GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
132.2 Peninggalan Kerajaan Galdamar


__ADS_3

Orc bukanlah mahkluk bodoh mereka memiliki kecerdasan yang hampir setara dengan mahkluk cerdas lainya, tapi meskipun begitu orc sangat di benci karena memiliki hampir semua sifat jahat, mereka suka menyerang dan menghancurkan karena serakah dan iri terhadap kemajuan mahkluk cerdas lain.


Manusia, Elf, Dwarf dan hampir semua mahkluk di dunia lainya memiliki pertentangan dengan ras orc.


Arfandra pemimpin suku white Elf hutan Nordell juga sangat kawatir dengan kembalinya Orc di wilayahnya, untuk itulah ia rela bekerja sama dengan para petualang dari Republik Navia Utara yang sering bertentangan dengan Elf.


Reruntuhan dan kastil Nakrom yang telah di huni para Orc kini mulai terlihat aktif, Para Orc mulai membenahi beberapa bagian dari benteng itu dengan kayu dan bebatuan, suara benturan logam juga terdengar dari dalam kastil kemungkinan beberapa orc juga mulai menempa logam dan baja untuk di jadikan senjata dam zirah mereka.


Salah satu pemimpin Orc yang bernama Xermog berada di dalam kastil itu, ia dan pasukanya sangat berambisi untuk membangun kembali kejayaan ras Orc seperti masa lalu untuk itulah ia membawa sebagian pasukan Org keluar dari persembunyian mereka.


"Tragrumelka ja marmar.?" (Musuh mengintai.)


Seorang Org mengatakan itu dalam bahasa orc saat melihat para Blarok yang mereka pelihara menggeram karena menyadari ada semacam bahaya yang mengintai mereka.


Beberapa Org langsung bersiap menunggangi Blarok saat melihat beberapa ras Elf dari kejauhan dan mereka langsung mengejar para white Elf sambil berteriak.


"Elf grumelka, xel muxad iarak.!" (Elf musuh, kita bunuh mereka.)


"Muxad iarak..!" (Bunuh mereka.)


Sementara Arfandra yang memimpin para white Elf segera memberikan perintah pada pasukanya untuk melarikan diri memancing Orc yang mengejar menggunakan Blarok pergi sejauh mungkin dari kastil Nakrom.


Para white Elf segera bergegas menuju daerah dengan tebing-tebing bebatuan, mereka melompat dan memanjat dengan lincah di antara celah tebing-tebing itu dan Blarok yang berada di bawah celah bebatuan terus berusaha melompat mengejar para Elf, tapi bebatuan yang licin dan sempit sangat menyulitkan Blarok dan Org di sana.


Di benteng Nakrom Antonio dan para petualang bersiap melakukan serangan karena sebagian besar Blarok yang cukup sulit untuk di hadapi sudah terpancing.


"Hunus senjata kalian kita maju sekarang.!"


"Yahh kita musnahkan mereka.!"


"Serang..!!"


John Herman petualang Warrior tinggkat emas segera memimpin mengerahkan petualang melakukan serangan kejutan dan mereka semua berlari menyerbu para Orc di benteng Nakrom.


"Grulmelka Darkam..!" (Musuh datang.)


Seorang Org yang bertugas mengawasi meneriakan itu saat melihat serbuan petualang manusia yang berlari mendekat.


"Maju habisi mereka..!"


"Para pemanah bersiap kita hancurkan mereka selagi mereka masih belum siap.!"


"Yahh..!"


Panah melesat menghujani sekumpulan orc yang terlihat di luar kastil, sebagian besar para petualang dari kota Wraska adalah kelas pemburu dan kemampuan memanah mereka berada di atas rata-rata hingga sebagian besar anak panah dapat tepat mengenai tubuh orc.


"Maju serang..!!"


John Herman bersama petualang yang ia pimpin dengan cepat sampai di depan kastil dan langsung beradu senjata dengan para Orc di sana.


Serangan kejutan yang begitu cepat mengejutkan para Orc yang belum bersiap dan sebagian orc masih berada di dalam kastil karena orc belum sempat meniup terompet tanda adanya serangan besar ke arah kastil.


