GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
139.3 Quest Tingkat Legenda


__ADS_3

Komandan Fenia bersama pasukan demi human dan beastmen akhirnya sampai di kota Bolvak, mereka langsung di sambut oleh Komandan pasukan Red Vivern Darius serta penduduk kota Bolvak yang penasaran ingin melihat komandan Fenia yang di katakan sebagai prajurit terkuat kerajaan Remaria.


Beberapa penduduk kota Bolvak pun langsung berkomentar ketika melihat rombongan prajurit yang terlihat berbeda karena mereka semua bukanlah berasal dari ras manusia terkecuali komandan mereka yang mengenakan seragam perwira tinggi prajurit Remaria.


"Benarkah gadis muda itu adalah komandan sekaligus prajurit terkuat kerajaan Remaria, tapi kelihatannya dia tidak begitu kuat."


"Benar aku ragu apakah Ia mampu memimpin dan menjaga kita dari pasukan kuil Sirak yang sering datang menyerang."


"Tapi meskipun begitu coba kalian perhatikan pasukan itu, mereka adalah pasukan demi human yang secara umum jauh lebih kuat dari pasukan biasa."


"Benar apalagi ada pasukan Beastmen yang di pimpin oleh Nona Firdina, kita dapat percaya kepada mereka."


Para penduduk kota Bolvak memang sedikit meragukan komandan Fenia tapi pasukan yang Ia pimpin memang terlihat memiliki jumlah yang lebih besar dengan penampilan yang sangat mencolok di tambah Ia bersama dengan Nona Firdina yang cukup penduduk kenal sebagai pemimpin beastmen di tanah Tandora.


"Komandan Fenia dan Nona Firdina selamat datang di kota Bolvak." Sambut komandan Darius begitu pasukan yang di pimpin komandan Fenia mendekat ke tempat pasukan yang di pimpin oleh komandan Darius.


"Komandan Darius mulai sekarang pasukan demi human yang aku pimpin juga pasukan beastmen yang nona Firdina pimpin yang akan mengambil alih tugas menjaga kota Bolvak dan wilayah di sekitarnya, jadi anda dapat menjalankan tugas lain yang telah di berikan oleh pangeran Antonio." Ucap Komandan Fenia.


"Benar baiklah aku komandan Darius menyerahkan tugas menjaga kota dan benteng Bolvak kepada komandan Fenia." Jawab Komandan Darius.


Prosesi penyerahan sudah di lakukan dan pasukan demi human serta beastmen langsung mengambil pos penjagaan yang sebelumnya di tempati oleh pasukan Red Vivern milik komandan Darius.


Komandan Fenia bersama komandan Darius langsung pergi menemui Dominic Johan sudah sampai di kota Bolvak sejak beberapa waktu yang lalu.


Setelah rombongan petualang dari kota Libanon singgah di kota Harnas para petualang yang menjalankan quest berburu iblis bersama pangeran Antonio bertambah menjadi hampir dua kali lipatnya.


Para Petualang di kota Harnas telah mendengar kabar kalau pangeran Antonio bersama ratusan petualang dari kota Libanon akan melewati kota Harnas sebelum pergi nenuju makam besar Golgota untuk menjalankan quest membasmi iblis.


Tentu para petualang tingkat tinggi di kota Harnas menjadi sangat Antusias dan mereka mendesak guild petualang di kota itu agar segera mengeluarkan quest berburu iblis supaya para petualang kota Harnas dapat bergabung dengan rombongan pangeran Antonio, apalagi jarak Kota Harnas dan makam besar Golgota tidak begitu jauh. mereka hanya tinggal berjalan ke timur melewati beberapa bukit terjal selama tiga hari sebelum mencapai padang gurun luas di mana makam besar Golgota berada.


Setelah tiga hari perjalanan dari kota Harnas, pangeran Antonio memutuskan mengistirahatkan rombongannya sebelum melakukan penyerbuan ke makam besar Golgota esok hari.


