya."


"Perdana menteri akan sangat gawat bila kita terus bertentangan dengan kerajaan Remaria, bila mereka menyerang kerajaan Navia maka kota-kota kita hanya akan di hancurkan oleh pangeran Antonio yang berubah wujud menjadi naga."


Perdana Menteri masih tampak bingung ia berjalan mondar-mandir memikirkan itu dengan penuh kekawatiran, ia ingin menyangkal kenyataan itu tapi bila apa yang di katakan Azel benar maka ini akan sangat gawat untuk rencana kerajaan Navia.


"Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada yang mulia raja Elius, aku tidak mungkin menarik usulku untuk mengerahkan pasukan besar menyerang Republik Navia, pangeran Antonio pasti masih berada di sana."

__ADS_1


"Perdana Menteri rencana kita untuk mengalihkan perhatian semua kerajaan ke tanah Tandora bersama kerajaan Arfen akan sia-sia bila pangeran Antonio berada di kerajaan Navia, dirinya akan menarik perhatian semua orang dari kerajaan lain dan penyerangan secara besar-besaran kita juga akan melibatkan pangeran dari Remaria bila ia terus berada di sana."


"Ini tidak bagus, ini benar-benar tidak bagus padahal kerajaan Navia pasti sudah menganggap kita tidak akan melakukan penyerangan karena sebagian pasukan kita telah di kirim ke kerajaan Tandora sebagai pengalihan."


Pedana Menteri Tristania mengatakan itu karena melihat kebuntuan dalam rencananya. dan Azel kemudian berbicara.


"Perdana menteri jadi apakah kita akan membatalkan serangan kita ke Republik tahun ini.?"


"Azel itu tidak mungkin karena raja Elius pasti tidak akan menerima pembatalan rencana yang sudah lama kita persiapkan itu, pangeran Antonio kita harus membuatnya meninggalkan kerajaan Navia dan bila ia tetap berada di sana kita tidak boleh membuatnya ikut terlibat di dalam perang ini."


"Tapi perdana menteri bagaimana itu bisa di lakukan kerajaan Remaria adalah sekutu dari Republik jadi bila kita menyerang Republik maka kerajaan Remaria pasti akan datang membantunya.?"


"Azel jangan hanya bertanya tapi pikirkan sesuatu agar kita bisa tetap menyerang Republik."


Azel terlihat terdiam tapi itu akan sulit untuk membuat Remaria tidak bisa membantu Republik tapi kemudian Azel mendapatkan sebuah ide.


"Perdana Menteri bagaimana kalau kita buat kekacauan di wilayah Tandora agar pangeran Antonio dan kerajaan Remaria terus fokus dengan tempat itu.?"


Azel mengusulkan hal itu, meskipun itu bisa di lakukan karena semua orang tahu kalau tanah Tandora sudah di kuasai oleh pemerintah yang tidak berhak tapi Kerajaan Navia tidak boleh bersinggungan langsung dengan kerajaan Remaria.


"Azel bagaimana dengan pasukan Remaria di Tandora, kita tidak bisa menyerang mereka secara langsung dan bila mengerahkan kekuatan lebih besar ke Tandora kita akan kehilangan lebih banyak kekuatan untuk menyerang Republik."


"Tuanku Perdana Menteri Tristania kita tidak perlu menyerang mereka dengan pasukan kita, tapi kita akan membuat pasukan dari kerajaan Arfen yang bersama pasukan kita di tanah Tandora bersinggungan dengan pasukan Remaria, itu akan menutupi tujuan kita dan kita tidak akan di salahkan."


Perdana menteri Tristania terlihat memikirkan hal itu dia menyentuh dagunya dan berbicara.


"Aku mengerti kita akan mengadu domba dan membuat pasukan milik Jendral Mariana menyerang pasukan milik Komandan Fenia di kota Lopak dan itu akan menyibukan pasukan kerajaan Remaria di tanah Tandora, Pasukan Remaria tidak mungkin pernah datang ke Republik karena mereka tidak mungkin berperang dengan dua lawan sekaligus."


"Benar Perdana Menteri sekarang kita hanya tinggal menyingkirkan pangeran dari wilayah utara, meskipun ia bisa berubah menjadi seekor naga tapi yang kami tahu ia baru pertama kali melakukanya dan belum bisa terbang."


Perdana menteri Tristania terlihat berpikir tapi membuat pangeran Antonio meninggalkan utara secepatnya itu tidak akan mudah jadi ia menatap Azel pemimpin pasukan elit Assassin kerajaan Navia.


"Azel bawa sisa orangmu ke Republik buat pangeran Antonio pergi dari sana."


Azel terlihat cukup terkejut dengan perintah yang baru ia dapatkan dan menatap Perdana menteri Tristania dengan cemas.


"Perdana menteri apakah anda tidak bisa mengirim orang lain, kami baru saja kembali dan banyak assassin bawahanku yang gugur, menjalankan tugas ini akan sangat berat bagi kami.?"


Azel mengatakan itu karena ia merasa cemas bila harus berhadapan dengan pangeran Antonio lagi yang begitu kuat dan sulit di perhitungkan, tapi perdana menteri Tristania berbicara.


"Azel kamu dan pasukan Assassinmu adalah yang paling elit di kerajaan Navia dan terlatih untuk melakukan tugas seperti ini, bila aku tidak bisa meminta ini padamu lalu siapa yang dapat aku kirim, para knigh mereka tidak punya kemampuan seperti assassin, lagi pula kamulah yang mengusulkan rencana ini jadi jalankan tugasmu ini."


"Ahh.. tapi ini.. huh ini akan sangat sulit tapi aku tidak bisa menolaknya, baiklah perdana menteri Tristania meskipun ini beresiko besar kami akan segera berangkat."

__ADS_1


Kerajaan Navia mulai menjalankan rencananya dan akan mempersiapkan diri untuk menyerang Republik Navia Utara.


__ADS_2