GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
135.4 Misi Penyelamatan


__ADS_3

Ruangan bar di lantai bawah penginapan sudah sangat ricuh, para assassin yang di pimpin Azel terus bertarung dengan orang-orang yang menjalankan rencana Dominic.


Sementara itu Dominic bersama Diana keluar dari kamar mereka dan menatap lorong penginapan di mana terlihat dua assassin menjaga salah satu pintu ruangan tempat gadis yang sedang di sekap.


Kedua assassin yang berjaga di sana langsung terlihat waspada atas kehadiran Dominic dan Diana yang tampak seperti petualang karena membawa senjata.


"Tuan Dominic kelihatanya orang-orang di penginapan ini sangat tegang, lihatlah mereka berdua bahkan bersikap waspada terhadap kita.?"


"Ahh benar sekali Diana padahal aku ingin beristirahat dengan nyaman di penginapan ini tapi orang-orang di bawah juga sangatlah ribut hingga menggangguku."


Dominic dan Diana mengatakan itu tapi kedua assassin yang menjaga di sana tidak terlalu menghiraukan keributan di lantai bawah karena tugas mereka adalah untuk menjaga ruangan di lantai dua.


Diana dan Dominic terus berjalan dan akan segera melewati kedua penjaga pintu yang sama sekali tidak mengendorkan kewaspadaan mereka.


"Sekarang..!!"


"Haaat..!"


Dominic dan Diana langsung mencabut pedang mereka mengayunkannya ke arah kedua penjaga pintu itu saat mereka sudah tepat di hadapan mereka, tapi kedua prnjaga itu dapat langsung menghentikan ayunan pedang yang mengarah ke tubuh mereka menahannya dengan dua pisau tajam.


"Hahh.. jangan pikir kami tidak curiga dengan tingkah laku kalian, dasar petualang brengsek sebenarnya siapa dan apa tujuan kalian menyerang kami.?"


Dominic sangat heran saat kedua penjaga itu dapat menahan serangan kejutannya, karena orang biasa tidak mungkin dapat melakukanya dengan semudah itu, tapi senjata dari kedua penjaga itu membuat Dominic sadar akan sesuatu.


"Hahh pisau ini jadi kalian assassin, dasar brengsek kenapa kelompok assassin seperti kalian menyekap seorang gadis.?"


"Itu bukan urusanmu sekarang matilah haat..!"


Assassin dapat mengimbangi kemampuan bertarung Dominic yang sangat kuat tapi bila itu di teruskan maka tujuan Dominic untuk menyelamatkan gadis yang di tawan itu akan gagal jadi Dominic melompat sedikit mundur dan menyarungkan pedangnya kembali serta bersiap mengeluarkan kekuatan rahasianya.


"Diana cepat menjauh..!"


"Baik aku mengerti..!"


Diana langsung menjauh dari tubuh Dominic dan tubuh Dominic mulai di kelilingi aura kegelapan yang hebat, itu adalah kekuatan yang sangat mengerikan bahkan Dominic sendiri menganggapnya sebagai sebuah kutukan, kekuatan dari aura kematian yang akan mendatangkan malapetaka pada siapapun yang tersentuh energi sihir kegelapan yang muncul itu.


"Dead aura..?!"


Kedua assassin seketika langsung merasakan kejutan seperti perasaan yang menyayat di dalam pikiran mereka dari rasa takut dan kengerian tapi itu berlangsung begitu cepat hingga kedua assassin itu tidak bisa menghindar lagi dan hanya bisa maju menyerang Dominic karena tidak punya banyak pilihan.


Kedua pisau assassin menancap ke dada Dominic tapi bukan darah merah yang keluar dari luka yang di timbulkannya melainkan sejenis cairan hitam pekat yang keluar dan merambat ke bilah pisau assassin seperti hidup dan seketika itu kedua tangan Dominic menggenggam kepala dari kedua assassin itu hingga terlihat bola mata dari kedua assassin itu langsung terbalik dan merasakan penderitaan akan kematian dari kekuatan kegelapan yang merasuki tubuh mereka.


Dead Aura kekuatan yang hanya di miliki mahkluk kematian seperti undead, bahkan kekuatan itu jauh lebih mengerikan dari yang di miliki Undead tingkat tinggi seperti dead Knight dan Elder Lich, itu adalah kekuatan dari salah satu mahkluk terkuat di dunia kematian, pemakan jiwa dan pencabut nyawa dari semua kehidupan, sang malaikat kematian dark Reaper.


