
Pertempuran pasukan yang di pimpin Jendral Cristian dan Pasukan milisi Lopak berlangsung sangat intens, Pasukan sisa kekaisaran yang memiliki kemampuan hebat terus bertempur sekuat tenaga meskipun itu tidak akan berlangsung lama karena Pasukan Pertahanan kota dan milisi mendapatkan lebih banyak bantuan dari pasukan Red Vivern yang berhasil menerobos ke belakang benteng.
Sementara itu tidak ada yang mengganggu duel antara pangeran Antonio dan Jendral Cristian, pertarungan mereka berdua begitu hebat tapi pangeran Antonio dapat mengalahkan Jendral Cristian karena memiliki keunggulan dari kekuakan dan perlengkapan hebatnya.
Jendral Cristian jatuh tersungkur setelah pedang besar Antonio menembus tubuh Jendral dari Kasmaldia itu dan Antonio menatap Jendral Cristian yang sudah mendekati ajalnya.
Darah menyembur dari mulut Jendral Cristian saat dia terbaring dan ingin berbicara pada sang pangeran Antonio yang mengalahkanya.
"Huk.. pangeran Antonio aku telah berbuat sangat banyak dosa besar mungkin dewa tidak akan memaafkanku huk huk.?!"
Jendral Cristian masih berjuang untuk berbicara sebelum ajal menjemputnya.
"Pangeran Antonio aku merasa sangat malu atas semua yang telah aku lakukan selama aku masih hidup huk..?!"
"Jendral Cristian kamu memang telah melakukan banyak dosa besar dalam perjuanganmu agar terus bisa bertahan hidup, pilihanmu mengikuti kuil Sirak telah membuatmu semakin jauh tersesat hingga sulit kembali, aku Pangeran Antonio mengerti penyesalan di hatimu dan aku memaafkanmu pergilah dengan tenang sebagai seorang prajurit."
Jendral Cristian terlihat tersenyum dan berbicara sebelum napas terakhirnya.
"Huk..!? terimakasih pangeran dengan begini aku merasa sedikit lega untuk pergi ke selamanya."
Jendral Cristian menghembuskan napas terakhirnya setelah mengatakan itu pada pangeran Antonio.
Jendral Cristian dan seluruh pasukanya berhasil di kalahkan begitu juga Pasukan Cleric kuil Sirak yang telah terkepung oleh pasukan Red Vivern di atas benteng, tapi sebagian penduduk yang di sandera di atas benteng tidak berhasil selamat dan itu bukanlah kesalahan Pasukan Red Vivern Remaria karena mereka telah berjuang keras untuk menyelamatkan sandera sebanyak mungkin.
Sementara itu terdengar suara yang sangat keras seperti sesuatu yang menghantam gerbang kota dari bawah tanah yang berada tidak jauh dari tempat Antonio dan Pasukan kota Lopak berada.
Pasukan Paladin kuil Doronta yang terus berjuang menghancurkan gerbang kota lopak akhirnya berhasil, sebuah sihir tanah mendobrak dari bawah menghancurkan gerbang besar itu.
Jendral Mariana segera maju untuk memimpin pasukan besarnya menerobos masuk ke belakang benteng tapi dia melihat sesuatu yang mengejutkan sebuah Pasukan besar telah berada di belakang gerbang itu dan mereka seperti baru selesai melakukan pertempuran karena sebagian Pasukan itu terluka dan Pasukan musuh yang sebelumnya di atas benteng bersama Paladin kuil Sirak telah terbaring berserakan tidak bernyawa.
Antonio berdiri di depan Pasukan milisi kota Lopak dan Jendral Mariana mendekat perlahan mengamati dan dirinya tidak pernah menyangka suara pertarungan yang sebelumnya telah di laporan seorang Paladin kuil Doronta adalah pertempuran yang di lakukan Pasukan milisi yang di pimpin oleh pangeran Antonio di belakang gerbang, jendral Mariana tidak pernah berpikir kalau pangeran dari Remaria itu sudah berada di dalam kota Lopak.
Jendral Mariana terlihat penuh pertanyaan dan akan berbicara pada pangeran Antonio yang terlihat masih memegang pedangnya yang tertancap di tanah sambil tersenyum menatap Jendral Mariana.
"Apa maksudnya semua ini pangeran Antonio mengapa anda bisa berada di sini."
"Jendral Mariana apakah hal itu perlu di tanyakan lagi, aku berada di sini di kota Lopak bersama rakyatnya untuk berjuang serta membebaskan saudara mereka yang di sandera kuil Sirsak, justru aku yang seharusnya heran untuk apa anda datang kemari bersama tiga kuil besar."
