GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
141.3 Portal Ke Dunia Iblis


__ADS_3

Miranda naga putih dari utara telah kembali ke benua barat setelah cukup lama pergi melakukan perburuan Monster Zea bersama para naga penguasa yang lain.


Naga Miranda atau di panggil Umira saat menyamar ke wujud manusia terlihat berjalan mendekati toko kecilnya di desa pertanian wilayah La Polis.


"Sudah cukup lama aku pergi berburu monster Zea sampai ke benua lain, aku harap tokoku baik-baik saja." Ucap Miranda.


"Kak Umira akhirnya kamu kembali." Sapa seorang pegawai toko yang merupakan penduduk desa itu.


"Ya aku kembali, Jimi bagaimana tokonya apakah berjalan lancar.?" Tanya Miranda yang dalam wujud seorang gadis.


"Semua berjalan cukup baik, aku beberapa kali ikut pergi ke kota La Polis bersama penduduk untuk membeli persediaan dan satu lagi beberapa waktu yang lalu seorang prajurit kerajaan sempat datang mencarimu dan menitipkan sebuah surat." Kata Jimi kepada Miranda.


Miranda cukup penasaran kenapa prajurit kerajaan mencarinya tapi Ia menduga mungkin itu prajurit utusan dari pangeran Antonio karena hanya Antoniolah yang tahu mengenai dirinya yang sebenarnya adalah seekor naga penguasa dari utara.


Jimi langsung menyerahkan surat dari kerajaan dan ternyata benar itu di tulis oleh Antonio yang mengatakan untuk segera menghubunginya dengan sihir telepati setelah membaca surat itu.


Antonio memang sedikit kesulitan untuk menghubungi para naga yang pergi terlalu jauh mengelilingi dunia untuk memburu monster Zea.


"Jimi apakah kamu dapat menjaga tokoku lebih lama, kurasa aku harus pergi lagi karena ada hal penting yang harus aku lakukan.?" Kata Miranda kepada Jimi.


"Kurasa itu tidak masalah, lagi pula aku senang membantu di toko ini dan mendapatkan uang untuk membantu kedua orang tuaku." Jawab Jimi.


"Baiklah kurasa aku memang dapat percaya padamu dan benar juga aku akan bertemu dengan Antonio kurasa aku harus membawa senjata itu." Kata Miranda yang kemudian pergi ke ruang belakang tokonya dan kembali sambil membawa sebuah Kapak perang yang sangat besar.


Sementara itu di mansion mewah kota Harnas, Marta dan rekan-rekan tim petualang Spirit Of Zea semakin kesal melihat Antonio yang terus di dekati oleh Iblis betina yang Antonio selamatkan saat misi di reruntuhan makam besar Golgota.


"Antonio mau sampai kapan iblis betina itu berada di sini.?" Ucap Marta dengan kesal.


"Kalian tidak perlu kawatir aku akan segera mengantarnya kembali ke kerajaannya." Ucap Antonio.


"Kapten apa kamu berniat untuk pergi ke dunia Iblis lagi.?" Tanya Zaza.


"Antonio kamu yakin untuk melewati portal itu lagi dan bukankah tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup di sana itu berarti kamu tidak akan dapat membawa pasukan pengawalan." Ucap Marta.


Antonio memang tengah menyiapkan rencana untuk melakukan ekspedisi ke dunia iblis tapi masalahnya tidak ada satupun pasukan Remaria yang dapat bertahan di dunia iblis yang memiliki suhu panas yang cukup ekstrim untuk manusia


"Pasukan Remaria aku hanya akan menggunakan mereka untuk menjaga makam besar Golgota, Kalau untuk pengawalan aku sudah memanggil orang yang tepat untuk membantuku selama misi di dunia iblis, tapi aku membutuhkan cukup banyak persediaan karena aku akan menggunakan kastil Arungal di balik Portal sebagai markas." Jawab Antonio.


Tapi tim petualang Antonio masih terlihat keberatan dengan hal itu karena mereka juga tidak akan dapat bersama Antonio di dunia Iblis.


"Kapten jadi kamu akan meninggalkan kami lagi untuk berpetualang sendiri." Ucap Zaza.


"Maaf Zaza sebenarnya aku ingin mengajak kalian juga tapi kelihatannya itu mustahil." Jawab Antonio.

__ADS_1


Rekan-rekan Antonio memang terlihat cukup kecewa dengan itu karena misi mencari mahkota Golgota yang di ambil oleh Antonio adalah misi mereka semua sabagai satu tim.


"Kapten tapi kami ingin membantu jadi apakah kami bisa ikut denganmu ke makam Golgota." Pinta Zaza.


Zaza sebenarnya sedikit cemas dengan keselamatan Antonio tapi Ia tidak dapat menghalanginya untuk pergi jadi Zaza berharap Ia dapat menunggu Antonio di depan portal bersama pasukan Remaria.


Antonio sedikit ragu dengan permintaan Zaza tapi Ia berpikir itu tidak akan menjadi masalah karena ada banyak pasukan Griffin yang juga dapat menjaga mereka.


