
Lopak kerajaan Silmarin.
Pasukan Red Vivern terus berjuang membantu para penduduk yang berdatangan untuk mengungsi ke wilayah yang sudah berada di bawah otoritas militer kerajaan Remaria.
Pihak kerajaan Tandora sudah mendapatkan kabar tentang banyaknya pasukan asing di bagian barat tanah Tandora, meskipun pihak mereka telah mengirimkan Komandan Ahmed bersama pasukanya tapi ternyata itu belum cukup untuk menghentikan penduduk yang terus meninggalkan kerajaan Tandora.
Kerajaan Tandora cukup kawatir kalau mereka kehilangan rakyatnya, karena sebuah pemerintahan tanpa rakyat itu tidak akan bisa terus bertahan, pendapatan dari pajak akan berkurang dan banyak lahan akan terabaikan tidak tergarap dan yang lebih buruk lagi pasukan Tandora kemungkinan juga akan ikut pergi karena keluarga dari prajurit juga merupakan penduduk yang pergi meninggalkan Kerajaan Tandora.
Tak banyak yang bisa di lakukan pemerintahan Tandora karena sebagian prajurit mereka menolak melakukan tindakan tegas kepada rakyat mereka sendiri dan perpecahan kekuatan Tandorian semakin tampak jelas.
Tapi pihak kuil Sirak juga tidak diam begitu saja karena bila Prajurit Tandorian tidak dapat melakukan banyak hal, Pasukan Paladin kuil Sirak masih punya cukup kekuatan untuk melakukan tugas itu.
Pasukan Kuil Sirak terus bergerak menyebar menjadi banyak kelompok untuk menyerang penduduk yang melakukan perjalanan ke kerajaan Silmarin, Komandan Darius dan Pasukan Red Vivern harus bekerja lebih keras mereka mendampingi dan mengawal para pengungsi yang terus di ganggu Cleric kuil Sirak.
"Komandan Fenia ada lebih banyak pengungsi yang datang hari ini ke kota Lopak dan di desa sekitarpun juga mulai ramai."
"Lord Sebastian bukankah ini cukup bagus, kita bisa memulihkan jumlah rakyat di desa-desa yang banyak berkurang saat perang dulu.?"
"Itu benar Komandan Fenia tapi masalahnya adalah pembangunan, banyak bangunan desa yang dulunya hancur dan harus di perbaiki untuk tempat bernaung mereka, kebutuhan lainya seperti makanan dan selimut juga harus terpenuhi."
Itu adalah permasalahan yang biasa di hadapi di tempat pengungsian, para pengungsi harus terus makan dan mereka belum bisa langsung untuk menyesuaikan diri di tempat yang baru.
"Lord Sebastian untuk masalah makanan Kerajaan Remaria akan terus mengirimkan itu tapi para penduduk yang mengungsi juga harus berjuang itu yang di perintahkan Pangeran Antonio."
"Benar tapi itu sepertinya akan sangat sulit."
"Lord Sebastian tenang saja Pangeran Antonio sudah membuat rencana. para utusan dari kerajaan Remaria akan datang membuat kelompok-kelompok dari penduduk dan pengungsi di daerah dan mengarahkan mereka untuk rencana pemulihan pembangunan dan pertanian serta ekonomi agar mereka bisa bertahan secara mandiri di masa depan."
"Jadi begitu, membuat kelompok dari penduduk agar bekerja untuk masa depan mereka sendiri dan mereka tidak mungkin menolak untuk itu."
"Baguslah bila anda mengerti sekarang aku akan sedikit sibuk karena sepertinya pasukan Kerajaan Navia dan Arfen mulai bergerak aku harus membuat mereka agar tidak terus mengganggu kita di sini."
"Kerajaan Arfen dan Navia, sebenarnya aku kurang senang dengan ini, mereka sangat kuat dengan dukungan tiga kuil besar dan bila mereka memutuskan untuk berperang dengan kerajaan Silmarin kemungkinan Kerajaan Silmarin akan kalah."
