
Raja Elius benar-benar marah atas pernyataan pangeran Antonio yang akan mendukung Republik Navia Utara yang menjadi musuh dari Kerajaan Navia.
Perdana menteri Tristania pun segera di panggil ke istana kota Elius untuk di mintai keterangan mengenai rencana penyerangan yang perdana Menteri usulkan itu bisa di ketahui oleh Pihak Remaria dan Republik Navia Utara.
Peresmian kapal perang dari besi baja itu di siarkan langsung di seluruh benua melalui bola Crystal sihir dan tentu tak sedikit orang yang bertanya-tanya mengenai pernyataan pangeran Antonio tentang Kerajaan Navia yang akan menyerang Republik Navia Utara.
Banyak orang yang akan memperhatikan poin itu karena di katakan oleh dua pemimpin besar di dalam acara peresmian kapal perang dari besi yang cukup prestisius di benua barat.
"Hamba perdana menteri Tristania menghadap yang mulia raja Elius."
Perdana menteri terlihat menunduk dengan wajah pucat dan takut karena ia sudah tahu mengapa dia di panggil ke istana dan tentu saja Raja Elius di sana juga terlihat tidak senang.
"Perdana menteri apa maksudnya semua ini, bukankah kamu sebelumnya mengatakan akan memastikan kalau tidak akan ada pihak yang akan mengetahui rencana kita untuk menyerang Republik, tapi mengapa pangeran Antonio dan si gelandangan Carlos malah membuat pernyataan itu, bahkan sudah menyiapkan pasukan mereka.?"
"Yang mulia raja Elius kemungkinan ini karena pangeran Antonio, pasti dia yang telah merencanakan hal itu dan membuat pernyataan yang terlihat seolah kita benar-benar akan menyerang Republik, meskipun itu memang benar tapi tidak mungkin seluruh operasi pasukan kita dapat di ketahui olehnya."
"Perdana menteri Tristania jadi maksudmu pernyataan itu hanyalah propaganda saja, tapi meskipun itu benar itu tidak mengubah kenyataan kalau Republik sudah bersiap untuk berperang melawan kita, alasanmu ini masih belum cukup untuk menutupi kesalahanmu."
Perdana menteri Tristania menunduk lebih rendah dan raja Elius berbicara lagi.
"Kemungkinan rencana pengalih perhatian kita dengan memanfaatkan situasi kerajaan Tandora juga sudah terbongkar dan perang yang akan kita lakukan akan menjadi lebih sulit nanti."
"Maafkan hamba yang mulia raja Elius tapi kelihatannya kesempatan menang kita masih cukup besar dalam penyerangan kita ini."
"Katakan Perdana menteri bagaimana kita memiliki kesempatan itu, kita sudah cukup lama berperang dengan Republik untuk mengambil kembali tanah kita yang di rebut oleh gelandang itu tapi masih saja belum berhasil sekarang, Republik Navia Utara dimana kebebasan dan tingkatan status sosial di hilangkan membuat semua orang memiliki status yang setara, mana bisa sebuah negeri memberlakukan kebijakan seperti itu, status bangsawan akan sama rendahnya dengan pengemis dan pengemis tidak di bedakan dengan seorang raja.!"
Sistem Republik di atur oleh hukum yang memiliki dasar tetap dan menjunjung tinggi kesetaraan berbeda dengan sistem monarki kerajaan di mana hukum di tentukan oleh mereka yang berkuasa membuat raja atau golongan atas seperti bangsawan dapat bertindak seenaknya terhadap rakyat dan rakyat hanya bisa menerima hal itu.
Republik Navia Utara adalah milik semua rakyatnya dan mereka di perlakukan dengan adil di hadapan hukum membuat seluruh rakyat Republik rela berjuang mempertaruhkan nyawa mereka agar tidak kembali di tindas atau di jajah oleh mereka yang berkuasa. Semangat itulah yang membuat Kerajaan Navia selalu menemui kebuntuan untuk merebut tanah mereka yang memerdekakan diri.
__ADS_1
"Yang mulia Raja Elius rencana kita tidak sepenuhnya gagal, meskipun pasukan kerajaan Remaria telah berada di Republik itu hanya beberapa resimen saja dan tidak akan berpengaruh besar, apalagi Pasukan Kerajaan Arfen di tanah Tandora sudah bergerak tentu pasukan Remaria akan mempertahankan Silmarin kerajaan di bawah kekuasaan Remaria."