"Tapi apakah kalian yakin mau menungguku di tempat seperti itu, karena kemungkinan misi ke dunia Iblis akan membutuhkan waktu yang cukup lama.?" Tanya Antonio kepada rekan-rekannya.


"Antonio bila memang seperti itu aku dan Priest Anastasia mungkin dapat membantu untuk memastikan portal di makam besar Golgota tetap terbuka sampai kamu kembali karena aku juga adalah peneliti sihir." Ucap Marta.


"Kalau kalian bersikeras tidak masalah, kurasa pasukan Remaria juga sudah membangun camp di sana, Baiklah kita akan berangkat besok pagi." Kata Antonio.


Di kastil Arungal, Sarhox mulai resah karena pangeran Antonio masih belum datang kembali ke dunia Iblis, beberapa persiapan memang sudah di lakukan Sarhox sesuai permintaan Antonio tapi masalahnya adalah personil, jumlahnya pasukan iblis Imp milik Sarhox hanya tersisa beberapa di kastil Arungal karena sebagian besar sudah di bantai di makam besar Golgota.


Gargoyle yang mendiami kastil Arungal memang masih ada tapi mereka kurang patuh, apalagi sebelumnya Arungal tidak tinggal di kastil sendirian Ia memiliki beberapa selir yang juga dari ras Asmadeus yang lebih kuat dari ras Nelfire membuat para Gargoyle lebih patuh kepada para selir Arungal itu dari pada terhadap Sarhox.


Sarhox memang menyembunyikan kabar kematian iblis Arungal terhadap para penghuni kastil dan beralasan kalau Arungal dan pasukan Gargoyle sedang sibuk menginvasi dunia manusia sehingga menyerahkan urusan kastil padanya.


"Bila pangeran manusia itu terlalu lama pasti para selir Arungal akan mulai curiga dan akan gawat bila mereka memutuskan untuk menyebrangi portal untuk menyusul Arungal." Ucap Sarhox.


Meskipun Sarhox mulai kawatir pengkhianatannya dapat terbongkar tapi Ia tidak punya pilihan lain selain menunggu sampai Antonio kembali.


Pihak guild petualang tentu saja tidak ingin ketinggalan dalam penyelidikan dunia iblis dan berharap bisa mendapatkan keuntungan dari itu karena Pangeran Antonio menjelaskan pada Guild petualang kalau dirinya telah mengklaim sebuah wilayah di dunia iblis menjadi bagian dari kerajaan Remaria.


Pasukan Griffin dari kota Harnas telah mendarat di dekat reruntuhan makam besar Golgota membawa rombongan pangeran Antonio. sementara itu komandan Ramdira bersama perwakilan dari serikat guild petualang langsung menghampirinya.


"Pangeran Antonio anda akhirnya kembali." Sambut komandan Ramdira Ramez.


"Ramdira bagaimana keadaan tempat ini.?" Tanya Antonio.


"Semua berjalan cukup baik, pos perbekalan untuk prajurit yang menjaga tempat ini sudah di bangun dan untuk sumber air bersih sudah di temukan di salah satu bagian dari labirin bawah tanah makam Golgota oleh seorang petualang meskipun debit sumber airnya tidak terlalu besar." Terang komandan Ramdira memberikan laporan.


"Kerja bagus air bersih memang sangat langka di wilayah gurun seperti ini dan kita tidak perlu mengangkutnya lagi dari kota Harnas, Marta juga akan bisa membantu memperbesarnya sumber airnya dengan kemampuan sihir yang Ia miliki." Ucap Antonio.


Sementara itu seorang bangsawan perwakilan dari serikat guild yang bertugas di kerajaan Remaria berbicara.


"Pangeran Antonio serikat guild petualang mengutusku sebagai perwakilan dan kami juga siap memberikan dukungan pada anda bila di perlukan." Ucap perwakilan dari serikat guild petualang.


"Tuan Erban Den Kurgo aku senang dengan kehadiran serikat guild di sini, kurasa serikat guild petualang bisa mencarikan kami beberapa perlengkapan sihir yang memberikan kekebalan terhadap suhu panas, anda pasti paham dengan yang aku maksudkan." Jawab Antonio.


"Tentu saja jaringan serikat guild pasti akan segera menyediakan perlengkapan seperti yang anda butuhkan dan apakah yang mulia juga akan mengijinkan beberapa petualang kami untuk pergi melihat-lihat wilayah yang baru anda kuasai itu bila kita sudah menemukan cara untuk dapat bertahan di sana.?" Tanya Erban Den Kurgo.

__ADS_1


"Tentu saja tuan Erban justru aku akan sangat senang bila ada petualang yang dapat membantu di sana." Jawab Antonio.


Sementara itu Ramdira kembali berbicara pada Antonio.


"Yang mulia pangeran Antonio kami juga telah di datangi seorang gadis yang mengaku mengenal yang mulia dan mengatakan kalau Ia hanyalah seorang pedagang, meskipun Ia memang tampak seperti gadis biasa tapi kapak perang yang di bawanya membuat kami cukup curiga." Kata komandan Ramdira.


