GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
140.2 Penyerbuan Makam Besar Kaisar


__ADS_3

Dataran berpasir para petualang melangkahkan kaki mendekati sebuah reruntuhan makam kuno yang sangat besar, Makam besar Kaisar Golgota yang kini di jadikan tempat koloni para Iblis yang dapat tumbuh dengan cepat dan dapat mengancam dunia.


Pangeran dari Remaria yang belum lama mengambil alih tanah tersebut dari kerajaan Arka merasa rasah atas keberadaan iblis di tanah tersebut, sehingga Ia bersama Para petualang dan pasukan Griffin menyerbu makam besar Golgota untuk membasmi mereka.


Setelah rombongan dari Remaria itu berhasil mengalahkan sejumlah besar pasukan Iblis mereka pun segera bergegas menyusup ke dalam makam untuk melenyapkan iblis yang masih tersisa di sana.


"Pangeran Antonio apakah kita akan masuk ke dalam reruntuhan makam sekarang?" Tanya Jordan Negaref seorang petualang tingkat Orichalcum.


"Benar kita akan memasuki makam itu sekarang, tapi aku mau para petualang berada di depan karena mereka lebih berpengalaman dalam penjelajahan reruntuhan dan dungeon, pasukan Griffin akan berada di barisan belakang karena kemampuan mereka tidak akan efektif di sana." Ujar Antonio.


Antonio sangat tahu keunggulan dari petualang yang sudah berpengalaman di banyak misi berbahaya di dalam dungeon, sebenarnya pasukan Griffin yang Antonio bawa juga cukup kuat akan tetapi pergerakan mereka akan sangat terbatas di lorong-lorong bawah tanah yang sempit dan tidak bisa menggunakan keunggulan mereka yang dapat terbang.


Antonio kemudian berbicara pada komandan Ramdira Ramez yang memimpin pasukan Griffin. "Ramdira setelah ini aku akan berada di barisan depan bersama para petualang, kamu dan pasukan Griffin menjaga barisan belakang."


"Tapi pangeran Antonio itu akan membuat kami lebih kesulitan untuk menjaga anda bila iblis kuat muncul." Jawab Ramdira.


"Ramdira ada banyak petualang yang bersamaku jadi itu tidak akan jadi masalah besar, lagi pula kamu cukup tahu bagaimana kemampuan bertempurku bukan." Kata Antonio.


"Aku mengerti meskipun seharusnya aku selalu berada di samping anda sebagai seorang Knight pribadi, tapi baiklah bila itu adalah perintah anda." Ucap Ramdira.


Antonio kemudian memberikan aba-aba dan memimpin para petualang untuk masuk lebih dulu.


"Semuanya kita bergerak sekarang."


"Ya kita habisi para iblis itu."


Para petualang cukup bersemangat dan memiliki moral yang tinggi setelah mereka mendapatkan kemenangan di pertempuran terakhir.


Lorong pintu masuk ke dalam makam cukup besar dan di Baliknya terdapat ruang pertama yang masih berada di permukaan tanah. Tidak ada iblis di ruangan itu karena kemungkinan mereka semua sudah turun melarikan diri ke bawah tanah.


"Antonio kelihatan ruangan bawah tanah cukup gelap, ini akan cukup mengganggu kita." Ucap Erin yang sangat berpengalaman dalam misi penjelajahan dungeon karena Ia adalah petualang kelas Thieft.


"Ya aku mengerti kalian segera persiapkan diri kalian, buat obor atau gunakan sihir untuk penerangan dan untuk kelas Thieft kalian akan sangat di butuhkan di sini karena sebelumnya di katakan kalau makam ini memiliki banyak jebakan mematikan." Kata Antonio dan para petualang segera mempersiapkan diri. Mereka membuat obor dan para Priest menggunakan sihir penerangan di ujung tongkat sihir yang mereka bawa.


Ruangan kedua di makam besar Golgota dan Jauh sebelumnya sudah banyak petualang yang memasuki ruangan ini akan tetapi tidak ada monster undead atau kalajengking raksasa seperti catatan yang para petualang tinggalkan di guild mengenai makam ini, kemungkinan semua monster itu telah di basmi oleh para Iblis.


Para petualang meneruskan menjelajahan mereka ke dalam lorong-lorong besar lantai bawah tanah kedua makam besar Golgota. masih belum terlihat adanya Iblis, Undead ataupun monster lainnya yang ada hanya kesunyian di balik bayangkan gelap di mana cahaya matahari tidak dapat sampai di sana.


