
Azel dan pasukan Assassin mengepung Antonio, menyerang melempar pisau ke arah Antonio tapi Antonio masih terlihat tanang mengabaikan pisau yang menancap di punggungnya itu.
"Tuan Azel pangeran itu masih tidak lumpuh dengan Pisau beracun itu."
"Aku tidak peduli terus kita habisi dia secepatnya, longsoran salju akan segera sampai tempat ini.!"
"Baik semua serang kita harus bunuh dia..!"
"Yaah..!!"
Semua Assassin maju melompat ke arahnya dan Antonio tidak melakukan persiapan apapun untuk melawan malah dia memasukan pedang besarnya ke dalam tas Sihir.
"Pangeran brengsek matilah kau...!!"
Pedang Assassin hampir mencapai tubuh Antonio dan Antonio memejamkan mata untuk berkonsentrasi dan tiba-tiba berteriak.
"Polymorp Da Dragon.!!!"
Antonio mengeluarkan kekuatan yang di berikan naga putih Miranda saat ia di nobatkan menjadi kesatria naga. Lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki Antonio bersinar terang dan membuat para Assassin terkejut tetapi mereka tidak bisa membatalkan serangan mereka sekarang.
"Matilah.. Slash..!??"
Sebuah pedang menancap di tubuh Antonio dan para Assassin yang menyerangnya itu tersenyum melihatnya.
"Hahaha... Tidak mungkin kamu akan bertahan setelah sebuah pedang menancap di tubuhmu, Hmm.. Apa?!"
Assassin itu terkejut melihat Antonio membuka mata dan menatapnya hingga assassin itu mundur dan rekanya yang melihat itu langsung berbicara.
"Ada apa kenapa kamu mundur..?"
"Lihatlah matanya ada yang aneh dengan diri pangeran itu dan aku merasakan aura menakutkan dari sorot mata itu."
"Dasar bodoh itu hanya sorot mata orang yang akan mati, apa kamu tidak pernah ikut berperang, sudah aku saja yang mengakhiri pangeran brengsek ini."
"Hiaaat..!" "Splash..!?"
Assassin itu berlari dan pedangnya menancap di tubuh Antonio yang terlihat masih berdiri tapi tiba-tiba sesuatu terjadi.
Tubuh Antonio bergetar itu bukan karena pedang yang menancap punggungnya tapi semacam kekuatan mengalir dengan dahsyat seakan tubuh itu akan meledak dan Antonio merasakan sensasi yang sangat tidak menyenangkan itu.
"Tuan Azel lihatlah tubuh pangeran itu berubah seperti mengeluarkan kekuatan sihir yang bersinar berwarna-warni.!?"
"Apa yang terjadi dengan pangeran itu..?!"
"Entah kami juga tidak mengerti, lingkaran sihir yang sebelumnya mungkin ada hubungannya, dia pasti mengeluarkan kekuatan tertentu.?"
"Kalau begitu tidak perlu membuang waktu cepat habisi jangan sampai dia berhasil mengeluarkan kekuatanya.!"
Semua yang di sana tidak mengerti tapi tubuh Antonio yang bersinar langsung membesar secara tiba-tiba kulitnya robek di gantikan sesuatu yang lain yang tampak sangat keras, wajah dan bentuk tubuh Antonio juga berubah menyerupai monster bersisik dan terus membesar hingga sesosok naga dengan dua belas tanduk dan sisik Hijau seperti jambrut serta mata kuning menatap para Assassin yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Pedang di tubuh Antonio langsung tercabut dan terjatuh dan para Assassin terlihat seakan membeku mereka terlalu dekat dengan tubuh Antonio yang mengeluarkan aura menakutkan seekor naga.
"Hrm...!!"
Antonio yang berubah menjadi naga langsung menggerakan cakar besarnya menangkap Dua Assassin di dekatnya dan langsung meremasnya hingga hancur, sebagian assassin yang ada di belakangnya juga langsung tersapu saat Antonio menghempaskan ekornya.
"Pan.. Pangeran Antonio berubah..?!"
"Gawat Tuan Azel pangeran Antonio telah berubah menjadi seekor naga raksasa.!"
"Tidak ini seharusnya manusia tidak bisa berubah menjadi seekor naga, tidak ada kekuatan sihir seperti itu bukan.?!"
"Apa ini tidak mungkin.? Ini tidak mungkin kita akan sekarang kita semua pasti akan mati,..!!"
"Mundur semua mundur jika kalian tidak ingin mati lari.!"
Azel berteriak dia tidak pernah berpikir kalau pangeran Antonio memiliki kekuatan yang maha dahsyat bahkan dapat mengubah dirinya menjadi mahkluk terkuat.
"Arrr tidak... lepaskan aku..!!"
"Rarrrr...!!?"
Seorang assassin kembali tertangkap dan tubuhnya langsung terbelah oleh taring naga dan naga Antonio langsung menelan tubuhnya.
__ADS_1
"Lari lebih cepat pangeran naga itu mengejar kita..!!"
