
"Zaza apakah kalian sudah mengonfirmasi keberhasilan quest pengawalan di guild kota.?"
"Ya kapten kami sudah melakukanya dan Erin sudah naik ke peringkat emas."
Zaza mengatakan itu pada Antonio dan berbicara pada Erin.
"Benarkah Erin itu hebat, petualang tingkat emas di anggap menjadi petualang tingkat tinggi menengah dan kebanyakan petualang senior hanya sampai di tingkat itu sebelum pengsiun dari pekerjaan petualang."
"Antonio ini juga berkat dirimu karena aku mungkin akan kesulitan mencapai tingkat ini tanpa dirimu."
"Tidak ini berkat usaha kerasmu selama ini."
"Oh ya Antonio tadi pihak guild petualang sempat menanyakan dirimu karena kamu tidak ikut untuk mengkonfirmasinya di guild."
Antonio memang tidak ikut mengkonfirmasi quest pengawalan rombongan ke Republik Navia karena rekan tim petualang Antonio dapat mewakili seluruh tim Spirit Of Zea.
"Antonio jadi kapan kita akan kembali ke Remaria.?"
Marta bertanya karena misi pengawalanya sudah selesai jadi tim Spirit Of Zea dapat pergi sekarang.
"Marta kita akan di sini untuk beberapa hari lagi karena masih ada acara peresmian kapal yang aku desain bersama Republik Navia Utara."
Antonio akan meresmikan langsung kapal besi yang selesai di bangun di pabrik kapal kota Grosberk, itu karena Antonio juga ingin melihatnya secara langsung dan Tuan Carlos juga memintanya kepada Antonio, itu untuk membuktikan kepada semua orang bahwa rencana yang sempat di anggap konyol oleh banyak orang dapat benar-benar terwujud.
"Kapten jadi kita akan berlibur di kota ini selagi menunggu acara peresmian itu, meskipun tempat ini cukup dingin aku pikir tidak masalah karena kita tidak akan mungkin melihat salju di wilayah selatan setelah kita kembali nanti.?"
"Baiklah Zaza kalau begitu kita pergi sekarang."
Antonio dan kelompoknya terlihat melangkah keluar meninggalkan istana kota Grosberk dan beberapa prajurit Republik langsung terlihat akan ikut mendampingi pangeran Antonio karena mereka berpikir tidak mungkin membiarkan seorang keluarga kerajaan sahabat seperti pangeran Antonio pergi jalan-jalan tampa adanya pengawalan untuk memastikan keselamatan beliau.
"Prajurit kalian tidak perlu mendampingiku kalian tetaplah disini aku tidak butuh pengawalan."
Para prajurit itu berlutut dan kapten mereka berbicara.
"Yang mulia pangeran Antonio ampuni kami tapi kami tidak mungkin membiarkan yang mulia membahayakan diri anda dengan berpergian tanpa seorangpun pengawal."
"Siapa namamu prajurit.?" Antonio bertanya dan prajurit itu menunduk dan memperkenalkan dirinya.
"Nama hamba kapten Abraham."
Antonio memperhatikan Abraham karena sebagai prajurit ia menggunakan perlengkapan yang cukup mencolok dari prajurit biasa, karena biasanya seorang prajurit Knight akan menggunakan Armor tebal dan pedang juga tombak serta perisai besar, tapi Kapten Abraham hanya mengenakan Armor sederhana di tubuhnya juga sebuah pedang melengkung yang cukup unik.
"Abraham anda bilang kalau anda tidak akan membiarkan aku pergi tanpa seorangpun pengawal bukan, baiklah kalau begitu aku tidak keberatan tapi hanya dirimu saja Prajurit lain tidak boleh ikut karena perlengkapan mereka terlalu mencolok dan akan menarik perhatian orang-orang."
Abraham terlihat sedikit berpikir lalu berbicara.
"Yang mulia kalau hamba sendiri hamba tidak yakin akan dapat melindungi yang mulia dan rombongan anda dengan maksimal."
"Tuan Abraham aku yakin dengan kemampuan anda lagi pula anda pasti tahu kami tidak butuh perlindungan karena kami adalah petualang juga."
Abraham sedikit menunduk kemudian berbicara.
"Jika yang mulia memaksa baiklah hamba bersedia mengawal yang mulia pangeran Antonio sendiri."
