GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
132.1 Peninggalan Kerajaan Galdamar


__ADS_3

"Tuan Carlos ada utusan dari rombongan yang menyertai komandan pasukan laut kerajaan Remaria dan ia menyampaikan kalau komandan Eriela akan segera tiba di ibukota Grosberk."


"Ternyata komanda Eriela sudah akan tiba, Kapten Abraham lalu bagaimana dengan pangeran Antonio di kota Wraska apakah kamu sudah mendapatkan kabar dari sana.?"


"Tuan Carlos memang hamba sudah mendapatkan kabar dari orang-orang yang datang dari sana, tapi ada sedikit masalah, orang-orang di pelabuhan mengatakan kalau pangeran Antonio telah mengajukan sebuah quest besar pada guild petualang kota Wraska."


Carlos berpikir apakah mungkin pangeran Antonio sedang merencanakan sesuatu hingga dirinya menyewa beberapa petualang di kota Wraska, tapi untunglah pangeran Antonio tidak menjalankan permintaan atau quest di guild karena kalau sampai pangeran Antonio meninggalkan kota Wraska untuk melakukan quest berbahaya, itu akan jadi lebih sulit untuk mengawasinya."


"Kapten Abraham lalu apakah kamu tahu quest apa yang di ajukan pangeran Antonio kepada para petualang di sana.?"


"Benar Tuan Carlos, mereka mengatakan pangeran Antonio menyewa hampir semua petualang tingkat menengah sampai tingkat atas untuk membantu beliau melakukan penyerbuan terhadap pasukan Orc di hutan Nordell."


Wajah Carlos terlihat terkejut karena ternyata dia salah pangeran Antonio tidak meminta para petualang itu untuk melakukan permintaanya sendiri melainkan mendampingi untuk melakukan sebuah misi yang cukup berbahaya.


"Apa misi penyerbuan dengan jumlah petualang yang cukup banyak, ini gawat kalau pangeran Antonio sampai mengalami sesuatu dalam penyerbuan itu, apa yang akan aku katakan pada komandan Pasukan Remaria yang akan segera tiba,!? hah sial padahal menjelaskan tentang pangeran Antonio yang tidak berada di ibukota Grosberk pada utusan yang datang saja akan sedikit sulit tapi aku harus mengatakan kalau pangeran mahkota mereka sedang menempuh bahaya menyerbu sarang monster."


"Tuan Carlos ini memang sedikit menyusahkan dan di tambah beberapa inteligen kita juga telah mengidentifikasi adanya beberapa mata-mata dari kerajaan Navia di ibukota, mereka mengatakan kalau salah satu mata-mata itu adalah orang yang memimpin assassin menyerang rombongan menteri Nikof saat kembali dari kunjungan ke Remaria."


"Ini sulit menjaga dan memastikan keselamatan tamu penting kita dari para assassin yang mengincar nyawanya dan tamu kita itu malah melakukan sesuatu yang berbahaya di luar pengawasan kita."


"Tuan Carlos apakah kita akan mengirimkan pasukan ke kota Wraska sekarang untuk memastikan keselamatan pangeran Antonio di sana, Pasukan kita sudah siap di berangkatkan kapan saja.?"


"Ya kita akan segera mengirimkan pasukan ke kota Wraska untuk mengamankan kota itu sekaligus melindungi pangeran Antonio, baiklah kalau begitu aku harus bersiap-siap untuk menyebut komandan pasukan laut kerajaan Remaria."


Beberapa jam setelah Kapten Abraham melaporkan tentang tamu penting itu akhirnya rombongan besar Pasukan Remaria terlihat mendekat ke gerbang selatan kota Grosberk.


Seorang wanita memimpin pasukan itu, dia adalah komandan Eriela yang cukup terkenal karena tidak hanya berhasil menahan serangan pasukan kekaisaran di kota Harnas tapi juga sosok yang menangkap serta memenggal Jendral Sordim yang terkenal sebagai badai laut yang tak terhentikan dari benua timur.


"Kapten Argul akhirnya kita sampai apakah kamu benar-benar sudah mengkonfirmasi kalau pangeran Antonio tidak ada di kota itu.?"


"Benar Komandan Eriela, Seorang menteri dari Republik mengatakan itu dan juga seorang kapten mereka menjelaskan kalau yang mulia pangeran Antonio telah melarikan diri dari pengawalanya."


