GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
128.3 Utusan Republik North Navia


__ADS_3

Rombongan dari Republik North Navia sudah bersiap untuk berangkat kembali ke negeri mereka, semua kereta kuda dan pengawal juga menunggu di dekat gerbang.


Mereka masih menanti Pangeran Antonio yang sempat mengatakan akan menemui mereka saat mereka berangkat tapi sampai saat ini masih belum terlihat sosok dari Pangeran Antonio jadi mereka berpikir apakah mereka sudah salah paham dan Pangeran Antonio tidak akan datang mengantar mereka.


Tapi mereka tetap menunggu karena bila benar Pangeran Antonio akan datang maka mereka harus menunggu untuk menghormatinya.


"Tuan Nikof sekarang sudah hampir siang apakah Pangeran Antonio Benar-benar akan datang.?"


"Aku tidak tahu Latina bukankah kamu juga mendengar kata-kata Pangeran Antonio saat di istana."


"Benar tapi ini sudah terlalu lama."


Rombongan Kerajaan Nort Navia sudah merasa lelah karena menunggu dan kemudian menteri Nikof berbicara.


"Latina di mana kelompok Petualang dari guild bukankah sudah ada pemberitahuan dari guild kalau sudah ada Petualang yang menerima permintaan pengawalan yang kamu ajukan.?"


"Benar mungkin mereka sedikit terlambat, tapi mereka tidak mungkin membatalkan quest yang sudah mereka konfirmasi, karena mereka akan di denda pada kita karena tidak mungkin untuk kita mengajukan quest yang lain."


Latina mengatakan itu karena memang benar pihak Petualang akan mendapatkan sanksi dari guild dan pihak mengajukan Quest akan mendapatkan ganti rugi serta pengembalian uang pendaftaran Quest.


"Oh kalau memang begitu kurasa kita tidak akan di rugikan meskipun kelompok itu tidak datang, kalau mereka datang aku akan memarahi mereka karena tidak konsisten dan profesional dalam menjalankan pekerjaan mereka."


Menteri Nikof mengatakan itu lalu tak lama kemudian sebuah kereta kuda mendekati tempat mereka dan ternyata salah satunya adalah pangeran Antonio, Tuan Nikof dan rombonganya tampak senang ternyata benar Pangeran Antonio datang untuk mengantarkan mereka.


"Yang mulia Pangeran Antonio terima kasih karena mau repot-repot datang untuk mengantarkan perjalanan kami."


Menteri Nikof menundukan kepala menyambut Antonio Pangeran dari kerajaan Remaria dan Antonio berbicara.


"Oh Tuan Nikof maaf karena membuat anda menunggu lama, berdirilah karena kita harus segera berangkat."


Antonio mengatakan itu dan membuat Menteri Nikof sedikit bingung.


"Mengantarkan kami apakah yang mulia Pangeran Antonio akan mengatar kami sampai di depan gerbang kota, kami merasa sangat terhormat bila yang mulia sampai melakukan itu..?"


"Baiklah Tuan Nikof ayo kita berangkat sekarang kereka kudaku akan berada di barisan belakang."


Tuan Nikof menundukan masuk ke kereta kudanya bersama nona Latina dan kereta yang di kawal beberapa prajurit kerajaan Nort Navia itu bergerak, Nona Latina dan Menteri Nikof saling melihat di dalam kereta dan berbicara.


"Tuan Nikof ini sangat aneh kenapa Pangeran Antonio mengantarkan kita sambil membawa kereta kuda itu, bahkan orang-orang yang mendampingi Pangeran Antonio bukankah Prajurit melainkan beberapa orang gadis sepertinya sakah satunya Priest dan seorang mage itu terlihat dari pakaian dan tongkat sihir mereka.?"

__ADS_1


"Nona Latina aku tahu tapi sepertinya Pangeran Antonio memiliki beberapa pengawal wanita, bukankah beberapa raja atau bangsawan memiliki pengawal seperti itu.?"


"Benar dan terkadang mereka juga menjadi penghibur untuk bangsawan yang mereka kawal."


"Nona Latina pelankan suaramu kita tidak boleh membicarakan hal seperti itu, akan gawat bila Pangeran Antonio mendengarnya.?"


"Benar juga, dan Tuan Nikof sepertinya para petualang dari guild Benar-benar tidak datang, kita bisa mengambil ganti ruginya di guild pusat kota lain."


"Haha benar kita bisa mendapatkan keuntungan dari itu dan menyewa petualang di guild kota lain."


Akhirnya kereta itu sampai di depan gerbang ibukota dan rombongan itu menghentikan laju mereka. Menteri Nikof juga langsung turun bersama nona Latina menghampiri kereta Pangeran Antonio.


"Nona Latina, Tuan Nikof kenapa kita berhenti.?"


Tuan Nikof dan nona Latina sedikit bingung mengapa Pangeran Antonio nalah menanyakan itu.