Salah seorang petualang tingkat Mitrill dari kota Harnas berbicara pada pangeran Antonio.


"Yang mulia pangeran lihatlah setelah kita melalui bukit di depan kita esok hari, maka makam besar kaisar Golgota akan terlihat dari kejauhan kemudian kita akan menuruni bukit dan padang pasir yang cukup luas untuk sampai kesana." Terang petualang itu.


"Jadi begitu, meskipun jarak makam kaisar Golgota tidak begitu jauh dari pelabuhan kota Harnas tapi terdapat banyak tebing karang yang sangat tinggi dan terjal sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk melewatinya." Ucap Antonio.


"Benar yang mulia untuk itulah biasanya para petualang tidak terlalu suka menggunakan jalur yang sebelumnya kita lewati karena medan yang begitu terjal, para petualang lebih suka memakai jalur dari utara." Jelas Petualang tingkat Mitrill itu.


Antonio berpikir wilayah yang sebelumnya Ia lewati memang hanya berjarak beberapa kilometer dari garis laut selatan sehingga terdapat banyak tebing karang yang terjal dan menjulang tinggi tapi medan selanjutnya setelah ini adalah dataran gurun yang cukup luas.


"Ya tapi setidaknya kita tidak bertemu iblis yang bergerak di wilayah ini, mungkin karena wilayah yang kurang bagus serta tidak terdapat binatang yang dapat para iblis itu buru, ini adalah keberuntungan karena hal inilah yang menyebabkan para iblis tidak bergerak ke barat menuju wilayah Harnas." Kata Antonio.


"Hamba pikir juga begitu pangeran Antonio, tapi hamba merasa cukup kasihan terhadap penduduk desa-desa nelayan yang bermukim di sepanjang pantai yang tidak jauh dari selatan dan tenggara makam besar Golgota, mereka pasti sudah di serang oleh para iblis itu." Kata petualang tingkat Mitril dari kota Harnas yang cukup mengenal wilayah ini.


"Kita tidak bisa berbuat apapun untuk mengubah yang sudah terjadi dan sebaiknya kita beristirahat karena besok kita harus melanjutkan perjalanan."


Para prajurit Griffin bersama para petualang bergantian berjaga mengingat tempat mereka berada tidak begitu jauh dari makam besar Golgota yang di tempati para iblis.

__ADS_1


Sementara itu di dalam makam Golgota terdapat sesosok iblis yang sangat berbahaya dan jenis yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi, Para pahlawan kuno menyebutnya Asmadeus putra dari neraka.


Di ceritakan Asmadeus memiliki bentuk tubuh yang hampir menyerupai manusia, tapi dengan perawakan yang sangat besar, warna kulitnya merah dengan dua tanduk besar dan ekor serta sayap iblis yang sangat mencolok.


Iblis tingkat tinggi Asmadeus menggunakan kecerdasan dan kekuatannya untuk memimpin pasukan iblis dalam jumlah besar dan sering mengklaim dirinya sebagai raja iblis dan untuk itulah banyak sejarawan mencatatnya sebagai simbol nafsu dan ketamakan dari pemimpin atau raja yang lalim.


Memang sebagian besar ras Asmadeus tidak memiliki kekuatan sihir yang besar tapi fisik mereka sangatlah kuat.


Lebih dari seribu iblis mendiami lorong-lorong dan labirin bawah tanah makam besar Golgota dan sebagian besar adalah iblis tingkat rendah seperti Gargoyle dan imp yang cukup lemah.


Gargoyle dan Imp memiliki kecerdasan yang rendah dan selalu menjadi budak iblis tingkat tinggi, Gargoyle dan Imp juga dapat berkembang biak sangat cepat untuk itulah mereka mengandalkan jumlah mereka untuk menyerang dan berburu mahkluk yang lebih besar dan kuat.


Iblis Asmadeus memerintahkan para Gargoyle dan Imp untuk terus berburu dan membawa hasil buruan mereka ke dalam makam Golgota untuk memperbanyak jumlah mereka sebelum benar-benar keluar dan menginvasi dunia yang pernah tercatat di dunia iblis sebagai tanah takdir.


