GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
135.1 Misi Penyelamatan


__ADS_3

Hutan wilayah utara kerajaan Arfen, beberapa tenda berdiri di balik pepohonan, itu adalah tempat yang di gunakan kelompok assassin dari kerajaan Navia yang sedang membawa lari seorang gadis tawanan.


Tawanan itu adalah Zaza yang masih terikat tali tambang dan duduk berhadapan dengan seorang assassin wanita yang menjaganya.


"Kamu tahu apa yang bisa di lakukan kapten terhadap kalian para Assassin, jadi sebaiknya kalian segera melepaskan aku.!"


Zaza berbicara pada Assassin yang mengawasinya di sana, tapi assassin di depanya terlihat mengabaikan itu.


"Huh.. Nona Zaza kami tentu tahu apa yang dapat di lakukan oleh pangeran Antonio terhadap kerajaan kami, tapi kami tidak dapat melepaskan anda karena ini perintah langsung dari kerajaan kami."


"Tapi Kapten akan membalas kalian semua dan kerajaan Navia pasti akan menerima akibatnya, jadi cepat lepaskan aku.!"


"Benar Nona Zaza kami akan melepaskan anda bila tujuan kami sudah terpenuhi, huh.. anda seharusnya sedikit bersyukur karena kami tidak memperlakukan anda dengan buruk, anda masih kami berikan makan dan tidak kami siksa seperti tawanan yang biasa kami tangkap, jadi apakah anda menginginkan perlakuan yang berbeda dari sekarang kami akan dengan senang hati melakukanya."


"Eh tidak aku tidak menginginkan semua itu, tapi apakah aku harus di ikat seperti ini tanganku sudah terasa sakit karena ikatannya terlalu kuat, bisakah kamu melepaskannya."


"Tidak kami tidak akan tertipu lagi seperti sebelumnya, nona Zaza harus tetap seperti itu dan kami akan mengawasi serta menyuapi anda saat makan."


"Tapi bagaimana kalau aku ingin buang air aku tidak mungkin melakukanya dengan tangan terikat.?"


"Benar kami akan melepaskan ikatannya bila anda ingin buang air nanti, katakan bila anda ingin melakukanya aku akan mengantar anda."


"Eh.. tapi sudah aku juga sudah bilang kalau aku tidak mungkin bisa buang air bila di awasi."


"Nona Zaza jangan meminta lebih dari ini, lagi pula rekanku akan berjaga di sekitar di tempat yang cukup jauh dan hanya aku yang akan berada di dekat anda karena sesama wanita."


Zaza terlihat tidak bisa berbuat banyak untuk menolak hal itu, karena memang benar perlakuan yang para lakukan assassin terhadap tawanan seperti dirinya dapat di katakan cukup baik, Zaza masih di berikan makan tiga kali sehari serta tidak di siksa.


Tapi meskipun seperti itu tetap saja siapa orang yang mau menjadi tawanan jadi Zaza sempat beberapa kali mencoba melarikan diri dan itu membuat kembali di ikat karena para Assassin menjadi lebih waspada terhadapnya.


hari mulai siang dan tuan Azel pemimpin dari para Assassin akhirnya kembali ke perkemahan setelah mencari persediaan di desa terdekat.


"Tuan Azel bagaimana keadaan di sekitar.?"


"Kelihatanya pasukan Republik yang mengejar kita belum sampai kemari tapi kita harus cepat bergerak, aku sudah mendapatkan kereta kuda untuk membawa tawanan kita."


"Benar kita harus segera mencari tempat persembunyian yang lebih baik dan menghindari wilayah perbatasan antara Republik Navia Utara dengan kerajaan Arfen, aku harap gadi ini tidak akan mencolok saat kita melewati pemukiman di kerajaan Arfen."


"Kamu tenang saja kita akan menyamarkan Zaza sebagai seorang budak karena di wilayah utara kerajaan Arfen masih juga masih terdapat perdagangan budak seperti di kerajaan kita."


"Itu ide yang bagus, tidak akan ada yang akan memperdulikan seorang budak meskipun nona Zaza berteriak meminta tolong manti."


"Kalian bersiaplah kita akan berangkat sekarang."


Zaza mendengar itu dan berpikir ternyata para assassin ini lebih cerdik dari yang ia pikirkan dan ini akan menjadi lebih sulit untuk dirinya dapat melarikan diri.


Zaza di bawa masuk ke dalam kereta kuda dan para assassin itu melanjutkan perjalanan di wilayah kerajaan Arfen.


Di perairan utara pasukan laut Republik masih berjuang untuk menghadang kapal-kapal perang milik kerajaan Navia yang mencoba melakukan pengepungan serta penyerangan ke kota Wraska melalui jalur laut.