Dominic pernah tertelan kegelapan abadi dan melalui penderitaan serta rasa sakit dari seribu kematian, tapi ia berhasil bangkit kembali setelah jiwa dari dark Reaper yang mengutuknya dengan sihir kegelapan lenyap, tapi kutukan itu masih tetap hidup dalam tubuh Dominic dan membuat Dominic hampir tak terkalahkan.


Tapi kekuatan sihir kegelapan sangatlah terlarang dan semua orang akan menganggap Dominic sebagai mahkluk jahat bila Dominic terlihat menggunakanya. Sihir suci memang dapat menghancurkan kutukan kegelapan di dalam tubuh Dominic tapi tubuh Dominic sudah terlanjur menyatu dengan kekuatan gelap itu hingga akan membuat jiwa Dominic juga akan ikut hancur.


Kedua Assassin sudah roboh dan aura kegelapan yang mengelilingi tubuh Dominic kembali menghilang merasuk ke dalam tubuhnya.


"Huh tak aku sangka aku sampai harus menggunakan kekuatan ini, mengapa sekelompok besar assassin sekuat ini sampai menawan seorang gadis, Diana kita harus cepat menyelesaikanya karena teman-teman kita di lantai bawah pasti dalam masalah besar."


Diana dan Dominic segera masuk ke dalam ruangan itu tapi ruangan itu sudah kosong dan Diana langsung bergegas berlari melihat keluar jendela yang terbuka lebar melihat seorang Assassin wanita yang sedang melompat dari atas bangunan berusaha membawa lari gadis yang di tawan itu.

__ADS_1


"Tuan Dominic assassin itu mencoba membawa lari gadis itu.!"


"Apa kita sudah terlanjur sejauh ini jadi kita harus mendapatkannya.!"


Dominic dan Diana juga segera bergegas melompat keluar dari jendela dan mengejar assassin yang membawa gadis tawanan itu kabur.


Di lantai bawah penginapan ada cukup banyak korban yang tewas terutama berasal dari orang-orang yang bekerja membantu Dominic dan hanya beberapa petualang yang cukup kuat yang berhasil bertahan dan melarikan diri karena jumlah assassin yang di bawa Azel tidak hanya cukup banyak tapi mereka juga sangat kuat.


"Tuan Azel ini gawat tawanan kita menghilang dan orang kita yang menjaga di depan pintu tewas dengan keadaan sangat mengenaskan."


"Apa lalu bagaimana dengan Dilfa yang menjaga tawanan kita.?"


"Dia juga ikut menghilang, kemungkinan dia berhasil melarikan diri membawa tawanan kita karena jasadnya tidak ada di sana."


"Kalau begitu tunggu apa lagi kita harus segera membantunya, Dilfa pasti di kejar oleh orang-orang brengsek yang menyerang kita.!"


Para assassin segera bergegas melacak keberadaan assassin Dilfa yang membawa lari tawanan. Azel tentu saja sangat kawatir karena kemungkinan musuh yang mencari masalah dengan kelompoknya pasti cukup kuat hingga assassin sekuat Dilfa memutuskan untuk melarikan diri.


Di tengah pemukiman assassin Dilfa cukup kesulitan karena harus melarikan diri sambil membopong tawanan yang terus meronta berusaha melepaskan diri.


"Kamu tidak akan bisa lari dariku.!"


Dominic berteriak mengatakan itu saat assassin Dilfa sudah semakin terkejar.


"Sialan kalau terus begini aku akan segera terkejar."


"Lepaskan dasar sialan.!"


Dilfa sudah cukup kelelahan dan instingnya mengatakan kalau pria di depannya sangatlah berbahaya karena sebelumnya dia merasakan kekuatan dahsyat saat berada di dalam ruang penginapan yang kemungkinan berasal dari pria yang mengejarnya ini.


Dominic segera membantu gadis tawanan yang masih terjatuh terikat dengan tali tambang di sana.


"Kamu baik-baik saja.?"


"Siapa kamu.?"


"Tenanglah aku bukan orang jahat, aku datang untuk menolongmu."


"Menolongku apakah Kapten yang mengutusmu.?"


"Aku tidak tahu kaptenmu itu karena tidak ada yang mengeutusku, aku hanya ingin menolongmu atas kemauanku sendiri, bukankah kamu meminta tolong saat di seret oleh para  assassin masuk ke dalam penginapan."


