
Dominic Johan dan Diana telah sampai di ibukota kerajaan Remaria, mereka berdua tiba lebih cepat karena membonceng prajuri Red Vivern yang terbang.
"Komandan Paul apakah setelah ini kita akan langsung menuju istana kerajaan Remaria?" Tanya Diana yang sudah turun dari red Vivern yang di boncenginya.
"Benar yang mulia pangeran Antonio serta yang mulia ratu Alta sudah bersiap-siap menyambut nona Diana dan tuan Dominic di istana apakah ada masalah nona Diana?" Kata Komandan Paul.
"Ah.. Jadi yang mulia Ratu bahkan juga akan menyambut kami secara langsung, kami berasa cukup terhormat dengan hal itu, tapi kalau boleh kami tahu sebenarnya seberapa dekat hubungan nona Zaza yang sebelumnya kami selamatkan itu dengan keluarga kerajaan Remaria hingga sang ratu sendiri sampai mau menemui kami?" Tanya Nona Diana yang merasa kalau ini sedikit aneh, kalau nona Zaza benar-benar hanya rekan satu tim petualang pangeran Antonio mengapa yang mulia ratu Remaria juga ikut memberikan ucapan terimakasih.
"Jadi Nona Diana dan Tuan Dominic belum tahu, Nona Zaza sebenarnya sudah seperti keluarga kerajaan Remaria karena yang mulia pangeran Antonio menganggap nona Zaza seperti adiknya sendiri dan yang mulia Ratu Alta juga menyetujui hal itu meskipun nona Zaza tidak pernah di nobatkan secara resmi." Ujar Komandan Paul menjelaskan hubungan nona Zaza dan keluarga kerajaan Remaria.
"Eh.. jadi nona Zaza tidak hanya dekat dengan pangeran Antonio tapi juga sudah di anggap sebagai keluarga kerajaan, aku tidak pernah menduganya." Ucap Diana.
"Ah kalau begitu sebaliknya kalian bersiap para prajurit sudah siap untuk mengawal Tuan Dominic dan Nona Diana." Kata Komandan Paul.
Dominic Johan dan Diana berjalan di tengah ibu kota Remaria di kawal pasukan Kerajaan dengan penuh kehormatan, hal itu menyita banyak penduduk kota yang langsung menatap rombongan prajuri elit Red Vivern yang terkenal dan cukup jarang terlihat di dalam kota.
"Diana lihatlah sepertinya kerajaan Remaria sangatlah makmur, orang-orang terlihat sangat bahagia, bahkan mereka sangat senang dan bangga dengan prajurit mereka." Kata Dominic setelah melihat bagaimana para penduduk begitu senang hanya dengan melihat Prajurit Red Vivern bahkan anak-anak juga melihat dengan terkagum-kagum dan berbicara ingin menjadi prajurit Remaria.
"Benarkah Dominic bukankah itu sudah biasa." Jawab Diana.
"Tentu saja ini tidak biasa, bukankah kamu pernah melihat prajurit di kerajaan Arfen, para penduduk terlihat tidak menyukai mereka bahkan beberapa malah bersembunyi karena takut, prajurit kerajaan Arfen sering meminta jatah uang keamanan kepada para pedagang dan bila ada sedikit saja masalah prajurit Arfen malah menangkap dan bertindak seenaknya pada penduduk." Ujar Dominic.
"Mungkin kamu benar tapi ibukota kerajaan Remaria benar-benar hebat, kota ini sangat maju lihatlah bangunan besar di seluruh kota ini bahkan aku melihat dari kejauhan ada bangunan raksasa yang belum jadi, kupikir itu akan seperti great arena di ibukota Grandis setelah jadi." kata Diana.
"Kemajuan ibukota Remaria pasti pangeran yang terkenal bijaksana itu yang membuat semua ini terjadi dulu dia juga membuat sungai untuk mengatasi kekurangan pangan di negeri ini, aku sangat penasaran ingin melihat seperti apa pangeran pahlawan benua barat itu." Ujar Dominic.
