GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
142.4 Dunia Iblis


__ADS_3

Ramdira akhirnya juga mendekati Miranda karena Ia cukup kawatir dengan keadaan pangeran Antonio di dunia iblis karena dua hari yang lalu Miranda mengatakan padanya kalau Antonio masih pergi ke kerajaan Succubus.


"Nona Mira apakah sudah ada kabar dari pangeran Antonio?" Tanya Ramdira.


"Tadi Antonio sempat menghubungiku dengan sihir telepati dan katanya Ia sudah sampai di Windell Ibukota dari kerajaan Iblis Arduas." Jawab Miranda.


"Jadi begitu semua berjalan cukup baik, sekarang aku sudah merasa sedikit tentang." Ramdira sebelumnya cukup kawatir kalau pangeran Antonio mendapatkan masalah selama perjalanan tapi sepertinya itu tidak terjadi.


Tak begitu lama beberapa prajurit Remaria lain muncul dari balik portal sambil membawa makanan untuk Miranda.


"Nona Mira kami mengerti anda suka makan jadi kami membawakan cukup banyak makanan untuk anda." Kata prajurit yang baru datang.


"Benarkah aku memang lapar jadi terimakasih." Ucap Miranda sambil mengambil sepotong daging dan memakannya.


Para prajurit di sana menatap Mira yang sedang makan, tapi mereka cukup penasaran bagaimana nona Mira dapat bertahan di permukaan dunia Iblis yang sangat panas karena beberapa prajurit sempat mencoba melihat ke pintu menuju ke bagian atas kastil tapi mereka langsung mengurungkan niatnya karena suhunya terlalu panas.


"Nona Mira kami ingin bertanya sebenarnya bagaimana anda dapat bertahan di atas sana karena bahkan salah seorang dari kami hampir pingsan saja mencoba mendekati pintu keluar ruang bawah tanah ini?" Tanya seorang prajurit dan kemudian prajurit lain di sana juga berbicara.


"Benar bahkan tidak perlu ke atas, di ruang bawah tanah ini saja sudah cukup panas dan lihatlah aku bahkan sudah bermandikan keringat padahal baru sebentar di tempat ini." Kata prajurit lainnya.


Miranda memang dapat merasakan panas tapi Ia yang sebenarnya adalah seekor naga memiliki kekebalan yang sangat tinggi terhadap suhu ekstrim entah itu panas ataupun dingin.

__ADS_1


"Jadi kalian cukup kepanasan di tempat ini kenapa kalian tidak bilang sejak awal kalau hanya menurun suhu di tempat ini aku bisa menggunakan kekuatanku dan membekukan beberapa bagian dengan sihir es yang aku miliki." Ucap Miranda.


"Eh benarkah jadi nona Mira dapat menggunakan sihir es, kenapa sebelumnya anda tidak mengatakannya sejak awal, aku bahkan hampir mati kepanasan karena terus berjaga di tempat ini." Ucap komandan Ramdira Ramez.


"Ramdira sebelumnya kamu tidak pernah mengeluh soal suhu udara di tempat ini jadi aku pikir kamu dapat menahannya, tapi baiklah aku akan membekukan beberapa bagian dari ruangan ini." Kata Miranda.


Miranda kemudian mengangkat tangan kirinya ke samping karena tangan kanannya masih memegang sepotong daging besar yang masih Ia makan, kemudian sebuah lingkaran sihir seketika terbentuk dan tangan kiri Miranda mengeluarkan semburan udara yang sangat kuat mengarah ke bagian dinding tempat itu.


Es yang sangat tebal terbentuk melapisi dinding di sudut ruangan membuat tempat itu terasa lebih sejuk, Miranda adalah seekor naga putih dari daerah bersalju di utara dan sihir elemen es adalah keahlian utamanya.


"Uah.. rasanya benar-benar menjadi lebih sejuk, nona Mira tidak aku sangka ternyata anda memiliki sihir elemen es sekuat ini." Kata seorang prajurit dan beberapa prajurit yang lain juga merasa lebih nyaman untuk melanjutkan tugas berjaga di ruangan bawah tanah dari kastil Arungal.


Ramdira berpikir apakah mungkin Mira dapat melakukannya di bagian ruangan kastil di atas tempat itu jadi Ramdira berbicara padanya.


