
Elius ibukota kerajaan Navia yang letaknya cukup dekat dengan perbatasan antara kerajaan Arfen di tenggara dan kerajaan Dwarfen di selatan membuat kota itu menjadi pusat perekonomian yang sangat strategis.
Elius menjadi jantung dari kerajaan Navia karena kota itu berada di daerah yang cukup baik untuk bertani dan berdagang berbeda dari kota lain di kerajaan Navia yang berada di sebelah utara yang di tutupi salju.
Rombongan Republik North Navia yang bersama Antonio mendekati gerbang kota Elius terlihat beberapa prajurit penjaganya langsung bersiap mereka berkumpul untuk menghentikan rombongan Antonio dan terlihat tuan Nikof cukup kawatir karena dia merupakan menteri dari negeri musuh kerajaan Navia ini.
Meskipun di salah satu kereta dari rombongan itu sudah berkibar bendera dari kerajaan Remaria yang berarti bila pasukan kerajaan Navia menyerang rombongan yang di dalamnya ada keluarga kerajaan Remaria maka itu juga akan bersinggungan dengan Remaria.
"Berhenti kalian tidak di ijinkan memasuki kota Elius.!?"
Rombongan prajurit kerajaan Navia langsung menghentikan rombongan Antonio yang di kawal sejumlah prajurit Republik Navia Utara musuh mereka, sehingga para prajurit itu terlihat bersiaga penuh.
Antonio langsung langsung berbicara pada para prajurit penjaga kota Elius di sana.
"Aku adalah pangeran Antonio Losta De Remaria, aku datang untuk berkunjung dan singgah di kota Elius, mengapa aku tidak ijinkan untuk memasuki kota ini.?"
Antonio mengatakan itu dan Komandan pasukan penjaga kota di sana langsung berbicara.
"Yang Mulia Pangeran Antonio kami tidak berniat menghentikan anda yang mulia, tapi mereka orang-orang dari Republik yang datang bersama anda, mereka adalah prajurit musuh kerajaan kami jadi sudah sewajarnya kami tidak mengijinkan mereka karena dapat menjadi Ancaman."
"Ancaman kalian para prajurit kerajaan Navia tahu kalau kami datang tidak untuk berperang dan sesuai dengan hukum perang di benua barat kalian tidak bisa menghalangi aku keluarga kerajaan Remaria untuk melakukan kunjungan kenegaraan secara damai."
"Yang mulia pangeran Antonio memang benar tapi prajurit musuh kami tetap tidak di ijinkan masuk karena mereka adalah prajurit yang bisa memberikan ancaman di dalam kota."
"Mereka adalah prajurit yang mendampingiku dan berada dalam tanggung jawabku sebagai keluarga kerajaan Remaria yang berpergian, bukankah aku berhak membawa prajurit pengawal sendiri terlepas siapa dan dari mana para prajurit itu.?"
Para prajurit penjaga itu terlihat berpikir bagaimana mereka harus menyikapi hal ini, bila Prajurit penjaga kota tidak membiarkan pasukan Republik mengawal pangeran Antonio memasuki kota, itu akan menyinggung pangeran Antonio yang mewakili kerajaan Remaria, tapi bila mereka membiarkan pasukan itu berada di dalam kota itu juga sedikit beresiko.
"Komandan apakah kita akan membiarkan mereka lewat atau mengusir mereka dengan paksa, mereka adalah pasukan Republik musuh kita, seharusnya kita menyerang dan menangkap mereka."
"Diam, lihatlah seorang pangeran dari kerajaan Remaria bersama mereka, kalau kita menyerang pasukan Republik yang mengawal Pangeran Antonio itu akan sama dengan menyerang Pangeran Antonio dan kita tidak bisa sembarangan bertindak karena bisa memicu perang lain dengan pihak Remaria.!"
"Lalu bagaimana kita tidak bisa membiarkan mereka di sini.?"
Komandan Prajurit penjaga kota Elius terlihat bingung tapi memang terkadang Prajurit pengawal dari negeri musuh bisa datang ke kota musuhnya dengan itikad damai mengawal utusan yang datang atau berunding.
"Yang mulia pangeran Antonio kami Prajurit penjaga kota Elius tidak bisa memutuskanya jadi biarkan kami memberitahukan kepada pihak keluarga kerajaan kami mengenai kedatangan anda."
"Huh itu akan terlalu lama jadi apakah maksudnya aku harus menunggu di sini sampai keluarga kerajaan memberikan ijin, padahal aku sudah sangat lelah tapi harus mendapatkan perlakuan seperti ini."
Antonio mengatakan itu karena membiarkan seorang keluarga kerajaan menunggu lama apalagi di tempat yang tidak layak itu sangat tidak sopan yang bisa menyinggungnya.
"Yang mulia Pangeran Antonio maafkan kami tapi pengawal anda harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dan bukankah anda tidak ingin pergi ke dalam kota tanpa di sampingi oleh prajurit pengawal yang anda bawa."
