GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
145.4


__ADS_3

Jagaras terlihat menuju ke wilayah yang di kuasai manusia tapi kali ini ia tidak membawa beserta prajurit miliknya karena ia hanya akan mendampingi seorang raja dari jurang Heldes.


Dardurax sangat tertarik dengan pangeran manusia yang di ceritakan oleh bangsawan Jagaras hingga ia memutuskan untuk menemuinya sendiri meskipun itu akan sangat beresiko baginya.


Dardurax tidak peduli jikapun mungkin ia akan di bunuh oleh para manusia di kastil Arungal Kakaknya Gardurax masih dapat memimpin ras Forneas di jurang Heldes sendirian.


"Yang mulia raja Dardurax saya harap anda mengijinkan saya untuk singgah sebentar di desa tempat tinggal Mordus untuk mengabarkan kematian Mordus kepada keluarganya." Pinta Jagaras kepada Raja Daldurox.


"Aku tidak keberatan lagi pula aku datang ke mari untuk menyelidiki ras manusia dan sikap mereka kepada ras iblis di dunia ini." Jawab Dardurax.


Jagaras dan Raja Dardurax kemudian langsung menuju desa tempat asal Mordus tapi Jagaras melihat keadaan desa yang mulia membaik bahkan para iblis Asmadeus di sana sudah berani untuk beraktivitas di luar rumah.


Jagaras segera menemui Hardus dan keluarganya bersama dengan Raja Dardurax dan beberapa pengawalnya.


"Tuan Jagaras anda datang dan siapa para Iblis Forneas yang anda bawa?" Tanya Mordus yang sedikit heran kenapa bangsawan Jagaras datang ke desanya sambil membawa ras iblis lain.


"Hardus beliau adalah yang mulia raja Dardurax dari jurang Heldes." Ucap Jagaras, Hardus langsung berlutut karena seorang raja iblis yang cukup terkenal datang ke kediamannya yang sederhana itu.


"Yang mulia raja Dardurax maafkan hamba karena tidak menyambut anda dengan baik." Ucap Hardus sambil berlutut.


"Bangunlah tuan Hardus anda tidak perlu berlutut lagi, karena aku hanya datang untuk melihat keadaan wilayah ini setelah di kuasai oleh ras manusia dari dunia lain, tapi sepertinya kalian masih baik-baik saja." Ucap raja Dardurax setelah mengamati desa itu.


"Benar yang mulia raja Dardurax, pangeran Antonio sebelumnya telah datang kembali dan berkeliling ke desa-desa di sekitar wilayah Arungal untuk melihat keadaan kami, kamipun juga cukup heran saat pangeran manusia itu bertanya kondisi kami bahkan membagikan banyak persediaan pada penduduk agar dapat bertahan setelah kekacauan yang terjadi belakangan ini." Ucap Hardus menjelaskan kabar yang cukup mengejutkan untuk Jagaras dan Raja Dardurax.


"Bahkan para manusia memberikan kalian persediaan makanan, ini di luar dugaan meskipun aku sudah mendengar dari Jagaras kalau pangeran manusia itu cukup dapat di ajak bekerja sama tapi tidak aku sangka ia bahkan rela melakukan semua itu untuk membantu penduduk yang berbeda dari rasnya." Ucap Raja Dardurax yang semakin yakin bahwa manusia tidaklah seburuk yang di katakan raja Zalfirox.

__ADS_1


"Tuan Jagaras lalu apakah adiku Mordus kembali bersama anda dan di mana dia mengapa ia tidak langsung pulang menemui saya?" Ucap Hardus menanyakan tentang kakaknya.


Jagaras sedikit menunduk menggelengkan kepala kemudian berbicara pada Hordus.


"Hardus maafkan aku tapi kakakmu telah mati, Mordus telah membuat raja Zalfirox marah dan langsung di bunuh di ruang singgasana." Ucap Jagaras dengan sangat menyesal.


"Apa raja Zalfirox membunuh kakakku tapi bagaimana bisa, kakak Mordus sangat setia pada kerajaan Munarak bahkan ia yang dulu mengumpulkan banyak penduduk di wilayah Arungal untuk mendukung kerajaan merebut kastil Arungal yang di kuasai manusia." Ucap Hardus yang terlihat kecewa mendengar kabar kematian kakaknya yang di bunuh rajanya sendiri.


"Hardus aku juga sangat menyesal ia adalah sahabat terbaik yang aku miliki dan akupun sebenarnya juga hampir di bunuh oleh raja kita tapi Raja Dardurax bersama kakaknya menyelamatkan aku dari hukuman mati." Ucap Jagaras.


Setelah selesai di desa tempat tinggal Hardus, Raja Gardurax dan Jagaras kemudian melanjutkan perjalanan mereka untuk menemui pangeran Antonio.


"Yang mulia raja Dardurax, ijinkan hamba yang pergi lebih dulu ke dalam kastil Arungal untuk mengabarkan kedatangan anda." Ucap Jagaras.