"Ternyata benar pangeran Antonio memang suka bertindak seenaknya, sepertinya aku harus meminta maaf kepada Republik Navia Utara atas tingkah laku pangeran kita."

__ADS_1


Komandan Eriela cukup tahu sifat pangeran karena sang ratu Alta sendiri yang menceritakan kalau pangeran Antonio sering melarikan diri dari pengawalan. Ratu Alta cukup kawatir karena pangeran Antonio pergi ke Republik lebih cepat dari jadwal dan mengelabuhi prajurit yang sudah di persiapkan untuk mengawalnya.


Komandan Eriela turun dari kereta kudanya dan bertemu langsung dengan Tuan Carlos yang menyambutnya secara langsung.


"Komandan Eriela kami ucapkan selamat datang di ibukota Grosberk."


"Tuan Carlos terimakasih dan maaf kami sedikit terlambat karena sepertinya jalur dari selatan menuju Republik tertutup salju yang cukup tebal kemungkinan telah terjadi salju longsor yang cukup besar di wilayah itu sebelumnya hingga kami harus berputar mencari jalur lain."


Tuan Carlos berpikir pasti itu salju longsor yang di ceritakan Menteri Nikof saat pangeran Antonio membuat salju longsor dengan skill suara yang sangat keras untuk menghentikan serangan Assassin dari Kerajaan Navia.


"Kami minta untuk itu komandan Eriela, memang kami mendapatkan laporan tentang jalur yang tertutup longsoran salju tapi kami belum bisa membuka jalur itu karena lokasinya yang cukup jauh."


"Kami mengerti tuan Carlos tapi sebaiknya kita segera sudahi sambutan ini karena kami harus segera menemukan pangeran Antonio dan memberikan pengawalan ketat terhadapnya."


"Benar komandan Eriela aku sebagai kepala negara Republik Navia Utara juga meminta maaf karena telah gagal mengawasi yang mulia pangeran Antonio."


Tuan Carlos sekali meminta maaf kepada Komandan Eriela tapi komandan Eriela dari kerajaan Remaria terlihat sudah mengerti dengan hal itu.


"Tuan Carlos tidak perlu meminta maaf justru kamilah yang harus meminta maaf karena pangeran kami sudah banyak merepotkan anda, pangeran Antonio memang sering bertindak seenaknya sendiri, dia bahkan berangkat ke Republik tanpa menungguku yang sudah pangeran Antonio perintahkan sendiri untuk ikut mendampinginya dalam perjalanan ke Republik bersama rombongan Menteri Nikof."


"Komandan Eriela bila anda ingin segera menemukan pangeran Antonio pasukan republik akan siap membantu anda, Kapten Abraham juga sedang bersiap-siap untuk menyusul yang mulia pangeran Antonio ke kota Wraska dengan kapal pasukan laut."


"Jadi lokasi pangeran Antonio sudah di pastikan di kota Wraska kalau begitu kita harus cepat sebelum pangeran Antonio berpindah ke tempat lain dan membahayakan dirinya."


Komandan Eriela mengatakan itu tapi Tuan Carlos terlihat sedikit bingung jadi komandan Eriela berbicara lagi untuk bertanya.


"Tuan Carlos apakah ada sesuatu.?"


"Komandan Eriela sebenarnya aku baru mendapatkan kabar kalau pangeran Antonio telah menyewa banyak petualang di kota Wraska dan membawa mereka semua untuk menyerbu sebuah pasukan Orc yang muncul di hutan Nordell dekat dengan perbatasan kerajaan Navia."


"Apa penyerbuan pasukan Orc dan bahkan di dekat wilayah kerajaan yang sedang berseteru dengan Republik, ini gawat bila terjadi ketegangan antar negeri bila pangeran Antonio sampai memancing perhatian kerajaan Navia."


Tuan Carlos terlihat menggaruk belakang kepalanya karena kembali bingung bagaimana harus menjelaskan kepada komandan Eriela kalau pangeran Antonio memang telah memancing ketegangan dengan kerajaan Navia bahkan sampai kerajaan Navia mengirimkan Assassin untuk memburunya.

__ADS_1


"Komandan Eriela sepertinya anda memang harus segera menemukan pangeran Antonio, aku akan menyuruh Kapten Abraham menjelaskan situasinya kepada anda saat di perjalanan menggunakan kapal nanti."