"Aku tidak peduli yang jelas aku akan protes dengan perlakuan ini dan bukankah aku sudah mengatakan kalau aku sudah menjamin Prajurit pengawalku jadi mereka tidak akan melakukan tindakan yang mengancam kecuali bila pihak lain yang mengancam mereka terlebih dahulu."
__ADS_1
"Benar yang mulia Pangeran Antonio memamg sudah mengatakan akan menjamin mereka tapi..?"
"Tapi apa Komandan, apa kamu meragukan mereka yang aku jamin bukankah itu artinya sama saja anda tidak percaya padaku Pangeran dari Remaria, aku sebagai keluarga kerajaan yang bertamu sangat tidak menyukai perlakuan ini."
Komandan prajurit Penjaga kota Elius hanya bisa menunduk karena memang dia tidak mungkin untuk berani menyinggung keluarga kerajaan lain. tapi kata-kata Pangeran Antonio membuatnya tidak bisa menyangkal perlakuan yang tidak sopan mereka terhadap Pangeran Antonio.
"Sudahlah bila kerajaan Navia tidak menerimaku maka akan pergi, huh.. sepertinya pandanganku terhadap kerajaan Navia harus sedikit aku ubah, mungkin aku juga akan memperlakukan hal yang sama terhadap utusan kerajaan Navia yang mengunjungiku nanti."
Antonio mengatakan itu dan terlihat akan berbalik dan terlihat komandan pasukan penjaga kota Elius terlihat kebingungan, kata-kata Pangeran Antonio mengartikan sesuatu yang sangat penting dan ini jelas seperti kerajaan Navia tidak menerima kedatangan Pangeran Antonio jingga Pangeran Antonio akan melakukan hal yang sama.
Ini akan menimbulkan banyak masalah diplomasi dan perdagangan antar kerajaan bila bangsawan atau utusan kerajaan Navia tidak di terima di kerajaan Remaria, karena kerajaan Remaria saat ini menjadi pemasok kebutuhan pangan terbesar di benua barat, kerajaan Navia tidak memiliki banyak ketersediaan komoditi itu karena tidak punya banyak lahan yang dapat di garap hingga mereka cukup tergantung dari negeri lain.
Harga pangan di kerajaan Navia akan naik pesat bila kerajaan Remaria melakukan kebijakan Embargo terhadap kerajaan Navia dan dampaknya akan sangat besar.
"Tunggu-tunggu sebentar yang mulia Pangeran Antonio hamba mohon bersabarlah, kami akan mengijinkan yang mulia masuk ke dalam kota Elius bersama prajurit Republik yang mengawal anda karena yang mulia telah menjamin mereka."
Antonio tersenyum mendengar jawaban itu karena dia tahu komandan prajurit penjaga gerbang di sana tidak mungkin berani bertindak sendiri terhadap sesuatu yang dapat mempengaruhi negerinya, dia tahu dia sendiri yang akan di salahkan bila terjadi sesuatu.
Rombongan itu memasuki kota Elius dan Antonio terlihat memperhatikan kemegahan kota itu, tapi meskipun banyak gedung yang begitu elok Antonio beberapa kali melihat pengemis dan gelandangan di pinggir jalan.
Bahkan jumlah rakyat miskin di kota itu terlihat cukup banyak semakin Antonio memasuki pusat kota dan itu sangat kontras dengan kemegahan kota dan bangsawanya Elius yang terkenal berfoya-foya.
"Yang mulia pangeran Antonio lihatlah para gelandangan itu, ini sama seperti keadaan kota-kota wilayah Republik sebelum merdeka dari kerajaan Navia, para bangsawan dan penguasa di kerajaan ini hanya memikirkan dirinya sendiri."
"Tuan Nikof ini adalah ibukota yang menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian, bila di sini saja kondisinya sudah seperti ini aku bisa membayangkan bagaimana kondisi kota lain di wilayah Republik yang tidak terlalu maju."
Antonio mengamati keadaan di sana dan beberapa pengemis langsung mendekati dan berusaha berjalan mendekati kereta kuda yang berjalan lamban untuk meminta sedekah, beberapa prajurit Republik yang mengawal berusaha sedikit menghalau mereka tapi Antonio berbicara pada para prajurit itu.
"Kalian biarkan mereka mendekati kereta kuda."
"Tapi yang mulia Pangeran Antonio mereka dapat mengganggu perjalanan anda dan rombongan kereta."
"Aku tidak masalah dengan itu karena tujuan ku datang ke kota ini adalah untuk melihat kondisi penduduknya jadi biarkan aku melihat dekat dan berbicara pada mereka."
"Baik bila itu permintaan yang mulia Pangeran Antonio."
Para prajurit terlihat membiarkan beberapa pengemis yang ingin mendekat memohon belas kasihan dan Antonio langsung turun dari kereta kudanya.