Dominic semakin sadar setelah bahwa pengaruh pangeran Antonio bukanlah omong kosong belaka setelah melihat rakyat kerajaan Remaria yang semakin makmur padahal di masa lalu sering terdengar kabar kalau kerajaan Remaria kekurangan pangan dan terjadi banyak pemberontakan dari rakyat yang tidak puas dengan pemerintahan kerajaan.
Antonio juga tengah bersiap di ruang singgasana dan di sana jadi juga ada Zaraza Zaza serta Erin Desefa, Laura Teanir juga terlihat bersama Gina Naura yang selalu mendampinginya.
Antonio sangat penasaran dengan Dominic yang di ceritakan oleh Zaza dan komandan Paul. Dominic memiliki banyak pengikut yang sangat setia padanya meskipun komandan Paul mengatakan kalau sebagian dari mereka merupakan buronan kerajaan Arfen.
Tapi ada hal lain yang di ceritakan Zaza yaitu kekuatan Dominic yang begitu besar hingga dapat mengalahkan belasan assassin seorang diri, Antonio tahu karena pernah berhadapan dengan assassin yang di pimpin oleh Azel itu, para assassin itu bahkan hampir setara dengan petualang tingkat emas.
Gerbang ruang singgasana terbuka terlihat sangat ratu Alta duduk di ujung ruangan dan para Knight kerajaan berbaris di pinggir karpet merah. Komandan Paul berjalan di depan di belakangnya seorang pria berjalan dengan sedikit ragu di dampingi seorang wanita.
__ADS_1
Komandan Paul langsung berlutut di depan sang ratu Remaria bersama dua orang yang di bawanya.
"Lapor yang mulia Ratu dan yang mulia pangeran Antonio hamba telah menyelesaikan tugas membawa Tuan Dominic dan Nona Diana yang sebelumnya telah menyelamatkan nona Zaraza Zaza." Ucap komandan Paul sambil bersujud dan disana Dominic juga berbicara.
"Hamba Dominic Johan serta rekan hamba Diana Rosalin datang memenuhi panggilan yang mulia pangeran Antonio." Ucap Dominic dengan penuh Hormat.
Antonio melihat Dominic dan berbipikir kalau wajah Dominic sangat mirip dengan Kirt Johan bahkan nama belakangnya juga terlihat mirip tapi tak lama kemudian Anronio menatap ke arah lain di mana Gina Naura yang mendampingi Laura terlihat bersikap aneh.
"Gina ada apa?" Tanya Antonio melihat tingkah Gina tapi Gina terlihat sulit untuk berbicara karena merasakan takut, itu seperti saat Gina melihat Antonio yang memiliki kekuatan sihir yang tidak masuk akal.
Gina memang memiliki kemapuan spesial yang dapat melihat aira sihir dari seseorang yang di lihatnya hingga Antonio berpikir apakah pria di depannya ini juga memiliki kekuatan sihir yang besar.
Antonio langsung berjalan ke arah Gina membiarkan Komandan Paul dan Tamu yang dia bawa tetap dalam posisi menunduk, Antonio berbisik ke telinganya Diana yang masih belum dapat mengalihkan pandangannya dari Dominic.
"Gina katakan apa yang kamu lihat.?" Tanya Antonio sambil berbisik agar Dominic tidak mendengarnya.
"Yang yang mulia maafkan hamba tapi kekuatan sihir yang di keluarkan tuan Dominic sangatlah besar dan itu jelas adalah aura sihir kegelapan yang biasanya hanya di miliki Undead." Ucap Gina Naura sambil berbisik.
