
Haturdas menyuruh pasukan iblis untuk langsung maju menyerang tapi hanya ada dua manusia yang terlihat melompat dan terbang dari atas balkon kastil untuk menghadapi mereka semua.
"Hanya dua manusia yang maju menghadang apa mereka sudah gila, tuanku Haturdas sepertinya kita akan dengan mudah mendapatkan kastil Arungal." Kata salah seorang ajudan Haturdas dari ras Iblis Ifridus.
"Kalau begitu suruh sebagian pasukan kita untuk langsung menyerang ke arah kastil Arungal." Kata Rurox.
"Tentu saja tuanku Haturdas aku akan langsung memberikan perintah penyerangan." Kata ajudan dari Haturdas yang kemudian memberikan perintah menyerang. "Semua cepat maju dua manusia itu tidak akan dapat menghentikan kita semua mendekati kastil!"
Para Iblis langsung terbang dan sebagian dari mereka langsung menyerbu ke arah kastil Arungal.
Sementara di kastil Arungal semua orang masih terlihat gelisah karena sebagian iblis langsung mengarah ke tempat mereka.
"Semua Priest dan Paladin yang dapat menggunakan sihir pelindung segera rapalkan sihir itu sesuai rencana dari pangeran Antonio!" Kata Uskup Asgur yang memimpin para Paladin dan Priest untuk menjaga salah satu dari empat menara kastil.
"Baik kami mengerti, Wahai dewi Arasia yang adil berikan perlindungan bagi kami, Wall magic protecktion." Sihir kubah pelindung di manara kastil yang di jaga Uskup Asgur sudah terbentuk sementara para pemimpin perwakilan kuil lain juga langsung melakukan hal yang sama untuk menjaga manara tempat mereka bertugas.
"Dewa Ayarama yang perkasa berikan perlindungan kepada kami, Wall magic Protecktion!"
"Dewi Xandria yang suci lindungi kami dari bahaya, Wall magic protecktion!"
"Dewa Doronta yang perkasa berikan perlindungan pada kami, Wall magic protecktion!"
Keempat manara kastil telah terlindungi oleh sihir kubah pelindung dan para iblis yang terbang mendekat langsung membentur kubah sihir itu, serangan sihir api yang para iblis lemparkan dari langit juga tidak dapat mencapai menara kastil Arungal karena terhalang sihir.
__ADS_1
"Para manusia menggunakan sihir pelindung dari atas menara, kita tidak dapat mencapai mereka dari atas." Kata Iblis yang memimpin langsung penyerangan ke kastil.
Sementara itu para Paladin dan petualang kelas penyihir melakukan serangan balasan dari atas menara, mereka melemparkan sihir seperti Lighting, Water Bullet dan sihir lainnya ke arah para iblis, anak panah dari para petualang juga cukup efektif untuk menjatuhkan sejumlah besar iblis yang sedang terbang.
"Serang dari bagian bawah kastil tempat itu tidak terlindungi oleh sihir." Kata seorang iblis dari ras Nelfire yang menyadari pintu bagian bawah benteng Arungal tidak terlindungi oleh sihir tapi di depan mereka pasukan besar manusia sudah menunggu para iblis itu dengan tombak dan perisai besar.
"Pertahankan barisan jangan biarkan para iblis itu menerobos masuk!" Perintah Ramdira Ramez yang memimpin pasukan Remaria.
Sejumlah besar Iblis yang turun ke bawah benteng menjadi terkejut karena tubuh dan kekuatan mereka langsung melemah oleh hawa dingin karena di sekitar tempat itu sudah di tutupi oleh Es yang sangat tebal, Iblis Nelfire dan Ifridus merupakan iblis tipe api dan mengandalkan api di tubuh mereka sebagai kekuatan utama tapi sekarang pancaran api di tubuh mereka sudah sangat melemah sehingga pasukan Remaria dapat dengan mudah mengalahkan mereka.
Imp juga adalah iblis yang mengandalkan sihir api tapi sekarang sihir mereka melemah dan tidak berguna sama sekali, sihir fire bold yang para Imp lemparkan hanya membentur perisai kuat yang di gunakan pasukan Remaria.
Kesalahan terbesar Haturdas yang hanya mengandalkan pasukan iblis tipe api miliknya seperti Ifridus, Nelfire dan Imp meninggalkan Jagaras yang memiliki pasukan dari ras iblis Asmadeus yang memiliki tubuh besar serta fisik yang kuat membuat pasukan iblis milik Haturdas mengalami kerugian besar dalam menghadapi pasukan manusia.