"Pangeran Antonio setelah ini adalah ruangan ketiga, kemungkinan ini akan semakin berbahaya karena di sana terdapat lorong labirin yang sangat rumit dan penuh jebakan." Ucap seorang petualang tingkat emas dari kota Harnas yang pernah menjelajahi makam Golgota.


Antonio berpikir tidak adanya peta yang di buat untuk labirin ini, kemungkinan para petualang kesulitan melakukannya karena sebelumnya pasti terdapat banyak undead yang mendiaminya.


"Baiklah kita akan menyebar menjadi beberapa kelompok dan usahakan di setiap kelompok terdapat paling tidak ada seorang yang memiliki kelas Thieft atau Assassin untuk mendeteksi adanya perangkap." Kata Antonio yang memutuskan untuk membagi para petualang menjadi beberapa kelompok untuk mempermudah pencarian jalan ke ujung makam.


"Pangeran Antonio, kami dengar di sini terdapat banyak harta yang tersembunyi, apakah kami di ijinkan untuk mengambilnya untuk kami sendiri bila nanti kami menemukannya.?" Tanya seorang petualang.


Makam besar Golgota memang terdapat banyak garta terutama harta kekaisaran kuno yang di kubur dan di sembunyikan bersama dengan Jasad Kaisar Golgota.


"Baiklah kalian dapat mengambilnya dan membagi hartanya dengan anggota masing-masing kelompok, tapi ingatlah tempat ini sangat berbahaya kemungkinan masih terdapat Undead kuat dan para Iblis yang terjebak, jadi segeralah kembali ke pintu masuk ruangan ini bila bertemu mahkluk seperti itu, para prajurit Griffin akan membantu menghadapi mereka." Kata Antonio.


"Baik kami mengerti." Jawab para petualang.

__ADS_1


Para petualang segera bergegas menyusuri lorong demi lorong labirin karena cukup menginginkan harta yang tersembunyi di dalam reruntuhan makam dan banyaknya petualang serta dukungan pasukan Remaria akan sangat membantu mereka yang sebelumnya selalu ragu untuk menjelajahi makam berbahaya ini.


Antonio masih bersama empat tim petualang berbeda dan beberapa petualang yang tidak memiliki tim karena kelompok Antonio adalah kelompok utama di penyerbuan ini. Kelompok Sky Dragon juga di sana serta kelompok milik Jordan Negaref dan satu kelompok petualang dari kota Harnas yang pernah punya pengalaman menjelajahi makam Golgota.


Kelompok Antonio terus bergerak sesekali Erin yang seorang Thieft memeriksa sekitar untuk melihat adanya jebakan.


"Antonio kelihatannya sudah banyak jebakan yang aktif dan mengenai para Iblis tapi ada beberapa jebakan tersembunyi yang dapat aktif berkali-kali jadi kita harus tetap hati-hati." Ucap Erin yang memeriksa beberapa perangkap.


Pencuri makam memang sering menjarah harta di makam-makam raja yang terdapat banyak harta, untuk itulah para pembuat makam di masa lalu sering membuat perangkap untuk melindungi harta ataupun jasad keluarga kerajaan yang di kubur.


Terlihat dua iblis Gargoyle yang tergeletak dan mati mengenaskan terkena perangkap panah, tapi terlihat jelas iblis itu belum mati terlalu lama yang artinya perangkap itu dapat aktif beberapa kali.


"Erin bagaimana.?" Tanya Antonio.


"Iblis ini kemungkinan terkena perangkap anak panah saat melarikan diri ke dasar makam dan kelihatan anak panahnya datang dari lubang kecil di tembok sebelah sana, aku akan coba membongkarnya supaya kita bisa lewat." Jawab Erin.


Erin terlihat membongkar perangkap itu, Ia terlihat sangat berhati-hati melakukannya.


"Pangeran Antonio sepertinya Nona Erin sangat terampil membongkar perangkap." Kata Markovic yang memperhatikan Erin membongkar perangkap di dinding terowongan.


"Benar Erin nemang sangat hebat karena sebelumnya Ia sering membantu banyak kelompok petualang dalam penjelajahan dungeon dan saat ini Ia juga sudah menjadi petualang tingkat Emas." Terang Antonio.


"Hm.. hamba paham dia mendapatkan sangat banyak pengalaman dari banyak petualang senior dan sepertinya jalan yang di pilih oleh Nona Erin juga merupakan jalan yang tepat menuju ke ujung makam, karena ada iblis di sini." Ucap Markovic.


