GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
138.3


__ADS_3

Raja Hulgorin bersama para pengawalnya akhirnya kembali ke pegunungan Wiwardin melalui sisi barat pegunungan yang berbatasan langsung dengan hutan Algamir.


Para dewan kerajaan Dwarf terlihat gelisah di ruang rapat saat sang raja mereka Hulgorin memasuki ruangan itu.


"Yang mulia raja Hulgorin selamat datang kembali dan bagaimana apakah para Elf itu akan membantu kita." Sambut seorang dewan kerajaan Dwarf di ruangan yang kemudian bertanya, karena bahkan Raja Hulgorin sendiri harus sampai datang sendiri ke Artamia agar raja Elf bersedia membantunya.


"Sebenarnya Raja Tainar terlihat enggan memberikan bantuan tapi untungnya di sana ada Tetua Galkaxa yang menjamin kalau para Elf akan mengirimkan bantuan pada kita." Jawab Hulgorin.


"Oh Tetua Galkaxa aku sedikit penasaran mengapa Tetua Elf itu berada di Artamia, tapi pikir sekarang bukan saatnya untuk membahas itu dan yang lebih penting kita bisa sedikit tenang untuk urusan persediaan." Ucap kembali dewan Dwarf Arandul dan kemudian Raja Hulgorin kembali berbicara.


"Arandul bagaimana benteng kita, apakah para cleric brengsek itu sudah mundur?" Tanya Raja Hulgorin.


"Sayangnya mereka masih belum menyerah bahkan pasukan Undead mereka semakin banyak dan terus berusaha memanjat ke atas benteng, pasukan kita hampir kelelahan karena tidak dapat beristirahat selama beberapa hari ini." Kata ketua dewan Arandul yang menyampaikan keadaan benteng di selatan kota.


Wajah kawatir tampak di hampir seluruh tetua dewan kerajaan Dwarf pegunungan Wiwardin, meskipun benteng kerajaan Dwarf di bangun sangat kokoh dan tinggi tetapi lawan mereka adalah Necromancer penyihir kuil Sirak yang menggunakan kekuatan kegelapan untuk membangkitkan yang mati menjadi mayat hidup dan mengendalikannya. Tidak ada yang tahu pasti darimana pengikut kuil sirak mendapatkan mayat sebanyak itu tapi ada rumor yang mengatakan bahwa mereka mendapatkannya dari makam prajurit bekas pertempuran invasi kaisar Hereven yang tersebar di tanah Tandora.


Pengikut kuil Sirak memang terkenal sangat biadab bahkan mereka tidak membiarkan mereka yang mati dapat tenang di alam kubur.


"Yang mulia Raja Hulgorin undead tidak akan kelelahan tetapi pasukan kita punya stamina yang terbatas bila ini terus berlangsung kita pasti akan kalah." Ucap seorang anggota dewan kerajaan Dwarf kepada Hulgorin.


"Hordin jangan katakan itu kita pasti bisa mengatasi mereka, lagi pula kita tidak punya pilihan lain selain terus bertempur, tidak akan ada pasukan dari negeri lain yang akan datang, semua ini karena si brengsek Leonardo hingga wilayahnya di penuhi oleh pengikut kuil Sirak bahkan membiarkan mereka mengepung dan menutup pintu masuk ke pegunungan Wiwardin!" Ucap Raja Hulgorin dengan sangat marah dan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya pada pemerintahan kerajaan Tandora.


Suasana terasa begitu berat di ruangan itu dan raja Hulgorin kembali berdiri dan akan segera beranjak dari tempat itu hingga ketua Arandul berbicara.


"Yang mulia anda ingin pergi kemana." Tanya ketua dewan Arandul melihat Rajanya akan keluar dari ruangan.


"Aku akan mengambil Armor dan senjataku, aku harus bertempur bersama para prajurit kita di luar." Ucap Raja Hulgorin karena nerasa Ia harus berjuang bersama pasukannya yang sudah kelelahan di atas benteng kotanya.


"Raja Hulgorin sebaiknya anda beristirahat terlebih dahulu, anda pasti masih lelah setelah baru kembali dari Artamia." Kata Arandul.


