GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
143.4


__ADS_3

Terlihat sangat banyak Iblis dari ras Asmadeus yang berkumpul mengerumuni seseorang, mereka berteriak menyerang ke arah manusia yang sebelumnya telah menantang mereka.


Sudah lebih dari lima puluh iblis Asmadeus yang maju untuk bertarung, awalnya beberapa iblis yang merasa lebih kuat di antara mereka dengan bangga maju sendirian untuk menerima tantangan seorang pangeran manusia di depan mereka tapi akhirnya tubuh mereka terpotong dan mati mengenaskan saat bertarung, bahkan sejumlah iblis Asmadeus lain akhirnya mencoba menyerang bersama-sama mengepung manusia yang hanya sendirian tapi nasib mereka tidak berbeda jauh dari para iblis yang maju terlebih dahulu.


Antonio menebas iblis terakhir dari sekelompok Asmadeus yang maju untuk melawannya membuat semua Iblis lain yang berkumpul untuk menyaksikan pertarungan itu terlihat meringis ketakutan karena menyadari mahkluk yang sedang mereka lawan berbeda level dengan mereka dari segi kekuatan bertarung.


Antonio mulai melihat semua iblis yang masih di sekitarnya yang tampak ketakutan kehilangan kebanggaan mereka sebagai salah satu ras iblis yang terkuat di antara beberapa ras iblis cerdas lainnya di dunia iblis.


"Kalian para Iblis apakah masih ada lagi yang mau maju untuk melawanku?" Tanya Antonio kepada para Iblis Asmadeus itu tapi terlihat tidak ada yang cukup bodoh untuk maju menyerahkan nyawa mereka dan mati sia-sia.


Antonio masih terlihat menunggu beberapa saat untuk menyaksikan para iblis Asmadeus yang bingung dan saling melihat jadi Antonio kembali berbicara.


"Aku tahu kalian ras Asmadeus memiliki kecerdasan dan dapat berpikir dengan jernih untuk mempertimbangkan konsekuensi bila melawanku, jadi aku akan membiarkan kalian yang tersisa di sini untuk tetap hidup dan pulang ke rumah kalian masing-masing menjalani hidup kalian seperti biasa, tapi bila kalian masih berani untuk bertentangan denganku maka akan aku pastikan kematian setiap dari kalian jadi pergilah jaga keluarga kalian di rumah." Kata Antonio menyuruh mereka untuk pergi dan membubarkan diri.


Sebenarnya Antonio tidak ingin menjadi pemimpin yang kejam untuk wilayah yang Ia kuasai di dunia iblis, tapi jelas itu mustahil karena ukuran kekuatan adalah tingkatan untuk mendapatkan pengakuan dan kehormatan di dunia iblis yang kejam sehingga Antonio terpaksa harus menunjukkan kalau Ia lebih kuat dari ras Iblis di sana agar mereka tidak berani menentangnya.


Para Iblis Asmadeus dari desa-desa lain terlihat langsung berterbangan untuk pulang membawa para Gargoyle milik mereka, Sementara sisanya adalah penduduk desa itu yang masih terlihat ketakutan dan beberapa langsung lari membawa istri dan anak mereka masuk ke dalam rumah.


Antonio kemudian langsung terbang kembali menuju kastil Arungal dan berpikir apa yang ia lakukan di desa itu paling tidak dapat memberikan sedikit efek serta peringatan yang nyata bila benar ada pasukan iblis lain dari kerajaan Munarak yang dalam perjalanan untuk merebut kembali kastil Arungal.


Miranda dan sejumlah orang terlihat menunggu di ruangan utama kastil Arungal dan Antonio akhirnya sampai dan masuk ke dalam kastil.

__ADS_1


Ramdira Ramez terlihat langsung menghampirinya bersama beberapa orang.


"Pangeran Antonio untunglah anda baik-baik saja, tadinya kami sempat kawatir kalau anda terluka saat nona Mira mengatakan kalau anda akan menghadapi sejumlah iblis yang memberontak di sekitar wilayah ini." Kata Ramdira Ramez.


"Aku baik-baik saja dan sepertinya masalah suhu udara di kastil ini sudah terselesaikan, apakah Miranda yang melakukan semua ini?" Kata Antonio kepada Ramdira.


