
Prajurit Remaria dan prajurit Republik terus melakukan pencarian hingga ke dekat perbatasan kerajaan Arfen tapi mereka belum menemukan jejak dari para Assassin yang menawan Zaza.
"Kenapa kita harus ikut repot-repot melakukan pencarian ini sementara kota Wraska sudah di kuasai musuh dan mereka pasti sudah bersiap untuk menargetkan ibukota Grosberk untuk di serang."
"Tenanglah kapten ini adalah perintah dari atasan dan prajurit Remaria di sini mungkin juga akan mendengarnya."
"Tapi mengerahkan kekuatan kita untuk mencari seorang gadis di saat negeri kita dalam bahaya ini adalah hal bodoh, seharusnya aku berjuang dan maju di barisan depan membela negeriku."
"Aku juga berpikir demikian tapi komandan telah mengatakan kalau menyelamatkan nona Zaza sangatlah penting agar kerajaan Remaria bersedia membantu Republik."
"Tapi kita tidak butuh bantuan kerajaan Remaria karena kita akan melindungi negeri kita sendiri."
"Itu benar tapi akan lebih baik bila kerajaan Remaria ikut membantu kita karena yang aku dengar kekuatan Kerajaan Navia lebih besar dari kekuatan kita saat ini."
"Untuk itulah aku bertanya kenapa kita malah berada di sini dan membuat barisan depan pasukan Republik kita menjadi semakin lemah."
"Kapten lihatlah sepertinya pasukan Red Vivern sudah kembali mendarat aku harap mereka berhasil mendapatkan petunjuk."
Kapten prajurit Republik yang bertugas memimpin melakukan pencarian segera mendatangi prajurit Red Vivern Remaria.
"Kapten Paul bagaimana pencarian tim anda."
Kapten Paul dari pasukan Red Vivern menggelengkan kepala menandakan mereka tidak mendapatkan petunjuk.
"Kami sudah melihat wilayah sekeliling dan tidak menemukan petunjuk apapun, mungkin kita harus memperluas pencarian ke dalam wilayah kerajaan Arfen di sana ada beberapa desa mungkin kita dapat menemukan sesuatu di sana."
"Ke wilayah kerajaan Arfen itu di luar kewenangan kami pasukan Republik dan akan menjadi masalah besar bila kami prajurit melanggar wilayah perbatasan."
"Itu untuk kalian tidak untuk kami prajurit Remaria, kami akan terus melakukan pencarian di manapun juga, kami harus menemukan nona Zaza secepatnya."
Kapten prajurit Republik hanya diam karena tidak berani menanggapi pernyataan itu apalagi bila itu bisa menyinggung negeri lain seperti kerajaan Arfen dan tak lama kemudian seorang prajurit Red Vivern lain mendarat dan memberikan laporan pada Kapten Paul.
"Kapten Paul kami melihat ada seorang yang mengendarai kuda dengan cepat dari perbatasan kerajaan Arfen mendekat ke tempat kita."
"Apakah seorang yang penjelajah yang kebetulan lewat.?"
"Kemungkinan seperti itu karena wilayah ini tidak jauh dari jalur menuju kerajaan di Dwarf di gunung api Vargon tapi yang aneh orang itu sedikit melenceng dari jalur dan menuju pos prajurit Republik di tempat kita."
"Apakah dia memang sengaja menuju tempat kita, baiklah aku dan kapten dari pasukan Republik di sini yang akan menemuinya."
Memang benar tak lama seorang yang mengendarai kuda dengan cepat mendekat ke pos prajurit dan langsung berhenti di depan kapten Paul dan kapten dari pasukan Republik berbicara karena dia lebih berwenang di sini.
"Siapa dan ada urusan apa kamu kemari.?"
Kapten prajurit Republik berbicara dan pengendara kuda itu langsung turun dan berbicara.
"Aku adalah seorang petualang yang di suruh oleh Tuan Dominic untuk menyampaikan pesan penting kepada yang mulia pangeran Antonio yang sedang berada di wilayah Republik, tapi karena ternyata benar di sini sudah ada prajurit Remaria jadi aku akan menitipkan surat itu padanya."
Kapten Paul langsung maju dan berbicara menanggapi hal itu.
"Surat untuk yang mulia pangeran Antonio.?"
"Benar tuan prajurit.?"
"Baiklah aku adalah Kapten Paul dari pasukan 37 Red Vivern Remaria yang saat ini di bawah perintah langsung pangeran Antonio, berikan surat itu padaku dan aku berjanji akan menyampaikannya kepada yang mulia Pangeran Antonio."
Petualang itu sedikit ragu tapi dia kemudian mengeluarkan tangannya untuk menyerahkan surat itu dan kapten Paul menerimannya dan berbicara
"Tadi kamu bilang ini surat penting bukan apakah kemungkinan aku di ijinkan untuk membacanya, aku memiliki sihir telepati dan bisa menyampaikan isi dari surat ini langsung kepada pangeran Antonio dan itu akan lebih cepat."
"Ahh Kapten Paul kurasa itu bisa di lakukan yang penting isi surat itu dapat sampai kepada yang mulia pangeran Antonio."