"Baiklah kalau begitu mari kita pergi sekarang."
Antonio dan kelompok berkeliling kota Grosberk dan tentu saja Antonio menanyakan banyak hal pada kapten Abraham mengenai kota Grosberk dan situasi di Republik Navia Utara, meskipun Abraham sedikit ragu menjawabnya tapi mengingat pangeran Antonio adalah sekutu dari Republik ia menjawabnya karena tidak ingin kalau Republik di anggap kurang mempercayai pangeran Antonio.
Sebuah jalan yang mulai sedikit menurun dan bau air laut tercium di udara, kelompok Antonio mendekati sebuah pelabuhan besar di utara kota Grosberk.
Garis lurus di ujung lautan terlihat dan banyak kapal besar bergerak perlahan tidak jauh dari pelabuhan besar itu, transportasi utama Republik memang menggunakan jalur laut karena wilayahnya yang membentang sepanjang pantai utara benua, di sana terdapat banyak pelabuhan dan jauh di timur sebuah kota pelabuhan kedua terbesar di Republik bernama Lasfargo berdiri.
Semenjak bencana angin yang berasal dari sihir kaisar Golgota mempengaruhi benua, angin kencang menerbangkan awan jauh ke utara membuat wilayah itu selalu gelap dan suhu udarapun menurun drastis membekukan bagian utara benua, meskipun dampak sihir yang di buat kaisar Golgota sudah jauh mereda tapi wilayah utara tetap dingin dan di tutupi salju.
Perjalanan laut menggunakan kapal dan perahu menjadi Alternatif penduduk di utara benua dan mereka dapat bertahan di masa lalu dengan menangkap ikan di laut, bencana itu benar-benar mempengaruhi seluruh kehidupan di utara benua.
Sampai hari ini sebagian besar penduduk di utara masih memilih melakukan perjalanan menggunakan kapal, karena terlalu sulit untuk melakukan perjalanan darat di padang salju yang begitu dingin.
__ADS_1
"Pelabuhan ini sangat menakjubkan dan sangat luas, Republik ternyata benar-benar memiliki sangat banyak kapal."
"Tentu saja yang mulia Republik Navia Utara adalah negeri maritim kami mengandalkan perdagangan jalur laut untuk menopang ekonomi negeri ini."
"Tuan Abraham aku dengar perdagangan Republik sangat luas sampai ke benua timur dan sedang gencar membangun angkatan laut kuat untuk memerangi perompak.?"
"Benar yang mulia pangeran, para bajak laut menjadi masalah utama dalam perdagangan laut antar benua, tapi dengan angkatan laut kami berhasil menangani sebagian masalah bajak laut, tidak hanya itu kemampuan angkatan laut kami juga terus bisa berperan penting dalam menahan serangan dari Kerajaan Navia."
Angkatan laut Republik di sebut penguasa laut utara karena banyaknya kapal perang mereka yang selalu bersiaga untuk memobilisasi pasukan dalam mempertahankan diri dari serangan kerajaan Navia.
Antonio dan kelompoknya terus berjalan mendekati kapal-kapal di pelabuhan dan Antonio berbicara pada seorang yang sedang mempersiapkan sebuah kapal untuk berlayar, kapal itu tidak terlalu besar dan kemungkinan itu adalah kapal pengangkut barang biasa.
"Maaf permisi kemana kapal anda akan berlayar.?"
Antonio bertanya pada seorang anak buah kapal yang sibuk memuat persediaan ke dalam kapal itu.
"Kami akan berangkat ke pelabuhan Wraska kota kecil di barat kami harus mengirimkan persediaan kesana."
Anak buah kapal itu menjawabnya dan Antonio berpikir Wraska itu sebuah kota paling barat wilayah Republik dan dekat dengan perbatasan kerajaan Navia, Antonio penasaran dengan keadaan di sana karena di kota Grosberk Antonio hanya melihat sisi bagus dari Republik dan tidak dapat menemukan hal aneh tapi mungkin di wilayah lain akan berbeda dari ibukota.
"Itu tidak terlalu jauh dan hanya butuh beberapa hari perjalanan aku rasa kita bisa mengunjungi tempat itu, Zaza bagaimana apa kamu ingin ikut kesana denganku.?"
Antonio bertanya pada Zaza dan Abraham yang mendengar itu sedikit kawatir tapi Zaza terlihat tidak keberatan dan berbicara.
