
Para petualang di guild menyaksikan bagaimana pangeran Antonio dan kelompok Spirit Of Zea telah mengkonfirmasi pengambilan quest tingkat Legenda yang selama ini di katakan mustahil untuk di selesaikan.
Mereka sangat penasaran bagaimana pangeran Antonio akan menyelesaikan quest itu hingga beberapa petualang tingkat tinggi berpikir untuk ikut menjalankan quest lain yang terkait dengan quest legenda yang di jalankan oleh kelompok Spirit Of Zea.
Seorang petualang tingkat Mitril memberanikan diri langsung berbicara pada pangeran Antonio dan kepala guild petualang di sana.
"Yang mulia pangeran Antonio dan kepala guild petualang tolong ijinkan hamba dan kelompok hamba untuk mengambil quest membasmi iblis di sekitar makam besar Golgota, Kami kelompok petualang tingkat Mitril Patra Destiny berharap dengan itu dapat sedikit membantu pangeran kami yang merupakan pahlawan benua barat." Ucat pemimpin kelompok Patra Destiny.
"Tunggu kami juga ingin membantu, kami adalah kelompok petualang tingkat emas dan kami rasa kami cukup kuat untuk menghadapi iblis ingkat menengah, lagi pula di masa lalu kami pernah beberapa kali berburu monster di sekitar wilayah makam besar Golgota."
Antonio tidak langsung menanggapi para petualang itu dan kepala guild petualang kemudian berbicara.
"Itu bagus bila ada petualang tingkat tinggi yang mengambil quest membasmi iblis tapi jika kalian ingin berangkat bersama yang mulia pangeran Antonio kurasa yang mulia pangeran Antonio yang berhak menyetujuinya." Ucap kepala guild yang meminta pangeran Antonio untuk memutuskannya.
Antonio sedikit berpikir 'melawan iblis sebenarnya aku tidak begitu tahu seberapa kuat mereka karena aku belum pernah menghadapinya. Tapi dari penjelasan Sir Pirto kalau petualang tingkat perak yang menjalankan quest mencari informasi mengenai keadaan makam Golgota, mereka sempat berhadapan dengan iblis dan mengalahkannya yang berarti kemungkinan petualang tingkat yang lebih tinggi juga akan mampu melakukannya, Masalahnya adalah jumlah besar iblis jika langsung menyerbu makam itu, Aku rasa aku benar-benar harus mengerahkan pasukan militer sebagai dukungan.'
"Hm.. itu merupakan hal bagus bila banyak petualang yang membantu kami membasmi iblis, meskipun ini akan sangat beresiko untuk kalian, tapi baiklah dalam waktu sepuluh hari kalian yang merasa mampu dan berani mempertaruhkan nyawa menghadapi iblis silahkan mengambil quest dan berkumpul di atas jembatan kota Libanon, aku juga harus menghubungi komandan Ramdira agar datang membawa pasukan Griffin dari ibukota." Ucap Antonio karena sebagian besar pasukan Griffin di kota Libanon yang di pimpin komandan Martin tengah bertugas menjaga wilayah Kalinka dan Taltara serta Astirantin yang di ambil alih dari kekuasaan kerajaan gurun Arka.
Setelah selesai di guild petualang Antonio kemudian mengunjungi kediaman Lord Morgan.
***
Di Kota Bolvak kerajaan Silmarin komandan pasukan Red Vivern Remaria, Darius telah mendapatkan kabar dari pangeran Antonio melalui sihir telepati bahwa seorang pemuda yang bernama Dominic Johan akan mampir ke tempatnya bertugas dan komandan Darius harus membawa pasukan red Vivern yang dia pimpin ke kerajaan Dwarfen di pegunungan Wiwardin.
"Komandan Darius benarkah kita harus pergi, tapi bila pasukan Red Vivern di pindahkan bukankah itu akan memperlemah pertahanan di kota Bolvak, lagi pula para pengikut kuil Sirak masih sering menyerang beberapa Wilayah di timur kerajaan Silmarin." Ucap seorang kapten pasukan Red Vivern yang menjaga wilayah timur Silmarin yang berbatasan dengan kerajaan Tandora.
"Kapten Galan itu adalah perintah langsung dari yang mulia pangeran Antonio, aku di perintahkan untuk menyiapkan unit pasukan kita yang akan membantu Seorang yang bernama Dominic Johan untuk menolong para Dwarf di pegunungan Wiwardin yang sedang di kepung pasukan Undead kuil Sirak."
"Tapi pasukan kota Bolvak sendiri tidak mungkin dapat menghentikan Cleric kuil Sirak yang bersama pasukan Tandora apalagi kemungkinan besar mereka akan menyerang lagi karena beberapa pengikut dan mata-mata kuil Sirak juga masih sering terlihat di wilayah timur Silmarin saat kita berpatroli." Ucap Kapten Galan yang sedikit kawatir.
