GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
135.3 Misi Penyelamatan


__ADS_3

Azel bersama para assassinya mulai memasuki wilayah pedesaan di kerajaan Arfen. Desa Kobe merupakan desa yang cukup besar tapi jika di perhatikan lebih dekat desa itu sangatlah kumuh dan terdapat banyak gelandangan serta pengemis di jalan-jalan.


"Tuan Azel kita sudah cukup jauh memasuki wilayah kerajaan Arfen aku pikir kita sudah lolos dari pasukan Republik yang memburu kita."


"Benar kita akan segera mencari penginapan dan kalian tetaplah waspada sepertinya cukup banyak orang kasar di desa ini."


"Kami mengerti, memang ada cukup banyak pengemis yang mencoba mendekati kereta kuda kita, jual beli budak juga di lakukan secara terang-terangan di wilayah utara kerajaan Arfen, ini cukup bagus untuk menyamarkan tawanan yang kita bawa."


Para Assassin dari kerajaan Navia memasuki sebuah penginapan di desa Kobe dan beberapa orang kasar terlihat di bar penginapan itu, sebagian dari mereka terlihat seperti petualang sebagian lagi tampak seperti perampok dan agak sulit untuk membedakan mereka.


Memang di wilayah utara kerajaan Arfen adalah jalur yang cukup ramai karena para pedagang mengincar barang tambang berharga dari para Dwarf yang tinggal gunung api Vargon membuat para perampok juga tertarik mengincar para pedagang itu.


Zaza di bawa masuk ke dalam penginapan dengan tangan terikat dan tentu saja Zaza sedikit melawan dan meminta tolong tapi terlihat orang-orang di sana mengabaikannya, karena mereka melihat kelompok yang membawa Zaza terlihat cukup kuat, mereka tidak mau mendapatkan masalah dengan ikut campur urusan orang lain.


"Dua koin perak untuk satu ruangan dengan dua tempat tidur dan hanya tersisa lima ruangan, kelompok kalian cukup banyak tapi hanya itu kamar yang masih kosong di sini."


Penjaga penginapan mengatakan itu saat Azel mencoba memesan kamar.


"Kami ambil semua ruangan itu, kami tidak masalah sebagian orangku tidur di lantai."


Azel mengatakan itu sambil meletakan sekantong uang di meja penjaga penginapan untuk membayar.


"Baiklah kalian ambil kunci ini."


"Tentu saja tapi apa anda tidak bertanya mengenai budak yang kami bawa itu.?"


"Tidak di sini ada berbagai orang yang datang dan memiliki urusan mereka sendiri, aku hanya penjaga penginapan dan tidak peduli dengan apa yang ingin kalian lakukan pada gadis budak itu."


"Hahaha benar juga kalian hanya menyediakan ruangan pada orang yang datang untuk menginap, itu cukup bagus kami akan langsung ke kamar kami sekarang dan tolong sediakan makanan dan anggur untuk orang-orangku akan aku bayar nanti."


"Baik kami akan segera menyiapkannya."


Tidak ada yang peduli dengan apa yang di lakukan oleh orang lain, meskipun orang itu mungkin sedang melakukan kejahatan dengan gadis yang terlihat terikat dan berusaha melawan di sana, tidak ada yang peduli kecuali seorang pria yang duduk di pojokan mengamati dari jauh dengan sorot mata tajam.


Orang itu adalah Dominic Johan seorang petualang tingkat perak dengan gelar Penyelamat pegunungan Wiwardin yang di berikan oleh raja Dwarf Hulgorin setelah Dominic berhasil membunuh Grogar monster buas yang mendiami gua-gua gelap di pegunungan Wiwardin.


Dominic sangat membenci perbudakan karena dia dan adiknya Kirt Johan sebenarnya berasal dari keluarga pedagang yang cukup terpandang tapi di suatu ketika kota tempat keluarganya tinggal terjadi peperangan dan Dominic di tangkap lalu di jadikan budak di usianya yang saat itu masih remaja sedangkan adiknya yang bernama Kirt Johan menghilang.