"Kapten aku akan menemani kapten kemanapun kamu pergi.?"
Zaza menjawab Antonio dan anak buah kapal itu berbicara.
"Apa kalian ingin ikut menumpang kapal kami, tapi kalian harus berbicara pada kapten kami dulu ia ada di sebelah sana tapi aku peringatkan dia cukup galak."
Antonio melihat ke atas dek kapal di sana seorang pria tua sedang berbicara pada seorang wanita yang membawa sebuah pedang, jadi Antonio berjalan mendekat dan berbicara.
"Maaf apakah anda kapten kapal ini, kami ingin ikut menumpang untuk pergi ke kota Wraska.?"
Orang tua itu menatap Antonio dan berbicara.
"Kalau di lihat dari perlengkapan kalian sepertinya kalian kelompok petualang tapi maaf kami tidak punya cukup ruang, kapal ini harus mengangkut persediaan ke Wraska."
Antonio bertanya lagi untuk memastikanya dan pelaut tua itu kemudian melihat wanita itu sesaat sebelum menjawab Antonio lagi.
"Hm.. itu mungkin bisa tapi tergantung berapa kalian akan membayar untuk ruangan di kapal ini karena kami harus mengurangi sebagian persediaan di kapal untuk kalian."
Orang tua itu mengatakanya Antonio berbicara.
"Menurut anda berapa kami harus membayarnya.?"
"Kalian ada berenam jika aku hitung untuk ruangan dan makanan kalian itu tuju koin emas bagaimana menurut anda.?"
Antonio terlihat sedikit berpikir tapi itu harga yang cukup tinggi untuk perjalanan kapal yang tidak terlalu jauh.
"Tuju koin emas itu sangat mahal tapi aku akan setuju dengan harga itu bila itu juga termasuk biaya kembali ke kota Grosberk setelah tiga hari kami berada di kota Wraska."
"Kalau begitu aku setuju tapi kemungkinan kapal kami akan berangkat dari kota Wraska setelah lima hari berlabuh di sana karena kapal harus menurunkan dan memuat barang sebagai persiapan berlayar kembali."
Antonio tidak masalah dengan itu karena perjalananya akan kurang dari dua hari dan masih sempat kembali ke kota Grosberk untuk menghadiri acara peresmian kapal miliknya.
Antonio dan kelompoknya naik ke atas kapal dan di sana terlihat kapten Abraham yang terlihat cukup cemas dan begitu ragu.
"Tuan Abraham apakah anda ikut.?"
"Yang mulia pangeran Antonio apakah ini tidak masalah, anda tidak seharusnya pergi meninggalkan ibukota Grosberk, kalaupun harus hamba bisa meminta kapal perang kami untuk mengantarkan anda."
"Tuan Abraham aku tidak ingin naik kapal perang aku ingin naik kapal pedagang karena aku ingin melihat dan mempelajari bagaimana cara kerja perdagangan dengan kapal."
"Yang mulai pangeran Antonio lalu bagaimana dengan acara peresmian kapal anda nanti dan harus ada yang melaporkan kepergian anda pada Tuan Carlos.?"
"Oh kamu benar tuan Abraham tuan Carlos pasti akan kawatir kalau aku tiba-tiba menghilang dari ibukota Grosberk."
__ADS_1
"Kalau begitu yang mulia sebaiknya anda mengurungkan niat anda ini."
"Tidak tuan Abraham lagi pula acaranya masih sangat lama karena kita juga harus menunggu Komandan lautku yang dalam perjalanan ke Ibukota Grosberk untuk peresmian kapalku."
"Tapi yang mulia hamba sangat kawatir dengan hal ini."
"Tuan Abraham anda segera temuilah prajurit yang berjaga di pelabuhan untuk mengirimnya memberitahukan kepergianku kepada tuan Carlos."
"Tapi.. hamba tidak tahu dan Tuan Carlos pasti akan kebingungan terhadap kepergian yang mulia pangeran Antonio, Baiklah bila yang mulia memaksa hamba tidak bisa mencegah anda untuk melakukan perjalanan ini."
Abraham segera bergegas mencari seorang prajurit di pelabuhan dan setelah beberapa lama akhirnya ia menemukanya.
"Prajurit cepat kemari.?"
Kapten Abraham memanggil seorang prajurit yang berjaga dan prajurit itu mendekat dan bertanya padanya.
