
Antonio menebas mengayunkan pedang besarnya ke tubuh musuh dan para petualang berteriak dengan semangat mengikutinya melawan pasukan Orc di dalam kastil Nakrom.
Para petualang pemberani tidak henti-hentinya terus berjuang dan musuh mereka mulai merasakan takut, semangat juang para orc mulai runtuh saat di hadapan para petualang yang di pimpin pangeran Antonio dari Remaria.
Monster besar seperti Ogre mulai kelelahan dan di habisi para petualang, Troll yang terkenal sangat tangguh tidak dapat menghentikan manusia yang datang menyerbu.
Tubuh Troll tercabik-cabik oleh cakar dan taring dariĀ singa Nimea yang terkenal ganas nan agung, meskipun Troll dapat meregenerasi tubuhnya dengan cepat untuk memulihkan diri tapi terlalu banyak luka dan singa Nimea tidak henti-hentinya menyerang menerkam menggigit leher monster besar itu dan Troll tidak akan bisa terus bertahan seperti itu.
John Herman menghadapi seekor Troll yang lain tubuhnya terlihat begitu kecil di banding seekor Troll yang ia lawan tapi itu tidak menyurutkan semangatnya. John seorang warrior menggenggam dua pedang pendek yang tampak sangat tajam menancapkanya ke belakang punggung Troll menggunakan kelincahanya untuk melompat menaiki tubuh monster besar itu dan akhirnya salah satu pedang itu menancap ke kebelakang kepala Troll menariknya dengan kuat untuk menyayat.
Troll meronta berusaha menyingkirkan John Herman dari belakang tubuhnya tapi tubuh besar itu kesulitan untuk mengimbangi kelincahan dan kecepatan john Herman hingga Troll terpanting kehilangan keseimbangan dan jatuh ke lantai.
John Herman mendarat dan segera bangkit melompat menerjang kepala Troll yang berusaha kembali menancapkan kedua pedangnya ke kedua mata Troll itu.
John tersenyum saat monster raksasa di depanya berusaha bangkit dan merasakan kesakitan yang luar biasa di wajahnya, Troll yang buta tidak bisa memulihkan kedua matanya dengan kemampuan regenerasi hingga Troll mengamuk menyerang apa saja entah itu lawan atau kawan sampai troll itu bergerak menabrak dinding kastil dan terjatuh kembali, Troll itu tidak dapat berbuat banyak untuk menghadapi serbuan para petualang yang membantu john.
Sedangkan Troll yang satu lagi tentu bukan tandingan pangeran Antonio yang memegang senjata dengan salah elemen api terkuat hingga tubuh besar Troll terus terbakar. kemampuan regenerasi tubuh Troll tidak bisa menyembuhkan luka bakar malah itu membuat api terus menyala lebih besar hingga tubuh Troll menjadi abu karena api adalah kelemahan terbesar mahluk dengan kemampuan regenerasi tubuh.
pasukan Orc semakin terdesak beberapa di antara mereka sudah menyadari kalau mereka tidak bisa menang dan berusaha melarikan diri tapi pemimpin mereka Xermog sangat tidak senang dan menebas kepala salah satu orc yang mencoba kabur dari pertempuran.
Xermog adalah prajurit orc yang sangat di segani di antara pemimpin orc yang lain, kemampuan serta kebanggaanya membuatnya tidak takut akan kematian di dalam medan perang. Xermog masih berdiri menggenggam pedang dengan keliauan putih terang.
Pedang Gordarin yang ia rebut dan banggakan setelah mengalahkan pemimpin pasukan Dwarf Hofrig di pertempuran bukit Doldurock.
"Karrr gradulka Antonio, rak Xermog durgantirak yormak nerave.!" (Pangeran Antonio, aku Xermog menantangmu untuk berduel.)
"Rak Antonio megavar durgantir, Xermog hurko urak hevarde muxad." (Aku Antonio menerima tantanganmu, Xermog bersiaplah untuk aku habisi.)
Antonio menerima tantangan Xermog dan langsung berlari maju menghadapi Xermog yang bersiap dengan pedangnya.
"Rrraa..!!"
Pedang besar Antonio saling berbenturan dengan perisai Xermog dan pedang Gordarin milik Xermog langsung menghujam ke arah leher Antonio yang berusaha menghintar.
"Hahaha Antonio holkaruke urak Grandulka ra Lamaria, wek mulok diroska.?" (Hahaha Antonio hanya inikah kemampuan pangeran dari Remaria sungguh sangat mengecewakan.)