Para penyihir yang di pimpin oleh nona Helena juga membantu penyerangan mereka melemparkan sihir jarak jauh yang cukup kuat untuk menghancurkan beberapa orc sekaligus, para Priest juga merapalkan sihir perlindungan pada para petualang lain dan menyembuhkan mereka dengan sihir light healing.


"Pangeran Antonio..?"


"Praska kita juga harus maju, Marta, Zaza, Erin dan Anastasia berikan dukungan selama kita menyerbu ke dalam kastil."


"Baik kapten..!"


Antonio yang mengendarai singa Nimea serta rekan-rekannya yang mengendarai kuda segera bergegas maju melewati para Orc dan petualangan yang sedang bertempur, kelompok Antonio langsung menrobos masuk ke dalam kastil melalui pintu gerbang depan yang terbuka lebar.


"Rarrrr....!!?"


Auman singa Nimea yang begitu dahsyat menggetarkan seluruh ruangan pertama kastil di mana para orc langsung tertegun seolah membeku ketakutan.

__ADS_1


"Serang mereka..!!"


Antonio berteriak memberikan perintah untuk menyerang dan Zaza segera melontarkan banyak anak panah ke arah para Orc serta Marta juga Anastasia menyeeang dengan serangan sihir.


Pertempuran di ruang depan kastil terjadi dan beberapa petualang lain yang sudah menghabisi orc di depan juga mulai menyerbu masuk ke dalam kastil karena pertahanan orc di kastil itu sudah tertembus.


"Praska berikan dukungan padaku kita akan terus maju.!"


Antonio juga rekan-rekannya maju mengendarai tunggangan mereka menerobos sekumpulan orc di ruangan luas itu.


"Lirake guldum iarak hogmar, muxad muxad iarakar..!" (Jangan biarkan mereka maju, bunuh bunuh mereka semua.)


Orc yang baru muncul dari ruangan lain segera berteriak maju di depan menyerbu tapi Praska dengan kudanya menerjang menerobos dan menghabisi para orc dengan tombak. serangan kejutan itu membuat para orc tidak dapat menyiapkan Formasi mereka.


Antonio dan beberapa petualang mendukung serangan Praska dari samping tapi musuh juga cukup kuat dan berhasil menghadang pintu masuk ke ruangan utama atau ruangan singgasana. hingga kuda yang di tunggangi Praska berhasil di jatuhkan oleh pasukan orc tapi Antonio dengan singa Nimea segera melompat menerjang para Orc di dekat Praska yang terjatuh.


"Praska kamu masih bisa bertarung.?"


"Tenang saja aku masih bisa menghabis para orc brengsek itu!. Pangeran Antonio teruslah maju.!"


"Baik aku mengerti.!!"


"Rarrr...?!"


Dengan gagah berani singa Nimea mengaung keras di depan sekumpulan orc dan mengitimidasi dengan sosok besar dan tangguh itu.


Antonio melompat membiarkan singa Nimea mengamuk mencakar dan mencabik sekumpulan orc sementara ia bergerak menggenggam erat pedang besar hell fire mengarahkan ujungnya membakar para orc dengan skill fire burs.


Orc berteriak, menjerit dan terbakar oleh api merah dari kekuatan pedang hell fire sementara Antonio menerjang maju bersama pasukan petualang yang gagah berani mengikuti di belakang pangeran Antonio dengan penuh percaya diri.


Orc yang terkenal tangguh tampak kebingungan dan merasakan takut karena segerombolan manusia yang menyerbu mereka bukanlah pasukan sembarangan. petualang adalah orang-orang dengan spesialisasi berburu dan berhadapan dengan monster berbahaya, untuk itulah kehebatan dan kemampuan bertarung mereka sangatlah baik.


Xermog pemimpin gerombolan orc terlihat marah, ia berteriak memerintahkan para bawahannya untuk maju mempertahankan kastil.


"Burahma Ogre ar Trollo birhak.!" (Bawa Ogre dan Troll kemari.)


Antonio muncul di ruangan singgasana bersama Praska dan para petualang. Saat ini jelas terlihat jumlah pasukan Orc dan para petualang terlihat seimbang, tapi ada yang mencolok di antara para orc itu. Tiga Troll dan lima ekor Ogre berdiri dengan tubuh besar mereka,


Ogre dan Troll rata-rata memiliki tinggi tiga hingga lima meter dengan tubuh gemuk dan besar serta dapat menggunakan senjata seperti gada, berbeda jauh dari para orc yang memperbudak mereka yang hanya seukuran manusia dengan bentuk tubuh yang hampir serupa.