"Siapa anda, oh anda memakai lambang prajurit Knigh maaf karena perlengkapan anda terlihat sedikit berbeda dari prajurit biasa."
"Aku adalah Kapten Abraham, Knigh pribadi tuan Carlos dan mantan seorang petualang jadi perlengkapanku berbeda dari prajurit biasa."
"Oh ternyata anda adalah Knight Pribadi tuan Carlos, maaf aku tidak memberikan hormat pada anda Kapten Abraham, lalu ada apa, apakah kapten membutuhkan bantuanku.?"
"Kamu cepat pergilah ke istana kota sampaikan pada tuan Carlos kalau yang mulia pangeran Antonio akan pergi ke kota Wraska sekarang."
"Eh yang mulia pangeran Antonio bukanlah beliau adalah pangeran dari Remaria pahlawan benua barat.?"
"Benar jadi kamu jangan membuang waktu lagi karena aku harus segera kembali untuk mengawal dan mendampingi pangeran Antonio ke kota Wraska.!"
Kapten Abraham mengatakan itu tapi prajurit di depanya masih terlihat berdiri di tempat sambil melihat ke arah kapal di dekat pelabuhan jadi kapten Abraham berbicara padanya.
"Prajurit apa yang kami tunggu cepat pergilah menemui tuan Carlos.!"
"Baik kapten Abraham tapi kurasa anda juga akan terlambat lihatlah, itu adalah kapal yang biasa membawa persediaan ke kota Wraska dan kapal itu sudah terlihat berlayar meninggalkan pelabuhan."
"Apa..?!"
Kapten Abraham segera menatap ke arah kapal yang di tunjuk oleh prajurit penjaga pelabuhan dan benar Kapten Abraham tahu kalau kapal itu adalah kapal yang di naiki oleh pangeran Antonio.
"Kenapa kapal itu malah berangkat meninggalkanku, sial kalau begini tidak ada yang akan mengawal dan mengawasi pangeran Antonio, Tuan Carlos pasti akan sangat marah.?"
Kapten Abraham segera kembali ke Istana kota Grosberk untuk melaporkan hal itu pada tuan Carlos.
Sedangkan Antonio bersama kelompoknya berada di atas dek kapal yang akan menuju kota Wraska dan berbicara pada Kapten kapal itu.
"Maaf Nona aku harus meminta kapalmu untuk berangkat lebih awal karena aku tidak terlalu menyukai pengawalan dari tuan Abraham yang terus mengawasiku."
"Tentu saja pangeran Antonio tapi yang ingin hamba tanyakan bagaimana yang mulia bisa mengenali kalau hamba adalah kapten kapal ini.?"
"Nona tadi anak buah anda mengatakan kalau kapten kapal ini cukup galak dan orang tua yang tadi berbicara padaku sama sekali tidak terlihat seperti itu."
"Hm.. jadi menurut yang mulia pangeran Antonio hamba terlihat seperti wanita yang galak.?"
Kapten kapal itu bertanya pada Antonio dan Antonio sedikit tertawa dan berbicara.
"Hahaha aku tidak tahu itu aku hanya menebaknya karena pelaut tua yang sebelumnya berbicara padaku sedikit melihat anda sebelum mengambil keputusan dalam bernegosiasi.?"
"Ternyata benar yang di katakan orang kalau yang mulia pangeran Antonio memang cerdas, baiklah kalau begitu perkenalkan nama hamba Rosalia kapten kapal ini dan orang tua itu adalah Kalim ahli navigasiku."
"Begitu baiklah perkenalkan namaku Antonio dan ini kelompok petualangku."
"Salam kenal aku Zaza dan ini sahabatku Erin."
"Salam kenal."
"Aku Anastasia Priest kelompok petualang Spirit Of Zea."
"Aku Marta De La Morgan."
__ADS_1
Nona Rosalia melihat kelompok petualang pangeran Antonio dan itu memang seperti kelompok petualang biasa, kecuali Antonio yang seorang pangeran dan Marta yang memiliki gelar bangsawan Lady Morgan. Antonio dengan mudah meminta pada Rosalia untuk memberangkatkan kapalnya karena kapten kapal itu mendengar pembicaraan prajurit Abraham kalau ternyata seorang pangeran Antonio yang ingin menumpang kapalnya.
.