GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
137.1 Dominic Johan


__ADS_3

Seorang utusan kerajaan Remaria telah datang ke kembali di wilayah utara kerajaan Arfen untuk mengirimkan sebuah surat resmi dari kerajaan Remaria kepada Dominic Johan.


Diana kekasih dari Dominic Johan dan ia sangat senang mengetahui ternyata wanita yang telah di selamatkan sebelumnya benar-benar berhubungan dengan orang yang berpengaruh bahkan orang itu sangat dekat dengan keluarga kerajaan.


Diana langsung mencari Dominic di sebuah desa untuk mengabarkan bahwa utusan kerajaan Remaria sudah tiba kembali di tempat bersembunyian dan Diana akhirnya menemukan Dominic yang sedang bersama Simas di guild petualang.


"Diana kenapa kamu berada di sini?" tanya Dominic saat melihat Diana yang datang.


"Dominic kita harus kembali karena utusan kerajaan Remaria sudah datang untuk menemuimu." Kata Diana yang melihat Dominic bersama beberapa petualang yang merupakan orang-orang dari kelompoknya.


"Itu bagus apakah kerajaan Remaria memberikan hadiah yang bagus untuk kita?" Tanya Dominic sambil terlihat senang mendengarnya.


"Aku tidak tahu karena utusan itu ingin menemuimu secara langsung jadi aku mencarimu." Kata Diana.


"Jadi aku harus benar-benar kembali tapi aku dan Simas serta yang lainnya sedang akan menjalankan quest karena kamu tahu bukan kita sedang sangat membutuhkan uang." Jawab Dominic karena ia dan kelompok petualangnya di sana sudah terlanjur mengambil quest kemudian Simas berbicara.


"Tuan Dominic anda pergilah biarkan kami sendiri yang akan menjalankan misi berburu serigala putih, urusan anda jauh lebih penting quest ini." Ucap Simas yang menyarankan hal itu.


"Tapi serigala putih cukup sulit di hadapi, apa kalian yakin bisa mengalahkan mereka?" Tanya Dominic.


"Ya ini memang akan sedikit sulit tapi kami pasti bisa menyelesaikan quest ini sendiri lagi pula orang-orang kita dari kelompok petualang yang lain juga akan ke utara untuk melacak dan membasmi sekelompok orc, kami bisa bekerja sama menjalankan dua quest sekaligus untuk memburu serigala putih dan orc." Ucap Simas dan petualang lain di sana berbicara.


"Benar kata Simas kelompok kita sudah cukup kuat untuk saling membantu satu sama lain agar kita semua bisa bertahan di musim dingin yang akan datang." Kata kelompok petualang lain yang juga bekerja untuk Dominic, mereka memang saling membantu satu sama lain untuk mengumpulkan uang agar bisa mencukupi kebutuhan teman-teman mereka yang kurang beruntung dan tidak bisa menjadi petualang dan bertahan di tempat persembunyian.


Dominic akhirnya pergi menemui utusan dari kerajaan Remaria yang tengah di jamu oleh Resol.


"Lihatlah tuan Dominic telah tiba." Ucap Resol dan komandan Paul yang menjadi utusan kerajaan Remaria langsung berdiri dan berbicara kepada Dominic.


"Tuan Dominic akhirnya anda kembali saya sudah menunggu anda dari tadi." Ucap komandan Paul.


"Maafkan aku karena terlalu lama untuk kembali dan ada perlu apa anda datang menemuiku?" Ucap Dominic.


"Tidak masalah Tuan Dominic aku komandan Paul telah di perintahkan untuk mengirimkan surat undangan dari yang mulia pangeran Antonio untuk anda, yang mulia pangeran Antonio ingin menemui dan memberikan penghargaan langsung kepada anda di istana kerajaan Remaria." Ucap komandan Paul sambil menyerahkan sebuah gulungan surat kepada Dominic.


Dominic sendiri tidak menyangka kalau pangeran Antonio sampai mengundangnya secara resmi ke kerajaan Remaria.


"Ah.. jadi aku harus datang langsung ke istana kerajaan Remaria, tapi jarak antara tempat ini dan kerajaan Remaria sangatlah jauh dan butuh berminggu-minggu perjalanan, aku kawatir tidak akan bisa memenuhi undangan itu." Kata Dominic ia memang merasa sedikit enggan untuk meninggalkan orang-orangnya di sini dalam waktu lama.