Kapten Paul langsung membuka surat itu dan kapten dari pasukan Republik berusaha sedikit mengintip tapi Kapten Paul langsung menghanginya agar tidak di baca orang lain, bagaimanapun itu adalah surat resmi untuk pangeran Antonio.
Dengan rasa penasaran semua orang di sana menunggu Komandan Paul selesai membaca surat itu dan tiba-tiba komandan Paul langsung berbicara.
"Siapa namamu petualang.?"
__ADS_1
"Aku Simas seorang petualang tingkat perak."
"Tuan Simas aku sangat berterimakasih kepada anda dan Tuan Dominic karena akhirnya misi kami akan segera selesai, bisakah anda menunggu sejenak sampai aku mendapat jawaban dari pangeran Antonio."
"Tentu kurasa bila hanya sebentar itu tidak masalah."
"Baiklah Prajurit jaga tuan Simas dan berikan semua yang dia inginkan.!"
"Baik kapten Paul, Tuan Simas silahkan ikut kami ke dalam tenda kami akan berikan makanan dan minuman untuk anda."
"Ah terimakasih banyak, aku memang sedikit lelah karena perjalanan jauh."
>>>>
Sementara itu di desa Kasel wilayah utara kerajaan Arfen para petualang yang bersama Tuan Dominic sedang mencari persediaan untuk bertahan di tempat persembunyian.
Mereka tidak mendatangi desa Kobe karena kemungkinan para prajurit kerajaan Arfen sedang menyelidiki kasus kerusuhan di penginapan yang memakan cukup banyak korban.
"Tuan Dominic anda lihatlah di sana."
"Sial para pedagang budak, mungkinkah mereka berasal dari organisasi Circle Crow.?"
"Tuan Dominic apakah kita akan membuat rencana untuk membebaskan para budak itu."
"Itu akan sulit lihatlah orang-orang kuat yang bersama para pedagang budak itu, sebaiknya kita selesaikan urusan kita dengan gadis yang sebelumnya kita selamatkan baru kita memikirkan rencana membebaskan mereka."
"Aku setuju akan sulit untuk kita bila di saat seperti ini kita juga harus berurusan dengan Circle Crow."
Dominic hanya melihat pedagang budak yang membawa kereta yang membawa beberapa budak di dalam kurungan, tapi saat Dominic melihat kembali pedagang budak yang sedang berbicara dengan seseorang dia menjadi sangat terkejut karena orang itu sangat mirip dengan dirinya tapi terlihat lebih muda.
"Tidak apakah mungkin, tapi bagaimana dia bisa bersama mereka."
"Ada apa tuan Dominic.?"
"Kalian pergilah dulu ada urusan yang sangat penting yang harus aku lakukan."
"Diamlah jangan ikut campur dan cepat pergi bawa semua persediaan ini ke tempat persembunyian.!"
Para petualang yang bersama Dominic sangat heran karena tuan Dominic bersikap tidak seperti biasanya dan terlihat sangat marah, Dominic memang membenci Perbudakan apa lagi para pedagang budak dari Circle yang sangat sulit untuk di hadapi karena memiliki banyak koneksi bangsawan.
Para petualang akhirnya pergi meninggalkan Dominic sendiri dan Dominic langsung mengikuti seorang yang mengenakan jubah berjalan bersama beberapa orang pergi meninggalkan tempat itu.
"Tuan Kirt kami mendapatkan informasi kalau ada kekacauan di sebuah penginapan di desa Kobe tidak jauh dari desa ini."
"Benarkah apakah itu ada kemungkinan memiliki hubungan dengan apa yang di minta pangeran kita.?"
"Kemungkinannya sangat besar karena ada rumor yang mengatakan itu melibatkan assassin dan penjahat buronan kerajaan Arfen, tapi semua saksi telah melarikan diri dan sisanya yang berada di penginapan telah mati termasuk pemilik penginapan serta pelayannya yang di bunuh dengan pisau assassin."
"Kalau begitu setelah ini kita akan menuju desa Kobe dan suruh orang-orang kita yang menyamar di Circle Crow memanfaatkan informasi yang di miliki pedagang budak."
"Baik tuan Kirt huh.. penyamaran ini benar-benar melelahkan untunglah kita dapat sedikit menipu para petinggi Circle Crow yang lain agar kita bisa datang kemari."
"Ya ini memang sangat menyusahkan."
Kirt dan bawahannya terus berjalan dan memasuki sebuah gang.
"Tuan Kirt sepertinya ada yang mengikuti kita."
"Benarkah, apakah itu Assassin.?"
"Tidak dia tidak terlihat seperti assassin malah Tuan Kirt sepertinya wajah orang itu sangat mirip dengan anda apakah mungkin itu saudara anda.?"
"Saudaraku, itu tidak mungkin seluruh keluargaku sudah mati dalam perang antara kerajaan Arfen dan Tandora di masa lalu."
"Begitukah tapi aku sangat jarang gagal dalam membaca garis wajah seseorang dan aku sangat yakin garis wajah bentuk mata, hidung dan bibir itu mungkin aku akan mengira itu adalah tuan Kirt bila kurang memperhatikan tapi orang yang mengikuti kita terlihat sedikit lebih tua mungkin berselisih sekitar empat tahun."
