GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
140.3 Penyerbuan Makam Besar Kaisar


__ADS_3

Beberapa Iblis penjaga pintu ujung makam Golgota telah di kalahkan termasuk seekor Devil Eye, para petualangpun segera mendekati pintu ke ujung makam itu.


"Tak aku sangka kita berhasil mencapai pintu ujung makam semudah ini." Ucap seorang petualang tingkat Mitril dari kota Harnas.


"Sebelumnya hampir tidak ada petualang yang dapat sampai di tempat ini karena banyaknya Undead kuat seperti Ghoul, Dead Knigh dan Lich yang tersebar di Labirin yang sebelumnya kita lewati." Ucap seorang petualang lain dari kota Harnas.


Memang penyerbuan makam besar Golgota menjadi lebih mudah karena hampir tidak ada undead yang tersisa di makam besar Golgota, akan tetapi Antonio berpikir ini adalah pertanda buruk karena pasti ada iblis kuat yang berada di balik pintu ujung makam yang bahkan dapat memusnahkan semua undead kuat itu.


"Erin sepertinya tidak ada tanda-tanda keberadaan naga kuning Durhan di tempat ini." Ucap Antonio kepada rekannya.


"Sepertinya begitu, bahkan tidak ada jasad naga besar itu di sini karena seharusnya tempat ini adalah ruangan yang di diami Naga kuning Durhan." Jawab Erin.


Tidak ada petunjuk kemana menghilangnya naga kuning Durhan, bila naga sebesar itu mati di tempat seperti ini seharusnya akan meninggalkan jasad tulang dan sisiknya tapi tidak ada apapun.


Para petualang melihat Antonio karena sekarang di depan mereka adalah ruangan dimana kemungkinan besar para iblis itu berkumpul.


"Yang mulia pangeran Antonio sekarang apakah kita akan langsung memasuki pintu besar di depan kita, ada banyak cerita yang mengatakan bahwa tidak pernah ada yang kembali setelah memasuki pintu ujung makam ini." Kata Seorang petualang dari kota Harnas.


Antonio berpikir mungkin Ia bisa menunggu para petualang lain ke tempat ini dan menyerbu ke balik pintu mengandalkan jumlah, akan tetapi pasti di masa lalu juga sudah banyak pasukan yang telah mencoba melakukan hal itu, tapi mengapa tidak pernah ada yang berhasil kembali dengan selamat.


Antonio menjadi cukup ragu, bila banyak orang yang masuk ke balik pintu mereka semua mungkin akan mati oleh sesuatu yang tidak di ketahui karena ada kisah seperti itu.


"Erin, Zaza dan yang lainnya kalian sumua tunggulah di sini, aku akan masuk sendiri ke ujung makam untuk menyelidikinya." Kata Antonio kepada para petualang di tempat itu karena Ia tidak ingin membahayakan orang lain.


"Eh Antonio maksudnya kamu akan ke menuju ujung makam sendirian.?" Kata Erin.


"Kapten kamu tidak boleh gegabah, kemungkinan ada sangat banyak iblis di sana." Kata Zaza.


"Pangeran Antonio benar apa yang di katakan nona Zaza bukankah lebih baik kita menyerbu ke dalam bersama-sama bila kemungkinan di sana ada banyak iblis." Kata Jordan yang mendukung pendapat rekan-rekan Antonio.


"Tuan Jordan bukan iblis satu-satunya yang aku kawatirkan karena kemungkinan di dalam sana ada sesuatu yang dapat membunuh kita semua seperti yang terjadi pada banyak pasukan yang menyerbu tempat ini di masa lalu." Kata Antonio.


"Tapi bukankah itu seharusnya juga akan membahayakan diri anda, kami memang cukup ragu untuk masuk setelah anda mengatakannya tapi bila yang mulia bertekad untuk masuk kamipun juga akan ikut mempertaruhkannya bersama anda." kata seorang petualang dari kota Libanon dan yang juga terlihat berpikir sama dengannya.


"Iya benar kami juga akan masuk ke balik pintu bila yang mulia pangeran Antonio pahlawan kami juga pergi kesana."