"Tuan Dominic tenang saja karena saya membawa beberapa pasukan red Vivern yang dapat membawa anda serta beberapa orang yang akan mendampingi anda menuju ibu kota kerajaan Remaria dengan cepat." Ucap Komandan paul tapi Dominic tidak melihat Prajurit lain di tempat itu.


"Benarkah lalu dimana pasukan komandan Paul?" Tanya Dominic.


"Oh mereka akan muncul begitu aku memberikan sinyal dengan sihir telepati dan lalu bagaimana jawaban anda tuan Dominic?" Tanya kembali komandan Paul.


"Hm.. menuju kerajaan Remaria berarti aku harus meninggalkan orang-orang untuk sementara waktu dalam keadaan sulit seperti ini, aku tidak tahu harus bagaimana." Ucap Dominic yang terlihat memikirkan keadaan orang-orangnya di tempat persembunyian itu dalam kondisi serba kekurangan dan Komandan Paul langsung menanggapinya.

__ADS_1


"Resol sudah bercerita beberapa hal tadi dan aku sudah berbicara dengan yang mulia pangeran Antonio melalui sihir telepati dan yang mulia pangeran akan menjamin kebutuhan orang-orang anda di sini selama anda pergi ke istana kerajaan Remaria, persediaan makanan, pakaian, selimut serta beberapa barang lain akan dikirim melalui cabang perusahaan Teanir di desa terdekat." Ucap komandan Paul.


Komandan Paul memang telah melihat kondisi tempat persembunyian orang-orang yang mengikuti Dominic dan gua itu memang sangat tidak layak huni, gubuk-gubuk di dekat mulut gua juga terlihat sangat memprihatinkan, sebagian orang-orang di sana memang masih di cap sebagai budak yang kabur dan bila mereka terlihat berada di pemukiman maka mereka akan kembali di tangkap dan di paksa menjadi budak itu juga termasuk wanita serta anak-anak di sana yang pernah Dominic selamatkan dari pasar budak.


"Ah Ternyata komandan Paul sangat mengerti keadaan kami jadi aku ucapkan terimakasih dengan begini aku akan lebih tenang untuk meninggalkan orang-orangku dan menemui pangeran Antonio di istana kerajaan Remaria." Ucap Dominic.


Dominic akhirnya mau menerima undangan itu, ia mengajak Diana untuk menemaninya ke kerajaan Remaria dan memberikannya tanggung jawab mengurusi semua yang ada di persembunyian kepada Resol.


Di istana kerajaan Remaria sang ratu Meira Alta De Remaria bersama Sir Pirto sedikit berdebat, sang ratu ingin mengerahkan pasukan Remaria karena marah saat mengetahui pasukan kerajaan Navia mengepung dan melukai putranya di kota Elius tapi tentu saja Sir Pirto berusaha menenangkan sang ratu agar tidak melakukan hal itu, kerajaan Navia cukup jauh di utara dan merupakan kerugian besar mengirimkan pasukan kesana, apalagi sebagian pasukan Remaria harus di tempatkan di wilayah barat kerajaan Arka yang mengproklamirkan untuk bergabung dengan kerajaan Remaria di tambah kerajaan Silmarin di tanah Tandora yang sangat tergantung dengan kekuatan militer Remaria.


Antonio akhirnya muncul di ruangan singgasana sang ratu bersama seorang gadis Elf kecil dan pengasuhnya.


Laura Teanir memang sudah berada di istana kerajaan Remaria bersama Gina yang mendampinginya sesuai permintaan Tetua Galkaxa yang tidak lagi mengajar di sekolah sihir kota Grandis karena kondisinya yang memburuk dan kembali ke tempat kelahirannya di kota kerajaan Elf Artamia.


"Antonio putraku bagaimana kondisimu?" Tanya Ratu Alta kepada putranya.


"Ibu sudah kubilang aku baik-baik saja dan tidak perlu mendapatkan perawatan." Jawab Antonio.


Antonio kemudian melihat Sir Pirto yang berada di sana dan berbicara.


"Sir Pirto bagaimana kondisi kerajaan?" Tanya Antonio.