Jendral Mariana terlihat menatap dengan serius pangeran Antonio tapi tidak ada yang dapat menyangkal Pasukan milisi kota Lopak yang berada bersamanya serta Pasukan udara Remaria yang memberikan dukungan untuk menyelamatkan penduduk yang di sandera.
"Pangeran Antonio jelas kami di sini untuk menyerang kuil Sirak dan membebaskan kota Lopak dari tirani."
"Itu sudah terlambat dan tidak perlu lagi karena aku di sini bersama pasukanku serta seluruh penduduk Lopak sudah melakukanya."
"Yang mulia Pangeran Antonio anda tidak bisa mengklaim kemenangan di kota Lopak sendiri Pasukanku juga telah bertempur serta berkorban nyawa dalam membebaskan kota Lopak dari kuil Sirak."
Antonio masih tersenyum melihat kekesalan dari Jendral Mariana terhadap dirinya.
"Membebaskan kota Lopak kata-kata anda itu terdengar sangat berbeda dengan menyelamatkan penduduk kota Lopak yang aku dan Pasukanku lakukan, apakah hanya kota ini saja yang anda pikirkan lalu bagaimana dengan rakyat di dalamnya."
Antonio sedikit menyinggung tujuan Pasukan yang berada di depanya dan Jendral Mariana terlihat akan berbicara untuk membela dirinya.
__ADS_1
"Pangeran Antonio jelas kami melakukanya juga untuk kebaikan rakyat kota Lopak, jangan memberikan kata-kata yang membuat kami terlihat buruk."
"Begitukah tapi Jendral Mariana aku hanya mengatakan kebenaranya, karena bila anda memikirkan keselamatan penduduk kota Lopak apa yang telah anda lakukan sangatlah berbeda dengan kata-kata yang barusan anda ucapkan, semua orang telah melihat bagaimana anda memerintahkan penyerangan ke atas benteng mengabaikan semua penduduk yang menjadi sandera di sana."
"Cukup pangeran Antonio anda sudah sangat keterlaluan."
Antonio hanya diam dengan senyum menghadapi Jendral Mariana yang bersama tiga Pasukan Paladin dari tiga kuil berbeda yang terlihat sangat marah menatapnya.
Semua orang dari kota Lopak juga menyaksikan keberanian pangeran Antonio yang terlihat tidak gentar terhadap tekanan Pasukan besar di depanya, tapi tidak ada yang dapat menyangkal kejadian di benteng kota Lopak dan penduduk kota Lopak memberanikan diri untuk mendukung pangeran Antonio pahlawan yang telah menyelamatkan mereka.
"Pangeran Antonio benar aku adalah salah satu orang yang di sandera kuil Sirak di atas benteng dan sebelum Pasukan udara Remaria milik pangeran Antonio datang menyelamatkan kami, Pasukan dari kerajaan Arfen malah menyerang dengan anak panah dan saudaraku yang ikut di ikat terbunuh karena serangan itu."
"Benar kami semua juga menyaksikan itu, Pasukan kerajaan Arfen datang bukan untuk menyelamatkan kami tapi mereka datang untuk menyerang penduduk yang di sandera."
"Sebelumnya aku juga berpikir Pasukan Kerajaan Arfen sudah datang dan akan menyelamatkanku serta yang lain yang juga di sandera, tapi tidak mereka malah menyerang diriku yang di ikat dan di gantung di atas benteng, apakah nyawa kami tidak ada artinya bagi kalian orang brengsek dari kerajaan Arfen."
"Pasukan Kerajaan Arfen hanya menginginkan kota dan tanah Lopak tanpa memikirkan kami penduduk yang di tinggal di sini."
"Pergi kalian orang-orang brengsek, kami tidak percaya pada kalian."
"Benar kami di sini sudah punya pangeran Antonio yang akan melindungi kami rakyat kota Lopak, kami tidak butuh orang kejam seperti kalian yang tidak ada bedanya dengan kuil Sirak."
Cacian dan makian di lemparkan oleh penduduk kota Lopak terhadap rombongan pasukan dari kerajaan Arfen yang terlihat sangat marah dan Antonio kemudian berbicara pada Jendral Mariana dan pasukanya.
"Kalian sudah dengar sendiri bukan seluruh rakyat kota Lopak tidak menerima kalian di sini, jadi untuk apa kalian masih berdiri di sana."
Jendral Mariana dan pasukanya merasa marah dan sangat terhina setelah perjuangan mereka tidak di hargai dan malah mendapatkan cacian serta makian dari rakyat kota Lopak.
"Pangeran Antonio apakah anda ingin menguasai kota dan wilayah lopak untuk anda sendiri, aku tidak bisa membiarkan anda melakukan hal itu."