"Aku tidak keberatan bila aku mati saat berjuang dengan yang mulia pangeran kami."


Semua petualang terlihat mengajukan diri dan ingin ikut ke dalam ujung makam besar Golgota tapi Antonio merasa kalau tidak perlu mengorbankan orang lain hanya untuk apa yang Antonio perjuangkan jadi Ia berbicara.


"Aku paham dengan tekad kalian dan bahkan rela bertaruh nyawa untukku, tapi tidak aku tidak ingin ada orang lain yang menjadi korban lagi untuk misi yang aku jalanian, kalian tetaplah di sini dan itu adalah perintah." Kata Antonio.


"Tapi yang mulia.." Kata seorang petualang tapi Antonio langsung memotong kata-katanya.


"Cukup aku tidak ingin berdebat untuk hal ini, karena ini adalah misiku untuk menemukan mahkota kaisar Golgota.!"


"Tapi Yang mulia pangeran meskipun itu adalah misi anda tapi kami tidak keberatan untuk membantu menghadapi iblis di sana." Ucap petualang Remaria yang terlihat masih memaksa untuk ikut.


"Sudah kubilang aku tidak butuh bantuan kalian di sana, aku adalah pahlawan benua barat yang sanggup melawan seekor naga sendirian, aku memiliki perlengkapan yang membuatku kebal terhadap sihir api yang di gunakan oleh para Iblis, aku juga dapat memulihkan diri dengan kekuatanku bahkan kebal terhadap sihir yang mempengaruhi pikiran dan racun tidak akan berpengaruh padaku jadi aku adalah satu-satunya orang yang paling siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di sana." Kata Antonio.


Para petualang memang sedikit ragu tapi apa yang di katakan pangeran Antonio benar tidak ada orang lain di sana yang memiliki kekuatan seperti yang di katakan pangeran Antonio.


"Kapten aku tahu kalau kapten memang kuat tapi kamu tidak boleh melakukannya, ini terlalu berbahaya." Ucap Zaza yang masih tidak ingin Antonio membahayakan dirinya.


"Zaza tenag saja aku pasti akan baik-baik saja." Kata Antonio.

__ADS_1


"Tapi.."


"Zaza kamu tahu aku harus tetap melakukan hal ini." Kata Antonio.


"Baiklah tapi berjanjilah Kapten akan kembali dengan selamat." Ucap Zaza dengan kawatir.


Antonio memang mengerti perasaan Zaza tapi Ia tidak bisa mundur setelah sejauh ini, jadi Antonio mengusap kepala Zaza dan berbicara.


"Tentu Zaza aku berjanji, aku pasti akan kembali padamu."


Antonio kemudian mempersiapkan diri Ia mengeluarkan pedang besar Traimat yang terbuat dari Adamantium, memang Antonio memiliki Great Sword Hell Fire tapi kekuatan tipe api yang di milikinya tidak akan cukup berpengaruh terhadap iblis dan hanya akan mengurangi kekuatan sihir karena membutuhkan sihir untuk menggunakannya.


Para petualang terlihat mendorong pintu masuk ke ujung makam untuk membukanya dan Antonio segera mengatifkan kekuatan Armor Of Elgard untuk berjaga-jaga bila mendapatkan serangan api dari para Iblis di balik pintu.


Sementara itu iblis yang bernama Arungal dan anak buahnya telah bersiap setelah menyadari pasukan manusia yang menyerang anak buahnya telah sampai di depan pintu tempat Ia berada saat ini.


Sebuah lorong gelap yang memajang Arungal melihat sesosok manusia yang bersinar di selimuti api biru yang datang dari kejauhan menuju ruangan tempat dirinya serta para iblis anak buahnya menunggu.


"Hm.. hanya satu manusia apakah mahkluk rendahan dari dunia ini meremehkanku?" Kata Arungal yang terkejut menyadari hanya seorang yang datang untuk menghadapinya.


"Tuanku Arungal aku sempat mempelajari kalau mahkluk dunia bukanlah mahkluk bodoh jadi meskipun hanya satu kita tidak boleh meremehkannya karena seharusnya mereka juga sudah dapat menebak kalau kita memiliki cukup banyak kekuatan di sini." Kata Sarhox iblis api dari ras Nelfire.