"Lord Sebastian kamu jangan kawatirkan itu, kerajaan Arfen memang punya alasan untuk menyerang Silmarin tanpa membuat pernyataan perang langsung dengan Remaria, tapi jangan lupa Kerajaan Silmarin adalah Kerajaan bawahan Remaria, bila mereka menyerang Silmarin Kerajaan Remaria tidak akan diam saja."
"Anda memang benar Komandan Fenia tapi sebagian besar Pasukan Remaria sedang sibuk bertahan di sisi timur menghadapi Kerajaan Tandora dan kuil Sirak, kita akan sulit menghadapi pasukan Navia dan Arfen dari arah lain karena mereka di bantu tiga kuil besar."
"Huh.. Benar tapi pertahanan sisi barat Silmarin adalah tugasku, meskipun itu sulit aku punya Pasukan Beastmen dan demi human yang akan membantu, sekarang sudah cukup aku harus pergi dan mempersiapkan mereka."
Komandan Fenia pergi meninggalkan ruangan kastil kota Lopak dan Lord Sebastian bersama para bangsawanya terlihat saling berbicara.
"Lord Lopak sepertinya Kerajaan Remaria benar-benar serius dan anda beruntung mendapatkan dukungan kekuatan seperti itu, jadi kita tidak perlu kawatir dengan musuh yang mengepung wilayah lopak dari dua arah."
"Kalian benar, lihatlah bahkan Komandan Fenia tidak meminta pada kita untuk mengerahkan pasukan pertahanan dan milisi kota Lopak untuk membantunya."
"Benar Lord Sebastian padahal musuh yang akan di hadapi Komandan Fenia bukanlah musuh sembarangan, dua kerajaan besar yang di dukung kuil cahaya Glaria, kuil bumi Doronta dan kuil api Ayarama, kekuatan mereka pastilah sangatlah besar."
__ADS_1
"Aku tidak tahu aku baru menjabat sebagai Lord kota Lopak beberapa bulan dan hanya bisa mengandalkan mereka dari Kerajaan Remaria, kita berdoa saja semoga kita bisa terus hidup nyaman seperti ini."
Kerajaan Arfen sudah memutuskan untuk memaksa militer Remaria menyerahkan kota Lopak, karena dewan Kerajaan Arfen dan Kerajaan Navia mendesak hal itu, mereka merasa wilayah Meurak yang sudah mereka ambil tidak akan cukup untuk mereka karena wilayah itu tidaklah cukup berharga, meskipun mereka sangat tahu tindakan itu akan menyingung bahkan membuat diplomasi antara Kerajaan Remaria dan kerajaan Arfen akan hancur.
>>>>>
Memerlukan waktu lama untuk sampai di Republik Navia Utara, meskipun rombongan Tuan Nikof sudah memotong jalan dari kota Rogma menuju ke utara melewati pedesaan di bawah pegunungan barat.
Pemandangan begitu indah di jalan pedesaan dekat perbatasan antara kerajaan Arfen dan kerajaan Dwarfen sampai akhirnya rombongan yang di kawal tim petualang dari Antonio sampai di Kalafal kota kecil yang masih termasuk wilayah kerajaan Arfen dan mereka memutuskan untuk beristirahat di sana.
"Yang mulia pangeran Antonio kita akan beristirahat di kota ini sebelum memasuki wilayah kerajaan Navia."
Nona Latina berbicara pada pangeran Antonio saat mereka berhenti di depan sebuah penginapan di kota Kalafal dan Antonio terlihat cukup tertarik dengan itu.
"Benar Kerajaan Navia bukankah mereka cukup membenci kalian yang berasal dari Republik Navia utara.?"
"Pangeran Antonio benar kerajaan Navia masih memusuhi kami Republik Navia Utara yang memisahkan diri dari Kerajaan itu untuk membentuk pemerintahan secara mandiri."
Sudah cukup lama Antonio tertarik dengan satu-satunya negeri dengan sistem pemerintahan Republik, karena tidak seharusnya ada sistem seperti itu di dunia ini, jadi Antonio merasa kalau Republik North Navia yang baru berumur sekitar dua dekade itu di buat oleh seseorang yang berasal dari dunia yang sama dengan Antonio.