Rarrr... Antonio telah kehilangan kendali dirinya, kesadaran Antonio hilang saat kekuakan yang begitu besar bergerak mengubah seluruh bentuk tubuhnya menjadi naga.
Antonio yang berwujud naga menerkam Pasukan Assassin membakar dan menelan tubuh mereka, Azel tidak berhenti berlari dia terus memacu dirinya meskipun salju yang tebal menenggelamkan sebagian kaki itu membuatnya semakin sulit berlari.
"Rarrrr..!??"
Azel dan beberapa assassin miliknya yang tersisa akhirnya sampai di ujung sebuah tebing ia merasa ragu untuk melompat tapi di belakangnya naga sudah membantai assassin hingga menyisakan beberapa saja.
"Tuan Azel kita terjebak.!?"
"Kita harus melompat, kita mati di sini atau bertaruh dan berharap salju di bawah sana cukup tebal dan kita tidak mati.!"
"Apa tapi..?!"
"Rarrr..!!"
"Baiklah aku mengerti semoga saja aku akan tetap hidup, aku duluan.. Aaa...!!"
Assassin itu melompat di susul beberapa Assassin lain tapi Antonio yang berwujud naga sudah sangat dekat dan langsung melompat menerjang kebawah tebing dan bergelantungan dengan tangan mencakar tebing dan tangan satunya menyambar seoang Assassin, Azel dan beberapa Assassin yang belum sempat melompat hanya bisa tertegun saat tubuh besar maga itu melewati dirinya untuk mendapatkan Assassin ingin melarikan diri.
"Tuan Azel..?"
"Tidak bagaimana sekarang..!!"
Azel dan beberapa assassin menatap Naga besar yang merangkak dari bawah tebing dengan ketakutan.
"kita tidak bisa lari di depan kita ada seekor naga dan di jauh di belakang kita longsoran salju akan segera menerjang daerah ini."
"Aku tidak ingin mati di sini aku tidak peduli meskipun aku harus melawan naga, haaaaaaaatt..!!"
Seorang Assassin yang putus asa mengabaikan rasa takutnya iya segera berlari mengumpulkan tekat dengan sebuah pedang mendekati kepala naga besar yang mulai muncul dari bawah tebing.
"Rasakan ini, Slashing Down...!?"
"Rarrr...!!"
"Rarrr..!"
"Apa yang kamu lakukan kita tidak bisa menang melawan naga.!!?' Azel berteriak pada Assassin bawahnya.
"Tapi.."
"Rarrr.. Huarrr Apa yang terjadi.. tubuhku..??, Arr benar juga aku telah menggunakan kekuatanku untuk berubah menjadi naga."
Antonio yang berwujud naga mengatakan itu akhirnya kesadarannya telah kembali, serangan kuat dari Assassin yang membentur kepalanya mengembalikan kesadaran Antonio.
Azel yang menyaksikan itu, sedikit bingung tapi dia mulai sedikit paham bahwa pangeran Antonio baru saja sadar telah berubah menjadi naga dan membantai pasukan Assassin dengan keji.
"Rarrr Azel apa yang terjadi dengan anak buahmu bukankah Assassin yang kamu bawa untuk membunuhku jauh lebih banyak, kenapa hanya mereka yang tersisa."
"Apa... apakah benar kamu sekarang adalah pangeran Antonio., tidak mungkin jadi anda tidak sadar telah membantai sebagian besar anak buahku..?!"
"Membantai..?"
Antonio merangkak Naik ke atas tebing dan menyaksikan potongan tubuh dan salju yang penuh dengan bercak darah terliha di sepanjang jalan tempat Azel dan para Assassinya sebelumnya berlari.
"Rrrr apakah aku benar-benar melakukan semua itu, aku sama sekali tidak menyadarinya, sepertinya saat berubah kesadaranku menghilangkan dan ada kesadaran lain yang di penuhi insting membunuh mengendalikanku jadi maafkan aku."
Antonio yang berwujud naga mengatakan itu membuat Azel dan beberapa Assassin di sana bingung, tapi kemudian Azel berbicara.
"Yang mulia pang pangeran Antonio mohon ampuni kami..?!"
Azel berlutut dan kemudian anak buahnya juga melakukan hal yang sama jadi Antonio berbicara.
"Mengampuni nyawa kalian, apakah aku punya alasan untuk itu, bukankah sebelumnya kalian sangat ingin membunuhku.?!"
"Pangeran naga Antonio kami mohon kami hanya di perintah oleh tuan Azel jadi tolong lepaskan kami. Kami tidak tahu bahwa hanya kematian yang akan kami dapatkan bila berurusan dengan anda."
"Benar tolong lepaskan kami, kalau perlu kami akan menyerahkan nyawa tuan Azel pada anda."
"Hei apa yang kalian katakan, berani sekali kalian mengkhianatiku.!"
__ADS_1
Azel membentak anak buahnya karena dia tidak menduga bahwa anak buahnya akan berani mengatakan itu dan mengkhianatinya.
"Tuan Azel maaf tapi ini sudah wajar kami juga masih ingin tetap hidup.?"
"Benar melakukan apapun agar dapat bertahan hidup bukankah itu adalah yang anda ajarkan kepada kami tuan Azel.!"