"Troll.. pangeran Antonio para orc ternyata juga memiliki Troll, mereka akan sangat menyulitkan untuk kita hadapi."


"Benar Praska aku bisa melihatnya."


Antonio menjawab Praska lalu John Herman yang baru menyusul berkomentar setelah melihat gerombolan musuh yang menghadang di depan singgasana kastil Nakrom.


"Aiayae.. sepertinya para mahkluk jelek telah bersatu dan berkumpul di depan kita, haruskah aku memuji aliansi mahkluk-mahkluk jelek itu."


"Hahaha.. sepertinya Tuan John Herman tampak bersemangat apakah anda dapat menghadapinya."


"Pangeran Antonio aku adalah petualang tingkat atas akan sangat memalukan bila aku mundur dari seekor monster lamban seperti itu."


"Baiklah John Herman anda boleh menghadapi salah satu Troll itu aku akan menghadapi yang satunya."


"Kalau begitu pangeran Antonio itu masih ada satu Troll lagi, siapa yang akan menghadapinya."


John Herman bertanya dan Antonio melihat Yolga dan nona Helena karena mereka adalah petualang yang setingkat dengan John Herman.


"Aku Yolga adalah pemanah dan tidak punya cukup kemampuan untuk menghadapi Troll jadi jangan lihat aku."


"Nona Helena.?"


"Tubuhku akan di hancurkan sebelum aku menyelesaikan mantra sihirku."


Yolga dan Praska terlihat tidak mau menghadapi Troll yang tangguh dan mereka jelas termasuk jajaran petualang paling kuat di guild kota Wraska jadi yang lain pasti juga tidak mampu, Marta dan Anastasia yang merupakan pertarungan dengan tipe sihir pendukung juga tidak bisa, jadi Antonio berbicara.

__ADS_1


"Huh.. ini sulit karena aku juga tidak bisa menghadapi keduanya sekaligus.


dan masih ada pemimpin Orc di sana."


"Rarrr..!!"


Singa Nimea muncul setelah mencabik-cabik seekor orc dengan kuku dan taringnya dan berjalan dengan waspada menatap salah satu giant monster di sana dan Antonio menyadari sepertinya singa Nimea sudah menargetkan salah satu Troll itu.


"John Herman sepertinya kita sudah punya kandidat untuk melawan Troll yang satunya."


"Hahaha sepertinya kucing peliharaan pangeran Antonio juga tidak mau ketinggalan untuk bermain, baiklah petualang yang lain kalian hadapi para Orc dan Ogre itu dan jauhi para Troll kami yang akan tangani mereka."


"Baik kami mengerti..?!


Para petualang di sisi pangeran Antonio bersiap tapi pemimpin para Orc tiba-tiba berdiri dan berbicara.


"Krasmak rasmanas dliskus darkam du birhak ra adlakarak, rak Xermog Craka muxad krasmak rasmanas." (Kalian manusia berani sekali datang ke kemari dan menyerangku, aku Xermog akan membunuh kalian manusia.)


Para petualang mendengar itu dan mereka tidak mengerti apa yang di katakan orc itu tapi Antonio yang bisa memahami semua bahasa dari ras cerdas di dunia ini tahu dan berbicara di pada para Orc dengan bahasa mereka.


"Krasmak Orcda lahak adlakar rasmanas, rak Gradulka ar Lamaria Gradulka Antonio Losta tra saxra murnaz, rak craka umuxadal liran.!" (Kalian para Orc telah menyerang manusia, aku pangeran dari Remaria pangeran Antonio Losta tak bisa menerimanya, aku akan menghentikan kalian.)


"Gradulka Antonio Losta ra Lamaria, hobre rakbrok kras ura Gradulka wul ar xelmati slognir birhak, rak Xermog fraja Melmazi, bak dimqozdar gradulka Antonio birhak taramal gilmuxad, Oruk adlakar.!" (Pangeran Antonio Losta De Remaria tidak aku sangka kamu pangeran jauh dari selatan sampai kemari, aku Xermog merasa tersanjung, tapi sayangnya pangeran Antonio kemari hanya untuk di bunuh, Orc serang.)