"Baik mengerti mungkin para manusia itu akan merasa kawatir bila kami ras iblis Forneas yang belum pernah mereka lihat tiba-tiba datang ke tempat mereka, jadi pergilah lebih dulu aku akan percayakan itu pada tuan Jagaras." Raja Dardurax cukup percaya pada Jagaras karena Jagaras merasa berutang nyawa padanya.


Seorang prajurit wanita terlihat langsung menghadang Jagaras di depan gerbang kastil dengan waspada dan berbicara dengan bahasa yang Jagaras tidak pahami.


Jagaras juga berbicara menyampaikan maksudnya tapi terlihat prajurit wanita yang memegang kapak besar itu sepertinya juga tidak mengerti dengan bahasa iblis hingga ia kemudian mengatakan sesuatu pada prajurit lain yang kemudian masuk ke dalam kastil.


Jagaras terpaksa sedikit menunggu karena sepertinya bahasa yang di gunakan manusia berbeda dengan bahasa yang di gunakan para iblis, akan tetapi ia sedikit heran bagaimana pangeran Antonio yang dahulu pernah berbicara dengannya dapat berbicara bahasa iblis.


Tak lama kemudian seorang iblis dari ras Nelfire terlihat datang dan berbicara pada Jagaras.


"Oh jadi bangsawan Jagaras yang datang kemari, Komandan Ramdira ia adalah bangsawan yang menguasai kota dan wilayah Galdipa di timur wilayah ini." Ucap Sarhox.

__ADS_1


"Tuan Sarhox tolong tanyakan kepada bangsawan Jagaras mengenai tujuannya datang ke tempat ini." Ucap Ramdira.


"Baiklah aku mengerti." Sarhox kemudian bertanya kepada Jagaras dan Jagaras menjawabnya dengan bahasa yang tidak Ramdira mengerti jadi Sarhox menerjemahkannya.


"Komandan Ramdira tuan Jagaras mengatakan bahwa ia datang untuk menyampaikan bahwa raja iblis Dardurax dari jurang Heldes telah datang dan ingin bertemu dengan yang mulia pangeran Antonio." Ucap Sarhox.


"Raja Dardurax jadi bukan raja Zalfirox tapi bukankah tuan Jagaras adalah bangsawan dari kerajaan Munarak?" Tanya Ramdira kepada Sarhox.


"Sayapun juga tidak mengerti mengenai hal itu, tapi raja Dardurax dan Gardurax adalah raja iblis yang sangat dihormati oleh raja iblis lain di dunia ini, mereka berdua adalah raja dari ras Iblis Forneas yang mendiami kedalam jurang Heldes di utara dan sangat tertutup dari kerajaan lain." Terang Sarhox.


Ramdira berpikir 'apakah mungkin kerajaan Jurang Heldes juga ingin membuat aliansi dengan pangeran Antonio karena melihat raja mereka sendiri yang datang secara langsung ke tempat ini.'


"Sarhox sampaikan kepada tuan Jagaras untuk menunggu sebentar karena aku akan memberitahu pangeran Antonio terlebih dahulu tentang kedatangan raja Dardurax dari jurang Heldes." Kata Ramdira dan Sarhoxpun memberitahu Bangsawan Jagaras untuk menunggu sebentar.


Jagaras menunggu prajurit penjaga itu sampai kembali dan setelah itu akhirnya Sarhox menyampaikan kalau pangeran Antonio akan menerima kunjungan raja Dardurax di dalam kastilnya.


Sementara itu raja Dardurax terlihat menunggu cukup lama bersama beberapa pengawalnya sampai terlihat Jagaras kembali terbang mendekat ke tempatnya.


"Jagaras bagaimana apakah pangeran manusia di kastil Arungal bersedia menemuiku?" Tanya raja Dardurax.


"Benar yang mulia raja Dardurax, mereka mengatakan kalau pangeran Antonio akan menyambut kedatangan anda di kastilnya." Jawab Jagaras.


"Oh itu bagus tapi apakah aku akan di ijinkan membawa pengawalku karena meskipun aku sudah di terima tapi aku harus tetap berjaga-jaga seandainya terjadi sesuatu?" Ucap raja Dardurax.


"Hamba belum menanyakan hal itu akan tetapi hamba pikir tidak akan terjadi apapun karena saya juga melihat banyak pasukan Succubus dari kerajaan Arduas yang juga berada di sekitar kastil Arungal." Jawab Jagaras.

__ADS_1


"Kerajaan iblis Arduas, sepertinya para Succubus sudah bergerak lebih dulu dari kami, hm berarti keputusanku untuk tidak langsung kembali ke jurang Heldes dan datang kemari untuk menemui pangeran Antonio adalah tindakan yang tepat, baiklah kalau begitu kita akan langsung menemui pangeran Antonio." Kata raja Dardurax yang kemudian bergerak menuju kastil Arungal bersama para pengawalnya.


__ADS_2