Arungal juga memahami kata-kata ajudannya tapi seberapa kuat mahkluk yang di sebut manusia itu hingga berani datang sendirian untuk menantang dirinya yang hampir setara dengan raja Iblis.


Gargoyle iblis yang memiliki kecerdasan rendah tidak menganggap seorang manusia adalah ancaman jadi mereka tertawa dan langsung menyerbu untuk menyerangnya.


Lusinan iblis terlihat berkumpul mengepung mengarahkan cakarnya ke tubuh Antonio tapi terlihat sebuah pedang biru langit menebas tubuh mereka hingga terbelah. Imp kemudian juga langsung menggunakan sihir api untuk membakar tubuh manusia itu tapi terlihat manusia itu sama sekali tidak terpengaruh bahkan mengabaikannya.


Para Gargoyle dan Imp langsung terlihat terdiam menyadari bahwa manusia yang mengeluarkan api biru di tubuhnya itu bukanlah mahkluk lemah.


Gargoyle dan Imp tidak melancarkan serangan lagi karena mereka menyadari mereka hanya akan mati bila menyerangnya, jadi mereka hanya menatapnya yang berjalan mendekati pemimpin mereka.


Dengan pedang di pundak Antonio telah sampai di hadapan Arungal yang menatap dengan diam hingga terasa aneh untuk Antonio.


Antonio terlihat menghela nafas kemudian berbicara. "Huh.. ternyata ras iblis tidak sekuat yang aku perkirakan aku harap iblis merah yang tampak bodoh di depanku tidak akan mengecewakan."


Arungal tidak memahami bahasa yang di gunakan manusia di depannya jadi dia menatap ajudannya yang pernah mempejari tentang mahkluk di dunia lain.


"Sarhox apa yang di katakan manusia ini?" Tanya Arungal kepada ajudannya.


"Arungal sepertinya manusia di depan kita meremehkan anda, Ia mengatakan iblis merah bodoh di depannya mungkin akan sedikit lebih baik dari yang lain, kira-kira seperti itu tapi aku juga kurang paham maksudnya." Terang Sarhox.


Arungal langsung mengerutkan dahinya karena merasa telah di hina oleh mahkluk rendahan yang di sebut manusia.


"Apa kamu bilang, aku adalah Arungal ras iblis Asmadeus yang terkenal sebagai salah satu mahkluk paling kuat di dunia iblis, aku tidat terima di rendahkan oleh mahluk rendahan seperti manusia.?" Ucap Arungal dengan marah.


Antonio memperhatikan pembicaraan kedua iblis itu karena Ia memahami bahasa iblis tapi Ia menyangka kalau Iblis api yang bernama Sarhox ternyata juga paham bahasa manusia, jadi Antonio kemudian berbicara pada mereka berdua dengan bahasa iblis agar kedua iblis di depannya paham.


"Oh ternyata seperti yang di ceritakan beberapa iblis memiliki sedikit kecerdasan bahkan sampai ada yang memahami bahasa manusia, namamu Sarhox bukan aku ingin bertanya bagaimana kamu dapat memahami bahasa mahkluk dari dunia lain, apakah di duniamu juga ada yang menggunakan bahasa manusia.?" Tanya Antonio kepada salah satu iblis itu.


Sarhox ras Nelfire sebenarnya juga tidak menyangka kalau juga ada manusia yang memahami bahasa iblis tapi mengapa manusia itu menanyakan hal seperti itu.


"Manusia jadi kamu bisa bicara bahasa iblis aku sangat tidak menyangka dan benar apa yang kamu katakan beberapa kerajaan iblis yang di dominasi ras Succubus atau Incubus mempelajari serta menggunakan bahasa manusia karena jauh di masa lalu mereka pernah berhubungan dengan ras manusia dari dunia ini." Terang Sarhox.