Jendral Mariana mengatakan itu karena misinya adalah untuk mendapatkan wilayah Lopak kembali ke tangan Kerajaan Arfen sehingga dia tidak bisa pergi begitu saja tapi pangeran Antonio menyulitkan tugas itu, dan pangeran Antonio dengan sedikit tawa di berbicara.
"Hahaha.. Jendral Mariana siapa yang tidak menginginkan sebuah tanah di dataran Tandora, bukankah anda dan kerajaan Arfen serta semua kerajaan lain di benua barat juga sangat menginginkanya, lalu apa salahnya bagiku bila memiliki hasrat serupa apalagi seluruh rakyat di sini juga tidak keberatan dengan diriku."
Pangeran Antonio telah mengakui kalau dirinya menginginkan kota Lopak dan berniat menguasainya.
"Pangeran Antonio anda telah melakukan sebuah invasi berarti anda telah melakukan hal tidak benar dengan ini kami Pasukan kerajaan Arfen beserta Pasukan dari tiga kuil besar tidak akan dapat di salahkan bila menindak tegas anda."
"Hahaha.. menindak tegas diriku itu sangat lucu, lagipula bagaimana dengan dirimu yang telah menyerang dan merebut wilayah Meurak bukankah itu juga merupakan kejahatan yang anda lakukan, berarti aku juga punya alasan untuk memberikan hukuman pada anda dan kerajaan Arfen, aku bukanlah orang bodoh yang akan mengalah pada orang yang merasa dirinya punya kekuatan dan kekuasaan yang besar, aku akan berjuang untuk keadilan yang setara."
Jendral Mariana tidak dapat membantah hal itu tapi yang membuat dirinya heran bagaimana pangeran Antonio mengetahui kalau pasukanya telah merebut wilayah Meurak.
"Pangeran Antonio kami melakukanya atas persetujuan dari tiga kuil besar mereka menjadi saksi kalau kami melakukan semua itu atas dasar kebenaran."
Jendral Mariana mengatakan itu untuk melakukan pembelaan atas invasi yang dia lakukan karena memang benar kerajaan Arfen memang melakukan kerjasama dengan tiga kuil besar dan membawa mereka untuk membenarkan semua kejahatan itu, tapi pangeran Antonio tidak dapat di bodohi dengan hal konyol seperti yang di katakan Jendral Mariana.
"Kalau begitu Jendral Mariana, seluruh rakyat dari wilayah Silmarin, Bolvak dan Lopak bahkan Meurak yang telah anda kuasai itu akan menjadi saksi untuku, jangan berpikir mereka akan membela anda karena rakyat di wilayah ini telah berada bersamaku."
Jendral Mariana terkejut dengan pernyataan itu, memang kesaksian seluruh rakyat Lopak lebih kuat dan tidak terbantahkan tapi bukankah berita yang beredar di benua barat mengatakan kalau pangeran Antonio menginvasi wilayah Silmarin dan Bolvak secara paksa.
"Mereka tidak mungkin akan membela anda pangeran Antonio semua orang tahu anda telah melakukan kejahatan pada semua penduduk Silmarin dan Bolvak."
__ADS_1
"Untuk saat ini Jendral Mariana tapi tidak lama lagi semua orang di benua barat akan segera mengetahui kebenaranya dan anda telah melakukan kesalahan besar dengan datang kemari."
Jendral Mariana tidak mengerti dan berpikir apakah informasi yang tersebar di benua barat itu adalah sebuah kebohongan, tapi siapa yang telah berani menyebarkan berita bohong yang begitu besar, kesalahan besar apa maksudnya kata-kata itu apakah berita itu hanyalah sebuah propaganda dan sebuah umpan untuk semua kerajaan di benua barat.
Tidak mungkin bila kerajaan Remaria tidak melakukan kejahatan perang semua orang akan segera tahu dan kerajaan Arfen yang terpancing untuk melakukan hal yang hampir serupa yang akan mendapatkan kecaman, apa lagi setelah kejadian di benteng kota Lopak.
"Jendral Mariana apakah anda sudah menyadari sesuatu, sebaiknya anda segera membawa pasukan anda pergi atau anda akan sangat menyesal nanti."
Sebelumnya Antonio terus mengirimkan bantuan dari kerajaan Remaria untuk rakyat di bagian barat tanah Tandora semenjak kerajaan Silmarin menjadi kerajaan bawahan, semua penduduk akan membela pangeran Antonio dan kerajaan Remaria atas semua kebaikan itu.
"Pangeran Antonio anda dapat menang sekarang tapi jangan harap kerajaan Arfen akan diam saja setelah semua ini, kami pasti akan kembali."
"Arfenia kita pergi..!?"
