GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
134.3 Persekutuan Musuh


__ADS_3

Di tengah kota yang begitu besar seorang Elf tua duduk bersandar di dalam kamarnya, ia adalah Tetua Galkaxa yang dalam kebijakansanaan yang ia dapatkan dari umur panjang seorang keturunan ras Elf, Tetua Galkaxa masih mencari arti dari kehidupan yang sesungguhnya dan masih terus mencari meskipun ia menyadari kalau waktunya sudah semakin dekat.


Begitu banyak orang yang datang dan pergi dan beberapa masih terus terbayang dalam ingatanya dan salah satu dari semua nama yang Tetua Galkaxa ingat nama pangeran Antonio dari kerajaan Remaria yang sering muncul.


Kedamaian untuk semua orang sebuah ucapan dan cita-cita yang sangat mulia dari seorang pria muda yang begitu bijaksana, tapi baik Tetua Galkaxa atau pangeran Antonio sendiri tahu hal itu tidak akan pernah bisa terwujud karena semua orang berhak memilih jalan mereka sendiri termasuk jalan yang salah.


Raja Horten pernah mengambil jalan itu dan sekarang putranya pangeran Valco yang duduk di kursi kerajaan menggantikanya juga memilih jalan yang serupa. Raja Valco belum siap menjadi Raja ia masih harus banyak belajar untuk memimpin sebuah negeri yang di dalamnya di penuhi orang-orang licik, Raja Valco tidak mampu menghadapi tuntutan dari para bangsawanya yang menginginkan pembuktian dari Raja yang baru.


Raja Valco merasa tersudut dan ia harus memikirkan jalan untuk memuaskan para bangsawan kerajaan dan membuktikan dirinya layak sebagai raja, jalan yang ia pilih adalah merebut tanah di selatan kerajaan yang dulu di rebut dari leluhur oleh Raja Joffi De Tandora raja dari tanah padang rumput pertama.


Jelas terlihat di benak Tetua Galkaxa kalau invasi kerajaan Arfen terhadap tanah Tandora adalah sebuah kesalahan yang sangat besar karena itu hanya akan merusak kedamaian benua barat, persahabatan yang terjalin cukup baik dengan kerajaan Remaria pun juga akan ikut runtuh hanya untuk ambisi serta keserakahan terhadap tanah Tandora.


"Tetua Galkaxa, Raja Tainar dari kerajaan Artamia sudah datang menjemput anda."


Seorang tabib sekaligus pengawal Tertua Galkaxa berbicara, ia adalah tabib Tamrin seorang Elf yang telah lama mengikuti Tetua Galkaxa.


"Akhirnya mereka telah datang."


"Tetua Galkaxa mengapa anda meminta untuk di bawa ke kerajaan Artamia, bukankah lebih baik anda tetap berada di ibukota Grandis karena di sini anda akan mendapatkan perawatan yang lebih baik."


"Tamrin waktuku semakin dekat jadi aku ingin menghabiskan sisa hidupku di tempat di mana aku di lahirkan sebelum pergi meninggalkan dunia ini dan menuju dunia yang kekal tempat para dewa berada."


"Tetua Galkaxa anda tidak boleh berbicara seperti itu, anda harus tetap hidup dan mengajari kami semua."


"Tamrin sudah tidak ada lagi yang perlu aku ajarkan padamu, sekarang kamu bisa bebas pergi kemanapun dan mendapatkan kesempatanmu sendiri, orang tua sepertiku memang harus pergi dan memberikan kesempatan kepada kalian yang masih muda."


"Tapi kenapa harus ke hutan Argamir tak bisakah anda tetap berada di sini, semua orang di kerajaan Arfen akan memberikan penghormatan serta penghargaan atas semua kebaikan yang anda lakukan selama ini."


"Tidak Tamrin aku adalah seorang Elf dari hutan Argamir dan harus kembali kepada hutan."


"Tetua Galkaxa hik.."


"Jangan menangis Tamrin dan tolong beritahu Laura kalau aku pergi ke hutan Argamir untuk menemukan kedamaianku, bawalah gadis kecil itu kepada pangeran Antonio di Kerajaan Remaria katakan padanya kalau aku Tetua Galkaxa sudah mengajarinya dan Laura sudah siap untuk membantu perjuangan pangeran Antonio."


"Tetua.."