Dominic melarikan diri dari orang yang memperbudaknya setelah mengetahui bahwa adiknya masih hidup, ia terus mencari satu-satunya keluarga yang masih tersisa itu karena itu adalah tujuan utamanya untuk kabur dan melakukan perjalanan panjang sebagai seorang petualang.


Dominic Johan keluar dari bar di penginapan itu dan memikirkan cara untuk membebaskan gadis budak yang di bawa oleh sekelompok orang yang baru datang untuk menginap di sana.


Sebenarnya ada banyak budak yang telah di lihat oleh Dominic tapi sebagian besar dari mereka telah kehilangan harapan mereka sendiri untuk mengubah takdirnya, tapi gadis yang dia lihat di penginapan itu seperti masih berusaha melawan takdir itu dan meminta pertolongan membuat Dominic tergugah untuk membantu gadis itu.


>>>>>>>>


Sementara itu di wilayah Republik Antonio masih terus melakukan pencarian tapi sangat sulit untuk melacak para assassin yang sangat ahli menyembunyikan diri, bahkan Antonio telah mendatangkan sebuah regu pasukan Red Vivern untuk mencari Zaza tapi itu terlihat sia-sia.


"Pangeran Antonio kami sudah mengirimkan pesan untuk kerajaan White Elf Irnia, mereka akan mengerahkan pasukan untuk mencari di wilayah hutan bersalju utara."


"Pangeran Antonio kerajaan Dwarf di gunung api Vargon sudah memastikan tidak ada orang yang mencurigakan memasuki kota mereka dan pasukan Dwarf juga sudah menyisir kota mereka.".


Dua prajurit Red Vivern melaporkan hal itu tapi masih belum ada kabar mengenai Zaza jadi Antonio berpikir untuk langsung mendatangi orang yang kemungkinan besar adalah dalang dalam penculikan ini.


"Baiklah tidak ada cara lain aku akan langsung menuju ke ibukota kerajaan Navia untuk menemui raja Elius, mata-mata kita di organisasi Circle Crow juga sedang mencari informasi tapi akan butuh waktu sampai mereka bisa menyelidiki hal itu di wilayah utara kerajaan Arfen."

__ADS_1


"Yang mulia pangeran Antonio jika yang mulia mendatangi ibukota dari kerajaan yang sedang bertentangan dengan kita maka itu akan sangat beresiko dan kita juga belum punya cukup bukti kalau para Assassin yang menculik Nona Zaza berasal dari kerajaan Navia."


"Tidak, aku sudah memikirkan semua ini, kabar penyerangan pasukan kerajaan Navia terhadap Republik mungkin berhubungan dengan penculikan Zaza, karena seperti yang kita ketahui perang itu pecah tak begitu lama setelah aku meninggalkan ibukota Grosberk."


"Apa maksud yang mulai pangeran Antonio.?"


"Ini jelas untuk mengalihkan aku agar pergi dari wilayah yang akan di invasi kerajaan Navia, sehingga aku tidak akan sempat membantu Republik karena sibuk mencari Zaza, ini akan sangat beresiko karena mungkin Kerajaan Navia dapat menggunakan Zaza untuk mengancamku jadi aku harus sangat berhati-hati, kalian teruslah melakukan pelacakan aku yang akan datang sendiri ke ibukota Elius."


"Tapi yang mulia itu terlalu berbahaya."


"Itu adalah perintah kalian dengar, aku sendiri yang akan membalas perbuatan mereka semua.!"


"Baik yang mulia kami akan ikuti perintah anda."


<<<<<<


Di belakang penginapan desa Kobe, Dominic dan beberapa petualang rekanya terlihat bersiap untuk melakukan penyelamatan.


"Tuan Dominic bukankah seharusnya kita mengincar para budak yang di bawa orang-orang dari Circle Crow, kenapa kita malah mengincar seorang budak yang di bawa sekelompok orang yang terlihat berbahaya, ini akan lebih sulit untuk di lakukan."


"Diana ada sesuatu yang misterius tentang gadis yang di bawa orang-orang brengsek itu, gadis itu menyebutkan tentang kerajaan Remaria yang akan membalas para penjahat yang menyeretnya ke dalam penginapan dan dia juga terlihat bukan wanita biasa."