"Ah benarkah kamu bahkan rela menghadapi assassin kerajaan Navia sekuat mereka hanya untuk menolongku, aku sangat berterimakasih."


Zaza mengucapkan terimakasih karena ternyata ada orang baik yang akhirnya mau menolongnya, tapi ini belum berakhir karena seorang assassin di sana masih bersiap untuk melawannya.


"Sialan siapa kalian yang sebenarnya, mengapa kalian ikut campur dengan urusan kami.?"


"He.. aku adalah Dominic penyelamat para budak, penolong untuk mereka yang tertindas.!"


"Brengsek kamu akan segera menerima akibat karena berani macam-macam dengan kami elit assassin dari kerajaan Navia.!"


"Aku sudah sering mendengar kata-kata seperti itu dan aku tidak peduli apakah kamu seorang assassin atau dewa sekalipun, aku akan berjuang menolong mereka yang tertindas."

__ADS_1


Dominic mengatakan itu dengan percaya diri sambil menghunuskan pedangnya dan tak lama kemudian beberapa petualang berkuda datang mendekat itu adalah para petualang yang berhasil kabur dari penginapan bersama Diana datang untuk memberikan bantuan kepada Dominic.


"Resol bagaimana dengan yang lain yang ada di penginapan.?"


"Tuan Dominic mereka semua sudah mati, para assassin itu terlalu kuat dan hanya kami yang berhasil meloloskan diri."


"Apa orang-orang kita terbunuh, dasar sialan mengapa semuanya jadi begini."


Dominic terlihat marah karena sebagian dari orang-orangnya telah gugur.


"Dominic bagaimana sekarang, para assassin itu pasti akan segera menyadari rencana kita dan akan mengincar kita."


Dominic juga tahu hal itu jadi dia segera memotong tali tambang yang mengikat Zaza dan berbicara padanya.


"Kamu pergilah bersama orang-orangku, aku akan menghadapi para assassin itu dan membalas kematian rekan-rekanku.!"


"Tapi para assassin itu terlalu berbahaya, kamu tidak bisa menghadapi mereka sendirian."


Zaza mengatakan itu karena kawatir kepada orang yang telah menolongnya mengingat kelompok assassin yang di pimpin oleh Azel sangatlah kuat, tapi di sana wanita rekan dari orang yang bernama Dominic itu berbicara pada Zaza.


"Nona anda jangan kawatir tuan Dominic pasti dapat mengalahkan mereka semua."


"Tapi nona Diana para assassin itu terlalu kuat untuk Tuan Dominic hadapi sendiri, bukankah sebaiknya kita bersatu untuk melawan mereka."


"Tidak Tuan Dominic lebih kuat dari mereka semua dan kita hanya akan menghalanginya bila tetap di sini."


Diana mengatakan itu dan akhirnya dengan sedikit menyesal Zaza menaiki kuda yang di kendarai Diana untuk kabur meninggalkan tuan Dominic bertarung sendirian menghadapi para assassin.


"Diana pastikan gadis itu selamat karena itu adalah alasan kita berjuang sampai seperti ini."


"Tuan Dominic anda berjuanglah kami akan menanti anda di tempat persembunyian."


"Ya serahkan semua padaku."


Diana dan para petualang segera memacu kuda mereka dan pergi menjauh dari desa Kobe dan tak lama kemudian Azel serta para Assassinya akhirnya tiba dan langsung mengepung Dominic.


"Dilfa di mana tawanan kita.?"


"Maaf tuan Azel aku gagal mempertahankannya, rekan-rekan dari orang di depan kita telah membawanya kabur.!"


"Apa ini gawat rencana kita bisa kacau kalau gadis itu kembali ke Republik Navia Utara, ahh semua bersiap untuk lakukan pengejaran dan sisanya bunuh pria ini."


Azel memberikan perintah itu untuk menghabisi Dominic, orang yang telah mengambil tawanan mereka.


"Coba saja kalau kalian mau membunuhku."


Azel mengatakannya untuk menantang semua assassin di sana.


"Tuan Azel hati-hati kemungkinan dia sangatlah kuat, karena dia sempat mengatakan akan menghadapi kita semua sendirian dan menyuruh rekan-rekannya melarikan diri."


Azel menatap Dominic karena Dilfa sampai memperingatkannya, tapi orang yang telah menggagalkan rencana mereka adalah musuh yang harus di habisi, jadi para assassin tetap bersiap untuk melawannya.


.

__ADS_1


__ADS_2