"Hahahaha.. Aku menyukai sejarah Republik North Navia yang membebaskan diri dari ketidakadilan pemerintah kerajaan Navia untuk membentuk negara demokrasi."
Nona Latina dan Menteri Nikof cukup memperhatikan Pangeran Antonio karena ternyata Pangeran Antonio cukup memperhatikan negeri mereka.
"Benar Yang mulia Pangeran Antonio meskipun kami berhasil memisahkan diri dan di akui sebagai sebuah negeri di benua barat, tapi peperangan belumlah berakhir Kerajaan Navia masih terus mengganggu wilayah kami dan Pasukan rakyat Republik terus berjuang dan bersatu untuk menolak di kuasai kembali oleh Kerajaan Navia."
Nona Latina memperhatikan itu karena sistem pemerintahan tempat pangeran Antonio berasal juga adalah sistem kerajaan atau monarki yang sempat Pangeran Antonio singgung sendiri.
"Yang mulia Pangeran Antonio lalu bagaimana dengan negeri anda sendiri apakah kerajaan Remaria berbeda dari kerajaan lain di benua barat."
"Nona Latina memang kerajaan Remaria masih menggunakan sistem monarki tapi bukankah juga banyak kerajaan dengan sistem seperti itu yang cukup baik, meskipun kita tidak tahu seperti apa masa depan kerajaan itu karena penguasana du tentukan oleh garis keturunan dan rakyat tidak bisa menolaknya."
"Jadi maksud yang mulia Pangeran Antonio, kelemahan dari sistem kerajaan adalah bagaimana pemimpin selanjutnya dari kerajaan akan meneruskan dan mempertahankan pemerintahan yang baik dari penguasa sebelumnya."
"Nona Latina bukankah semua negeri harusnya seperti itu, bahkan untuk Republik North Navia tidak lepas dari sebuah kelemahan besar seperti saat pergantian penguasa akan ada banyak permainan politik dari orang-orang yang ingin berkuasa, tentu saja rakyat mereka sendiri akan sangat di rugikan terutama bila mereka salah memilih pemimpin itu."
Antonio mengatakan itu membuat Menteri Nikof sedikit kagum, dirinya yang seorang menteri tentu sangat tahu bagaimana buruknya situasi di belakang panggung Republik, meskipun tidak banyak orang yang tahu.
"Aku mengerti Pangeran Antonio, anda pasti juga kesulitan menangani menteri-menteri anda di kerajaan Remaria yang selalu bertindak semena-mena.?"
"Hahaha anda tahu utu tuan Nikof, memang itu sangatlah sulit tapi akhirnya permasalahan bangsawan dan menteri bisa sedikit di redam, tim pengawas kinerja menteri dan bangsawan tidak akan membiarkan sedikit celahpun di manfaatkan oleh para bangsawan korup, dan bila kinerja mereka buruk bangsawan lain akan siap di angkat menggantikan posisinya di kementrian hahaha.. Mereka harus selalu bekerja keras demi kerajaan dan rakyat Remaria bila ingin berkuasa."
Menteri Nikof dan nona Latina menatap Pangeran Antonio yang tertawa atas pemerintah di kerajaan Remaria dan mereka berdua tidak menyangka kalau hal seperti itu dapat di lakukan bahkan oleh kerajaan, karena itsetahu Mereka bangsawan dan penguasa selalu berbuat semena-mena terhadap rakyat kecil.
"Ohh.. jadi seperti itulah kehebatan Pangeran Antonio hingga bisa mengendalikan seluruh pemerintahan dengan sebuah sistem yang rumit yang anda buat sendiri demi kepentingan rakyat dan kerajaan Remaria."
Menteri Nikof mengakui kecerdasan dari pangeran Antonio karena sebelumnya mereka menduga kalau pemerintah Remaria akan sama saja dengan kerajaan lain, bahkan mungkin sama dengan Republik Navia Utara yang mulia banyak penjahat yang duduk di kursi pejabat.
__ADS_1
Antonio kemudian berbicara.
"Tuan Nikof apakah kita akan memutar arah dan mewati gunung api Vargon untuk menghindari Prajurit kerajaan Navia.?"