Antonio berpikir tentu Xermog yang menjadi lawannya menyadari perbedaan kemampuan berpedang mereka cukup jauh. Xermog sangatlah tangguh dengan kemampuan bertarung dengan perisai dan pedang. Xermog pasti berpikir pangeran Antonio hanya hebat karena mengandalkan kekuatan dari perlengkapanya yang sangat bagus seperti Armor Of Elgard dan pedang sihir api.
"Urak breska Xermog, rak lastok hulkaru crasmik psakel tirakel veik urak irgunsarak." (Kamu benar Xermog, aku memang hanya mengandalkan trik kecil untuk bertarung, tapi jangan remehkan aku.)
Meskipun Xermog tahu ia lebih hebat dalam kemampuan bersenjata, tapi pangeran Antonio tidak boleh ia remehkan begitu saja, pedang api yang di bawa lawanya begitu kuat hingga satu sebasan saja akan dapat membelah tubuhnya menjadi dua bagian.
Xermog terlihat lebih berhati-hati ia menyerang melancarkan serangan dengan pedang gordarin dan segera menghintar atau menahan pedang besar dengan tameng kuatnya tapi bahkan tameng itu hampir tertembus dan terpotong oleh hantaman kuat pedang besar di tangan pangeran Antonio.
"Godam dok durmasil gordarake skraqil rak godam, godam ra Goldarin dok sertok miharillhak." (Pedang yang sangat luar biasa lebih bagus dari pedangku, pedang Gordarin yang di tempa dengan batu logam Mithril."
Xermog memuji pedang milik pangeran Antonio sambil membuang perisainya yang sudah hancur.
"Xermog dargodam tsaksarak Hell Fire arp Pirokahellfalldulmanas. dok sertok Almahadumtiras ar kahurokma Fargondall darom Pirokah horasmargon Aramor." (Xermog pedangku bernama Hell Fire atau api neraka, di tempa dari batu Adamatium dan batu merah dari gunung fargon serta di tambah api merah naga penguasa Aramor.)
"Margon Aramor, sargodam dok darwas ra murko qazrolas rakgordam
almahadumtirasar wuldirak rak muxad." (Naga Aramor, pedang yang berharga aku akan merebut pedang adamatium itu setelah aku menghabisimu.)
"Ramtulka raqazrolas latarak muzrak Xermog." (Silahkan kamu rebut bila kamu sanggup Xermog.)
"Muxad dirak Grandulka..!!" (Matilah kamu pangeran..)
Xermog maju menerjang ia menggunakan segala kemampuanya untuk menyerang Antonio dan Antonio juga berusaha menyerang Xermog yang berusaha menghindari tebasan pedang besar Antonio tapi Antonio memutar tubuhnya menendang tubuh Xermog hingga sedikit terpental, Xermog terkejut karena pangeran Antonio dapat menyerangnya dengan keahlian berpedang yang berbeda dari semua lawan yang pernah Xermog hadapi.
Xermog tidak tahu kalau pangeran Antonio memiliki kemampuan bertarung tanpa senjata yang luar biasa dan ia memadukannya dengan tehnik berpedang hingga menciptakan kemampuan bertarung tersendiri, Xermog benar-benar terkejut karena yang ia perhatikan hanyalah kemampuan berpedang pangeran Antonio yang tidak terlalu hebat.
__ADS_1
"Rrraaa.."
Xermog berusaha bangkit dengan cepat memposisikan pedang Goldarin untuk menahan serangan pedang dari pangeran Antonio tapi tidak ada perisai lagi untuk menahan kekuatan pedang besar itu hingga Xermog sangat kewalahan dan Antonio akhirnya bisa menancapkan pedang hell fire ke tubuh Xermog.
"Xermog darmuxad, Rekal ar Orukarak sarmuxadal falldumnasland..!" (Xermog matilah, kamu ataupun Orc yang lain akan musnah dari dunia ini.)
"Gradulka Antonio ara Lamaria dakum durmasil, kardak orukda mesla hardikam fallduman, ra grandulka Antonio arak rasmanas argondall, arull Oruk lawgilkapax gorunrear, Orukarak trokndakel mexrok muxad rasmanas hahaha.!" (Pangeran Antonio dari Remaria memang hebat, tapi orc tidak akan musnah, kamu pangeran Antonio dan ras manusia yang akan musnah, semua orc telah bersatu mereka bersiap, legiun orc akan datang memusnahkan semua manusia hahaha..)
Orc mengatakan itu saat pedang Antonio menancap di tubuhnya dan Antonio berbicara.
"Xermog rakdolpal, Orakarat dakelak orter jilmok rak Grandulka Antonio dul Zrojiwal aroka." ( Xermog aku tidak peduli, lagiun orc datanglah bila mereka berani aku pangeran Antonio akan menunggu para orc itu."