"Nona Mira bisakah anda membuat es juga di depan ruangan dekat pintu masuk tempat ini, itu akan sedikit membantu kami karena prajurit Remaria dapat lebih leluasa membantu anda mengamankan kastil ini?" Ucap Ramdira.


"Ramdira itu ide yang bagus jadi aku tidak perlu bolak balik ke ruang bawah tanah karena kalian bisa membawakannya makanan langsung ke atas." Sahut Miranda yang baru menyadari kalau kekuatan esnya akan sangat berguna di sini.


"Benar nona Mira tapi mungkin itu hanya untuk sementara waktu karena pasti es yang anda ciptakan tidak akan bertahan lama karena itu pasti akan segera mencair mengingat suhu panas di dunia iblis ini." Kata Ramdira Ramez tapi Miranda kemudian tersenyum karena Ia dapat berbuat lebih dari yang di pikiran Ramdira.


"Kalian tenang saja aku akan menggunakan sihir es tingkat tinggi yang tidak akan mudah mencair bahkan kalau perlu akan aku gunakan kekuatanku itu untuk membuat tempat ini menjadi kastil es yang abadi." Ucap Miranda dan Ramdira serta beberapa prajurit Remaria di sana terlihat menatapnya karena hal itu tidak mungkin untuk di lakukan apalagi di dunia iblis yang memiliki suhu panas yang sangat tinggi.

__ADS_1


Setelah selesai makan Miranda kemudian merapalkan sihir es yang lebih kuat di kedua tangannya dan mulai berjalan membekukan setiap sudut dari kastil Arungal. prajurit Remaria yang mengikuti Mira dari belakang hampir tidak percaya dengan semua yang mereka lihat.


Naga putih Miranda dapat di katakan memiliki sihir elemen es terkuat yang pernah ada di dunia bahkan di antara ras naga putih lain di wilayah bersalju di utara tidak ada satupun naga putih yang dapat di katakan memiliki kekuatan yang sebanding dengan sihir es yang di milikinya.


Udara yang teramat dingin terasa di seluruh bagian dalam kastil karena bahkan Miranda juga terbang untuk membekukan dinding bangunan bagian luar kastil itu dan akhirnya kastil Arungal yang sebelumnya terasa sangat panas benar-benar telah membeku menjadi sebuah kastil es berukuran raksasa.


"Komandan Ramdira?" Kata seorang prajurit Remaria yang menyebutkan namanya.


"Benar sekarang kita sudah dapat bergerak dengan leluasa di kastil ini jadi Kapten cepat kerahkan lebih banyak pasukan kita untuk mengamankan tempat ini." Perintah komandan Ramdira kepada bawahannya.


"Siap komandan." Prajurit itu kemudian segera bergegas memanggil sebagian besar pasukan Remaria untuk di tempatkan di dalam kastil Arungal.


Sarhox iblis api ras Nelfire juga menyaksikan kekuatan sihir Miranda yang mengubah seluruh kastil Arungal menjadi memiliki suhu yang sangat dingin, Sarhox benar-benar bingung sihir apa yang di gunakan oleh rekan dari tuannya itu karena seumur hidupnya baru kali ini Ia melihat air yang mengeras menjadi sangat dingin yang di sebut es.


"Nona Mira sebenarnya apa yang anda lakukan dengan kastil ini dan kekuatan di tubuhku juga terasa semakin melemah?" Tanya Sarhox tubuhnya yang di selimuti api menjadi sangat lemah karena udara dingin.


"Aku membekukan kastil ini agar pasukan Remaria dapat kemari." Jawab Miranda.


"Apa pasukan Remaria, benar itu memang sesuatu yang sudah aku harapkan bila pasukan milik tuanku pangeran Antonio datang maka rencana beliau akan dapat di jalankan, meskipun kekuatanku terasa semakin melemah di tempat dingin seperti ini." Kata Sarhox.


Tak lama kemudian Sarhox yang bersama Ramdira menyaksikan pasukan besar manusia yang mulai berdatangan dari pintu masuk ke ruang bawah tanah dan menyebar mengamankan seluruh tempat di kastil Arungal.

__ADS_1


__ADS_2