"Tidak aku tidak akan bisa beristirahat dengan tenang bila ada undead berada di depan pintu rumahku, jadi aku harus berjuang bersama yang lain untuk membasmi mereka." Raja Hulgorin langsung keluar dari ruangan setelah mengatakan itu.


Di depan benteng kerajaan Dwarfen pegunungan Wiwardin, puluhan ribu undead terus bergerak berlahan mereka terus mencoba memanjat benteng hingga tubuh busuk mereka saling bertumpuk sementara di jalanan berkelok menuruni gunung para undead lain masih terus berdatangan dari selatan.


Para prajurit Dwarf juga tidak tinggal diam mereka terus berjuang keras memindahkan bebatuan besar dari dalam tambang ke atas benteng menjatuhkan serta menghancurkan pasukan undead di bawah mereka, meskipun itu cukup efektif tetapi keberadaan para pengikut kuil Sirak dapat terus membangkitkan kembali para undead yang berhasil di kalahkan hingga pertempuran terasa tidak akan pernah berakhir.

__ADS_1


Raja Hulgorin berada di atas benteng menyaksikan kengerian pasukan kematian itu sendiri dari balik helmnya tapi Ia berusaha keras untuk tidak menunjukkan ketakutannya karena itu dapat mempengaruhi pasukannya yang sedang berjuang.


"Dwarfen Hancurkan pasukan busuk mereka, kirim mereka menuju kematian yang abadi, kita tunjukkan bahwa kita adalah para pejuang Dwarf yang pemberani dan tak terkalahkan bahkan bila kita harus menghadapi pasukan kematian sekalipun.!" Ucap Raja Dwarf Hulgorin dengan lantang untuk membangkitkan semangat pasukannya yang terus berjuang.


-


Di kota Libanon para petualang yang di kirim untuk menyelidiki makam besar Golgota berhasil kembali dengan selamat dan langsung memberikan laporan kepada kepala guild.


"Apakah benar yang kalian lihat di sana, para iblis itu mengerumuni makam itu, ini akan gawat dan dapat mengancam beberapa kota dan desa yang tidak jauh dari tempat itu, baiklah aku akan segera memberikan kabar kepada pihak kerajaan karena tidak mungkin guild petualang akan mampu mengatasi pasukan iblis itu sendiri." Ucap kepala guild petualang kota Libanon kepada kelompok petualang Sky Dragon.


"Benar kita akan membutuhkan bantuan militer dalam jumlah besar karena sebagian iblis yang kami lihat terlihat sangat berbeda, kemungkinan itu adalah iblis tingkat tinggi." Kata Garret kepada kepala guild petualang.


"Baiklah kalau begitu kalian bisa mengambil imbalan kalian di ruang depan, aku akan langsung pergi menemui Lord Morgan di kediamannya."


Antonio di istana kerajaan terlihat sedang berbicara dengan Tetua Uqam penasehat pribadinya, Ia sedikit gelisah karena Tetua Galkaxa menyampaikan kalau kuil Sirak telah bergerak bahkan berani menyerang para Dwarf di pegunungan Wiwardin.


"Yang mulia pangeran Antonio, anda tidak boleh kembali pergi ke pegunungan Wiwardin, apalagi sekarang kuil Sirak sedang menyerang tempat itu." Ucap Tetua Uqam karena Ia sedikit kawatir pangerannya akan pergi meninggalkan Remaria lagi untuk berperang membela para Dwarf di pegunungan Wiwardin.


"Tetua Uqam Raja Dwarf Hulgorin sedang membutuhkan bantuan kita, ingatlah mereka juga merupakan sekutu yang dapat memecah pergerakan kuil Sirak di tanah Tandora, bila pegunungan Wiwardin berhasil di rebut maka itu akan menjadi masalah besar untuk semua orang." Ucap Antonio yang bersikeras ingin membantu para Dwarf di pegunungan Wiwardin.


