GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
143.6


__ADS_3

Uskup biru Asgur terlihat terkejut karena ia tahu tongkat apa yang sedang di pegang pangeran Antonio dan langsung berbicara.


"Pangeran Antonio bukankah yang ada di tangan anda adalah tongkat Hegan yang tercatat dalam sejarah sebagai harta kerajaan Galdamar?" Kata Uskup Asgur.


"Oh tentu saja seorang uskup besar dan berwawasan luas seperti uskup Asgur pasti tahu tentang tongkat Hegan atau tongkat kebenaran yang membuat semua orang tidak dapat berbohong saat berbicara dengan orang yang memegang tongkat ini." Ucap Antonio dengan tersenyum.


Uskup biru Asgur menjadi sangat waspada karena ia tidak akan dapat mengatakan sesuatu secara sembarangan dan hanya bisa berbicara hal yang merupakan kebenaran karena kekuatan dari tongkat yang ada di tangan pangeran Antonio.


"Yang mulia pangeran Antonio apakah anda bermaksud untuk menggunakan tongkat itu kepada kami?" Tanya uskup biru Asgur.


"Uskup biru tentu seorang uskup tinggi dari kuil Arasia yang menjunjung tinggi kejujuran tidak mungkin akan takut dengan tongkat seperti ini bukan, karena itu akan menjadi hal bodoh bila seseorang uskup agung seperti anda mengatakan sebaliknya." Kata Antonio.


"Tapi pangeran Antonio hamba akan merasa tersinggung dengan hal itu karena menunjukkan ketidak percayaan anda kepada kami." Balas uskup biru Asgur.


"Uskup biru Asgur apa yang membuat anda tersinggung, aku membawa tongkat ini karena tahu anda sebagai perwakilan dari kuil besar Arasia yang menjunjung tinggi kejujuran tidak mungkin untuk berbohong di hadapan seorang pangeran, ya tentu saja itu tidak termasuk yang lain yang pernah atau bahkan masih bermusuhan denganku yang juga berada di sini, jadi uskup Asgur pasti mengerti mengapa aku harus tetap waspada kepada mereka dan ini bukan tentang anda seorang?" Kata Antonio sambil tersenyum.

__ADS_1


Uskup Asgur tidak bisa menentang logika itu karena keberadaan perwakilan dari kuil api Ayarama dan juga kuil Bumi Doronta di sana yang sempat menyerang kerajaan Silmarin yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Remaria dan jelas mereka masih dalam hubungan perang dengan pihak pangeran Antonio saat ini.


Uskup biru Asgur tidak berani untuk berbicara dan harus berpikir keras untuk apa yang harus dia katakan selanjutnya hingga pangeran Antonio berbicara lagi.


"Baiklah uskup biru Asgur kita kembali ke pertanyaanku, apakah dahulu mahkota Pylos sudah di berikan kepada Kaisar Golgota dari kuil Arasia dan tolong jangan menghinaku dengan tidak menjawab pertanyaan sederhana dari seorang pangeran sepertiku?" Tanya Antonio sambil tersenyum memukul-mukul tongkat Hegan ke tangan kirinya.


Uskup biru Asgur terlihat dengan wajah yang tidak terlalu senang karena jelas ia di paksa untuk menjawab pertanyaan itu dan bila tidak di jawab maka hubungan kuil Arasia dan pangeran Antonio kemungkinan akan menjadi renggang karena kata-kata yang sangat menyudutkan itu.


"Benar kuil Arasia kami memang memberikan mahkota Pylos kepada kaisar Golgota di masa lalu dan di tuliskan dalam sejarah benua barat." Jawab uskup Asgur


"Benar yang mulia pangeran Antonio dalam hukum warisan memang keturunan kaisar Golgota berhak atas mahkota Pylos yang dahulu merupakan milik leluhur anda." Jawab uskup Asgur yang terlihat sudah kehilangan ide agar mahkota Pylos di kembalikan kepada kuil Arasia.


"Pertanyaan terakhir untuk anda uskup agung Asgur, bila nanti aku sudah mendapatkan mahkota Pylos dan mengklaimnya menjadi milikku apakah aku berhak menolak siapapun juga termasuk kuil Arasia untuk tidak menyerahkan mahkota Pylos?" Tanya Antonio.


Uskup biru Asgur benar-benar sudah mengalami kebuntuan, semua kata-kata juga alasan dalam rencana mendesak pangeran Antonio agar menyerahkan mahkota Pylos kepada kuil Arasia bila ia berhasil mendapatkannya sudah hancur dari awal bahkan sebelum rencana itu di lakukan, semua karena kecerdasan pangeran Antonio yang sudah memperkirakan hal itu.

__ADS_1


"Benar yang mulia pangeran Antonio berhak menolak siapapun termasuk keturunan kaisar Golgota yang lain yang ingin meminta atau mengklaim hak atas mahkota Pylos bila anda yang merupakan pewaris sah kaisar Golgota berhasil mendapatkannya."


Tidak ada lagi yang dapat uskup Asgur lakukan dan kesempatan terbaik baginya adalah hanya dengan mendukung pangeran Antonio di masa depan demi kejayaan kuil Arasia.


"Bagus sekarang semua sudah jelas sejak awal dan tidak perlu di perdebatkan lagi di masa depan." Kata Antonio tapi Uskup Asgur masih ingin menyampaikan sesuatu.


"Yang mulai pangeran Antonio kekuatan mahkota Pylos sangatlah dahsyat dan dapat menimbulkan bencana di dunia jadi kami kuil Arasia ingin memastikan di masa depan anda tidak akan menggunakan kekuatan mahkota itu secara sembarangan." Kata Uskup Asgur yang menyampaikan keinginannya.


"Uskup Asgur aku akan menggunakan mahkota Pylos secara bijaksana dan untuk keinginan anda aku akan menolaknya karena kuil Arasia sudah tidak punya hak untuk sesuatu yang bukan miliknya lagi dan aku berhak menggunakan kekuatan mahkota Pylos karena itu adalah milikku, sudah cukup untuk membahas hal ini karena mahkota Pylos juga belum berhasil aku dapatkan." Kata Antonio membuat uskup Asgur bertambah kawatir tapi itu adalah hak dari pangeran Antonio di masa depan dan kuil Arasia sudah kehilangan jalan untuk ikut campur.


Perwakilan dari kuil Air Xandria, kuil Api Ayarama dan kuil Bumi Doronta yang masih berada di sana merasakan keresahan karena bahkan seorang uskup Asgur dari kuil angin Arasia yang terkenal sangat bijaksana di buat tidak dapat berbuat banyak untuk mendesak pangeran Antonio.


Antonio kemudian menatap para perwakilan itu yang terlihat tidak ingin menyampaikan sesuatu karena takut mengatakan kebohongan saat berbicara menghadapi pangeran Antonio yang pandai bermain kata-kata untuk menjebak lawan bicaranya.


"Baiklah aku pikir tidak ada siapapun yang akan menentang peraturan yang akan aku buat di kastil ini karena tempat ini adalah miliku dan tamuku tidak mungkin untuk bertindak tidak sopan di rumah orang lain bukan, jadi kita akan buat perjanjian tertulis bila ada pihak lain yang menginginkan sesuatu yang menguntungkan dari tempat ini karena jelas aku tidak suka pencuri yang diam-diam mengambil sesuatu dari rumahku." Kata Antonio yang jelas menegaskan ia akan membatasi semua orang di kastilnya bahkan pihak kuil karena tempat mereka saat ini adalah sebuah kastil yang menjadi rumah juga pusat pemerintahan pangeran Antonio di dunia iblis.

__ADS_1


__ADS_2