GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
142.1 Dunia Iblis


__ADS_3

Sarhox sedikit tertegun melihat Antonio datang ke kastil Arungal karena sebelumnya Ia mengira pangeran Antonio akan kembali dengan membawa sejumlah besar pasukan manusia tapi Ia salah besar.


Antonio hanya membawa seorang gadis manusia yang tampak lemah dan seorang Succubus yang sebelumnya adalah tahanan kastil tempatnya berada sekarang.


Padahal sudah cukup lama Sarhox menunggu di dekat pintu menuju ruang bawah tanah dengan harapan besar tapi Ia merasa sangat kecewa karena kemungkinan rencana yang Ia sepakati dengan pangeran Antonio tidak akan berjalan lancar.


"Tuanku Antonio apa maksudnya ini, dimana pasukan anda.?" Tanya Sarhox kepada Antonio.


"Sarhox aku tidak pernah bilang akan membawa pasukan ke tempat ini." Jawab Antonio.


"Tapi tuanku bukankah anda berniat menguasai kastil serta wilayah ini dan itu berarti anda juga telah mengibarkan itikad perang melawan kerajaan Iblis Munarak tapi kalau hanya anda bersama seorang rekan anda saja aku bahkan tidak yakin bahwa itu akan cukup untuk membuat semua iblis yang ada di kastil ini akan mau tunduk kepada tuanku." Kata Sarhox.


Keraguan Sarhox memang masuk akal tapi tidak ada pilihan lain untuk Antonio karena pasukannya tidak dapat datang ke dunia iblis.


"Sarhox butuh waktu untuk mempersiapkan pasukanku yang akan datang menyusul dan untuk sekarang tugasmu memberitahu semua iblis di kastil ini untuk datang ke ruang singgasana." Kata Antonio.


"Tapi tuanku aku tahu bahwa anda sangat kuat akan tetapi di kastil ini juga di diami beberapa iblis dari ras Asmadeus yang tidak kalah kuat dari Arungal, mereka pasti akan langsung menyerang anda serta rekan anda nanti." Kata Sarhox.


"Itu bukan masalah besar aku dan Miranda akan membantai mereka yang mencoba melawanku." Balas Antonio dengan percaya diri.


Sarhox sedikit kawatir dengan rencana itu, tapi Ia merasa kalau Antonio memang tidak sedang bercanda dan mampu mengalahkan semua iblis penghuni kastil Arungal.


"Baiklah tuanku pangeran Antonio aku akan mengumpulkan mereka semua tapi bisakah anda mengampuni mereka yang menyerah kepada tuanku." Kata Sarhox yang masih merasa sedikit kasihan dengan para iblis penghuni kastil Arungal yang kemungkinan akan mati saat mencoba melawan Antonio.


Arungal kemudian pergi Ia menemui para iblis cerdas di kastil Arungal dan hampir semua dari mereka adalah selir atau anak-anak Arungal.


"Sarhox apakah Arungal sudah kembali.?" Tanya Erfindril salah satu selir Arungal.


Erfindril juga adalah ras Asmadeus Ia terlihat sedang bersama dengan beberapa selir Arungal lainnya, akan tetapi Erfindril adalah selir pertama Arungal sehingga Ia yang memiliki kedudukan paling tinggi diantara selir yang lain.


"Benar nyonya Erfindril, tuanku penguasa kastil akan segera datang, Ia menyuruhku untuk memanggil semua penghuni kastil ke ruang singgasana." Ucap Sarhox.


"Tidak biasanya Arungal mengumpulkan semua penghuni kastil, pasti ada sesuatu yang penting yang akan dia sampaikan, mungkin ini tentang kesuksesannya menguasai dunia manusia dan akan segera memproklamirkan dirinya sendiri sebagai salah satu bangsawan agung." kata Erfindril.

__ADS_1


Erfindril wanita iblis dari ras Asmadeus meskipun bentuk tubuhnya lebih kecil dari Asmadeus jantan tapi mereka tetaplah kuat dengan kulit merah Ia berjalan ke samping singgasana kastil karena Ia adalah selir utama di sana.


Sarhox kemudian pergi ke ruangan lain di mana Antonio sudah menunggu.


"Tuanku Antonio semua penghuni kastil sudah berkumpul di ruang utama." Ucap Sarhox.


"Baiklah kalau begitu berarti sekarang giliran kita, Miranda apa kamu ingin ikut.?" Kata Antonio.


"Tentu aku juga penasaran seberapa kuat ras iblis Asmadeus itu, mungkin aku juga akan mencoba memakan beberapa iblis untuk mengetahui bagaimana rasanya?" Kata Miranda.


Sarhox langsung terkejut mendengar itu karena Ia sedikit memahami bahasa manusia yang di gunakan oleh Miranda yang jelas mengatakan akan memakan iblis, meskipun beberapa ras iblis memiliki kebiasaan kanibalisme yang sering memakan sesama mereka tapi Ia tidak pernah menyangka akan mendengar seorang dari ras manusia mau memakan iblis.


"Miranda aku tahu kamu sering memakan monster tapi apakah kamu juga akan memakan iblis yang menyerupai manusia." Kata Antonia.


Antonio sebenarnya juga tidak terlalu nyaman mendengar Miranda akan memakan iblis, meskipun Miranda memang adalah seekor naga yang dapat memangsa hampir semua mahkluk.


"Aku tidak akan memakan mereka yang memiliki kecerdasan tapi kalau binatang iblis seperti Cerberus kurasa aku harus mencobanya." Kata Miranda.