Tabib Tamrin menangis menundukkan kepalanya dan kemudian Raja Tainar masuk ke kamar itu bersama beberapa prajurit Elf membawa pergi Tetua Galkaxa kembali ke hutan Argamir.

__ADS_1


Di singgasana Raja Valco baru saja mendapatkan beberapa pesan darurat yang mengatakan kalau Jendral Mariana telah menarik mundur pasukan Arfen bersama pasukan Navia setelah melihat kekuakan dari musuh di benteng kota Lopak.


"Apa-apaan ini bukankah pesan yang sebelumnya mengatakan kalau kota Lopak hanya di jaga beberapa prajurit dan Jendral Mariana kenapa ia memutuskan untuk mundur."


Prajurit di sana menunduk dan berbicara.


"Maaf yang mulia Raja Valco tapi pesan yang di terima oleh markas informasi komando mengatakan kalau komandan musuh yang bernama Fenia Renir menghadapi pasukan Paladin dari tiga kuil seorang diri dan membantai mereka semua tanpa tersisa, Jendral Mariana terpaksa menarik mundur pasukan kita setelah tahu pasukan Arfen yang ia pimpin juga hanya akan di bantai dan di injak-injak oleh musuh."


Raja Valco dan semua bangsawan yang hadir di sana merasa heran karena bagaimana mungkin seorang prajurit dapat mengalahkan pasukan Paladin yang berjumlah puluhan ribu orang.


"Kamu bilang Fenia Renir, bukankah itu hanya prajurit lemah dan mendapatkan perhatian dari kerajaan Remaria karena dekat dengan pangeran Antonio.?"


Raja Valco mengatakan itu dan beberapa bangsawan kerajaan di sana berbicara menambahinya.


"Ia adalah model perusahaan Teanir dan dapat di katakan hanyalah sebuah ikon prajurit Remarian saja, prajurit Fenia tidak mungkin memiliki kekuatan yang dapat mengalahkan pasukan Paladin sendirian, lihat saja tubuhnya yang begitu kecil."


"Benar seorang prajurit tidak mungkin dapat melakukan semua itu sendirian, meskipun ada yang mengatakan prajurit Fenia adalah prajurit terkuat dari kerajaan Remaria tapi jelas itu hanya lelucon bodoh, semua orang juga menertawakan poster perusahaan Teanir yang menuliskan hal itu."


"Tunggu dulu meskipun ini sulit di percaya tapi hal seperti ini tidak mungkin di katakan oleh prajurit kita, Jendral Mariana tidak mungkin berbohong begitu juga prajurit yang menyampaikan pesan ini."


"Itu benar Jendral Mariana tidak mungkin berbohong, tapi semua ini masih sangat sulit untuk di percaya jadi prajurit cepat jelaskan semuanya kepada kami."


"Kamu serius prajurit Fenia memiliki kekuatan yang dapat merubah dirinya menjadi raksasa.?"


"Benar bangsawan Siander dan di katakan dalam pesan itu kalau ada banyak orang yang menyaksikanya dari atas benteng kota Lopak termasuk pencari berita, kemungkinan gambar rekaman mereka saat pertempuran itu akan segera dapat di lihat oleh semua orang di benua barat melalui bola Crystal sihir."


"Apa jadi ini benar-benar terjadi.?"


"Kita terlalu meremehkan Pasukan Remaria dan sekarang kita hanya akan menemui kebuntuan di tanah Tandora."


"Remaria tidak hanya memiliki cukup kekuatan untuk bertahan tapi juga untuk menyerang, ini sangat gawat."


"Fraksi bangsawan sudah menaruh modal besar untuk merebut tanah Tandora, mereka tidak akan bisa menerima kekalahan ini dan kita semua akan habis."


"Raja Valco bagaimana keputusan anda sekarang.?"


Raja Valco duduk termenung karena tidak tahu apa lagi yang dapat dia lakukan, rencananya terhadap Tanah Tandora akan gagal dan sekutunya kerajaan Navia juga pasti akan meninggalkanya sendiri untuk perang di utara, sejak awal raja Valco memang sudah mengetahui apa yang di rencanakan kerajaan Navia tapi ia tidak dapat berbuat apa-apa dan percuma bila bersaing dengan pangeran Antonio untuk memperebutkan tanah Tandora.

__ADS_1


"Penasehat apakah aku benar-benar belum pantas sebagai raja, semua yang akan aku lakukan hanya akan menemui satu titik kebuntuan sekarang."