Antonio terlihat mengamati makam besar dari jauh, sebelumnya Ia sudah membaca catatan tentang iblis dan menemukan bahwa ada dunia lain lagi tempat para iblis itu berasal tapi Antonio sedikit penasaran seperti apa dunia iblis itu.


Meskipun ada beberapa perkamen iblis yang Antonio temukan di kuil Arasia yang sedikit menggambarkan keadaan tentang dunia iblis yang sangat panas dan mengerikan, Tapi bagaimana bisa ada mahkluk hidup seperti iblis yang dapat bertahan di hidup sana, karena iblis juga membutuhkan makanan untuk hidup, mereka mungkin dapat memakan sesama mereka tapi bukankah itu juga akan menghancurkan populasi mereka sendiri, jadi pasti ada suatu ekosistem yang mendukung kehidupan di sana beserta rantai makanan yang seimbang hingga ras iblis dapat terus bertahan.


"Antonio apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Erin yang memperhatikan Antonio terus terdiam dari tadi.


"Oh Erin aku sedang memikirkan bagaimana cara paling efektif untuk mengalahkan para iblis itu." Jawab Antonio.


"Apakah kamu sudah mendapatkan caranya?" Tanya kembali Erin.


"Tidak, karena aku tidak tahu dengan pasti iblis seperti apa yang akan kita hadapi, tapi dari pengamatanku dan penjelasan tim Sky Dragon para iblis itu sebagian besar adalah iblis lemah." Terang Antonio.


"Pangeran Antonio bukankah itu cukup bagus, karena kita akan lebih mudah untuk menyelesaikan misi ini." Ucap Priest Anastasia.


Seorang petualang tingkat Orichalcum kemudian berbicara. "Yang mulia pangeran Antonio tidak perlu kawatir bila iblis kuat muncul yang mulia dapat mengandalkan aku, Aku Jordan Negaref pasti akan dapat melindungi yang mulia."


Antonio berpikir 'Petualang ini benar-benar percaya diri, tapi sudahlah aku harap yang di katakannya benar kalau Ia cukup kuat.'


Antonio kemudian berbicara padanya. "Tentu saja tuan Jordan petualang tingkat Orichalcum pastilah kuat dan hanya tinggal selangkah lagi menjadi tingkat Adamantium."


"Hahaha terimakasih pangeran atas pujian anda, aku sangat senang anda mengakui kekuatan hamba." Sahut Jordan.


Antonio berpikir 'orang seperti Jordan memang mudah untuk di dekati dan di bujuk karena sifatnya, beberapa kata-kata pujian pasti akan membuatnya melakukan beberapa hal yang Aju inginkan tapi..'


"Tuan Jordan aku dengar ada satu orang lagi yang memiliki tingkat petualang Orichalcum, apakah dia juga sekuat anda, akan bagus bila kita memiliki lebih banyak orang yang dapat di andalkan seperti anda di barisan depan?" Tanya Antonio dengan sedikit kata-kata pujian agar Jordan tidak tersinggung atau tersaingi karena ada petualang lain yang setingkat dengannya.


"Oh orang itu namanya Markovic atau Marko hamba dengar Ia berasal dari kerajaan Navia dan belum lama mendapatkan peringkat Orichalcum, Ia tidak punya tim dan tidak terlalu di sukai karena yang mulia tahu sendiri bukan, Ia adalah seorang Navian kingdom." Kata Jordan yang menjelaskan tentang Markovic.


'Memang benar saat ini kerajaan Navia sedang berselisih dengan kerajaan Remaria karena Remaria membantu musuh mereka yaitu Republik bahkan Antonio sempat mengobrak-abrik ibukota kerajaan Navia. 'Hm.. aku mengerti perlakuan memang ini sering terjadi terhadap orang yang berasal dari kerajaan musuh meskipun seharusnya ini tidak boleh terjadi karena Marko hanya rakyat biasa.' Pikir Antonio.