"Tetua Uqam pasukan red Vivern yang dapat di kerahkan saat ini tidaklah terlalu banyak karena sebagian dari mereka sudah di kirim ke Republik Nort Navia sebagian lagi mengamankan wilayah dan kota Kalinka yang kita kuasai dari kerajaan Arka, hanya sedikit pasukan itu yang masih berada di ibukota dan tidak cukup untuk menghadapi kuil Sirak yang berbahaya, aku harus kesana dan bertindak dengan kekuatanku karena hanya itu yang merupakan jalan keluar paling baik." Ucap Antonio yang tidak memiliki banyak pasukan red Vivern yang dapat langsung menuju ke pegunungan Wiwardin.


Antonio memang sempat berpikir untuk meminta bantuan Aruna dari dalam hutan Algamir, tapi Ia sudah terlalu banyak merepotkan Aruna dan mengerahkan para monster dari dalam hutan bisa jadi nanti para Monster itu juga menyerang para Dwarf serta penduduk di sekitar pegunungan Wiwardin.


Antonio terlihat tidak punya banyak pilihan melihat sebagian pasukan Remaria yang sudah tersebar di berbagai wilayah dan Naga Helgram dari pegunungan Wiwardin juga tidak dapat di hubungi karena para naga juga sedang sibuk untuk memburu monster Zea yang tersebar di berbagai tempat di dunia.


Sementara itu terlihat dua orang memasuki ruang singgasana dengan sedikit tergesa-gesa, Ia adalah Sir Pirto penasehat kerajaan yang datang bersama Dominic Johan yang belum lama kembali setelah mengurus perpindahan orang-orang yang mengikuti Dominic dari persembunyian mereka di wilayah utara kerajaan Arfen ke wilayah Laria.


"Sir Pirto ada apa, sepertinya anda sedikit cemas." Tanya Antonio yang melihat raut wajah Sir Pirto yang tampak sedikit serius.


"Pangeran Antonio, hamba baru saja mendapatkan kabar dari utusan Lord Morgan, Ia menyampaikan bahwa Guild petualang kota Libanon telah memastikan bahwa para iblis yang muncul di selatan gurun Arka berasal dari dalam reruntuhan makam besar Kaisar Golgota dan pasukan Iblis itu juga sudah tumbuh semakin banyak." Kata Sir Pirto yang memberikan laporan kepada pangeran Antonio.


"Apa jadi para iblis yang berada di wilayah selatan gurun Arka berasal dari dalam makam kaisar Golgota, aku memang sudah curiga saat aku menemukan beberapa perkamen dengan bahasa iblis di ruang perpustakaan kuil Arasia yang menyimpan petkamen kuno mengenai kekaisaran Golgota."


Antonio langsung terlihat mengerutkan dahinya karena dulu saat di kuil besar Arasia sempat membaca beberapa perkamen mengenai Kaisar Golgota yang memiliki beberapa lambang iblis di tubuhnya dan Kaisar Golgota meneliti sejarah para iblis untuk menghilangkan tanda kutukan itu.

__ADS_1


"Yang mulia pangeran Antonio jadi kemunculan para iblis itu juga berhubungan dengan kaisar Golgota, hamba tidak mengerti mengenai hal itu tapi yang jelas kemunculan iblis yang bersarang tidak jauh dari perbatasan kita akan sangat berbahaya, hamba juga sudah mengirimkan utusan ke kota Harnas agar pasukan di sana bersiaga penuh bila para iblis bergerak ke barat menuju tempat itu." Kata Sir Pirto yang menjelaskan situasinya.


"Ini sangat tidak bagus, sebagian pasukan Remaria telah tersebar di berbagai wilayah, Komandan Eriela masih berada di kerajaan Navia bersama angkatan lautnya, Komandan Fenia dan komandan Darius berada di Silmarin, padahal kita juga harus membantu kerajaan Dwarfen pegunungan Wiwardin yang saat ini di telah di kepung kuil Sirak yang menggunakan pasukan Undead." Antonio mengatakan itu yang berpikir kalau Ia hampir kehabisan pasukan untuk menghadapi masalah baru yang datang hampir bersamaan.


Sementara itu seorang pemuda yang mendampingi Sir Pirto terlihat akan berbicara setelah mendengar perkataan Antonio.