Tanah Tandora adalah tempat yang menguntungkan dan di inginkan banyak orang, kerajaan Remaria memimpin dalam perebutan tanah itu dengan menggunakan kerajaan yang belum lama terbentuk yaitu kerajaan Silmarin.
"Itu memang benar Perdana menteri Tristania, sekutu kita kerajaan Arfen memang bisa mengalihkan perhatian kerajaan Remaria, tapi pangeran Antonio putra Mahkota kerajaan Remaria masih berada di Republik, anak ingusan itu tentu akan menjadi gangguan bagi kita karena kerajaan Remaria pasti akan lebih mementingkan keselamatan satu-satunya pewaris tahtanya."
Tentu Ratu Alta Meira De La Remaria tidak akan membiarkan putra kesayangannya berperang membantu Republik Navia Utara tanpa perlindungan yang cukup untuk memastikan keselamatanya, jadi pihak Remaria pasti akan segera mengirimkan pasukan dukungan dalam jumlah besar ke Republik.
"Yang mulia raja Elius kalau mengenai pangeran Antonio hamba sudah memikirkan sebuah rencana dan mengirimkan orang-orang terbaik hamba, mereka akan membuat pangeran sialan itu meninggalkan Republik secepatnya."
"Perdana Menteri Tristania kita sudah melangkah sejauh ini, membatalkan serangan ke Republik sudah tidak mungkin jadi kamu harus cepat bertindak."
Kerajaan Navia tengah bersiap untuk perang sementara itu di wilayah Republik Antonio di sibukkan dengan pertemuan-pertemuan dengan banyak orang penting untuk melakukan pembahasan kesepakatan kerjasama lebih lanjut antar negeri.
"Pangeran Antonio aku baru saja menerima surat dari kerajaan Arfen dan juga dewan pemerintahan pulau Lesali, mereka mengajukan permintaan kerjasama dan permohonan keterlibatan dalam pengembangan kapal besi yang kita selesaikan, beberapa gedung perwakilan kerajaan dari benua timur juga datang dengan proposal yang serupa."
"Tuan Carlos ingatlah bila kita langsung membagi teknologi yang kita miliki pada banyak pihak maka kita akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkanya, pasar kita akan semakin berkurang."
"Tuan Carlos kita dan sekutu kita akan memimpin kemajuan di bidang teknologi, kerajaan lain mungkin akan meniru apa yang sedang kita buat tapi semua itu akan membutuhkan waktu bagi mereka dan ketika mereka sudah mulai bisa menciptakan teknologi yang serupa, kita akan mulai menjual teknologi itu untuk menyetabilkan kekuatan semua wilayah di dunia agar tidak terjadi ketimpangan di mana mereka yang punya kekuatan teknologi mengancam negeri yang tertinggal."
Tuan Carlos merenungkan hal itu dan berpikir sejauh mana pangeran Antonio bisa memikirkan masa depan, teknologi memang bisa di gunakan untuk berperang dan mereka yang memilikinya pasti akan menggunakanya untuk menaklukkan kerajaan lain karena merasa lebih unggul, tapi bila semua negeri memiliki kekuatan yang hampir setara semua kerajaan akan berpikir dua kali untuk melakukan penjajahan.
"Pangeran Antonio tapi bukankah bila kita menjual teknologi seperti kapal perang, itu juga akan dapat mengancam negeri kita sendiri.?"
"Itu pertanyaan yang bagus tuan Carlos, tapi tentu kita akan menciptakan dan menyimpan teknologi yang lebih unggul di saat itu, kita akan tetap berada di posisi unggul dalam hal teknologi dari negeri lain untuk berjaga-jaga, Remaria juga pasti akan menyimpan beberapa teknologi yang lebih unggul dari Republik ataupun kerajaan sekutu kita yang lain untuk berjaga bila anda atau negeri sekutu kita menyalahi perjanjian."
"Bahkan pangeran Antonio masih melakukanya pada negeri sekutu termasuk pada Republik, apakah pangeran Antonio tidak cukup percaya pada sekutu anda ini.?"
