
Antonio dalam wujud naga Shimering belum tersadar dan terus mengamuk di kendalikan insting seekor naga liar hingga ia tidak dapat membedakan teman ataupun lawan hingga mencoba menyerang Miranda.
"Eh Antonio apa yang kamu lakukan?" Tanya Miranda yang menghindari serangan dari Antonio.
Antonio tidak menjawab dan terus berusaha menyerang siapapun tapi para iblis di sekitar kastil Arungal telah habis terbantai hingga Antonio tanpa sadar juga menargetkan Miranda yang masih terbang tidak jauh darinya.
Miranda masih dengan lincah terbang berusaha menghindari setiap serangan dari Antonio sambil berpikir 'Ternyata benar Antonio telah kehilangan kendali dirinya dan menyerang siapapun tanpa sadar jadi aku harus segera menyadarkannya kembali.'
Miranda kemudian menghadang arah serangan Antonio yang berwujud naga dan kemudian setelah menghindari serangan itu Miranda langsung mengarahkan tinjunya ke arah kepala Antonio.
Benturan keras dari kekuatan dahsyat Miranda mengakibatkan guncangan besar di kepala Antonio hingga Antoniopun akhirnya tersadar kembali.
"Apa yang terjadi Rrrrr benar juga pasukan iblis di mana mereka semua?" Ucap Antonio yang masih terlihat bingung karena tidak melihat satupun iblis yang sebelumnya akan menyerang kastil Arungal.
"Antonio apakah kamu sudah tersadar?" Tanya Miranda.
"Miranda di mana musuh kita?"
"Jadi kamu benar-benar tidak mengingatnya kamu sudah membantai dan memakan mereka semua." Terang Miranda.
"Hrm.. apa maksudnya eh tunggu sebentar jadi aku telah memakan para iblis itu dan Miranda kenapa kamu tidak menyadarkan aku lebih awal." Kata Antonio yang berwujud naga sambil terus terbang mengepakkan sayapnya.
Antonio sebenarnya merasa tidak nyaman karena tanpa sadar ia telah memakan beberapa iblis dan bahkan ia masih bisa merasakan sensasi darah iblis di mulutnya.
__ADS_1
"Iya maaf Antonio aku tadi sedikit lupa kalau sebelumnya kamu sempat mengatakan tidak akan dapat mengendalikan kesadaranmu saat menjelma menjadi naga." Ucap Miranda.
"Ah sudahlah lagi pula itu sudah terjadi dan musuh kita juga sudah di kalahkan." Kata Antonio tapi Miranda terlihat menatap ke arah lain di kejauhan.
"Antonio sepertinya ini belum selesai lihatlah di kejauhan ada pasukan iblis dengan jumlah besar yang terbang berkumpul di sana." Kata Miranda.
Antonio kemudian juga melihat ke arah ke tempat yang Miranda maksudkan tapi Antonio menyadari kalau pasukan itu terlihat tidak mendekat dan masih sangat jauh kemungkinan mereka adalah pasukan bantuan musuh yang masih menjaga jarak dan belum menyadari apa yang terjadi di sini.
"Hmr.. sepertinya mereka dari ras yang berbeda dari pasukan sebelumnya, mereka adalah ras Iblis Asmadeus seperti kebanyakan ras iblis yang mendiami desa-desa di sekitar kastil yang aku ambil alih." Kata Antonio.
"Antonio apakah kita juga akan membantai mereka, aku akan kesana mengejar para iblis itu jika perlu?" Tanya Miranda.
"Kurasa itu belum perlu karena sekarang tidak mungkin mereka akan berani menyerang kita secara langsung setelah mengetahui apa yang terjadi di sini, Miranda kamu kembalilah ke kastil biar aku yang berbicara secara langsung dengan mereka." Kata Antonio.
Miranda kemudian segera kembali ke dalam kastil sementara Antonio terlihat akan mendatangi pasukan iblis yang baru tiba itu.
Sebelumnya pasukan Iblis Asmadeus telah tiba ke desa tempat tinggal Mordus karena Mordus telah mengumpulkan banyak iblis kuat untuk menunggu di sana sampai pasukan milik Jagaras tiba tapi Mordus dan Jagaras sangat terkejut karena hanya menyaksikan tumpukan mayat iblis di sana.