Antonio kemudian melihat kerumunan petualang lalu berbicara. "Maaf apakah di antara kalian ada yang bernama Markovic, tolong majulah aku ingin berbicara padamu."


Markovic sedikit terkejut saat pangeran Antonio memanggilnya karena Ia berpikir pangeran dari Remaria itu kemungkinan tidak ada bedanya dengan yang lain yang menjauhinya karena tidak suka pada dirinya yang berasal dari kerajaan Navia.


Para petualang terlihat saling melihat dan sebagian dari mereka yang berasal dari guild kota Libanon sudah mengetahui tentang Marko sementara Marko berpikir mungkin pangeran Antonio tidak suka dengan kehadirannya dan akan segera mengusirnya dari rombongan.

__ADS_1


Marko maju memberi hormat dan berbicara. "Hamba Marko yang mulia."


"Marko aku dengar kamu adalah petualang dengan tingkat Orichalcum dari kerajaan Navia, kamu pasti cukup hebat jadi aku ingin kamu bersamaku di barisan depan." Pinta Antonio.


Markovic tidak menyangka pangeran Antonio ternyata menyuruhnya berada di barisan depan mendampinginya, karena sebenarnya Markovic sepanjang perjalanan ini Ia terus berusaha agar tidak menarik perhatian dan bersembunyi di belakang kerumunan petualang lain.


"Yang mulia pangeran Antonio terimakasih atas penawaran anda tapi sebaiknya hamba di barisan belakang karena anda tahu bahwa hamba menggunakan panah karena hamba adalah kelas Hunter." Jawab Marko karena Ia sedikit ragu untuk berada di dekat pangeran Antonio.


"Marko tapi aku merasa pengalamanmu sebagai petualangan kelas Hunter tingkat Orichalcum pasti akan cukup membantuku, panahmu pasti akan efektif untuk menjatuhkan iblis yang sedang terbang dan sulit di jangkau oleh petualang kelas lain." Kata Antonio.


Markovic sedikit memikirkan kata-kata pangeran Antonio dan memang benar Iblis yang terbang tinggi akan sulit di serang oleh petualang yang bertarung dari jarak dekat.


"Jika itu alasannya hamba akan berusaha sebaik mungkin." Jawab Marko yang akhirnya menerima permintaan pangeran Antonio dan dia juga merasa tidak nyaman bila terus menolak.


Antonio memperhatikan panah yang ada di punggung Marko yang terlihat cukup bagus.


"Tuan Marko kelihatan anda menggunakan panah yang sedikit berbeda, bolehkah aku melihatnya?" Pinta Antonio.


Marko tidak menduga hal itu dan berpikir 'Apakah pangeran Antonio mengetahui bahwa Aku memiliki panah yang istimewa dan apakah mungkin pangeran Antonio ingin mengambilnya dariku.' Marko memiliki dugaan itu tapi Ia merasa pangeran Antonio tidak mungkin akan mengambilnya secara paksa di depan banyak petualang, jadi Marko segera menyerahkan panahnya untuk pangeran Antonio periksa karena itu adalah permintaan dari seorang pangeran yang tidak mungkin Ia tolak.


Antonio memeriksa panah yang Marko pinjamkan dan memang ada beberapa ukiran rune yang salah satunya Antonio ketahui sebagai rune type angin untuk memperkuat anak panah.


"Hm.. ini adalah panah yang hebat aku pernah melihat salah satu rune yang terukir di sana, ini sama dengan rune yang biasa di buat oleh rune Craft kerajaan Elf untuk memperkuat serangan, tapi ada beberapa ukiran rune yang lain yang di tambahkan sekaligus, ini pasti sangat berharga." Ucap Antonio setelah mengamati panah milik Marko sebelum Ia mengembalikannya.


"Terimakasih yang mulia, tidak aku sangka yang mulia pangeran dapat mengetahui jenis rune di panah kesayangan hamba." Kata Marko setelah menerima panahnya kembali.