"Apakah wanita itu bernama Mira, di mana dia sekarang.?" Tanya Antonio.


"Jadi yang mulia benar-benar mengenal gadis rakus itu, sebenarnya kami cukup ragu karena sejak pagi gadis itu terus meminta makanan dan sekarang Ia masih berada di tenda persediaan." Kata Ramdira.


Antonio kemudian segera menuju ke tempat yang di tunjukkan komandan Ramdira dan menatap seorang gadis yang sedang menyantap dua potong besar daging panggang di kedua tangannya.


"Miranda apa kamu akan menghabiskan semua persediaan prajuritku di tempat ini.?" Kata Antonio saat melihat bagaimana Miranda makan.


Antonio berpikir meskipun Naga itu sudah berwujud manusia tapi ternyata Ia masih sama rakusnya saat berwujud naga raksasa.


"Antonio kamu yang memanggilku kesini dan membuatku menunggu lama sampai perutku lapar jadi tentu saja kamu harus memberiku makanan dan satu lagi jangan panggil aku Miranda saat aku berwujud manusia.?" Ucap Miranda.


Meskipun apa yang di katakan Miranda benar kalau Antonio yang menyuruhnya datang tapi Antonio merasa kalau Miranda hanya ingin memakan masakan manusia karena sudah cukup lama Ia pergi dan hanya memakan bulat-bulat hewan atau monster yang Ia temui.


Antonio kemudian mengajak Miranda untuk masuk ke dalam makam besar Golgota dan menjelaskan kalau Ia tidak menemukan keberadaan Naga Kuning Durhan di tempat itu tapi kemungkinan kalau kuil Sirak juga terlibat karena para iblis mengatakan kalau mereka hanya melihat pengikut kuil Sirak saat pintu ujung makam dapat di buka jadi naga Durhan sudah menghilang sebelum kedatangan para iblis.


Antonio telah memerintahkan pasukan Remaria untuk memperketat penjagaan makam besar Golgota karena kemungkinan akan ada banyak pihak yang penasaran dengan dunia iblis dan dapat mengganggu kepentingan Antonio.


"Ramdira kamu dan tim petualangku yang akan bertanggung jawab menjaga portal supaya tidak ada manusia atau iblis yang menyebrang, kamu juga bisa menjaga di balik portal karena tempat itu adalah ruang bawah tanah dan suhu udaranya tidak sepanas di permukaan dunia iblis." Kata Antonio.


"Hamba mengerti yang mulia pangeran Antonio, aku pastikan tidak akan ada iblis yang akan dapat menyebrang menggunakan portal ini selama aku menjaganya." Kata Ramdira.


Tim petualang Spirit Of Zea menunggu dan berjaga di dalam makam sementara Ramdira Ramez, Miranda dan Iblis Succubus Rosalin menyebrang ke balik portal.


Miranda kemudian menatap Ramdira Ramez dan merasa kalau Knight pribadi pangeran Antonio itu tidak terlalu kuat dan akan kesulitan bila berhadapan dengan iblis tingkat tinggi jadi Ia berbicara.


"Sepertinya kamu prajurit yang menggunakan kapak perang, jadi aku rasa kamu sebaiknya menggunakan kapak perang miliku yang jauh lebih baik, ini pasti akan cukup untuk menambah kekuatanmu bila berhadapan dengan musuh nanti." Kata Miranda yang menyerahkan kapak perang yang Ia miliki.


Ramdira Ramez tidak menyangka kalau gadis itu akan menyerahkan senjatanya, Sebenarnya sejak awal Randira memang cukup tertarik dengan kapak perang yang di miliki oleh Umira karena terlihat sangat spesial dan di buat dengan logam khusus yang sangat langka.


"Eh benarkah nona Umira memberikan senjata anda padaku, tapi bukankah senjatata ini sangat berharga.?" Kata Ramdira.


"Aku merebut kapak itu dari sekelompok orang yang dulu mencoba merampokku, sebenarnya aku ingin memberikannya pada Antonio tapi aku pikir Antonio juga tidak membutuhkannya karena Ia sudah memiliki cukup banyak senjata yang lebih kuat, jadi kapak perang itu untukmu saja." Jawab Miranda.


"Tapi bukankah lebih baik kalau nona Umira yang menggunakannya sendiri, karena itu juga dapat menambah kekuatan anda.?" Kata Ramdira.


"Senjata seperti itu tidak akan berguna untukku, jadi ambil saja aku tidak membutuhkannya." Kata Miranda.

__ADS_1


Miranda kemudian pergi ke bagian atas kastil Arungal bersama Antonio dan Iblis Rosalin sementara Ramdira hanya menatap mereka dari jauh dan berpikir 'Nona Mira pasti bukan manusia biasa bahkan dengan mudahnya Ia menyerahkan senjata berharga yang Ia miliki kepadaku dan pantaslah pangeran Antonio sangat percaya padanya. meskipun aku tidak tahu mengapa gadis muda seperti nona Umira akan dapat bertahan di permukaan dunia iblis yang dikatakan terlalu panas untuk tubuh manusia.'


__ADS_2