Antonio juga berpikir sama seperti Marko tapi Ia tidak tahu bagaimana Erin dapat membawanya sejauh ini padahal ada banyak lorong bercabang di labirin Golgota dan Jordan yang juga penasaran kemudian bertanya pada Erin di sana.


"Nona Erin aku cukup penasaran dengan yang di katakan Marko bersama pangeran Antonio barusan, mengenai bagaimana nona dapat memilih jalan yang tepat di tempat seperti ini?" Tanya Jordan.


"Aku sebenarnya mengingat ucapan Naga kuning Durhan di pertemuan naga yang mengatakan kalau Ia mendiami ruangan di dekat ujung makam Golgota, jika naga sebesar itu bisa sampai di sana berarti lorong yang Ia lewati cukuplah besar jadi aku memilih lorong yang berukuran besar atau lorong yang terlihat rusak karena di gali oleh Naga itu untuk dapat Ia lewati." Terang Erin kepada Jordan.


Antonio berpikir 'Ternyata Jordan selama ini bertualang jauh, jadi pantas saja Ia tidak begitu mengetahui informasi mengenai diriku yang merupakan pahlawan benua barat dan tentang perang melawan Invasi kekaisaran Hereven.'


Berkat kemampuan Erin kelompok petualang yang bersama Antonio dapat segera mencapai pintu menuju ruangan ke empat yang merupakan ruangan sebelum mencapai ujung makam besar Golgota.


Suara beberapa kepakakan sayap terdengar Gargoyle dan sesosok mahluk raksasa dengan satu mata besar terbang di depan sebuah pintu, Antonio dan para petualang di sana terlihat mengintip dari jauh karena mereka tidak tahu kemampuan iblis yang kemungkinan di juluki sebagai Devil Eye.


Devil Eyes mahkluk yang memiliki satu mata yang seukuran dengan tubuhnya yang bulat, mahkluk itu memiliki sayap kecil tapi dapat terbang mengambang di udara, beberapa tentakel terlihat dan salah satunya yang cukup besar menjulur dari belakang tubuh menghadap ke depan dan mulut mahkluk itu cukup besar berada tepat di bawah matanya.


"Mahkluk macam apa itu, kelihatannya Iblis itu sangat kuat hingga di gunakan sebagai penjaga pintu." Kata seorang petualang dari kota Harnas.


Antonio ingin melihat seberapa kuat iblis itu, karena di tubuhnya hanya ada empat kaki kecil dan hampir tidak mungkin iblis itu menggunakannya untuk menyerang musuh.


Antonio mengeluarkan tongkat sihir, Ia mensummon seekor Manticore dan menyuruhnya untuk mendekati Devil Eye dan menyerangnya.


"Pangeran Antonio sangat hebat bisa mensummon monster seperti Manticore, tapi apakah monster anda akan dapat menangani Devil Eye.?" ucap Jordan yang baru mengetahui kalau pangeran Antonio memiliki cukup banyak keahlian sihir bahkan dapat mendatangkan monster terkuat seperti singa Manticore.


"Aku tidak tahu tapi paling tidak ini cukup untuk mengukur kekuatan mahkluk itu." Kata Anonio.


Para petualang mengamati dari tempat yang cukup jauh saat Manticore mendekati para Iblis untuk menyerang.


Iblis seperti Gargoyle yang menyerang dengan cakar dan taring tidak mungkin dapat menandingi kemampuan Singa Manticore, berbeda dengan Imp yang mungkin dapat mengalahkannya dengan mengandalkan sihir api.

__ADS_1


Para Iblis seperti Gargoyle terlihat tidak bergerak saat melihat singa Manticore tapi Devil Eye langsung mengarahkan pandangannya dan membuat singa Manticore seekan terdiam membatu. Devil Eye memiliki kemampuan Sihir yang dapat mempengaruhi pikiran hingga lawannya tidak dapat bergerak.


"Pangeran Antonio kenapa singa anda tiba-tiba terdiam.?" Tanya Jordan.


"Aku tidak tahu kemungkinan Iblis itu menggunakan kemampuan sihir seperti yang di miliki monster Ular Gorgon." Jawab Antonio.


"Maksudnya kemampuan seperti yang di miliki Bazilisk yang membuat lawannya diam membatu, sepertinya tidak mungkin untuk kita mendekat dan mengandalkan serangan langsung." Kata Jordan.