Antonio berpikir ternyata manusia dan iblis juga pernah saling berhubungan, ini cukup mengejutkan bagi Antonio karena Antonio tidak pernah menemukan adanya catatan sejarah dunia ini yang menceritakan tentang hal itu. Tapi memang Antonio pernah membaca dan memainkan game yang sedikit menggambarkan tentang ras Succubus tapi itu selalu menjurus pada hal mesum, di mana iblis Succubus menggoda hasrat pria dari ras manusia dengan kecantikan mereka untuk menghisap energi kehidupan manusia, tapi apakah hal itu benar-benar terjadi.

__ADS_1


"Ini adalah informasi yang cukup bagus ternyata benar dugaanku ada ada sumber kehidupan di dunia iblis bahkan sampai ada kerajaan yang cukup maju di sana, kurasa aku harus menyelidiki mengenai hal itu." Ucap Antonio yang mendapatkan sedikit informasi mengenai dunia iblis.


Sementara itu Arungal merasa sedikit kesal karena di abaikan oleh manusia di depannya jadi dengan marah Ia berbicara.


"Manusia rendahan aku adalah raja iblis Arungal, aku memang mengakui kebenaranianmu yang datang sendiri ke tempat ini tapi sekarang akan segera mati, aku akan membunuhmu dan tubuhmu akan aku jadikan makanan Gargoyle." Kata Arungal.


"Ahh.. benar juga aku sempat mendengar beberapa ras iblis memiliki kecerdasan tinggi dan juga ada iblis tolol yang tidak tahu diri tapi aku tidak menyangka ternyata iblis tolol itu adalah seorang raja iblis." Kata Antonio dengan tenang mengejek Arungal di hadapannya.


Arungal terlihat tidak dapat menerima perkataan itu tapi Sarhox sedikit menyadari sesuatu dan berpikir 'Manusia ini tidak mungkin adalah mahkluk lemah karena bahkan Ia tidak takut berhadapan dengan Iblis yang jelas tampak sangat kuat seperti Arungal bahkan berani menghinanya.'


"Berani sekali manusia sepertimu menghina mahkluk agung sepertiku, aku akan menghabisimu sekarang!" Arungal sudah terpancing emosi Ia segera berjalan maju untuk menghadapi manusia yang ada di depannya.


Sementara itu Antonio masih terlihat tenang Ia memikul pedang besarnya di bahu dan berbicara.


"Sepertinya aku memang harus membunuh iblis bodoh ini terlebih dahulu, baiklah aku Antonio Losta De Remaria pangeran dari Remaria akan menghadapimu terlebih dahulu."


"Seorang pangeran manusia hahaha.. baiklah meskipun kamu seorang bangsawan manusia tapi itu tidak ada gunanya untukku karena aku raja Iblis Arungal akan menghabisimu." Ucap Arungal sambil mengarahkan tinjunya ke tubuh Antonio.


Antonio berpikir 'Apakah iblis ini benar-benar bodoh Ia bahkan menyerang secara langsung mengandalkan kekuatan lengannya dan tanpa senjata ataupun perlengkapan untuk bertahan.'


Arungal terlalu percaya diri dengan kekuatan fisiknya, Tubuh Ras iblis Asmadeus memang besar dan kuat hingga pedang dari baja biasa hanya akan sedikit menggores kulitnya tapi Ia tidak menyadari pedang biru yang di gunakan manusia di depannya jauh lebih kuat bahkan hampir dapat memotong apapun.


Sebuah Ayunan besar dari pedang besar Traimat mengarah dari samping ke tubuh Arungal tapi serangan yang Antonio lancarkan sedikit terlalu cepat hingga tidak langsung mengenai tubuh Arungal dan hanya menyerempet bagian depan dada serta memotong tangan kanan Arungal yang maju untuk menyerang tubuh Antonio.


Sarhox dan para iblis lainnya di sana tampak tercengang saat melihat lengan besar dari pemimpin mereka terpotong dan terjatuh ke lantai.


Arungal langsung terlihat mundur dan meringis kesakitan karena lengan kuat yang Ia banggakan dapat terpotong dengan begitu mudahnya oleh senjata yang di gunakan oleh manusia.


Antonio dan semua mahkluk di sana jelas menyadari bahwa Arungal bukanlah tandingan Antonio jadi Antonio menatap Sarhox iblis Nelfire yang menjadi Ajudan Arungal.