"Kondisi kerajaan sedang sangat baik, daerah-daerah mulai berkembang pesat setelah proyek pembangunan jalan telah rampung?" Jawab Sir Pirto.


"Itu kabar bagus dan bagaimana dengan kondisi garis depan?" Tanya Antonio.


"Kondisi bagain timur Silmarin masih cukup tegang tapi di sisi barat di kota Lopak sudah mulai stabil berkat di tarik mundurnya pasukan kerajaan Arfen sedangkan di kerajaan Arka juga cukup bagus pihak kerajaan Arka tidak mengirimkan pasukan mereka untuk menghalangi wilayah bagian barat mereka bergabung dengan kita tapi para bangsawan kerajaan Arka terlihat mulai menyuarakan penentangan kemungkinan mereka dapat pemberontak raja Bazara kapan Saja." Ucap Sir Pirto.


"Begitu Raja Bazara memang memutuskan untuk menyudahi ketegangan dengan kita secara damai dan bahkan berjanji akan menyerahkan segalanya padaku bila aku mendapatkan seluruh wilayah leluhur kita Kaisar Golgota, tapi para bangsawan dan petinggi kerajaan Arka yang tidak mengetahui tentang ini dapat menimbulkan sedikit masalah." Ucap Antonio.


"Pangeran Antonio bagaimana kalau kita mempercepat penyatuan wilayah kerajaan Arka dengan kerajaan kita sebelum para bangsawan kerajaan Arka bertindak untuk menjatuhkan raja Bazara?" Ucap Sir Pirto yang memberikan saran.


"Tidak Sir Pirto itu akan memancing lebih banyak bangsawan kerajaan Arka yang ingin memberontak menjadikan situasi lebih rumit lagi, kita harus melakukan semua ini dengan perlahan-lahan." Kata Antonio.


"Tapi pangeran Antonio kita punya pilihan cukup kekuatan dan sumber daya untuk mempercepat proses pengambil alihan kekuasaan ini, kita harus memanfaatkan moments ini sebaik mungkin."


"Sudah aku bilang kita tidak bisa tergesa-gesa melakukannya lebih baik kita kuasai kerajaan Arka secara damai dengan memberikan bantuan kepada rakyat mereka yang mengalami krisis dan memperkuat posisi kerajaan Remaria di gurun Arka, sedangkan untuk yang memberontak kita akan taruh pion utama kita di antara mereka.!" Kata Antonio.


"Hamba paham pangeran Antonio tapi aku sedikit kawatir dengan paman dari raja Bazara itu, ia mungkin saja dapat mengkhianati kita untuk kekuasaannya sendiri."


"Sir Pirto kemungkinan itu sangat kecil Voldira De Arka di asingkan selama ini karena selalu mengkampanyekan perdamaian dengan Remaria untuk menentang raja Bazara Ra Arka yang dulu masih ingin merebut wilayah Remaria, bukankah bila kerajaan Arka bergabung di bawah pemerintahan kerajaan Remaria itu akan mewujudkan impiannya menyatukan keturunan kaisar Golgota kembali, lagi pula meskipun Voldira berkhianat dia tidak bisa berbuat banyak untuk melawan militer kita yang bisa mengepung kerajaan Arka dari dua arah." Ujar Anronio.


Sir Pirto memang mengerti militer kerajaan Arka sedang kacau itu berbanding terbalik dengan militer kerajaan Remaria di mana telah berhasil menguasai kerajaan Silmarin dan dengan itu kerajaan Remaria dapat menyerang kerajaan Arka kapan saja dari utara dan barat.


Sir Pirto tidak bisa menjawab pangerannya dan kemudian Ratu Alta berbicara.

__ADS_1


"Antonio bila rencana kamu berhasil maka kerajaan Remaria akan menjadi kerajaan dengan wilayah besar dan kamu dapat membentuk kekaisaran sendiri tapi ibu kawatir karena untuk mewujudkan hal itu berarti kita harus mengambil alih kerajaan Arfen yang juga merupakan bekas kekuasaan leluhur kita kaisar Golgota di masa lalu, perang besar pasti akan terjadi lagi." Ucap Ratu Alta.