"Benar nona Mira menggunakan kekuatannya yang luar biasa untuk membekukan seluruh kastil meskipun udara dinginnya masih sedikit mengganggu tapi paling tidak ini sedikit lebih baik karena kami dapat mengatasinya dengan memakai pakaian tebal." Jawab Ramdira.


Sementara itu Erban Den Kurgo dari serikat guild terlihat mendekat dan berbicara.


"Yang mulia pangeran Antonio sesuai janji dukungan serikat guild sudah tiba." Kata Erban Den Kurgo.


"Benarkah ternyata pihak guild sudah mengirimkan bantuan untukku di sini?" Tanya Antonio.


Para prajurit Remaria memang tidak akan membiarkan sembarang orang untuk melewati portal ke dunia iblis, tapi Erban Den Kurgo juga adalah bangsawan kerajaan Remaria dan dekat dengan pangeran Antonio jadi Ia tetap di ijinkan untuk berada di kastil Arungal.


"Kalau begitu tuan Erban silahkan bawa semua petualang dari serikat guild untuk datang kemari karena mereka mungkin akan dapat membantu mempertahankan kastil ini." Jawab Antonio.


Priest Anastasia yang juga berada di sana kemudian juga berbicara.


"Antonio para perwakilan dari lima kuil besar juga datang dan mereka juga menuntut agar di ijinkan masuk ke sini, apakah aku harus mengusir beberapa perwakilan kuil yang dulu bersebrangan denganmu?" Tanya Priest Anastasia.

__ADS_1


Antonio berpikir ternyata pihak kuil sudah mengetahui tentang adanya portal ke dunia iblis dan kemungkinan mereka menuntut untuk melakukan penyelidikan ke dunia iblis karena menginginkan sesuatu.


"Anastasia sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan pihak kuil tapi kita juga akan membutuhkan kekuatan Paladin serta Priest yang akan sangat membantu di sini, jadi bisakah kamu suruh pemimpin dari masing-masing perwakilan kuil untuk menemuiku terlebih dahulu." Jawab Antonio.


"Baiklah aku mengerti aku akan sampaikan kepada mereka." Kata Anastasia.


Antonio masih berpikir untuk selalu berhati-hati terhadap orang-orang dari kuil karena mengingat sebagian dari mereka masih bersebrangan dengannya, pihak kuil menginginkan sesuatu dari pencapaian Antonio di dunia iblis jadi Antonio harus menyiapkan perjanjian yang mengikat agar pihak kuil tidak seenaknya sendiri nanti.


Para petualang yang di kirim serikat guild akhirnya datang dan sebagian besar dari mereka adalah petualang tingkat atas tapi di sana juga ada tim petualang Sky Dragon yang Antonio kenal, Antonio senang dengan kehadiran para petualang seperti mereka karena akan membuat pertahanan kastil menjadi lebih kuat dalam ancaman serangan pasukan iblis yang kemungkinan akan segera datang.


Lima perwakilan kuil akhirnya masuk dan terlihat jelas mereka bukanlah utusan biasa.


"Yang mulia pangeran Antonio hamba uskup Biru Asgur dari kuil Arasia datang karena ingin membantu anda untuk mendapatkan kembali mahkota Pylos yang merupakan harta kuil Arasia." Kata Uskup salah satu dari lima uskup Agung kuil Arasia yang datang secara langsung.


Kuil utama Arasia memang terletak di kotak Kalinka yang tidak begitu jauh dan penguasa kota Kalinka juga sudah menggabungkan wilayahnya dengan kerajaan Remaria.


Tapi tak lama kemudian Antonio cukup terkejut karena melihat seorang perwakilan dari kuil Glaria yang merupakan seorang komandan paladin yang seharusnya sudah lama mati saat memimpin pasukannya menyerang kota Libanon.


"Komandan Armara Duerin berani sekali anda muncul kembali setelah dahulu menyerang salah satu kotaku!" Kata Antonio yang terlihat sangat tidak suka dengan komandan Paladin kuil Glaria di hadapannya yang terkenal sangat kejam di pertempuran kota Libanon bahkan terhadap pasukannya sendiri.


Terlihat komandan Armara langsung mengangkat kepalanya menatap pangeran Antonio tanpa berbicara sepatah katapun karena Ia dapat merasakan kebencian pangeran Antonio terhadap dirinya.

__ADS_1


.


__ADS_2