Antonio menancapkan pedangnya lebih dalam ke tubuh Xermog setelah mengatakan itu. Xermog salah satu komandan pasukan orc terkuat akhirnya tumbang di hadapan pangeran Antonio, pasukan orc yang masih tersisa di kastil Nakrom segera berlarian kabur dan sebagian berlutut meminta ampun tapi tidak ada ampunan bagi mahkluk kejam terkutuk itu, para petualang membantai mereka satu persatu.
"John Herman jangan bunuh mereka semua kita masih butuh beberapa untuk mendapatkan informasi."
Antonio mengatakan itu saat John Herman mulai menyudutkan para Orc itu untuk ia dan para petualang bantai.
"Baik pangeran Antonio."
Tak lama kemudian Erin bersama beberapa petualang membawa tiga prajurit kerajaan Navia yang di kurung di dalam penjara kastil.
"Antonio aku mendapatkan mereka di ruang bawah tanah."
"Erin apakah hanya mereka yang tersisa bukankah kelompok Praska mengatakan para prajurit kerajaan Navia yang di sandera orc cukup banyak.?"
"Benar tapi sisanya sudah mati dan tidak dapat di kenali lagi, ada banyak potongan tubuh manusia yang di kuliti dan di mutilasi di ruang bawah tanah, kemungkinan para orc sudah mengolah dan memakan sebagian tubuh mereka."
Para petualang terlihat marah, mereka menatap beberapa orc yang masih hidup di sudut ruangan dengan penuh kebencian setelah mendengar apa yang di katakan Erin.
Orc meskipun mereka adalah mahkluk cerdas tapi mereka terkenal kejam dan serakah bahkan tak segan memakan daging dari mahkluk cerdas lainya, meskipun para orc itu dapat memakan buah dan sayur untuk hidup.
"Priest Anastasia tolong rawat para prajurit dari kerajaan Navia itu, kita akan meminta informasi dari mereka setelah kondisi mereka sedikit membaik."
"Sekarang aku akan menanyakan beberapa hal dari para orc itu, mereka pasti berasal dari suatu tempat dan aku ingin mengetahui apa maksudnya dengan legiun orc yang di katakan pemimpin mereka Xermog."
Antonio mengatakan itu dan John Herman serta Praska yang sedikit penasaran lalu bertanya.
"Jadi pangeran Antonio benar-benar dapat mengerti bahasa orc.?"
"Benar itu yang ingin aku tanyakan pada pangeran Antonio dari tadi karena pangeran Antonio dapat berkomunikasi dengan pemimpin mereka Xermog.?"
"John, Praska itu tidak sulit bila mau belajar dan kalian berjaga-jagalah di luar karena kemungkinan para orc penunggang blarok akan segera kembali kesini."
"Baik pangeran Antonio, oh ya Yolga tadi sempat menyisir ruangan lain di kastil Nakrom ini dan menemukan sebuah ruangan yang terkunci rapat, kemungkinan para orc menggali tempat itu dari reruntuhan bangunan tapi tidak berhasil membuka pintu besi itu."
"Itu bagus bila ada harta di dalamnya, baiklah aku akan memeriksanya nanti."
>>>>>>
Pasukan Remaria terus memasuki hutan Nordell dan menyisir tempat itu untuk mencari pangeran Antonio yang sedang menyerbu pasukan Orc.
"Komandan Eriela bawahanku telah menemukan sekelompok Orc yang mengendarai serigala raksasa di sebelah utara."
"Tuan Abraham apakah pangeran Antonio dan para petualang terlihat di sana.?"
"Tidak komandan sepertinya para orc itu sedang mengejar beberapa white Elf dan para white Elf itu terlihat dalam kesulitan hingga bertahan di atas bebatuan dengan orc dan serigala yang mengejar mereka."
Komandan Eriela berpikir pasti para white Elf lebih tahu mengenai seluk-beluk hutan Nordell dan mereka pasti bisa membantu mencari pangeran Antonio bila mereka di selamatkan dari para orc yang mengejar mereka.
"Tuan Abraham kita selamatkan para white Elf itu, pasti mereka bisa membantu menemukan pangeran Antonio di hutan yang merupakan rumah mereka."
__ADS_1
"Itu ide bagus aku setuju dengan komandan Eriela, lagi pula terlalu sulit menyisir hutan seluas ini."
Arfandra masih bertahan di sisi tebing batu yang curam, ia dan para white Elf bawahannya terjebak oleh para orc dan blarok di bawah tebing bebatuan.
"Tuan Arfandra gawat bila para orc itu tidak segera pergi kita akan terus terjebak di sini, anak panah kita juga sudah habis."