Mereka menyaksikan kekuatan Devil Eye yang bahkan seekor singa Manticore tidak dapat bergerak di hadapannya, tapi yang mengejutkan setelah itu satu tentakel besar yang ada di tubuh Devil Eye tiba-tiba menembakkan sebuah sinar lurus yang sangat menyilaukan menghantam serta membelah tubuh Manticore.


"Apa-apaan serangan itu, apakah itu sebuah serangan sihir tipe cahaya." Kata Jordan.


"Serangan itu sangat cepat dan Manticore itu mati seketika terkena serangan sihir itu." Tambah Markovic.


Antonio berpikir 'Ya ampun kelihatannya Iblis itu akan sangat mengganggu, tapi bagaimana iblis itu bisa menguasai serangan sihir cahaya yang seperti laser.'


"Pangeran Antonio bagaimana apakah kita akan mundur sekarang, terlalu sulit untuk mengalahkannya tanpa adanya korban di pihak kita." Kata Jordan.


"Tuan Jordan kita tidak dapat mundur sekarang, baiklah untuk mengalahkan para iblis di sana aku akan mengandalkan tuan Markovic." Ucap Antonio.


"Eh tuan Markovic, apakah serangan panah dari tuan Markovic akan cukup untuk mengalahkannya?" Tanya Jordan yang cukup ragu.


Antonio menatap Marko kemudian berbicara."Tuan Marko kekuatan panahmu cukup kuat untuk mengalahkan Cyclop yang merupakan monster kelas Titan, apakah anda dapat mengalahkan Iblis di depan kita.?"


"Jika Pangeran Antonio berpikir demikian, baiklah hamba akan mencobanya." Jawab Marko.


Antonio kemudian melihat Zaza yang terlihat diam dari tadi.


"Zaza setelah Marko mengalahkan Devil Eye apakah kamu dapat menyerang iblis lainnya." Kata Antonio.


"Tentu saja kapten bila tidak ada Devil Eye semua Gargoyle itu bukanlah tandinganku.?" Ucap Zaza dengan percaya diri.


"Baguslah kalau begitu aku akan serahkan semua iblis di depan pintu itu untuk kalian berdua kalahkan." Kata Antonio.


Markovic kemudian segera bersiap-siap Ia langsung menarik busurnya membidik Devil Eye meskipun jaraknya sangatlah jauh.


"Snipe." Marcovick mengaktifkan skill sihir memanahnya bersamaan dengan mengaktifkan kekuatan dari Rune yang terukir di panah yang Ia pegang. Empat Rune bersinar satu rune mengaktifkan kekuatan angin yang berputar di sekitar anak panah, satu lagi memiliki kekuatan seperti listrik dan dua lainnya tidak di ketahui.


Meskipun kekuatan panah Markovic sangatlah dahsyat tapi terlihat jelas Ia sangat kesulitan untuk mengarahkan anak panah untuk membidik sasaran karena tekanan kekuatan petir, untuk itulah akurasi memanah Marko menjadi sangat buruk.


"Lighting Arow..!!" Anak panahpun melesat dengan beberapa kilatan petir yang sangat luar biasa mengarah menuju ke tempat para Iblis. Anak panah terlihat akan melenceng dari target karena kekuatan petir tapi karena anak panahnya memiliki ukiran Rune sendiri yang dapat membelokkannya menuju sasaran, anak panah itupun langsung menukik tajam menghantam tubuh Devil Eye dengan dahsyat.


"Tepat sasaran..!" Ucap seorang petualang yang memperhatikan serangan panah itu.


Anak panah menusuk tepat di tengah bola mata Devil Eye tapi dampak serangan itu masih ada karena beberapa Gargoyle yang ada di sekitar Devil Eye juga langsung sersambar sengatan listrik hingga mereka mengalami kejutan besar dan kehilangan keseimbangan.


"Zaza sekarang.!" Ucap Antonio menyuruh Zaza untuk segera maju melakukan serangan.


"Baik Kapten aku mengerti."


Zaza bergegas maju dengan panah kecilnya Ia melesatkan puluhan anak panah dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Quickly Shouting Arrow..!" Zaza mengaktifkan skill memanah yang Ia miliki dan para Gargoyle langsung berjatuhan sebelum sempat mendekatinya.


Gargoyle adalah iblis tingkat rendah yang kekuatannya sedikit lebih baik dari koblin karena dapat terbang di udara dan ruangan bawah tanah tidak sesuai dengan kemampuan mereka.


__ADS_2