"Yang mulia pangeran Antonio apakah anda tadi menyebut kalau kerajaan Dwarfen yang di pimpin oleh Raja Hulgorin telah di serang oleh kuil Sirak." Ucap Dominic yang terlihat menanyakan hal itu.


"Benar Dominic aku baru saja mendapatkan kabar dari Tetua Uqam di hutan Argamir bahkan raja Hulgorin sampai harus meminta dukungan persediaan ke kesana karena kuil Sirak telah mengepung bagian selatan pegunungan Wiwardin." Kata Antonio menjelaskan hal itu dan Dominic mengingat masa lalunya yang dulu pernah mendapatkan bantuan dari kerajaan Dwarf meskipun ia sudah membalasnya dengan membantu kerajaan itu dan mendapatkan gelar pahlawan dari raja Hulgorin tapi Ia merasa masih ingin melakukan sesuatu untuk mereka.


"Yang mulia pangeran Antonio, Aku cukup dekat dengan para Dwarf pegunungan Wiwardin, jika yang mulia pangeran Antonio imgin membantu mereka untuk mempertahankan diri dari serangan kuil Sirak, ijinkan hamba ikut serta juga kesana." Pinta Dominic Johan kepada pangeran Antonio.


"Dominic aku memang mengetahui kalau kamu sudah mendapatkan gelar pahlawan dari Raja Hulgorin, tapi masalah pasukan yang dapat aku kirim ke sana mungkin tidak akan terlalu besar, mungkin hanya beberapa pasukan Red Vivern karena sebagian dari mereka harus aku tarik kembali untuk mengamankan wilayah perbatasan kerajaan Remaria untuk bersiap menghalau pasukan iblis." Kata Antonio dan Dominic sangat mengerti akan hal itu jadi Ia berbicara.


"Yang mulia pangeran Antonio, hamba sangat mengerti keadaan kita saat ini, tapi jika benar para penyihir kuil menggunakan pasukan Undead maka kemungkinan hamba bisa mengatasi mereka dengan kekuatan hamba." Kata Dominic yang cukup yakin mengatakan itu dan Antonio berpikir apakah mungkin kekuatan Dominic bisa mengatasi kuil Sirak yang juga menguasai sihir kegelapan, tapi jelas Dominic cukup yakin dengan hal itu.


"Dominic tadinya aku berpikir untuk meminta lebih banyak Cleric dan Priest kuil Arasia untuk membantu menghadapi Undead, meskipun kemungkinan para uskup kuil Arasia akan menolak karena sedang sibuk membantu penduduk di gurun Arka, tapi bila Dominic cukup yakin bisa mengatasi para Cleric kuil Sirak yang menyerang pegunungan Wiwardin aku akan mengirimu kesana bersama beberapa ribu pasukan red Vivern." Kata Antonio yang akhirnya setuju dengan permintaan Dominic, Antonio yakin dan percaya dengan Dominic karena sudah menguji sendiri kemampuannya yang menguasai kekuatan kegelapan.


"Dengan senang hati hampa akan berjuang untuk membantu para sahabat hamba yang merupakan Dwarf di pegunungan Wiwardin." Ucap Dominic Johan.


_____


Aku lapar..🙂


Akhirnya aku menulis novel ini lagi setelah beberapa chapter yang aku simpan hilang, jadi aku langsung upload saja dari pada hilang lagi.


Menjadi penulis pemula memang tidak mudah, penuh dengan perjuangan dan keprihatinan hingga aku hanya bisa menulis saat malam karena siang harus kerja sambilan jadi kuli bangunan. Sad..🙂


Tapi aku tetap berharap dengan novel ini karena ini adalah karya terbaikku dan ingin terus menulisnya hingga rampung.


Buat kalian yang masih membaca novel ini, maaf karena sudah lama tidak update.


Oh ya satu lagi yang mau beli buku Light novel GREAT ANTONIO A Man Walk To Another World, versi cetak bisa di pesan melalui SHOPEE ketik aja GREAT ANTONIO nanti muncul, yang gak beli juga gak papa.


Terimakasih kalian semua yang sudah membaca..🙂

__ADS_1


DAVIT RIYANTO


__ADS_2