Antonio berpikir 'Kekuatan sihir kegelapan, bukankah mahkluk hidup tidak bisa memiliki kekuatan seperti itu karena mahkluk hidup yang di masukkan sihir kegelapan dalam jumlah tertentu akan mengalami rasa sakit yang teramat dahsyat dan sering di katakan terkena kutukan, tapi Dominic tidak mengalami rasa sakit itu meskipun memiliki kekuatan sihir kegelapan yang teramat sangat besar, apakah mungkin Dominic adalah penyihir yang mendalam sihir kegelapan.'
Antonio kembali ke samping ratu Remaria dan berbicara pada komandan Paul serta kedua tamunya.
"Kalian berdirilah dan Komandan Paul kamu kembalilah ke barisan prajuritmu." Ucap Antonio dan komandan Paul langsung pergi ke barisan prajuritnya yang berada di belakang.
Dominic Johan masih terlihat menunduk bersama Diana untuk karena takut menyinggung Pangeran Antonio dan ratu Remaria dan Antonio kembali berbicara.
"Tuan Dominic Johan dan Nona Diana sekarang berdirilah tegakkan tubuh anda dan tidak perlu memberikan hormat lagi." Ucap Anronio.
"Terimakasih yang mulia pangeran Antonio." Jawab Dominic.
"Tuan Dominic aku sangat berterimakasih dan kagum pada anda tidak hanya telah menyelamatkan Zaza yang sudah aku anggap seperti adiku sendiri tapi juga karena telah berjuang untuk menyelamatkan banyak orang yang di perbudak di kerajaan Arfen, sebagai penghormatan dan rasa terimakasih kami kamu akan mendapatkan gelar kehormatan dari kerajaan Remaria serta aku pangeran Antonio secara pribadi akan memberikan dana serta dukungan penuh untuk usaha anda dalam memberantas perbudakan." Ucap pangeran Antonio.
Dominic dan Diana terlihat cukup senang mendengar itu karena mereka tidat hanya mendapatkan gelar penghargaan sebagai formalitas serta beberapa jumlah uang tapi juga dukungan dari sebuah negara dalam usaha mereka memerangi perbudakan.
"Dominic kamu dengar itu pangeran Antonio akan memberikan kita hadiah uang dan bahkan membantu kita menolong para budak!" Ucap Diana yang terlihat sangat senang bahkan langsung mengatakannya pada Dominic.
__ADS_1
"Diana kamu diamlah jaga sikapmu di depan keluarga kerajaan, yang mulia mohon maafkan kelancangan rekan gamba." Ucap Dominic sambil menundukkan kepala kepada pangeran Antonio dan sang ratu Remaria.
Antonio hanya tersenyum dan berpikir ternyata Dominic memiliki sikap yang biasa jadi kekhawatiran Antonio terhadap kekuatan sihir kegelapan yang dimiliki Dominic tidak bukanlah masalah.
"Tuan Dominic anda tidak perlu meminta maaf untuk itu dan ohya apakah tuan Dominic memiliki saudara karena wajah anda terlihat sangat tidak asing di mataku?" Ujar Antonio untuk memastikan apakah dugaannya benar bahwa Dominic Johan dan Kirt Johan yang saat ini masih menjadi mata-mata di sindikat Circle Crow memiliki hubungan saudara.
Dominic langsung mengangkat kepalanya dan menatap pangeran Antonio, Dominic sangat terkejut karena pangeran Antonio menanyakan tentang orang yang mirip dengannya dan Dominic tahu kalau Kirt adiknya memiliki paras yang cukup mirip, Dominic berpikir apakah mungkin pangeran Antonio pernah bertemu dengan adiknya tapi Kirt Johan setahu Dominic sudah masuk dalam sindikat Circle Crow yang dalam artian adalah penjahat.
Kirt cukup kawatir kalau Pangeran Antonio akan menangkapnya atau mungkin menangkap adiknya Kirt yang seorang penjahat, tapi saat Kirt menatap pangeran Antonio dia tidak bisa membaca maksud pangeran Antonio apakah dia membenci Kirt dan curiga padanya atau tidak.