Memang benar raja Horten yang sudah lengser dari kedudukannya sebagai raja dan putranya Raja Valco yang menjabat saat ini tidak akan membiarkan rencana Antonio berjalan dengan mudah, tapi Raja Horten dan Raja Valco sebenarnya bukanlah pemilik asli kerajaan Arfen karena jauh di masa lalu raja Arfen yang sesungguhnya telah di khianati dan di bunuh oleh saudara dari kaisar Golgota pamannya sendiri yang bekerja sama dengan raja pertama Arka dan mengambil kekuasaan kerajaan Arfen, meskipun raja pertama Arka juga di khianati oleh pamannya itu dengan menolak penggabungan kerajaan Arfen ke kerajaan Arka.


"Ibu jangan kawatir hal itu meskipun kita akan berperang dengan kerajaan Arfen tapi akan aku buat perang itu tidak menimbulkan banyak korban dan mungkin itu hanya akan perang tanpa pertempuran dan pertumpahan darah." Ucap Antonio tapi tentu saja Ratu Alta dan Sir Pirto tidak mengerti karena bagaimana mungkin ada perang tanpa adanya pertempuran.


"Yang Mulia pangeran Antonio hamba sama sekali tidak mengerti dengan rencana anda karena bagaimanapun mungkin anda dapat melakukan hal seperti itu?" Ucap Sir Pirto yang sama sekali belum tahu apa yang ada di kepala Antonio dan Antonio tersenyum dan berbicara.


"Sir Pirto ada banyak cara untuk mendapatkan kemenangan tanpa melakukan pertempuran salah satunya yang sedang kita lakukan di kerajaan Arka tapi untuk kerajaan Arfen aku punya strategi khusus yang akan membuat semua orang kebingungan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi karena mereka tidak tahu siapa yang harus mereka salahkan." Ucap Antonio.


Sementara itu di kerajaan Arka, Voldira Ra Arka telah kembali ia berjalan meninggalkan istana kerajaan Arka setelah berbicara secara langsung dengan Raja Arka yang masih sakit dan hanya bisa berbaring di tempat tidurnya.


"Sir Voldira selamat datang kembali ke kerajaan Arka, kami para bangsawan telah mengadakan pertemuan dan berkumpul begitu untuk mendengarkan tentang kedatangan anda." Ucap seorang bangsawan kerajaan Arka yang bersama sekelompok bangsawan lainnya yang mendatangi Sir Voldira yang mendapatkan gelarnya kembali.


"Terimakasih kasih banyak karena telah repot-repot berkumpul menyambutku dan apa yang kalian inginkan?" Tanya sir Voldira kepada para bangsawan itu.


"Sir Voldira kami ingin melakukan sebuah perundingan yang akan sangat menguntungkan anda dan jadi apakah tuan Voldira mau dengan kami?" Ucap bangsawan itu.


"Bangsawan Pasgar sebenarnya aku masih cukup lelah setelah baru kembali dari pengasingan tapi sepertinya aku tidak bisa menolak bila kalian memaksanya." Ucap Voldira yang sebenarnya tidak ingin menemui para bangsawan itu yang pasti memiliki dengan raja Bazara saat ini dan ingin memanfaatkan kehadiran Voldira, tapi Voldira juga tidak bisa lari karena para bangsawan itu memiliki pengaruh dan dapat menimbulkan masalah bila dirinya bertentangan dengan mereka.


Sir Voldira teroaksa ikut dengan para bangsawan itu dan saat sebuah ruangan rapat seorang bangsawan wanita berdiri dan menghampirinya.


"Hm.. bukankah nona adalah Lady Orios penguasa wilayah Orios aku Voldira sempat bertemu dengan orang tua anda dulu yang juga sempat di asingkan saat Kaisar Wilsen memaksa mengambil alih kota anda, aku turut prihatin atas kejadian itu, jadi apakah yang dapat aku bantu?" Ucap Voldira saat mengenali Lady Orios.


"Terimakasih Sir Voldira, aku hanya ingin menyerahkan sebuah surat kepada anda dan tolong rahasiakan dari yang lain." Ucap Lady Orios sambil menyerahkan sebuah gulungan surat.