Tuan Carlos mengatakan itu karena dia benar-benar bingung dan kesulitan menjelaskan keadaan itu hingga melemparkan hal itu pada Kapten Abraham, dan Komandan Eriela memang merasa sedikit menyadari tingkah aneh dari Tuan Carlos dan menebak memang telah terjadi sesuatu.


<<<<<<<


Antonio dan rombongan petualang mendekati sebuah kastil tua di tempat yang sedikit terbuka di tengah hutan. Kastil Nakrom setelah lebih dari seribu tahun di tinggalkan tampak sisa pepohonan serta akar tanaman merambat yang mati masih mencengkeram bebatuan dari dinding-dinding kastil itu. perubahan suhu dan temperatur udara di utara setelah bencana cuaca ekstrem membuat banyak spesies tanaman hutan tropis di utara benua mati dan yang tersisa adalah tanaman-tanaman yang sanggup bertahan di cuaca dingin seperti pohon cemara.


Bangunan besar kastil Nakrom adalah satu-satunya prasasti yang di tinggalkan kerajaan Galdamar di era kekacauan pada masa lalu, era di mana ada banyak wilayah di benua barat yang belum terjamah oleh manusia.


Pada era itu banyak orang-orang mulai berdatangan dari berbagai negeri ke wilayah utara benua dan menghindari wilayah tengah dan selatan benua barat karena di sana sudah mulai di kuasai oleh beberapa kekuatan besar terutama yang di pimpin oleh Kaisar Golgota.


Kerajaan-kerajaan kecil pun mulai bermunculan di utara benua barat, seperti kerajaan Baltar yang akhirnya menjadi cikal bakal kerajaan Palanka dan kerajaan Navia di sebelah barat sementara di bagian tengah yang masih merupakan hutan lebat muncul kerajaan kecil yang di sebut Galdamar.


Tapi kerajaan Galdamar tidak mampu bertahan karena barada di area hutan yang mana bersinggungan langsung dengan wilayah Orc dan sampai akhirnya Pasukan Orc menaklukkan kerajaan Galdamar tapi kekuasaan Orc juga tidak bertahan lama karena Kekaisaran Golgota yang belum lama berdiri menganggap keberadaan kerajaan Orc adalah ancaman serius hingga akhirnya menghancurkan kerajaan Orc di wilayah utara benua itu.


Wilayah Galdamar yang berada di tengah hutan tidak terlalu menarik minat kekaisaran Golgota hingga kekaisaran mengabaikan wilayah utara dan itu juga karena Kekaisaran Golgota sibuk dengan perseteruan di dalam keluarga kekaisaranya sendiri.


Entah apa yang terjadi setelah lebih dari seribu tahun hingga Orc dan Blarok bisa kembali muncul lagi di wilayah hutan bersalju di utara saat ini.


Antonio dan para petualang mulai pengintaian mereka dan Orc terlihat di beberapa bagian kastil yang sudah termakan oleh alam itu, beberapa Blarok yang berbentuk seperti serigala raksasa tampak tidur dan menjaga pintu masuk dari kastil Nakrom itu.


Arfandra salah satu pemimpin suku white Elf hutan Nordell juga bekerja sama dengan para petualang membantu memusnahkan pasukan Orc dari wilayah itu kemudian berbicara pada pangeran Antonio yang memimpin langsung penyerbuan ini.


"Pangeran Antonio apakah kita akan mulai rencananya.?"


"Ya Tuan Arfandra aku akan mengandalkan anda dan para white Elf untuk memancing sebagian Orc dan Blarok dari kastil itu karena hanya kalian yang dapat melakukanya."


"Yang mulai pangeran Antonio memang benar hanya kami di sini yang cukup mengenal hutan Nordell hingga memiliki peluang paling besar untuk memancing dan meloloskan diri dari kejaran pasukan Orc yang mengendarai Blarok."


"Kalau begitu kita mulai sekarang, John Herman akan memimpin para petualang dengan serangan kejutan, Yolga dan Nona Helena akan memberikan dukungan dengan serangan panah serta sihir sementara aku dan Praska akan memimpin tim kecil yang akan langsung menyusup ke dalam kastil untuk mengincar pemimpin Orc."


"Siap kami mengerti yang mulia."

__ADS_1


Para petualang mulai melakukan rencana yang di buat pangeran Antonio dan Arfandra segera membawa beberapa prajurit Elfnya mendekati benteng itu.


.


__ADS_2