"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain menunggu bantuan, aku harap pangeran Antonio dan para petualang dapat menemukan lokasi kita setelah mereka menghancurkan para Orc di kastil Nakrom."
"Elfarla nar dunagros roka ja fohsral rokpal, rak gavas dokan raqulmaderan qulhar.!" (Para Elf tidak bisa terus berada di atas tebing batu, kita akan segera kia jadikan mereka makanan.)
"hahaha...?"
Para orc tertawa di bawah tebing bebatuan menunggu para Elf menyerah tapi mereka tidak tahu kalau sekarang mereka juga sedang di buru.
Blarok mahkluk serigala besar yang mereka pelihara sebagai tunggangan mulai menggeram menunjukan kalau ada bahaya yang mengintai dari balik pepohonan di belakang mereka.
"Larak rasmanas, hulka rumepaldirok irahirak.?!"( Pasukan manusia sedang apa mereka di sini.)
Seorang orc mengatakan itu saat melihat pasukan besar manusia mulai muncul dari balik pepohonan menghunuskan pedang dan tombak mereka mengarah ke sekumpulan orc yang tersudut di bawah tebing.
"Larak rasmanas sragal ludelakeram.!" (Pasukan manusia kita harus bertahan.)
Para Elf di atas tebing terlihat senang karena akhirnya bantuan telah tiba dan para Orc itu akan segera di musnahkan.
"Tuan Arfandra itu pasukan besar berbendara Kerajaan Remaria dan Republik Navia Utara, kita selamat."
"Benar kita bisa selamat sekarang."
Komandan Eriela memimpin pasukanya dan bersiap menyerang orc bersama pasukan Republik.
"Remarian maju..!!"
"Republik beri dukungan serangan dari samping jangan biarkan satupun orc itu lolos."
Orc tidak bisa lari dan menyerahpun juga tidak mungkin karena mereka hanya akan di bantai oleh pasukan manusia yang tidak akan memberikan sedikitpun ampunan pada ras orc.
"Larak rasmanas dirhar Oruk dulkeram.!" (Pasukan menusia datang oruk bertahan.)
Orc hanya dapat melawan membunuh manusia sebanyak mungkin sebelum mereka di bantai, Blarok mengaung keras saat puluhan tombak pasukan Remarian menghujam tubuh mereka dan pertempuranpun berakhir Arfandra dan para white Elf mulai turun dari atas tebing.
"Terimakasih karena telah datang menolong kami prajurit Remarian serta prajurit Republik."
Arfandra berterima kasih pada para prajurit yang membantunya kemudian komandan Eriela di depan mereka berbicara.
"Siapa anda dan mengapa anda sampai terjebak di atas tebing dengan para Orc mengejar anda."
"Tentu saja aku adalah Arfandra salah satu pemimpin suku white Elf di hutan Nordell, aku sedang memancing sebagian orc pengendara blarok untuk menjauhkanya dari reruntuhan kastil Nakrom di tengah hutan ini."
Komandan Eriela sedikit penasaran dengan itu karena itu berarti para Elf memang sengaja untuk di kejar para Blarok tapi mengapa dan untuk apa mereka membahayakan diri mereka dengan hal itu.
"Memancing tuan Arfandra sebenarnya apa yang terjadi, maafkan aku tapi bisakah anda ceritakan rinciannya kepada kami dan perkenalkan aku Eriela komandan pasukan laut kerajaan Remaria.?"
"Oh anda seorang perwira prajurit kerajaan Remaria, tentu bila pangeran Antonio berada di sini pasti pasukanya tidak akan jauh darinya."
Komandan Eriela melihat Arfandra yang ternyata sudah mengetahui keberadaan pangeran Antonio jadi ia menunggu Arfandra menjelaskannya lebih detail.
"Komandan Eriela aku saat ini sedang mengalihkan para Blarok agar yang mulia pangeran Antonio dapat menyerang kastil Nakrom bersama rombongan petualang yang beliau pimpin."
"Jadi yang mulia pangeran Antonio saat ini sedang bertempur di kastil Nakrom dengan pasukan Orc sekuat itu, gawat jumlah para petualang yang pangeran Antonio bawa tidak terlalu besar kita harus segera membantu beliau, tuan Arfandra tolong tunjukan lokasi reruntuhan kastil Nakrom kepada kami.!"
"Tentu saja kami juga harus segera kembali kesana untuk memastikan hasil pertempuran itu."
__ADS_1
Arfandra menunjukan jalan pada komandan Eriela untuk menuju reruntuhan kastil Nakrom jauh semakin dalam memasuki hutan Nordell.
.