Sebelumnya pasukan Undead kuil Sirak juga pernah menyerang benteng Bolvak dan membuat pasukan Red Vivern sedikit kesulitan tapi berkat sihir suci light healing yang di kuasai pasukan Red Vivern, mereka akhirnya berhasil mengalahkan pasukan undead kuil Sirak dan membuat pasukan Tandora juga ikut di tarik mundur.
"Kapten Galan kamu tenanglah karena pasukan milik komandan Fenia di kota Lopak akan di pindahkan ke kota ini untuk memberikan dukungan." Jawab Komandan Darius.
Keadaan bagian barat kerajaan Silmarin memang sudah sedikit mereda setelah pasukan kerajaan Arfen dan pasukan kerajaan Navia di tarik mundur setelah menyaksikan sendiri bagaimana pasukan suci dari tiga kuil berbeda kalah dan di injak-injak oleh komandan Fenia, bahkan kota benteng perbatasan Muerak yang berada di ujung barat tanah Tandora sudah berhasil di rebut.
__ADS_1
"Tapi unit pasukan Red Vivern di unit kita hanya berjumlah sekitar 5.000 dan para Cleric kuil pasti mengerahkan sangat banyak undead ke pegunungan Wiwardin." Ucap Galan yang sedikit kawatir.
"Ah aku juga tidak tahu sampai kapan kita akan terus berperang, padahal aku juga sudah sangat rindu istriku Noela, aku harap rencana pangeran Antonio untuk mengakhiri perang di tanah Tandora berjalan lancar." Keluh Komandan Darius yang sudah sangat lama tidak pulang menemui istrinya yang cantik.
Sementara itu di atas jembatan kota Libanon para petualang telah berkumpul dan sebagian dari mereka adalah petualang tingkat tinggi.
Ada 2 Petualang tingkat Orichalcum, 17 Petualang tingkat Mitrill, 38 Petualang tingkat Emas dan 62 petualang tingkat perak serta 6 petualang tingkat perunggu.
125 petualang yang sudah bersiap untuk melakukan misi menyerbu para iblis di sekitar makam besar Golgota dan tak hanya itu saja karena 6 kapal Galeon milik Remaria juga sudah berlabuh di pinggir sungai di dekat jembatan. Kapal-kapal itu akan membawa pasukan Griffin bersama para petualang menuju pelabuhan Harnas untuk kemudian mereka akan berjalan ke timur menuju Makam besar Golgota.
Sebenarnya mereka dapat terbang langsung menuju makam besar kaisar Golgota tapi itu akan menguras tenaga Griffin bila harus terbang jauh kemudian bertempur melawan iblis jadi Antonio memilih menggunakan kapal untuk perjalanan. Itulah sebabnya di masa lalu kekaisaran Hereven juga menggunakan kapal untuk membawa pasukan Griffin karena alasan serupa.
Lord Morgan dan istrinya juga mengantar langsung Pangeran Antonio dan Marta ke pelabuhan di dekat jembatan kota Libanon.
"Lord Morgan kami akan berangkat sekarang." Ucap Antonio berpamitan kepada Lord Morgan.
"Baiklah pangeran Antonio, meskipun aku cukup kawatir tapi tolong anda jaga putriku." Ucap Lord Morgan kepada Antonio.
"Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada putri anda." Kata Antonio.
Ramdira Ramez yang juga sudah menunggu kemudian berbicara.
"Pangeran Antonio pasukan udara Remaria sudah siap di berangkatkan." Ucap Ramdira kepada Antonio.
"Baiklah kalau begitu suruh mereka semua untuk menaiki kapal." Perintah pangeran Antonio.
"Siap hamba mengerti."
Pasukan Udara Remaria mulai berbaris berjalan menaiki kapal-kapal itu, sementara Antonio mendatangi para petualang yang sudah menunggu.
"Kapten apa kita akan berangkat sekarang?" Ucap Zaza.
"Ya kita akan berangkat sekarang." Jawab Antonio yang kemudian menatap rombongan petualang lain di sana. Seorang petualang tingkat Orichalcum kemudian terlihat maju dan berbicara.
"Yang mulia pangeran Antonio, perkenalkan nama Hamba Jordan Negaref salah satu petualang dengan tingkat paling tinggi di sini yang merupakan kelas Valkyrie lancer, hamba sangat senang pangeran Antonio mengijinkan kami para petualang dari Wilayah Libanon untuk ikut dalam misi anda." Petualan itu sersenyum membanggakan dirinya yang sudah kelas Orichalcum.