"Apa-apaan ini tadinya aku berpikir Ia akan sedikit lebih kuat, tapi benarkah Ia adalah seorang raja Iblis?" Tanya Antonio sambil menatap Sarhox.


Sarhox terlihat meringis ketakutan dan sempat berpikir untuk melarikan diri ke ruangan lain yang terdapat portal iblis tapi Ia segera mengurungkan niatnya karena berpikir mungkin manusia yang ada di depannya juga dapat mengejar dan membunuhnya jadi Ia memutuskan untuk menjawab manusia itu.


"Benar maksudku tidak, Arungal sebenarnya bukanlah raja Iblis karena Ia hanyalah salah satu bangsawan iblis yang menguasai wilayah kecil, tapi Ia berniat menjadi Raja iblis setelah menguasai beberapa wilayah di dunia anda dan membangun pasukan kuat." Kata Sarhox yang menjelaskannya.


"Hah.. jadi sebenarnya Ia hanyalah raja gadungan, pantas saja Ia sangat lemah bahkan pasukan yang Ia bawa hanya iblis tingkat rendah, aku benar-benar kecewa, kurasa aku aku harus membunuhnya sekarang karena berani berbohong dan bersikap angkuh di depanku." Kata Antonio yang kembali mendekati Arungal.


Arungal terlihat sangat terhina tapi memang benar manusia yang menjadi lawannya terlalu kuat untuknya.


"Sarhox apa yang kamu lakukan cepat bantu aku melawannya, aku adalah tuanmu sekarang dan kamu harus menuruti petintahku.!" Teriak Arungal meminta Sarhox untuk membantunya bertarung.


Sarhox terlihat ragu Ia ingin membantu tapi dengan jelas Ia sudah dapat mengukur kekuatan lawannya yang jauh lebih unggul meskipun Ia membantu tuanya, Sementara itu Antonio terlihat menghentikan langkahnya sejenak di depan Arungal sambil menatap tajam ke arah Sarhox menunggu apakah Iblis Nelfire itu akan melakukan sesuatu.


"Arungal aku tidak dapat membantumu, aku menggunakan serangan sihir api dan kamu sudah lihat sebelumnya api tidak berpengaruh terhadap manusia yang sedang kamu lawan." Kata Sarhox menolak permintaan tuanya.


"Sarhox beraninya kamu mengkhianatiku di saat seperti ini, awas saja aku akan menghabisimu setelah ini!" Ucap Arungal dengan marah.


Antonio tersenyum memperhatikan perdebatan bodoh mereka dan kemudian berbicara. "Sarhox pilihan bagus setelah aku menghabisi iblis yang tidak tahu diri ini mungkin aku akan membiarkan dirimu tetap hidup karena aku ingin menanyakan beberapa hal mengenai dunia iblis padamu." Kata Antonio yang menjanjikan akan keselamatan Sarhox dan Sarhox terlihat cukup lega karena berpikir manusia yang ada di depannya terlihat sangat cerdas dan dapat di percaya.


"Baik, baiklah aku tidak akan melawan asalkan anda ah maksud hamba yang mulia pangeran tidak membunuhku."


Arungal terlihat langsung melompat terbang berusaha untuk melarikan diri ke dalam portal tapi sebelum Ia berhasil mencapainya Antonio juga langsung melompat terbang untuk mengejarnya dan dengan sebuah tebasan menyilang pedang besar Traimar menghantam leher Arungal dari belakang mengakhiri Bangsawan Iblis yang berambisi menguasai dunia manusia.


Antonio kini berada di depan pintu masuk ruangan lain yang terdapat portal ke dunia iblis, membuat Sarhox dan iblis lainnya tidak berani untuk melewatinya untuk melarikan diri.

__ADS_1


Gargoyle yang melihat tuanya Arungal tergeletak tidak bernyawa langsung terbang berhamburan, mereka mencoba kabur melalui pintu yang mengarah ke labirin tapi di sana sudah terdapat para petualang serta pasukan Remaria yang sudah berkumpul menunggu pangeran Antonio kembali.


__ADS_2