"Ya itu senjata yang bagus apakah tuan Marko sudah pernah membunuh monster kuat dengan panah itu, kalau boleh tahu monster apa saja itu?" Tanya Antonio.


"Benar hamba sering menggunakanya untuk memburu giant monster di wilayah hutan selatan dan monster terkuat yang pernah hamba kalahkan adalah Cyclop dan Basilisk." Jawab Marko.


"Wah bahkan anda pernah mengahkan monster sekelas Titan itu sangat luar biasa." Puji Antonio.


"Terimakasih yang mulia, Tapi itu berkat kekuatan dahsyat dari rune di panah yang hamba gunakan untuk menyerang mata Cyclop, meskipun akurasi panah hamba sangat buruk tapi berkat kekuatan sihir Snipe yang hamba miliki dapat menambah sedikit akurasinya dan berkat mengalahkan monster Cyclop itulah yang membuat hamba dapat mencapai tingkat petualang Orichalcum." Terang Marko.


Antonio berpikir Cyclop memang memiliki tubuh yang besar dan setinggi puluhan meter bahkan beberapa dapat mencapai tinggi seratus meter, tapi mahkluk yang selalu mendiami kedalam hutan itu memiliki pergerakan yang kaku juga berat hingga tubuh besarnya sangat mudah di serang dengan anak panah, meskipun akurasi dari panah yang di miliki Marko buruk tapi itu memiliki rune yang menambah kekuatannya.


Beberapa senjata sihir dan rune memang dapat menambahkan kemampuan tertentu tapi di beberapa kasus akan memiliki konsekuensi yang mengurangi beberapa kemampuan senjata itu, seperti adanya beberapa rune di panah milik Marko yang memberikan keunggulan serangan yang sangat kuat tapi mengorbankan akurasinya.


"Hm.. Kekuatan panah yang dahsyat tapi itu membuat tingkat akurasinya berkurang sangat banyak bahkan bila di tambahkan dengan sihir Snipe, Tuan Marko aku rasa aku bisa memberikan sesuatu pada anda untuk melengkapi kekuatan panah yang anda gunakan." Kata Antonio.


"Eh apa maksud yang mulia?" Tanya Marko yang sangat penasaran dengan ucapan pangeran Antonio yang mengatakan akan memberikan sesuatu.


Sementara itu Antonio mencari sesuatu dari dalam tas sihirnya dan mengeluarkan sangat banyak anak panah dari sana kemudian berbicara.


"Marko ini adalah Failed Rune Arrow yang aku buat sendiri, kemampuan anak panah ini dapat membelok tajam di udara jadi anak panahnya hanya bisa di gunakan bila seorang pemanah memiliki kemampuan sihir Snipe yang dapat mengunci sasaran, hingga anak panah ini akan berbelok di udara mengikuti sasaran bahkan sasaran yang sedang bergerak cepat." Terang Antonio sambil menyerahkan cukup banyak anak panah itu pada Marko.


"Eh benarkah demikian, berarti ini dapat menghilangkan kelemahan dari panah hamba bahkan ini akan menambah kuatan akurasi karena dapat mengikuti arah target yang menghindar, ini sangat hebat hamba baru tahu kalau ada anak panah seperti ini, apalagi yang mulia sendiri yang membuatnya." Ucap Marko yang terlihat sangat senang dan kagum dengan anak panah itu.


"Iya kamu ambilah, anak panah ini pasti akan lebih berguna bila kamu yang menggunakannya." Ucap Antonio.

__ADS_1


"Terimakasih hamba ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pemberian yang mulia." Ucap Marko yang begitu senang karena bagi petualang menambah kemampuan dan menghilangkan kelemahan adalah kemajuan yang sangat besar.


Sebenarnya Antonio berbicara dengan Marko bahkan bersikap baik padanya agar Marko tidak merasa terasingkan dan agar para petualang lain juga bersikap lebih baik padanya.


__ADS_2