"Kerajaan Remaria bukankah itu kerajaan jauh di selatan, apakah menurut tuan Dominic gadis itu memiliki hubungan dengan seorang bangsawan kerajaan Remaria sehingga mungkin kita bisa mendapatkan hadiah yang cukup bagus bila membantunya.?"


"Ahh apakah yang ada di kepalamu hanya tentang uang, meskipun aku juga sedikit mengharapkan hal itu, tapi kamu tahu tujuan utamaku adalah murni untuk kebaikan dan uang yang akan kita dapatkan hanyalah bonus saja."


Sebenarnya dulu Dominic mengincar para pedagang budak untuk mencari adiknya yang mungkin juga di jadikan budak sama seperti dirinya sebelum melarikan diri, tapi karena Dominic juga merasa iba pada nasib para budak yang di perdagangkan itu Dominic akhirnya juga menyelamatkan mereka hingga tidak sedikit dari para budak yang akhirnya mengikuti Dominic untuk membalas jasa besarnya.


"Tuan Dominic meskipun begitu kita juga butuh uang untuk bertahan hidup, orang-orang yang menahan budak yang akan kita selamatkan juga terlihat sangat berbahaya, resikonya terlalu besar untuk imbalan yang kemungkinan besar tidak akan pernah ada itu."


"Diana aku jadi merasa sedikit menyesal telah menyelamatkanmu dulu, seharusnya aku membiarkanmu tetap di tahan oleh bangsawan kerajaan Arfen dan di perkosa olehnya."


"Baiklah kalau begitu kita akan masuk seperti pelanggan biasa, kalian semua buatlah sedikit kekacauan di bar dengan orang-orang brengsek itu agar mereka teralihkan dan aku serta Diana akan menuju ruangan target kita."


"Baik tuan Dominic kami mengerti, kami akan senang dapat menghajar orang-orang brengsek yang telah melakukan perbudakan."


"Bagus tapi ingat jangan biarkan mereka menuju lantai atas dan jangan terlalu berlebihan, kalian harus segera kabur begitu kami selesai."


"Kalau begitu aku Tolo akan tetap di sini menyiapkan kuda untuk melarikan diri."


"Ayo kita bergerak sekarang.."


Azel komandan para assassin yang menyekap Zaza baru saja keluar dari kamarnya dan di sana sudah ada dua orang Assassin yang berjaga di depan kamar itu.


"Misi ini benar-benar melelahkan, kalian berdua ingat jangan biarkan siapapun masuk ke dalam kamar ini, aku ingin sedikit minum untuk meredakan stress ku di bawah."


"Baik tuan Azel kami mengerti."


Azel menuju lantai bawah dan melihat bar itu sudah di penuhi cukup banyak orang dan dia langsung menuju ke tempat bawahannya yang sedang makan dan minum di tempat itu.


"Tuan Azel silahkan duduk."


"Oh terimakasih, sepertinya bar sore ini jadi sedikit penuh apakah mungkin karena jumlah kelompok kita yang terlalu banyak.?"


Azel mengatakan itu karena melihat hari ini orang-orang yang berada di bar jauh lebih banyak dari saat kelompok Azel datang.

__ADS_1


"Benar Tuan Azel sepertinya ada banyak orang yang ingin berpesta hari ini, ku harap mereka tidak mengundang kita karena kita hanya ingin makan dengan tenang di sini."


Azel yang mendengar bawahannya mengatakan itu langsung menyipitkan matanya dan melirik sekitar, karena itu bukan kata-kata biasa itu adalah kode kalau ada orang yang sedang memperhatikan mereka.


Para Assassin yang sangat sering melakukan penyamaran dan sering melakukan tugas mata-mata, tentu mereka tahu kalau diri mereka sedang di perhatikan oleh orang lain.


"Sebuah pesta apakah orang itu adalah kenalanmu, mengapa kamu mengatakan kalau mungkin mereka akan mengundang kita.?"


"Tidak juga tuan Azel karena kita jarang pergi ke desa ini jadi kita tidak punya banyak kenalan di sini, mungkin itu hanya pelanggan yang mampir untuk minum bersama kita."