Miranda langsung menggunakan tangannya mencengkram dua iblis Ifridus sekaligus kemudian melempar menghempaskannya dengan sangat kuat hingga membentur iblis lain yang sedang terbang.
Antonio di tengah para Iblis yang mengerumuninya segera mengatifkan kekuatan yang pernah di berikan naga putih Miranda sebagai hadiah yaitu sihir Polymorp yang membuatnya dapat berubah wujud menjadi sesosok naga Shimering atau naga dengan sisik yang sedikit berkilau seperti berlian.
"Polymorp to dragon..!" Antonio berteriak mengeluarkan sihir Polymorp hingga tubuhnya perlahan membesar dan terus membesar membentuk sosok monster bertanduk raksasa dengan cakar taring, sayap serta sisik yang sekuat logam terkuat, The Shimering dragon naga terkuat yang pernah ada telah muncul mengejutkan semua iblis yang tadinya berniat menyerangnya.
"Itu seekor naga, mahkluk kecil yang di sebut manusia itu telah berubah wujud menjadi sesosok naga raksasa!" Kata seorang iblis Ifridus yang melihat perubahan wujud Antonio secara langsung.
"Apa tidak mungkin mahkluk terkuat telah muncul dan itu bukan naga biasa itu adalah naga dengan sisik sekuat Adamantium yang pernah tercatat dalam sejarah dunia iblis, naga Shimering ras naga yang di anggap dewa oleh para iblis dari timur." Kata salah seorang ajudan Haturdas yang mengetahui tentang beberapa sejarah naga di dunia iblis.
__ADS_1
"Rarr..!" Antonio yang berwujud naga meraung keras karena ia telah kehilangan kesadarannya dan di kendalikan oleh insting seekor naga yang liar.
Naga Antonio terlihat terus mencoba terbang mengepakkan sayapnya hingga para iblis yang ada di sekitar tempat ibu terlihat langsung terhempas oleh angin yang seperti topan akibat kepakan sayap naga.
"Kita harus kabur kita tidak dapat melawan seekor naga!" Para iblis Nelfire dan Imp terlihat langsung mencoba melarikan diri tapi Naga itu langsung melesat mencakar dan menyerang setiap iblis di sekitarnya.
Miranda yang melihat Antonio dalam wujud naga terlihat begitu takjub dan tidak menyangka sosok Antonio sebagai naga adalah ras naga Shimering yang sudah lama menghilang dari peradaban.
Miranda yang ahli dalam sihir es kemudian menggunakan kekuatan utama ras naga putih yaitu Frozen Breath semburan nafas naga yang dapat membekukan apapun.
"Aku tidak akan membiarkan kalian kabur begitu saja, Frozen breath!"
Miranda yang berwujud manusia tidak kehilangan kekuatan aslinya, Ia masih dapat menyemburkan udara dingin yang sangat kuat dari mulutnya menyapu membekukan ratusan iblis yang berusaha terbang melarikan diri, tubuh para iblis itupun langsung membeku dan berjatuhan dari langit dan hancur membentur bumi.
"Tuanku Haturdas ini gawat manusia yang satunya juga sangat kuat bahkan ia dapat menyemburkan sesuatu yang sangat mengerikan dan kita semua akan mati bila tidak dapat melarikan diri dari tempat ini sekarang!" Kata ajudan dari Haturdas yang merupakan ras iblis Ifridus.
Haturdas masih tertegun melihat manusia dapat melakukan semua itu di depan matanya, Sementara Antonio yang berwujud naga langsung terbang melesat ke arah Haturdas yang bersama sejumlah besar besar Iblis.
"Tuanku Haturdas kita harus kabur sekarang!" Teriak seorang iblis ajudan Haturdas tapi terlihat Haturdas masih diam dalam ketakutannya jadi para Iblis lain tidak punya pilihan lain selain meninggalkannya.
"Rarr..!" Antonio menerjang membuka mulutnya menerkam Haturdas kemudian menelan iblis itu secara utuh, Haturdas salah satu bangsawan besar Iblis dari ras Ifridus telah mati di makan oleh Antonio yang berwujud naga.
Sementara Miranda yang berwujud manusia masih terus terbang mengejar para iblis lain yang berusaha melarikan diri, kekuatan Miranda yang dapat menyemburkan sihir ke area yang sangat luas membuat sebagian iblis yang mencoba kabur dapat di jatuhkan.
__ADS_1