"Yang mulia pangeran Antonio kami mohon kami akan melakukan apapun bila yang mulia pengampuni kami.?"
Azel tidak dapat membantah kata-kata anak buahnya karena memang ia mengajarkan hal itu pada mereka semua.
"Hrm... Huahahaha.. huahahaha.. Ini sangat lucu melihat perdebatan kalian ternyata benar sifat asli manusia akan terlihat jelas saat dalam kondisi terdesak huahahaha, baik aku mungkin akan mengampuni kalian semua tapi katakan siapa yang telah mengirimkan kalian semua dan jangan coba membohongiku karena tidak akan perlu waktu lama aku akan dapat mengetahui sendiri."
Antonio mengajukan pertanyaan dan Azel yang terlihat sangat ragu berbicara.
"Untuk apa yang mulia menanyakan itu apakah anda berniat menghancurkan orang yang telah mengirim kami.?"
Azel mengatakan itu karena ia juga tidak bisa begitu saja menyerahkan informasinya, mungkin kerajaan Navia dan semua orang di sana akan di musnahkan oleh pangeran Antonio yang dapat berubah menjadi Naga.
"Azel aku hanya ingin tahu siapa orang yang sangat membenciku itu dan untuk urusan balas dendam aku bisa memikirkan banyak cara supaya tidak melibatkan orang lain yang tidak bersalah."
Antonio mengatakan itu, karena mengetahui dalang dari skema penyerangan kelompoknya sangatlah penting, ia harus tahu terlebih dahulu siapa orang yang paling bertanggung jawab atas itu.
"Kerajaan Navia..!"
"Benar pangeran Antonio Kerajaan Navia yang telah mengirimkan kami jadi mohon sekarang lepaskan kami.!"
"Kalian semua pengkhianatan mengapa kalian berani membocorkan rahasia itu pada musih kita.!"
Azel berteriak pada bawahanya yang memberikan informasi kepada Antonio.
"Rrrr begitu jadi keluarga kerajaan Navia lah yang merencanakan semua ini dan Azel apakah orang yang menyebarkan semua berita bohong tentangku juga adalah mereka, kamu tidak perlu menjawab bila mau, karena dari melihat kejadian ini semua sudah terlihat sangat jelas."
"Benar yang mulia pangeran Antonio memang pintar kerajaan Navialah yang ingin menjatuhkan anda dengan cara apapun karena anda bekerja sama dan mendukung musuh kami Republik Navia Utara."
"Azel dan itu juga akan memberikan alasan untuk aku tidak melepaskan kalian.?"
Semua Assassin terlihat kawatir mendengar kata-kata itu dari pangeran Antonio yang berwujud Naga termasuk Azel, tapi Azel kemudian berbicara.
"Pangeran Antonio benar tapi sepertinya anda melupakan sesuatu, apakah anda tidak mendengarkan suara gemuruh yang samar datang dari kejauhan, sebaiknya anda cepat sebelum semua itu mengubur kita semua termasuk, rekan-rekan anda."
"Rarrrr Saljunya benar juga aku harus segera bergegas..!!"
Antonio yang berwujud Naga segera berlari menuju kereta kuda milik rekan-rekany dan berteriak kepada mereka yang di sana untuk berkumpul dan masuk ke dalam kereta sedangkan dengan tubuh besarnya dia bersiap menghadang hempasan longsoran salju yang akan datang menerjang kereta kuda.
"Tuan Azel..?"
"Benar kita juga harus berlindung dan terima kasih karena kamu tadi yang tidak mengkhianatiku bukan, sedangkan kalian semua jika keadaan tidak terdesak seperti sekarang kalian pasti sudah menerima akibatnya jadi bersiaplah untuk hukuman setelah kita kembali nanti.!"
Azel dan para Assassin bawahanya segera pergi ke mencari tempat berlindung di antara tebing, Azel berpikir, Pangeran Antonio dia tidak bisa di hadapi dan kerajaan Navia hanya akan akan hancur bila terus mencari masalah denganya.
After Words
Ahh maafkan aku karena jarang update, aku sibuk banget akhir-akhir ini bikin beberapa ilustrasi untuk novel cetak, meskipun itu hanya ilustrasi sederhana.
Ya itu memang menyita banyak waktu bahkan kadang harus lembur sampai pagi, tapi hari ini aku sempatkan untuk menulis bab ini.
Terimakasih pada kalian yang masih terus mengikuti novel GA.
Versi Novel cetaknya juga akan segera selesai rencananya akan di buat tiga Volume, Vol.I. A Man Walk To Another World. Vol.II. Glory Of The Kindom dan Vol.III.
Dua Volume sudah aku serahkan pada editor dan untuk Volume III masih belum aku edit.
Aku berharap mudah-mudahan Vol.I dan Vol. II sukses supaya Volume-Volume selanjutnya dapat di cetak juga.
Ya itu saja sekali lagi aku ucapkan terimakasih pada kalian semua yang terus mendukungku selama ini.
Salam.
Davit Riyanto.
.
.
__ADS_1