"Mordus apa maksudnya ini dan dimana pasukan yang kamu bentuk dari penduduk desa yang kamu kumpulkan?" Tanya Jagaras.
"Aku tidak tahu tapi sepertinya telah terjadi sesuatu lihatlah banyak jasad saudara kita yang terbunuh di sana." Jawab Mordus.
Jagaras dan Mordus kemudian langsung turun ke desa itu untuk menemui seorang iblis yang selamat.
__ADS_1
"Hardus saudaraku katakan sebenarnya apa yang terjadi kenapa banyak saudara kita yang mati di tempat ini?" Tanya Mordus kepada Adiknya yang masih selamat di desa itu.
"Pangeran Antonio manusia itu telah menyadari kita yang mengumpulkan kekuatan di desa ini kemudian manusia itu langsung datang sendirian menantang setiap iblis yang berani melawannya dan seperti yang dapat kakak lihat mayat yang bertumpuk di sana adalah saudara kita yang berusaha menjawab tantangan itu." Terang Hardus menjawab saudaranya.
"Maksudnya seorang manusia dapat membantai mereka semua sendirian?"
"Benar manusia bukanlah ras yang dapat kita lawan, mahkluk itu sangatlah kuat bahkan tidak melemah setelah terus bertarung menghadapi banyak saudara kita ras Asmadeus yang mengepungnya." Kata Hardus kepada kakaknya Mordus.
"Bagaimana bisa ada mahkluk yang sekuat itu dan lalu apa yang terjadi setelahnya apakah yang lainnya berhasil melarikan diri?" Tanya Mordus.
"Itu hampir mirip seperti ucapan kakak Mordus tapi sebenarnya pangeran manusia itu membiarkan yang lainnya tetap hidup dan menyuruh kami pulang kerumah masing-masing tapi ia juga mengatakan tidak akan memberikan ampunan bagi siapa saja yang berani memberontak padanya, Kakak Mordus sebaiknya kita lupakan saja rencana untuk melawan ras manusia karena itu percuma dan hanya akan menjadi bunuh diri." Kata Hordus.
"Hordus apa yang kamu katakan barusan, apakah kita akan biarkan mahkluk rendahan dari dunia lain menguasai wilayah yang kita tinggali, jikapun mereka kuat tidak mungkin kita dapat dengan tenang tinggal di sini." Kata Mordus.
Hordus terlihat tidak menjawab hal itu dan kemudian Jagaras bangsawan iblis yang juga berada di sana berbicara.
"Mordus tenanglah karena aku dapat sedikit memahami perasaan adikmu yang telah melihat kekuatan mengerikan dari hanya satu manusia yang dapat membantai ratusan saudara kita sendirian jadi Ia berpikir mungkin lebih baik untuk tidak melawan selama adikmu serta keluarganya tidak di bunuh." Kata Jagaras.
"Kakak apa yang di katakan tuan Jagaras barusan sangatlah benar, lagi pula bila para manusia memang menganggap kita sebagai ancaman mereka pasti sudah membunuh keluarga kita sejak lama tapi yang aku perhatikan sangatlah berbeda dan mungkin para manusia itu sedikit lebih baik dari yang kita bayangkan karena mereka membiarkan kita tetap hidup di sini secara normal dan manusia dapat di ajak berbicara secara baik-baik serta hanya membunuh iblis yang mencoba melawannya." Terang Hardus kepada kakaknya.
"Tidak mungkin bagaimana kamu Hardus adikku dapat berbicara seperti itu, lihatlah tuan Jagaras telah datang dengan pasukannya untuk mengusir para manusia itu." Kata Mordus.
"Kakak aku juga dapat melihatnya sendiri dan sebelumnya juga ada pasukan Ifridus dan Nelfire yang di pimpin Haturdas juga terbang melintas di atas desa kita aku yakin saat ini mereka pasti sudah sampai di kastil Arungal, tapi aku kawatir pasukan Haturdas tidak akan dapat menghadapi manusia sehingga aku mengatakan semua ini kepada kakak untuk berjaga-jaga seandainya kakak juga menyerang kastil Arungal aku berharap para manusia itu tidak akan kembali membalas kita di sini." Kata Hardus mengutarakan kekhawatirannya.
__ADS_1