Pasukan di bawah Jendral Mariana pergi meninggalkan kota Lopak mengikuti Perintahnya, Jendral Mariana tidak bisa melakukan pertarungan saat ini meskipun pasukanya lebih kuat dengan dukungan tiga kuil berbeda, tapi saat ini ada sangat banyak para pencari berita yang sudah mendekati lokasi bekas pertempuran untuk merekam dengan alat sihir dan di siarkan di seluruh benua, Jendral Mariana tidak bisa membiarkan Pasukan kerajaan Arfen lebih terhina lagi lebih dari ini.
"Pangeran Antonio mereka semua telah pergi, anda sangat hebat dan berani sekali menantang Pasukan kerajaan Arfen sebesar itu."
"Tuan Sebastian aku berani karena aku benar."
"Tentu saja yang mulia Pangeran Antonio selalu benar dengan kebijaksanaan dan kebaikan hati anda."
Sementara itu sudah banyak rombongan pencari berita yang melihat dan merekam pangeran Antonio di gerbang kota Lopak dan seorang bangsawan yang di dampingi beberapa petualang yang bertugas sebagai Pasukan bayaran mendekat ke tempat pangeran Antonio.
Antonio berpikir apakah Pasukan bayaran yang di bawa bangsawan dengan lambang kerajaan Palanka itu adalah pasukan yang mengawal rombongan pencari berita, Antonio tidak bisa menolak bangsawan itu di kota Lopak bila memang benar seperti dugaanya.
"Yang mulia Pangeran Antonio aku adalah bangsawan Lenin dari kerajaan Palanka, aku di kirim ke wilayah Tandora untuk mengawal rombongan pencari berita juga menyelidiki tentang kebenaran invasi yang anda lakukan di wilayah Silmarin dan Bolvak apakah anda ingin memberikan keterangan untuk itu, tentu saja setelah mendengar percakapan anda dengan jendral Mariana aku merasa kalau semua berita buruk tentang anda adalah kebohongan."
Antonio melihat bangsawan Lenin dan berbicara padanya.
"Bangsawan Lenin jadi benar anda hanya mengawal rombongan pencari berita, baiklah aku akan beri tahu aku memang telah mengambil alih Silmarin dan Bolvak serta saat ini aku juga akan mengambil alih kota Lopak, terserah semua pencari berita akan memberitakan apa tentang apa yang aku lakukan, silahkan semua orang datang dan mencari tahu sendiri dari semua penduduk wilayah bagian barat tanah Tandora."
Para pencari berita terlihat cukup terkejut dengan pernyataan dari pangeran Antonio yang tidak membantah tentang invasinya.
"Tunggu maksudnya semua berita tentang anda yang tersebar di benua barat adalah kebenaran."
Antonio tersenyum atas pertanyaan itu dan berbicara.
"Hahaha bukankah sudah aku katakan kalau kalian serta semua orang di benua barat ingin mengetahuinya silahkan datang sendiri dan bertanya pada rakyat di tanah Tandora, aku tidak perlu melakukan pembelaan apapun biarkan semua orang di sini di tanah Tandora yang mengatakanya untuku."
Antonio mengatakan itu karena tahu bila orang lain atau penduduk yang punya hubungan dengan kasus berita bohong tentang Pangeran Antonio yang mengatakanya itu akan berdampak berbeda dari pada Antonio sendiri yang melakukan pembelaan, karena siapa yang akan percaya pada pembelaan dari tersangka yang di tuduh melakukan kejahatan, biarkan rakyat yang di katakan telah mendapatkan kejahatan dari Pangeran Antonio yang membela pangeran Antonio sendiri, itu akan membalik semua tuduhan itu.
"Lalu apa yang akan pangeran Antonio lakukan."
"Aku akan sedikit sibuk sekarang untuk menyiapkan pasukan yang akan mempertahankan kota yang telah aku ambil alih ini, huh akan ada banyak ancaman yang akan datang tapi setidaknya aku tidak sampai menggunakan Pasukan rahasia yang sudah aku siapkan, kupikir setelah ini mereka dapat di gunakan untuk menjaga kota dari ancaman yang akan datang itu."
Antonio tahu kalau dirinya telah berbuat cukup jauh dengan menguasai tiga wilayah besar di Tanah Tandora kemungkinan kerajaan Tandora dan kuil Sirak tidak akan diam saja sekarang, kerajaan Arfen entah mereka akan kembali sebagai teman atau musuh juga tidak pasti, tapi kuil Glaria dan Kuil Ayarama sudah bersama kerajaan Arfen, kemungkinan pertentangan dengan Remaria sangatlah besar bila kerajaan Arfen sudah melakukan perjanjian dengan pihak Glaria dan Ayarama.
.
.
__ADS_1