Xermog memerintahkan menyerang dan Antonio segera bersiap dengan para petualang.


"John bersiap mereka datang, Praska kamu pimpin para petualang yang lain."


"Baik..!"


Pasukan Orc yang bersama Troll dan Ogre maju menyerang begitu juga rombongan petualang yang di bawa pangeran Antonio dan pertempuran hebatpun di mulai.


>>>>>>


Pasukan kerajaan Remaria yang di bawah komandan Eriela dan pasukan Republik Navia Utara bergerak meninggalkan kota Wraska tak lama setelah mereka berlabuh di sana, mereka pergi ke selatan mendekati wilayah hutan Nordell dekat perbatasan kerajaan Navia untuk mencari pangeran Antonio.


Tapi dua pasukan besar itu tidak sendiri karena pasukan assassin dari kerajaan Navia yang di pimpin oleh Azel juga telah lebih dulu mendengar keberadaan pangeran Antonio di hutan Nordell, jadi mereka berada di sana dan melacak pangeran itu, tapi dalam pencarian itu mereka menjadi sangat kawatir karena ada pasukan besar yang berbendara kerajaan Remaria dan Republik datang mendekat.


"Tuan Azel bagaimana sekarang.?"


"Mereka pasti juga sedang mencari pangeran Antonio tapi kenapa mereka mengerahkan pasukan sebesar itu, apakah mungkin keberadaan kita yang mengincar pangeran Antonio sudah di ketahui oleh pihak musuh.?"


"Itu mungkin saja tapi tuan Azel lihatlah pasukan sebesar itu pasti tidak mungkin hanya untuk mencari dan mengawal pangeran Antonio seorang.?"


Azel juga berpikir begitu karena jumlah pasukan itu terlalu besar.


"Mungkinkah persiapan dan penempatan pasukan untuk rencana penyerangan terhadap Republik sudah di ketahui oleh pihak Republik dan untuk itulah prajurit Republik bergerak ke berbatasan untuk menghadang pasukan Kerajaan.?"


"Ini gawat tuan Azel kalau memang seperti itu kita harus mengirimkan pesan kepada Perdana Menteri.?"


"Tapi bila kita salah ini akan menjadi masalah untuk kita, sebaiknya kita laporkan saja pergerakan pasukan Republik kepada pasukan kerajaan di dekat perbatasan, itu akan lebih cepat."


"Apakah tidak masalah bila tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada pihak kerajaan kita.?"


"Tidak itu tidak perlu karena prajurit di dekat perbatasan juga akan langsung mengirimkan utusan untuk menyampaikanya, lagi pula penyerangan terhadap Republik tidak bisa di batalkan."


"Baiklah tuan Azel lalu sekarang bagaimana dengan pencarian pangeran Antonio untuk membuatnya meninggalkan Republik.?"


"Kita tunda dulu karena kita tidak mungkin mengincar pangeran Antonio dengan pasukan sebesar itu membayanginya, lagi pula meskipun kita menemukan pangeran Antonio bagaimana cara kita untuk membuatnya pergi dari negeri ini.?"


"Itu benar kita juga tidak bisa memaksa seorang pangeran yang dapat berubah menjadi seekor naga, kita hanya akan di bantai seperti sebelumnya."


Azel dan para Assassinya sebenarnya sudah mengetahui keberadaan pangeran Antonio tapi mereka tidak punya cukup keberanian untuk bertindak jadi mereka terus berpura-pura tidak menemukannya.


Pasukan Remaria dan Pasukan Republik bergerak ke perbatasan dalam jumlah besar, sebenarnya tuan Carlos merasa bersalah karena tidak bisa mengawasi pangeran Antonio jadi ia mengirimkan banyak pasukan agar dapat segera menemukanya.

__ADS_1


Komandan Eriela juga sangat terkejut setelah mendengar dari kapten Abraham nengenai apa yang di lakukan pangeran Antonio yang dengan berani mengunjungi Ibukota Elius bahkan sampai di incar oleh para Assassin kerajaan Navia.


__ADS_2