Sir Voldira langsung membuka surat itu dan membacanya, Voldira tidak menyangka kalau ternyata surat yang di serahkan oleh Lady Voldira berasal dari pangeran Antonio yang memintanya untuk masuk ke faksi bangsawan yang bertentangan dengan raja Bazara dan bertindak seolah berada satu jalan dengan para bangsawan itu, untuk mendapatkan dukungan bangsawan dan membalikkan semua itu setelah ia resmi menggantikan raja Bazara di kursi singgasana.


Vodira kemudian menatap Lady Orios yang berbalik menundukkan kepala padanya. Lady Orios masih berutang lada pangeran Antonio yang saat itu membantu keluarganya yang dalam pengasingan serta membalas dendam kepada Kaisar Wilsen melalui kerjasama Jendral Bennet, Lady Orios memang telah menikah dengan putra tunggal Jendral Bennet tapi kepala bangsawan utama tetap berada di tangan Lady Orios.


Lady Orios sebenarnya memang masih marah terhadap raja Bazara Ra Arka yang dulu menyerahkan kotanya pada kaisar Wilsen bahkan memaksanya untuk menggantikan posisi ayahnya yang di cabut gelar bangsawannya kemudian di asingkan karena menolak permintaan raja Bazara. tapi saat ini raja Bazara sudah tidak berdaya dan mengakui kesalahannya. Karena masa lalu itu sekarang Lady Orios telah bekerja sama dengan pihak pangeran Antonio yang akan menjadi Kerajaan Arka sebagai kerajaan bawahan.


"Hm Lady Orios kelihatannya aku memang tidak akan bisa menentang hal ini kedua belah pihak yang terlihat bertentangan ternyata benar-benar sangat mesra, baiklah akan bergabung dengan faksi bangsawan di sini tapi ingat kalian semua pasti sudah tahu kalau keadaan raja Bazara sedang sangat buruk jadi baik tanpa atau dengan bantuan kalian para bangsawan aku sudah dapat di pastikan akan menjadi raja Arka selanjutnya." Kata Sir Voldira untuk menegaskan posisinya di antara para bangsawan yang hadir sini.


"Sir Voldira tenang saja kami tahu akan hal itu, kami hanya ingin jaminan untuk posisi kami di dalam kerajaan Arka saat anda sudah di duduk di sanggana nanti dan kami akan memberikan dukungan penuh untuk mendukung anda." Ucap seorang bangsawan di sana, mereka memang menginginkan sesuatu seperti jabatan dan kemudahan lainnya mengandalkan kerjasama ini dan Voldira juga membutuhkan para untuk mendukung dirinya naik tahta.


"Aku paham dengan permintaan kalian, tapi kita tidak boleh terlalu tergesa-gesa dalam mengambil tindakan, kita harus menunggu sampai saat yang tepat agar tidak terjadi kekacauan dan keraguan di antara rakyat yang dalam kondisi krisis serta adanya ancaman kemunculan iblis di wilayah barat." Ucap Voldira.


"Tapi Sir Voldira bukankah lebih baik anda segera menjabat sebagai raja karena kerajaan Remaria semakin masuk ke wilayah kerajaan Arka sambil memberikan bantuan kepada rakyat sebagai bujuk rayu mereka untuk bergabung dengan kerajaan Remaria, kita akan kehilangan banyak wilayah bila itu tidak segera di tangani." Kata seorang bangsawan.


"Benar raja Bazara sangat bodoh membiarkan semua itu, dia tidak punya ketegasan sebagai seorang raja, Sir Voldira hanya anda yang dapat melakukan ini bula anda menjadi raja Arka." Ucap seorang bangsawan.


"Tidak bisa kita mungkin menggulingkan raja Bazara sekarang meskipun aku menginginkan posisi sebagai raja negeri ini, kita belum siap dan bila kita mengerahkan pasukan untuk menyerang pihak Remaria yang memberikan bantuan kepada rakyat, rakyat malah akan berbalik menganggap kita sebagai penjahatnya karena rakyat akan kembali kelaparan, kecuali bila kalian para bangsawan di sini punya cukup dana untuk memberi makan rakyat kita yang kelaparan menggantikan bantuan dari kerajaan Remaria." Ucap Voldira dan memang yang di katakannya adalah benar tapi para bangsawan itu sedikit enggan menggunakan kekayaan mereka untuk memberik makan rakyat.


.

__ADS_1


__ADS_2