"Hahaha tuan Carlos jangan tersinggung karena ini adalah hal yang biasa bukan, siapa saja termasuk Republik bisa berubah ketika waktu berlalu, anda tidak tahu seperti apa orang yang akan memimpin Republik setelah anda pensiun nanti, bisa saja orang itu adalah orang serakah dan licik."
__ADS_1
"Pangeran Antonio pemimpin masa depan Republik tidak mungkin akan seperti itu karena rakyat yang akan memilihnya secara langsung."
"Tuan Carlos apa kamu meragukan orang yang tumbuh di negeri yang memiliki sejarah panjang nan kelam meskipun menggunakan sistem Republik, banyak orang akan berebut kursi dewan rakyat dan orang licik mungkin akan memakai topeng kebajikan untuk menipu rakyat agar berada di kursi tertinggi dari Republik Navia Utara ini dan semua yang aku katakan ini dapat di pastikan akan terjadi di negeri yang anda bentuk ini."
Tuan Carlos sedikit ragu meskipun memang kemungkinan pangeran Antonio pernah berada di negeri seperti Republik di dunia lain, tapi memang benar sudah ada beberapa dewan di pemerintahan Republik yang mulai menunjukkan wajah asli mereka dengan menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangannya.
"Pangeran Antonio apakah sistem negeri Republik bukan sistem yang sempurna, apakah aku telah salah dengan membentuk negeri ini, tolong beritahu aku yang benar-benar tidak tahu apa-apa di bandingkan anda.?"
"Tuan Carlos bila anda bertanya padaku, aku juga sama halnya dengan anda yang tidak tahu apa-apa karena seperti apapun negeri yang ingin anda bentuk tidak akan ada kata sempurna untuk itu, setiap negeri akan menemui akhir dan keruntuhannya meskipun negeri itu tidak pernah di serang negeri lain, kehancuran akan tumbuh dari dalam negeri itu sendiri karena sebuah negeri tersusun dari banyak orang dan setiap orang memiliki emosi dan pemikiran mereka sendiri-sendiri."
"Aku sangat paham dengan kata-kata anda pangeran Antonio, Kerajaan Navia yang begitu kuat akhirnya terpecah karena ada banyak orang yang ingin memisahkan diri dari tirani itu dan aku adalah salah satu orang yang terlibat di dalamnya untuk membentuk Republik ini."
"Benar biarlah Negeri ini berjalan memenuhi takdirnya sendiri, karena yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah berbicara."
Antonio memberikan beberapa saran pada Tuan Carlos karena Antonio tidak bisa terlibat langsung dalam politik pemerintahan Republik Navia Utara karena itu bukan hak dan tanggung jawabnya.
Antonio menanda tangani kesepakatan kerjasama antara kerajaan Remaria dan Republik Navia Utara dan kemudian berjalan keluar dari ruangan itu.
Sementara itu di sebuah kamar penginapan di ibukota Grosberk, Azel bersama para Assassinya tengah mengadakan rapat karena mereka telah menerima perintah dari ibukota Elius agar Azel menyelesaikan tugasnya dalam menyingkirkan pangeran Antonio dari Republik.
"Tuan Azel ini adalah perintah langsung dari raja Elius kita tidak bisa menghindar lagi."
"Ini gawat rencana penculikan ini tentu akan membuat pangeran Antonio murka, meskipun memang benar dengan rencana ini pangeran Antonio akan meninggalkan Republik Navia Utara tapi akibatnya terlalu beresiko."
"Tuan Azel bagaimana keputusan anda, apakah kita bisa lari saja dari tugas ini.?"
"Lari kemana tidak ada tempat bagi kita untuk lari, kita adalah pasukan Assassin kerajaan jadi kita harus menjalankan perintah yang di berikan oleh kerajaan apapun resikonya."
Tidak ada pilihan bagi prajurit selain menjalankan tugas dan perintah karena itu adalah kewajiban mereka.
__ADS_1
Para Assassin segera bergerak untuk melakukan tugas yang sangat beresiko karena mereka tahu sebenarnya operasi mereka di Republik sudah di ketahui oleh musuh tapi mereka terus berusaha dan akhirnya kembali berhasil lolos dari pengawasan prajurit Republik.
.