
Udara yang dingin di sebuah perbukitan dan lembah bersalju, sekelompok pemburu terlihat sedang berada di tenda mereka di pinggir hutan dekat perbatasan antara Kerajaan Navia dan Republik Navia Utara.
Kelima pria dari kelompok petualang yang mengkhususkan diri untuk berburu binatang itu sedang bersiap kembali ke kota Wraska setelah selesai menguliti dan mengumpulkan daging dari beberapa rusa berukuran besar.
"Yolga siapkan kuda kita aku tidak suka suasana ini, lihatlah awan mulai terlihat kembali menebal di atas kita dan matahari yang sempat bersinar tadi benar-benar sudah tidak terlihat kemungkinan salju akan segera turun."
"Aku mengerti Praska tadi kita juga sempat mendengar ada lolongan melengking jauh dari dalam hutan kemungkinan serigala hutan juga akan datang karena mencium bau darah dari binatang yang kita potong sini, akan gawat bila kita terjebak salju bersama sekelompok serigala yang kelaparan."
Yolga si pemburu mengatakan itu pada rekanya dan dua orang yang lain juga terlibat sibuk mengikat buruan mereka ke kereta salju yang di tarik kuda mereka, tapi tak lama kemudian terdengar suara siulan dari kejauhan, siulan itu berasal dari seorang pemburu rekan mereka yang bertugas mengawasi sekitar dan mereka langsung menyiapkan panah dan pedang mereka untuk bersiaga terhadap bahaya.
"Praska kamu dengar sinyal tanda bahaya dari Akur dia pasti melihat sesuatu.?"
"Benar kita harus memeriksanya. Ilak, Kumar tinggalkan kulit binatang itu, kita ke tempat Akur sekarang."
Keempat pemburu itu segera bergegas ke tempat Akur dan terlihat Akur yang sedang berbaring bersembunyi melihat jauh di bawah bukit.
"Akur apa yang kamu temukan.?"
Praska bertanya dan Akur langsung berbicara.
"Praska coba kamu lihat di bawah sana."
Praska dan yang lainnya langsung melihat jauh ke bawah bukit dan melihat seekor serigala hitam yang sangat besar terlihat dari kejauhan.
"Itu bukan serigala biasa itu Blarok serigala yang di kembang biakan secara khusus untuk pasukan raja dari Orc yang berhasil menjatuhkan serta menguasai kerajaan Galdamar di era kekacauan masa lalu, aku melihat gambarnya dalam buku dongeng."
Yolga mengatakan itu setelah melihat sosok serigala di bawah bukit dan Praska menanggapinya.
"Jadi itu adalah mahkluk ganas dari masa lalu, aku pikir itu hanya jenis serigala abu-abu besar, karena mungkin bulu tebal dari serigala itu akan sangat bernilai di pasar."
__ADS_1
"Praska kamu jangan meremehkan serigala itu karena meskipun terlihat seperti serigala besar biasa itu adalah salah satu jenis serigala Lycan, mahkluk kegelapan yang khusus di kembang biakan untuk berperang."
"Aku setuju dengan Yolga memburunya akan sangat beresiko apalagi kita sempat mendengar ada lolongan serigala yang begitu melengking bukan, itu pasti berasal dari mahkluk itu dan ada lolongan lain yang terdengar dari kejauhan menanggapinya berarti pasti ada Blarok yang lainya juga tidak jauh dari sini."
Akur mengutarakan pendapatnya dan memang ada lolongan serigala lain yang menanggapi lolongan yang pertama berarti ada Blarok lain di sekitar lembah ini karena mahkluk sejenis serigala biasanya hidup berkelompok.
"Auuu...!?"
Lolongan melengking panjang terdengar dari Blarok itu dan tak lama kemudian sejumlah serigala Blarok lain muncul mendekat dari balik pepohonan tapi itu tidak hanya setigala aja yang muncul tapi sejumlah Orc dengan wajah buruk mereka terlihat menaiki serigala-serigala hitam itu.
"Hahh.. itu sekelompok pasukan kecil dari Orc dan di lihat dari situasi ini pasti serigala yang pertama itu adalah pengintai atau mungkin umpan.!"
"Tapi Yolga sedang apa Pasukan Orc sampai sejauh ini ke utara.?"
"Entahlah Praska, tapi lihatlah itu mereka membawa beberapa manusia yang terikat."