Itu adalah kode kalau orang-orang yang memperhatikan Azel dan kelompoknya bukan orang yang mengejar mereka dari Republik dan mereka hanya orang lokal dari tempat ini atau sekelompok pelancong yang ingin cari gara-gara dengan mereka.


Azel dan para Assassinya masih bersikap seolah tidak terjadi apapun dan orang-orang di bar itu juga belum bertindak sampai terlihat seorang pelanggan mabuk yang berbicara meracau mengatakan kalau minuman di gelasnya tidak enak kepada seorang pelayan.


"Minuman apa ini, benar-benar buruk harganya juga terlalu mahal aku tidak mau membayar minuman ini, hei pelayan cepat bawakan minuman yang lebih baik.!"


"Tuan tapi anda harus tetap membayar minuman yang telah anda minum sebelumnya dan setelah itu aku akan mengambilkan minuman yang lain."


"Apa katamu, aku tidak mau membayar untuk minuman ini dasar brengsek ternyata tidak hanya minumannya saja tapi juga pelayanan di penginapan ini, ayo kita semua pergi saja dari tempat ini.!"


Orang mabuk itu membentak dan mendorong pelayan itu dan berdiri bersama beberapa rekannya berniat untuk pergi meninggalkan penginapan tapi beberapa orang lain menghadang mereka dan terjadi percekcokan.


"Hei kamu harus membayar semua minuman itu.!"


"Memang kalau kami tidak mau bayar kamu mau apa hah.?!"


Orang mabuk itu mencengkeram kerah baju orang yang mencoba menghalanginya pergi dari bar penginapan dan mencoba menantangnya.


"Lepaskan tanganmu dasar orang miskin, kalau kamu tidak punya uang jangan membeli minuman.!"


"Apa yang kamu katakan dasar brengsek rasakan ini.!"


Orang mabuk itu memukul orang yang mengejeknya hingga terjatuh di meja kelompok assassin di depan Azel dan rekan dari orang yang menghalanginya tadi juga ikut menyerang rekan dari orang yang mabuk itu hingga kekacauan terjadi, beberapa orang juga menyerang orang dari kelompok Azel agar Azel dan kelompoknya juga ikut terlihat dalam perkelahian itu.


Dan tiba-tiba semua orang terdiam saat melihat seorang yang sedang berkelahi tertancap sebuah pisau di tubuhnya dan semua orang di bar itu terlihat marah menatap seorang yang bersama dengan pria yang bernama Azel.


"Tuan Azel sepertinya orang-orang bodoh ini sudah berhenti berakting dan memperlihatkan tujuan asli mereka."


Assassin yang telah membunuh seorang di bar itu tersenyum sambil mengatakan pada tuan Azel.


"Huh.. padahal seharusnya kita tidak terlihat mencolok, tapi mau bagaimana lagi lakukan apa yang harus kalian lakukan."


Para Assassin berdiri mencabut pisau mereka dan bersiap untuk bertarung.


"Dasar brengsek mereka telah membunuh teman kita, semua bersiap habisi mereka.!"


Semua orang yang melakukan misi dari Dominic mencabut senjata mereka dan menyerang para Assassin itu, hingga pertarungan hebat pun terjadi di dalam bar penginapan.


Para Assassin memang hebat tapi orang-orang milik Dominic juga tak kalah hebat, sebagian dari mereka adalah para petualang karena keadaan mereka yang sulit setelah tetbebas dari perbudakan hingga mereka terus berkembang dan menjadi kuat untuk bertahan hidup di jalanan.


Sementara itu Dominic dan Diana juga sudah menunggu di lantai dua kamar mereka di dalam penginapan itu.


"Tuan Dominic sepertinya di bawah sudah mulai ramai, sebaiknya kita segera selesaikan misi ini karena kelompok orang yang di pimpin pria bernama Azel itu terlihat cukup berbahaya."


"Aku mengerti kita bergerak sekarang."

__ADS_1


Di dunia ini tidak hanya ada satu orang baik karena di luar sana banyak pahlawan sejati yang juga berjuang untuk kebenaran dan salah satu dari pahlawan itu adalah Dominic Johan, meskipun sebagian orang sama sekali tidak mengenalnya, tapi dia adalah orang hebat dengan tujuan yang mulia.


.


__ADS_2