"Itu benar Pangeran meskipun banyak monster bila melewati wilayah sebelah barat kaki gunung api Vargon tapi memasuki kerajaan Navia secara langsung itu sangat berbahaya, Prajurit Kerajaan Navia bisa menganggap kami mata-mata dan mungkin akan menangkap kita."
Antonio tersenyum licik dan lalu berbicara pada menteri Nikof.
"Menteri Nikof aku punya satu permintaan."
"Apa yang bisa kami bantu yang mulia Pangeran Antonio.?"
"Bawa aku ke Elius ibukota kerajaan Navia."
"Apa yang mulia itu tidak mungkin kita akan langsung di tangkap oleh prajurit kerajaan Navia sebelum kita berhasil mendekati kota itu.!?"
Menteri Nikof mengatakan itu dengan panik karena permintaan Pangeran Antonio sangatlah tidak masuk akal, meminta pada rombongan Republik yang merupakan musuh kerajaan Navia untuk membawa Pangeran Antonio ke ibukota utama dari musuh mereka. dan Nona Latina berbicara.
"Pangeran Antonio kami tidak mungkin untuk mengabulkan permintaan anda karena itu terlalu beresiko."
"Nona Latina, Tuan Nikof ini adalah kesempatan besar kita, aku akan menjadi alasan utama kita kesana, ingatlah aku adalah pangeran dari negeri lain dan kerajaan Navia tidak mungkin sembarangan menyerangku, kita lihat kerajaan Navia apakah mereka berani main-main lagi denganku nanti."
"Tapi Pangeran Antonio apa untungnya bagi kita bukanlah rencana kita untuk kembali ke kerajaan Navia.?"
"Nona Latina anda harus tahu semua ini akan lebih menguntungkan untuk Republik North Navia daripada untuku sendiri, coba pikirkan bila rakyat kota Elius melihat seorang pejabat Republik yang berjalan-jalan di ibukota mereka bersama dengan aku yang seorang pangeran dari Remaria dan mereka tidak bisa berbuat apapun."
"Yang mulia Pangeran Antonio meskipun itu akan mengejutkan rakyat di ibukota Gores dan membuat mereka semakin tidak yakin dengan kerajaan mereka, tapi apakah Pangeran yakin mereka akan bersikap baik dan tidak menyerang anda."
"Latina akan lebih bagus bila pihak kerajaan Navia menyerang kita meskipun kemungkinanya sangatlah kecil bila mereka ingin langsung membuat pernyataan perang besar antar kerajaan, bila mengancamku."
"Tapi kemungkinan itu masih sangat besar Pangeran Antonio dan bagaimana dengan kami."
"Tuan Nikof kalian bersamaku bila mereka berbuat sesuatu pada kalian maka secara langsung itu akan melibatkanku, bila hal buruk terjadi aku akan melakukan apa saja untuk melindungi kalian dan teman-temanku bahkan bila perlu aku akan menghancurkan kota Elius."
Pangeran Antonio mengatakan itu dengan mudah seoalah kalau Pangeran Antonio sendiri dapat melakukanya.
"Pangeran, huh baiklah bila yang mulia Pangeran Antonio sudah bersikeras tapi bila terjadi sesuatu aku akan mengatakan kalau ini adalah ide anda, aku tidak mau bika negeriku Republik Navia Utara terkena dampak buruk dari ini terutama diplomasi antar kerajaan kita."
Antonio berpikir, perang antara kerajaan Navia dan Republik North Navia harus segera di selesaikan, apalagi ini akan memecah kekuatan Republik North Navia agar mereka menarik mundur pasukan mereka yang membantu kerajaan Arfen di tanah Tandora.
"Huh.. Terkadang membuat suasana menjadi sedikit tegang memang berguna, aku akan buat kerajaan Navia bersiaga penuh untuk perang yang mungkin akan benar-benar terjadi bila di perlukan."
Menteri Nikof dan Nona Latina berpikir sebenarnya apa yang di katakan Pangeran Antonio barusan, apakah hal ini akan berkaitan dengan perang, apakah Pangeran Antonio berniat memicu sebuah perang baru yang lebih besar dengan kerajaan Navia.
.
.
__ADS_1