Kirt langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar itu, karena usia kakaknya yang tidak pernah dia lihat lagi saat keluarganya di bantai dalam perang itu memang berselisih empat tahun.
__ADS_1
"Dominic..?"
"Tuan Kirt..?"
"Kalian menjauhlah aku akan menghadapinya sendiri."
"Tapi tuan Kirt."
Kirt tidak menjawab dan Bawahannya menyadari sesuatu dari raut wajah tuan Kirt yang bingung dan sekaligus menunjukkan sesuatu yang lain seperti sebuah senyum kelegaan.
"Baiklah Tuan Kirt kami mengerti."
Bawahan Kirt langsung pergi meninggalkan Kirt yang masih berdiri dengan diam, sementara itu Dominic akhirnya muncul berjalan mendekati Kirt dari belakang.
"Kirt apakah itu kamu, ini aku saudaramu Dominic, aku sudah mencarimu kemana-mana.!"
Kirt masih berdiri membelakangi kakaknya dalam diam dan Dominic kembali berbicara padanya.
"Kirt katakan sesuatu, apa kamu tidak mengenaliku lagi itu memang sudah sangat lama tapi ini benar-benar aku kakakmu Dominic."
"Aku tidak punya kakak."
"Apa.?"
"Kakaku sudah mati saat perang itu dan aku hanya sendiri."
"Kirt apa kamu marah padaku, aku minta maaf tapi dulu aku juga tidak bisa berbuat apapun karena aku di tangkap dan di jadikan budak, sekarang aku sudah bebas kita bisa bersama lagi, aku sudah mencarimu selama bertahun-tahun."
"Tidak aku tidak marah tapi tolong jangan cari aku lagi, sekarang aku sudah memiliki jalanku sendiri dan Kakak sebaiknya kakak juga mencari jalan kakak sendiri dan lupakan aku, itu yang terbaik untuk semua orang."
Kirt kemudian sedikit menyising lengan bajunya ke atas agar Dominic dapat melihat simbol di sana, dan Tentu daja Dominic sangat terkejut saat melihat gambar tiga gagak yang terbang mengitari sebuah lingkaran.
"Circle Crow, Kirt kenapa kamu bergabung dengan para penjahat itu, oh aku mengerti kamu pasti terpaksa melakukannya untuk bertahan hidup, baiklah kakak bisa mengerti itu dan belum terlambat untuk keluar dari Circle Crow dan ikut bersamaku."
Kirt Menggelengkan kepala dan berbicara.
"Kakak aku tidak bisa kembali karena ini untuk kebaikan semua orang."
"Kebaikan semua orang, Kirt sadarlah Circle Crow itu adalah penjahat, mereka telah menyengsarakan banyak orang dan kamu pasti tahu itu, aku sangat mengenalmu kamu dulu adalah anak yang sangat baik."
"Kakak percayalah aku sudah berubah dan aku memang harus melakukan hal ini dan suatu hari nanti kakak pasti akan mengerti alasannya, jadi selamat tinggal."
Kirt langsung berlari menuju ujung gang dan dengan cepat beberapa kuda terlihat belari melintas dan Kirt langsung menyambarnya menaiki kuda itu dan pergi menjauh, Dominic sekuat tenaga berlari mengejar dan berteriak kearah saudaranya.
"Tunggu apa maksudnya itu, Kirt kembalilah..!"
Dominic terlihat kacau setelah selama bertahun-tahun dia terus mencari adiknya yang hilang dengan menyelamatkan banyak budak yang di perdagangkan oleh Circle Crow tapi adiknya ternyata telah tersesat ke jalan yang salah.
"Tuan Kirt apakah anda baik-baik saja.?"
"Ya aku baik-baik saja, kurasa ini memang yang paling benar untuk menjauhkan masalah dari Kakaku."
"Begitu jadi ini juga demi kebaikannya, Circle Crow memang terlalu berbahaya meskipun kita sudah berhasil menyusup dan mengendalikan sebagiannya dari dalam tapi sebagian lagi masih terlalu sulit, kita tidak boleh bertindak gegabah."
"Baiklah kita kembali ke selatan sekarang."
"Ke selatan lalu bagaimana dengan tugas palacakan kita.?"
"Gadis itu sudah di temukan dengan selamat."
"Hah.. jadi semua yang kita lakukan di sini adalah hal yang percuma, dasar apa para petinggi tidak tahu kalau kita harus mengambil resiko besar hanya untuk melakukan penyelidikan ini."
"Sudahlah lagi pula aku cukup puas setidaknya aku mengetahui kalau aku masih memiliki seorang saudara."
"Ya kupikir itu mamang cukup bagus untuk anda tuan Kirt."
Kirt Johan dan Dominic Johan dua saudara yang berjalan di jalan yang sulit dan saling berseberangan, meskipun sebenarnya Kirt sudah tahu kalau ujung jalan yang sedang dia lalui akan menuju ke arah yang sama dengan yang di tuju oleh Kakaknya Dominic.
__ADS_1
.