Mereka menyaksikan ada beberapa manusia yang di ikat dan di tarik dengan tali tambang tapi para pemburu dari Republik Navia Utara itu mengenali pakaian yang di kenakan orang-orang malang itu.
Praska mengatakan itu tapi Yolga memikirkan hal lain.
"Praska kamu benar tapi tidak biasanya kerajaan Navia mengirimkan prajurit ke perbatasan kecuali saat berperang dengan kita."
Yolga mengatakan itu jadi Praska berbicara.
"Yolga apakah menurutmu para prajurit kerajaan Navia yang di tangkap para Orc itu adalah prajurit pengintai musuh yang ingin menyerang Republik Navia Utara, mengingat sudah cukup lama kerajaan Navia tidak menyerang Republik karena sibuk dengan perang besar menghadapi invasi kekaisaran Hereven untuk mempertahankan benua barat.?"
"Kemungkinan seperti itu Praska, ini gawat bila kerajaan Navia menyerang Republik saat ini karena tidak banyak pasukan di kota Wraska."
"Yolga kita harus kembali dan melaporkan ini pada pos pasukan Republik di kota Wraska."
__ADS_1
"Baik, lagi pula kita juga tidak bisa terus di sini karena pasukan Orc itu mungkin juga akan menemukan kita."
Kelima petualang pemburu itu segera bergegas meninggalkan lembah itu dan menuju utara ke kota pelabuhan Wraska. Republik Navia memang telah menarik mundur sebagian pasukan mereka di Wraska karena tidak ada tanda-tanda kalau kerajaan Navia akan menyerang Republik dalam waktu dekat dan dugaan itu juga di perkuat dengan adanya pengiriman sejumlah pasukan Kerajaan Navia ke tanah Tandora untuk membantu kerajaan Arfen menginvasi tempat itu.
>>>>>>
Antonio dan kelompok petualangnya akhirnya tiba di pelabuhan kota Wraska setelah dua hari perjalanan, kota kecil dengan benteng dan pelabuhan laut yang cukup bagus, tapi tempat itu tidak sebesar dan semegah ibukota Grosberk.
Kota Wraska sebenarnya adalah desa yang berkembang pesat selama hampir sepuluh tahun terakhir, kota itu berkembang karena banyaknya penduduk dari kerajaan Navia yang pindah ke desa Wraska di wilayah Republik karena mereka tidak tahan dengan segala aturan serta pajak tinggi dari tempat asal mereka.
Banyaknya pendatang yang bermukim dan membangun bisnis di desa Wraska membuat desa itu semakin besar dan berkembang menjadi sebuah kota kecil, apalagi dengan di bangunya pelabuhan dan benteng untuk melindungi penduduk kota itu membuat penduduk merasa lebih aman dan nyaman menatap di sana.
"Haumm di sini dingin sekali."
"Zaza kamu baik-baik saja.?"
"Terimakasih Erin aku baik-baik saja tapi tempat ini terasa lebih dingin dari kota Grosberk."
"Antonio kurasa kita harus mencari tempat untuk beristirahat dan menghangatkan diri."
"Baiklah Erin aku mengerti tempat ini memang sangat dingin."
Antonio berpikir di kota Grosberk banyak gedung tinggi yang dapat menghalangi angin dan hampir setiap bangunan memiliki perapian serta pemanas ruangan sederhana, membuat suhu udara di ibukota Grosberk sangat berbeda dari kota kecil Wraska ini.
Antonio dan kelompoknya akhirnya menyewa sebuah penginapan denganĀ bar kecil di dalamnya untuk beristirahat, Antonio sempat mengamati kota itu selama berjalan menuju penginapan dan berpikir ada banyak bar di kota Wraska dan kota Grosberk, kemungkinan orang-orang di utara suka minuman beralkohol untuk menghangatkan diri dari suhu yang begitu dingin, sangat nerbeda dari orang-orang di selatan benua karena suhu yang panas membuat minuman beralkohol akan terlalu berlebihan dampaknya untuk tubuh mereka, jadi itu kurang di gemari di selatan benua.
Antonio berpikir Remaria akan mendapatkan keuntungan besar kalau bisa mengekspor minuman seperti itu ke utara benua karena harga anggur dan komoditas yang serupa dengan minuman itu jauh lebih mahal di tempat ini di banding wilayah lain di benua barat.
.
__ADS_1
.