__ADS_1


Komandan Bazilkov memimpin langsung pasukan laut Republik dengan dua belas kapal perang besar yang merupakan kekuatan utama pasukan laut Republik di kerahkan bersama lebih dari empat puluh kapal berukuran kecil dan sedang, tapi di antara semua kapal-kapal itu ada satu kapal perang yang terlihat begitu mencolok.


Sebuah kapal perang yang berwarna perak keabuan berlayar di antara kapal-kapal kayu milik Republik Navia Utara. kapal perang yang seluruh bagianya terbuat dari besi baja yang kuat dan berbendera kerajaan Remaria bergabung dalam perang melawan kerajaan Navia.


Eriela komandan laut kerajaan Remaria berdiri memegang sebuah trisula di atas dek kapal itu bersiap melakukan pertempuran laut di lepas pantai kota Wraska atas instruksi pangeran Antonio.


25 kapal besar jenis barquentine milik kerajaan Navia juga terlihat mendekat, kapal dengan tiga layar besar itu terlihat cukup tangguh meskipun ukuranya sedikit lebih kecil dari kapal jenis galeon tapi kapal barquentine jauh lebih cepat dan lincah dengan lambung yang lebih ramping memanjang hingga dapat menampung lebih banyak meriam di setiap sisi haluan kapal.


Kerajaan Navia telah bekerja keras membenahi pasukan laut mereka setelah belajar dari kelahan mereka sebelumnya, kekuatan Armada laut sangat penting karena musuh mereka yaitu Republik Navia Utara dapat memiliki keunggulan untuk memenangkan perang dengan mengandalkan angkatan laut mereka di masa lalu.


"Komandan Eriela kelihatanya kapal musuh terlihat sangat tangguh, meskipun sekutu kita memiliki kapal dengan jenis yang sama tapi musuh memiliki jumlah dua kali lipatnya."


"Kapten Argul puluhan kapal berukuran sedang yang mendampingi kapal Barquentine musuh juga cukup banyak itu akan merepotkan bila mereka mendekat dan menaiki dek kapal kita, pastikan kita memiliki jarak dengan kapal musuh."


"Siap komandan Eriela aku mengerti, meskipun arah angin lebih menguntungkan musuh masalah manuver kapal serahkan padaku."


"Bagus kita maju sekarang."


"Yohey.. Remarian kibarkan layar penuh siapkan meriam di haluan kiri..!"


"Ya.. Kapten, kibarkan layar..!"


Pasukan Remaria berteriak dengan semangat dan keluar dari formasi kapal Republik untuk maju terlebih dahulu.


Seluruh pasukan di kapal Republik juga menyaksikan hal itu dan Komandan mereka Bazilkov berbicara.


"Kapal Remaria maju terlebih dahulu, dia terlalu gegabah meskipun dia cukup terkenal tapi ini akan sangat beresiko bila keluar dari formasi armada kapal kita."


"Tidak itu terlalu beresiko karena pertempuran laut adalah pertempuran strategi dan untuk menghadapi kapal besar musuh yang lebih banyak kita harus selalu dalam formasi dan menyerang kapal musuh yang terpencar, jadi beri sinyal pada yang lain untuk mempertahankan formasi armada, kerja sama penyerangan antara kapal yang satu dengan yang lainya harus tetap di jaga."


"Siap komandan Bazilkov."


Komandan Bazilkov tetap maju perlahan dengan mempertahankan formasi armadanya agar memiliki kekuatan tempur yang terpusat, karena ia berpikir untuk apa mengambil lebih banyak resiko di pertempuran yang tidak menguntungkan ini hanya untuk satu kapal sekutu, tujuan kemenangan akan jauh lebih penting.


Pertempuran akan terjadi tapi tak lama kemudian seekor Griffin terlihat terbang mendekat dan mendarat di dek kapal milik Komandan Bazilkov.


"Griffin Milik komando informasi, apakah ada situasi darurat hingga markas komando mengirimkan Griffin.?"


Komandan Bazilkov langsung mendatangi prajurit Republik yang membawa pesan itu.


"Komandan Bazilkov anda di perintahkan untuk menahan musuh untuk sementara agar kapal kerajaan Navia tidak menerobos ke wilayah pantai pelabuhan Wraska."


"Aku tahu itu bukankah tujuan kami di sini memang untuk mencegat serta menghancurkan kapal musuh yang mendekati wilayah kita.?"


"Benar Komandan Bazilkov tapi kami baru saja mendapatkan kabar kalau pasukan darat Kerajaan Navia sedang mendekati kota Wraska dari dalam hutan Nordell, karena kurangnya pasukan pertahanan di benteng kota Wraska, pihak markas komando kita memutuskan untuk menarik mundur pasukan kita dan membentuk garis pertahanan baru di timur termasuk pasukan anda Komandan Bazilkov setelah tugas menahan kapal musuh selesai."