"Tuan tolong bermurah hatilah berikan sedikit uang agar kami dapat menyambung hidup."
"Tentu saja ambillah uang ini dan suruh teman-temanmu untuk datang aku dan rombongan dari Republik Navia akan membagikan sedikit uang pada mereka juga."
"Ohh terimakasih-terimakasih atas kebaikan tuan serta orang-orang dari Republik Navia Utara, kami merasa sangat iri sebenarnya kami juga ingin merdeka dari kerajaan Navia yang sangat korup dan rusak dari dalam pemerintahanya, pajak yang mereka paksakan sangat tinggi kepada penduduk dan bahkan mereka akan menyita harta penduduk hingga banyak orang yang akhirnya jatuh miskin dan terpaksa mengemis di jalanan."
Antonio memperhatikan semua itu tapi dia tidak bisa berbuat banyak untuk mereka dan Antonio bersama kelompok petualangnya membagikan beberapa uang kepada para pengemis itu bersama menteri Nikof.
__ADS_1
Rombongan Republik Navia utara beberapa kali berkeliling di jalanan kota Elius, hingga beberapa penduduk di sana terlihat heran mengapa ada rombongan Republik dengan pengawalan Prajurit di sana dan membagikan sedekah kepada pengemis.
"Tuan Nikof Nona, Latina kurasa sudah saatnya kita pergi sebelum pihak kerajaan mencari kita setelah mendapatkan informasi dari prajurit penjaga gerbang."
"Eh kita akan langsung pergi, kupikir kita akan beristirahat di kota ini."
Nona Latina mengatakan itu untuk menjawab Antonio dan Menteri Nikof kemudian berbicara.
"Bukankah itu bagus aku tidak akan merasa nyaman untuk tidur di rumah orang yang menganggap kita musuh dan aku tidak mau menjadi tahanan politik kalau sampai jadi diriku yang seorang menteri ketahuan."
Rombongan Republik North Navia segera pergi meninggalkan kota dan para prajurit penjaga gerbang yang kembali melihat rombongan Pangeran Antonio terlihat heran karena ini baru beberapa jam dan Pangeran Antonio sudah langsung mau pergi dan tidak tahu apa tujuan dari pangeran Antonio yang sebenarnya.
"Tuan Nikof sekarang kita bisa langsung pergi ke utara melewati Wilayah kerajaan White Elf Irnia di bagian barat kaki gunung api Vargon."
"Benar yang mulia kurasa setelah ini tidak akan ada banyak kota yang bisa kita singgahi lagi."
Republik North Navia memang berada di sebelah utara gunung api api Vargon mengisilir tempat negeri itu dari kerajaan manusia yang lain.
Sementara itu di istana kota Elius raja Elius memanggil perdana menteri Tristania.
"Perdana menteri Tristania apa kamu mendengar kalau tadi pagi Pangeran Antonio berkunjung ke kota kita."
"Apa benarkah itu, apakah Pangeran dari Remaria itu sudah mengetahui kalau semua berita jelek tentangnya adalah ulah kita dan dia datang untuk menuntut penjelasan dari kita."
"Tidak bahkan Pangeran Antonio sama sekali tidak mengunjungi istanaku, dia hanya membagikan uang kepada para pengemis dan langsung pergi dia bahkan mengajak Pasukan dari Republik musih kita kemari."
"Pasukan Republik sebenarnya apa maksud dari itu, apakah Pangeran Antonio menegaskan kembali kalau mereka berada di pihak Republik untuk membalas kita yang menyebarkan hal buruk padanya."
"Perdana Menteri Tristania orang yang menyebarkan berita mengenai Pangeran Antonio adalah dirimu yang tidak berbicara pada diriku terlebih dahulu, bila sampai semua itu benar aku Raja Elius tidak mau di salahkan kamu yang harus bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini."
"Baik yang mulia Raja Elius hamba mengerti."
Perdana menteri Tristania terlihat kawatir dan cukup marah dia akan mengalami kesulitan bila raja Elius menyalahkanya dan kerajaan Remaria bukanlah kerajaan kecil itu bisa berpengaruh terhadap kerajaan Navia.
Perdana Menteri Tristania langsung mencari tahu mengenai rombongan Republik yang mengawal Pangeran Antonio dan merencanakan sesuatu.
"Pangeran Antonio dia bodoh sekali pergi hanya dengan sedikit pengawalan dari prajurit Republik dan tidak ada yang akan menyalahkan kerajaan Navia bila Pangeran Antonio menjadi korban saat mereka berpapasan dengan beberapa perambok. Azel kamu tahu apa yang harus di lakukan bukan jadi bawa orang-orangmu untuk pergi menyamar sebagai perampok dan kejar rombongan itu."
"Baik perdana Tristania hamba mengerti."
"Kerajaan Remaria akan marah dan memusuhi Republik bila sampai Pangeran Antonio mati saat dalam pengawalan Prajurit Republik Navia Utara."
.
.
__ADS_1