__ADS_1
Beberapa petualang memang sengaja mengikuti misi yang sedang di jalankan Antonio untuk menunjukkan dirinya kalau mereka tidak kalah hebat serta juga untuk menjalin koneksi dengan keluarga kerajaan untuk mengangkat nama mereka sendiri.
Antonio tidak begitu peduli alasan seperti itu karena yang Ia pedulikan adalah misi ini dapat berjalan lancar dan dapat meminimalkan jatuhnya korban jiwa.
"Hm.. benarkah tuan Jordan pasti cukup hebat karena memiliki tingkat petualang yang jauh lebih tinggi dari aku yang masih tingkat perak." Ucap Antonio sambil tersenyum dan petualang itu juga hanya tersenyum sambil menundukkan kepala.
Antonio kemudian melihat kerumunan petualang lain dan mengenali beberapa di antara mereka, jadi Ia langsung berbicara.
"Bukankah kalian adalah kelompok Sky Dragon yang dulu membantuku." Sapa Antonio dan anggota Sky Dragon langsung terlihat senang karena itu.
"Oh jadi yang mulia pangeran Antonio masih mengenali kami, hamba sangat bangga mengetahuinya." Ucap Cross kelas Druid dari kelompok Sky Dragon.
"Tentu saja aku masih mengenali kalian dan Sina dulu juga adalah orang yang mengajariku sihir elemen es, apakah sekarang kamu sudah berhasil menjadi Wizard elemen itu?" Tanya Antonio.
"Benar sekarang aku sudah benar-benar menguasai beberapa sihir elemen es bahkan tingkat petualangku tingkat emas sementara ketiga rekanku masih tingkat perak." Ucap Sina seorang Wizard elemen es.
"Wah ternyata kamu memang hebat, aku saja masih hanya menguasi satu sihir elamen itu yang kamu ajarkan dulu, Oh dan satu hal lagi kenapa kalian juga ikut misi berbahaya ini?" Tanya Antonio karena merasa kalau kelompok Sky Dragon tidak memiliki kemampuan yang sesuai terutama untuk menghadapi iblis.
Kelompok Sky Dragon beranggotakan 4 orang dengan Sina yang menggunakan sihir elemen Es itu tidak akan efektif untuk melawan iblis yang notabenenya menggunakan kekuatan api, Cross adalah Druid menggunakan sihir alam dan tanaman yang juga lemah terhadap api, Sedangkan Nana adalah Priest yang berfokus untuk sihir dukungan dan penyembuhan, hanya Garret kelas Warrior yang benar-benar dapat diandalkan.
Sina kemudian berbicara menanggapi pertanyaan Antonio.
"Itu tentu saja karena kami ingin membantumu menghadapi iblis, lagi pula kami juga pernah menghadapi beberapa iblis dan mengalahkannya di misi kami sebelumnya." Kata Sina dengan percaya diri.
Sementara itu ketiga rekannya terlihat membuang nafas dan Antonio berpikir kalau mereka tidak sependapat dengan Sina.
"Garret apakah Sina kembali memaksa kalian untuk melakukan misi berbahaya ini?" Tanya Antonio yang sedikit mengerti dengan sifat Sina karena dulu Sina juga pernah memaksa ketiga rekannya untuk memburu golem air yang terlalu sulit untuk mereka kerjakan.
"Pangeran Antonio sebenarnya kami bertiga juga tidak terlalu setuju dengan misi ini, tapi karena sebelumnya kamilah yang berhasil menjalankan quest mencari informasi mengenai keadaan di Makam besar Golgota jadi kami di tawarkan oleh kepala guild untuk ikut, padahal keadaan di sana benar-benar mengerikan, tapi yang mulia tahu bagaimana Wizard kami, dia langsung menyetujui quest itu karena berhubungan dengan anda." Terang Garret menjelaskan kepada Antonio.
Sina yang mendengar Garret langsung menyahut. "Garret bukankah kita sudah sepakat sebelumnya, lagi pula sekarang adalah giliranku yang memimpin kelompok kita setelah giliran Cross di misi terakhir jadi aku berhak menentukan misi yang kita ambil."
Ketiga rekan Sina kembali membuang nafas karena mereka tidak punya pilihan selain menuruti keinginan Sina yang memimpin.
"Benarkah demikian jadi kalian adalah petualang yang mencari informasi keadaan di makam besar Golgota, kalau begitu kalian harus menceritakan lebih detail situasi di sana dan sebaiknya kita segera menaiki kapal karena yang lain kelihatannya sudah menunggu." Kata Antonio.
__ADS_1
Mereka semuapun menaiki kapal besar milik kerajaan Remaria yang bergerak ke selatan menuju hilir yang bermuara di dekat pelabuhan Kota Harnas.