"Yang mulia Raja Valco anda sekarang sudah resmi menjadi raja jadi anda tidak boleh mengatakan hal itu."


"Benar semua sudah terlambat kita sudah melangkah terlalu jauh dan tidak ada jalan untuk mundur, Jendral Mariana dan pasukanya akan tetap bertahan di wilayah Meurak meskipun itu sulit karena kemungkinan Pasukan Remaria akan datang membalasnya tapi itu bisa sedikit memberikan harapan pada para bangsawan yang sudah terlanjur menaruh uangnya untuk rencana ini."


"Tapi yang mulia meskipun kita bisa mengganti uang para bangsawan dengan tanah Meurak tapi apa yang akan kita pihak kerajaan dapatkan.?"


"Penasehat ini lebih baik dan mudah daripada menghadapi tuntutan dari para bangsawan, kita berperang dengan restu dari kuil yang kita suap dengan uang bangsawan dan musuh menginjak-injak semua itu dengan mudahnya."


Penasehat kerajaan itu hanya bisa diam dan Raja Valco berbicara kembali.


"Huh menjadi raja negeri ini benar-benar sulit, bangsawan tidak satu jalan dengan keluarga kerajaan dan sekutu kita kerajaan Navia hanya ingin memanfaatkan kita, Tetua Galkaxa sudah pergi untuk menenangkan diri dan mencari kedamaian di hutan Argamir. Negeri ini sudah tidak punya harapan lagi, penasahat kurasa aku tidak punya pilihan lain selain mengirimkan permintaan gencatan senjata, entah apa yang akan di minta pangeran Antonio untuk itu nanti."


Tidak ada yang berani berbicara atas kejujuran raja Valco yang mengutarakan semua itu, karena mereka tahu mereka tidak dapat berperang dengan kerajaan Remaria bila kerajaan Remaria datang dan menyerang karena sudah sadar Remaria tidak hanya dapat bertahan tapi mereka memiliki kekuatan untuk menyerang kerajaan Arfen.


>>>>>


Di Kerajaan Navia utara dekat perbatasan Republik Navia Utara, seluruh pasukan yang di pimpin oleh Komandan Holmes bergerak menyebrangi perbatasan setelah ibukota Elius mengirimkan surat perintah penyerangan.


"Komandan kita akan menyebrangi hutan Nordell dan menyerang kota Wraska dari selatan melalui darat."


"Kapten ini akan memakan waktu perjalanan cukup lama aku harap musuh kita tidak menyadari pergerakan kita dari dalam hutan."


"Benar Komandan Holmes kemungkinan kita akan dapat mengambil alih kota Wraska karena Pasukan utama Republik telah pergi memakan umpan kita."


"Hahaha padahal tujuan kerajaan kita hanya untuk memancing pangeran Antonio menjauhi wilayah Republik tapi ternyata Carlos yang bodoh itu juga mengejar umpanya hingga mengerahkan prajurit dalam jumlah besar mencari seorang gadis bodoh yang sama sekali tidak berharga itu."


"Komandan Samuel juga mulai mengerakan angkatan laut kerajaan Navia dan akan membantu kita dari utara, kita akan mengepung musuh dari dua arah dan tidak ada tempat untuk lari bagi musuh kita di kota Wraska."


Dengan percaya diri komandan Holmes bergerak di antara hutan bersalju di utara, sementara di sana juga ada beberapa ras White Elf yang mengintai.


"Tuan Arfandra mereka adalah pasukan Kerajaan Navia, kemungkinan mereka akan melakukan serangan kejutan ke kota Wraska melalui hutan kita."


"Benar jika di lihat dari kekuatan besar mereka kota Wraska tidak akan dapat bertahan, Sebenarnya kita ras white Elf tidak punya urusan untuk campur dalam perang mereka tapi kita telah berutang pada para petualang di kota Wraska dalam membantu menyingkirkan Orc dari hutan Nordell, kita harus cepat memperingatkan semua orang di kota Wraska sekarang."


"Tentu tuan Arfandra kami mengerti, aku juga tidak mau bila kita ras white Elf terus berutang budi pada manusia."

__ADS_1


Arfandra segera bergegas menuju kota Wraska untuk memperingatkan penduduk di sana terhadap ancaman serangan kerajaan Navia untuk membalas hutang budi mereka.


.


__ADS_2