Dominic Johan masih terkejut dan dalam anganya sendiri sementara Antonio yang sudah membaca sikap keterkejutannya Dominic langsung tersenyum dan berbicara.
"Ahh ternyata benar aku tidak menyangka ternyata Kirt Johan dan saudaranya Dominic Johan sama-sama adalah orang yang luar biasa." Ucap Antonio sambil tersenyum dan Dominic kembali terkejut mendengar itu dan penuh pertanyaan mengapa pangeran Antonio juga memuji adiknya.
"Pangeran mengenal adiku tapi sekarang adikku adalah..?" Dominic mengatakan itu tapi dia tidak menyelesaikan kata-katanya yang untuk mengungkapkan kalau Kirt adalah anggota Sindikat Circle Crow.
"Tuan Dominic anda tidak perlu kawatir sebenarnya adik anda itu bekerja untuknya untuk menghancurkan.. ya anda tahu siapa mereka, Kirt bertugas untuk menyusup ke dalam organisasi dan aku sangat terbantu dengan kemampuan menyamarnya." Kata Antonio dan Dominic langsung berwajah bingung dan hampir tidak percaya mendengar itu.
Dominic merasa senang sekaligus kawatir mendengar Kirt tidak benar-benar bekerja untuk Sindikat Circle Crow tapi dia juga masih kawatir karena misi menyamar adalah tugas yang paling beresiko apalagi bila itu adalah Sindikat Circle yang Kirt susupi.
Dominic mulai mengerti mengapa Kirt menyuruh Dominic untuk tidak lagi mencarinya, Kirt sebenarnya sangat mengkhawatirkannya dirinya bila sampai Dominic sampai terlibat dengan hal ini, tapi Dominic masih kawatir dan kemudian berbicara pada Pangeran Antonio.
"Yang mulia Pangeran Antonio benarkah itu tapi menyusup ke dalam organisasu musuh apakah itu tidak terlalu berbahaya? hamba kawatir dengan keselamatan adik hamba yang menjalankan tugas dari yang mulia Pangeran Antonio." Ucap Dominic.
"Aku sangat paham dengan maksud anda tuan Dominic tapi anda tenang saja, Pasukan mata-mataku juga telah berada bersama Kirt untuk mendampingi dan membantu Kirt bila terjadi masalah." Ucap Antonio.
"Tapi bisakah yang mulia pangeran Antonio membatalkan tugas Kirt dan menggantikannya dengan mata-mata yang lain? meskipun anda mengatakan ada sejumlah besar mata-mata anda di sana Kirt mungkin akan dalam masalah bila menghadapi situasi tertentu seperti kalau penyamarannya ketahuan oleh pihak musuh." Pinta Dominic kepada pangeran Antonio.
"Itu tidak mungkin karena Kirt telah berhasil menjadi salah satu pemimpin musuh dalam penyamarannya dan Tuan Dominic pasti tahu kalau posisi Kirt tidak mungkin dapat di gantikan oleh orang lain."
"Apa jadi adiku telah berhasil menjadi salah satu pemimpin Circle..? tapi bagaimana bisa?" Tanya Dominic dengan penuh terkejutan karena tidak menyangka Kirt telah berhasil menjadi salah satu pemimpin Circle Crow, tentu Dominic mengerti kenapa penyamaran adiknya tidak bisa di gantikan, Kirt Johan terlalu berharga untuk mengendalikan Circle Crow Dar dalam organisasi mereka.
"Dominic kamu tenang saja prajurit mata-mataku yang lain akan selalu menjaga Kirt untuk memastikan keselamatannya dan aku juga akan menjamin nama baik Kirt masa depan setelah tugasnya berakhir." Ucap Antonio tapi Dominic terlihat masih merenung mengenai adiknya satu-satunya keluarga yang masih tersisa dan ia cari-cari selama ini.
.
__ADS_1