Ada 38 Iblis dengan ekor dan tanduk besar di atas kepala yang merupakan ciri khas Iblis Asmadeus. Arungal memiliki 23 Selir dan 15 anak mereka semua langsung terdiam menatap dua sosok mahkluk yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


Antonio dengan pedang besar Traimar mendekati singgasana bersama Miranda dan para Iblis menatapnya dengan perasaan bingung.


Ardulox dan Rurox dua putra tertua Arungal terlihat langsung maju berdiri untuk menghalangi Antonio dan dengan sebuah gada besar kedua Asmadeus itu bersiaga sambil berbicara.


"Di mana Arungal dia yang harusnya datang kemari tapi kenapa dua mahkluk rendahan seperti mereka yang muncul di sini." Kata Ardulox


"Sarhox di mana iblis rendahan itu Ia harus menjelaskan semua ini.!" Ucap Rurox dengan marah.


Antonio kemudian berbicara pada kedua iblis itu dengan bahasa iblis. "Arungal sudah mati, Aku telah memenggal kepalanya."


Para Iblis langsung terlihat terkejut dan berpikir apakah itu benar tapi mahkluk kecil di depan mereka tidak mungkin dapat mengalahkan Arungal yang sangat kuat.


"Mahkluk rendahan kalian tidak mungkin dapat mengalahkan ras Asmadeus dan ini adalah kebodohan kalian yang datang kemari menantang kami sambil mengatakan kebohongan, kalian akan segera mati." Kata Rurox yang terlihat sudah terpancing dan akan segera menyerang.

__ADS_1


"Terserah bila kalian tidak percaya tapi itulah kenyataannya dan kalian silahkan mencoba membuktikan ucapanku bila kalian cukup yakin dapat mengalahkan kami." Ucap Antonio dengan tenang.


Kedua Iblis itu terlihat semakin marah tapi terlihat beberapa Iblis lain masih menahan diri, kemungkinan beberapa putra Asmadeus membiarkan dua Iblis yang memiliki hak paling tinggi untuk memgambil kekuasaan kastil Arungal untuk bertarung terlebih dahulu bila Ardulox atau Rurox yang menang kemungkinan mereka berdua akan saling bertarung untuk merebutkan kekuasaan.


Sementara itu Antonio berbicara dengan Miranda dengan bahasa manusia.


"Miranda kelihatan mereka berdua sudah memutuskan untuk melawan kita, apakah kamu dapat menghadapi salah satunya?" Kata Antonio.


"Sebenarnya aku tidak masalah menghadapi mereka berdua, tapi baiklah aku akan melawan yang satu." Jawab Miranda.


Antonio kemudian berbicara kepada kedua iblis itu dengan bahasa iblis.


"Baik kami tidak ingin membuang waktu majulah kapanpun kalian mau.?" Kata Antonio yang menantang kedua iblis Asmadeus itu.


"Kurang ajar kalian meremahkan kami, Rurox aku akan membunuh mahkluk yang banyak bicara itu kamu hadapi yang satunya.!"


Ardulox dan Rurox langsung mengambil ancang-ancang kemudian mereka langsung berlari menerjang sambil mengangkat gada mereka untuk menyerang.


"Matilah..!!"


Antonio juga langsung mengambil ancang-ancang dan dengan sekuat tenaga Ia langsung melakukan tebasan besar memotong tubuh Ardulox yang melompat ke arahnya dengan pedang besar Traimar.


Sementara Rurox terlihat menerjang ke arah Miranda dan memukul dengan gada tapi serangan Rurox terlihat sama sekali tidak berpengaruh bahkan tidak dapat membuat Miranda bergeser sedikitpun.


Rurox terlihat masih tertegun sementara Miranda langsung mengambil ancang-ancang untuk melakukan sebuah pukulan dan sebuah hantaman keras ke dada Rurox dari Miranda langsung menghancurkan bagian atas tubuh Iblis itu hingga darah menyembur sampai mengenai beberapa saudara mereka yang menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, Dua putra Iblis Arungal yang terkenal paling kuat di antara mereka dapat di bunuh dengan begitu mudahnya.


Wajah ketakutan terlihat di antara para Iblis dan Erfindril sang selir dari Arungal langsung terjatuh dalam keputusasaan melihat putranya mati mengenaskan.


Antonio kemudian langsung duduk di singgasana kastil Arungal dan berbicara pada para Iblis Asmadeus di sana. "Aku Antonio Losta De Remaria mengambil alih kastil dan wilayah yang di tinggalkan Arungal sebagai balasan atas invasi dan penyerangan bangsawan iblis Arungal di kerajaanku di dunia manusia, Kalian para iblis di sini yang masih hidup aku ijinkan untuk pergi dan katakan kepada Raja iblis Zalfirox penguasa kerajaan Munarak aku akan datang untuk mengambil mahkota Pylos milik leluhurku yang sekarang berada di tangannya."


Tidak ada kata-kata penolakan dan tidak ada yang berani untuk melawan lagi karena semua itu akan percuma saja setelah melihat kedua manusia yang memiliki kekuatan luar biasa dan dapat membunuh mereka dengan sangat mudah.


Sebagian para Iblis Asmadeus terlihat langsung berhamburan terbang meninggalkan ruangan itu dan merasa mereka sudah cukup beruntung di biarkan pergi dengan selamat.

__ADS_1


__ADS_2