"Apa bukankah itu artinya kita akan menyerahkan kota Wraska kepada musuh, kita akan mengalami kerugian besar untuk itu dan membentuk pertahanan di sisi timur bukanlah itu artinya ibukota Grosberk, kita harus bertahan langsung di dekat ibukota kita dari invasi musih.?"


"Ini adalah keputusan markas komando pusat dan Tuan Carlos juga sudah menyetujuinya karena tidak punya banyak pilihan, penduduk kota Wraska juga sedang di ungsikan saat ini."

__ADS_1


"Sialan ternyata kita memang kalah dari segi perencanaan, karena kita belum lama tahu atas invasi kerajaan Navia ini hingga kita tidak sempat untuk mempersiapkan pembentukan pasukan milisi. Baik aku mengerti kita memang harus mundur untuk persiapan pasukan pertahanan yang lebih matang."


Pasukan laut republik sekarang menjadi lebih kesulitan karena mereka tidak boleh sampai membiarkan Kapal kerajaan Navia merebos formasi armada kapal karena satu kapal musuh dapat membahayakan rombongan kapal pengungsi dari kota Wraska.


"Komandan Eriela ada pesan sinyal dari pasukan sekutu kita."


"Benarkah cepat terjemahan.?"


"Dalam kode bendera itu mengatakan kalau seluruh armada kapal Republik akan di tarik mundur setelah misi blokade ini dan.."


"Dan apa bukankah kita di sini untuk menghancurkan kapal musuh kenapa kita mundur dan membiarkan musuh maju lebih jauh.?"


"Komandan Eriela mereka mengatakan kalau pasukan Republik telah di tarik mundur dari kota Wraska karena Pasukan darat kerajaan Navia dalam jumlah besar sedang mendekat."


"Jadi musuh punya kekuatan yang jauh lebih kuat di daratan, pantas saja pasukan Republik terlihat kebingungan dengan situasi ini, ini memang buruk bila kota Wraska di ambil alih oleh musuh tapi ini adalah keputusan yang paling tepat dari pada melakukan pertempuran yang sudah dapat di ketahui hasilnya."


"Komandan Eriela lalu apa perintah anda.?"


"Kamu kirimkan pesan balasan kepada komandan sekutu kita, katakan kalau mereka memang harus mundur ke dekat kota Wraska untuk mengamankan serta membantu pengungsian itu tidak masalah, kita pasukan Kerajaan Remaria akan menghancurkan sebagian besar armada kapal kerajaan Navia sendirian."


"Kita akan sendirian, komandan Eriela benarkah kita akan dapat melakukanya, apakah anda serius tentang hal ini.?"


"Tentu aku akan menggunakan kekuatan dari senjata harta kerajaan kita untuk melakukanya."


"Kalau begitu baiklah Komandan Eriela, aku akan menyampaikan pesan anda."


Prajurit itu segera menuju ke bagian belakang dek kapal dan menyampaikan pesan pada armada kapal Republik di belakang dengan menggunakan kode bendera. tentu setiap kapten kapal yang melihat pesan itu menjadi sangat terkejut tapi kapal besi berbendera kerajaan Remaria masih tetap bergerak maju sendirian.


"Kapten Argul bersiaplah."


"Ok aku mengerti Komandan..!"


Armada kapal Republik masih tetap dalam formasi.


"Komandan Bazilkov..?"


"Komandan Eriela benar-benar sudah gila, sebenarnya apa yang ingin dia lakukan hingga berani mengatakan untuk maju sendirian dan menyuruh kita mundur.?"


"Komandan Bazilkov seluruh armada berada di bawah wewenang anda, jadi apa keputusan anda karena komandan Eriela sekutu kita memperingatkan kepada kita kalau kita tidak menjauh kemungkinan kita akan ikut mengalami dampak serangannya.?"


Komandan Bazilkov tidak tahu apa yang akan di lakukan sekutunya itu, tapi Komandan Eriela adalah komandan yang terkenal hebat dan sikapnya juga sangat tegas serta memiliki kedisiplinan yang tinggi, keputusan ini tidak mungkin hanya sekedar kenekatan belaka.


"Kapten berikan sinyal pada seluruh armada untuk memutar haluan, kita jauh lokasi ini dan bentuk formasi baru di dekat pelabuhan kota Wraska."


"Komandan Bazilkov kita akan mundur dan membentuk formasi baru, ini akan cukup sulit apa lagi armada musuh pasti akan berusaha mengejar kita.?"


"Sudahlah kita harus mengambil resiko ini selagi masih sempat, kita harus percaya pada sekutu kita karena hanya dari bantuan kerajaan Remarialah kita akan dapat terus bertahan."


Komandan Bazilkov tahu pasukan Republik memang belum siap dalam perang ini, untuk itulah bantuan kekuatan dari sekutu mereka yaitu kerajaan Remaria adalah satu-satunya harapan terbaik mereka sekarang.

__ADS_1


.


__ADS_2