"Yang mulia Pangeran Antonio maafkan kami tapi bukankah kita akan berpisah di sini.?"


"Tuan Nikof apa yang anda katakan aku harus mengantarkan kalian sampai ke Republik North Navia jadi kita harus berangkat sekarang."


"Apa mengantar sampai ke negeri kami.?"


"Yang mulia Pangeran Antonio maafkan hamba tapi apa maksud yang mulia, apakah yang mulia bermaksud ikut bersama kami ke Republik Navia Utara, tapi perjalanan kami akan sangat jauh dan berbahaya.?"


"Tuan Nikof aku tahu itu, untuk itulah aku dan rekan-rekanku ikut bersama anda."


Tuan Nikof terlihat kebingungan dia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut dan kawatirnya lalu nona Latina berbicara.


"Yang mulia Pangeran Antonio jika yang mulia bermaksud berkunjung ke negeri kami lalu di mana pangawal anda, bukankah anda harus membawa banyak pengawal mengingat anda seorang pangeran.?"


Antonio tersenyum menanggapi itu dan berbicara.


"Nona Latina aku tidak membawa pengawal karena aku datang tidak sebagai seorang pangeran."


"Apa-apa maksud yang mulia Pangeran.?"


Menteri Nikof bertanya dengan nada sedikit kawatir.


"Huh Tuan Nikof seperti yang kalian tahu aku adalah seorang petualang dan aku sedang menjalankan quest atau permintaan pengawalan yang rombongan anda ajukan kepada guild Petualang, jadi tentu saja aku tidak membawa pengawal karena akan jadi aneh bila orang yang mengawal rombongan anda membawa pengawal lain juga."

__ADS_1


"Ah..? ini..? bagaimana ini..?"


Menteri Nikof terlihat kebingungan harus menanggapi hal itu karena dia dan Nona Latina tidak pernah menyangka kalau kelompok Petualang yang menerima Quest pengawalan yang mereka ajukan kepada guild ternyata adalah kelompok Petualang dari Pangeran negeri yang mereka kunjungi.


Meskipun mereka tahu kalau Pangeran Antonio adalah petualang terkenal tapi terlalu mengejutkan, tapi Nona Latina terlihat menenangkan diri karena sudah mulai mengerti keanehan dari Pangeran Antonio, jadi dia berbicara.


"Yang mulia Pangeran Antonio itu berarti anda akan bersama kami menuju Republik Navia Utara, tapi apakah yang mulia menjamin tidak akan terjadi masalah diplomasi kalau sampai terjadi sesuatu dengan anda.?"


"Latina aku melakukanya karena keinginanku sendiri untuk melakukan quest itu dan tidak ada hubungannya dengan politik antar negeri jadi kal bisa tenang."


Meskipun Pangeran Antonio sendiri yang mengatakan itu tapi Menteri Nikof masih sangat kawatir, bagaimana ini bisa terjadi dan meski Pangeran yang mengatakanya pihak kerajaan Remaria akan tetap mempermasalahkanya bila benar terjadi sesuatu.


"Pangeran Antonio hamba mohon untuk memikirkan kembali niat anda ini."


"Tuan Nikof aku tidak mungkin membatalkan Quest ini karena akan mengganggu catatan petualang kelompoku yang tidak dapat di ganggu gugat pihak manapun sesuai peraturan guild dan aku tidak akan menyukai hal itu, jadi sebaiknya kita segera berangkat."


"Tapi-tapi yang mulia kami..?"


"Nona Latina anda mengerti bukan jadi berangkatkan rombongan kita."


"Baik yang mulia, Tuan Nikof ayo kita segera kembali ke dalam kereta kuda kita..?"


"Nona Latina kenapa anda nalah menyetujuinya.?"


"Tuan Nikof apakah kita bisa menolaknya itu adalah keinginan dari yang mulia Pangeran Antonio dan kita sudah melakukan kesalahan karena mengajukan quest itu.".


"Meskipun begitu ini akan sangat beresiko dan kemungkinan akan jadi masalah besar untuk kita tapi ah.. baiklah lagi pula kita tidak punya pilihan lain."


"Hahaha..? benar sekali jadi apakah Tuan Nikof madih ingin memarahi para petualang yang tidak disiplin karena datang terlambat.?"


"Latina tolong jangan katakan itu, tidak mungkin aku memarahi Pangeran Antonio dan rombongannya, Yang mulia Pangeran Antonio mohon maafkan hamba yang sebesar-besarnya."


"Ya aku maafkan, tapi lain kali jangan mengajukan permintaan yang tidak sesuai dengan level pekerjaanya karena nyawa petualang akan menjadi taruhan atas quest itu, aku beruntung karena bukan petualang tingkat perunggu yang mengambil quest itu lebih dulu."


"Sekali lagi hamba minta maaf yang mulia Pangeran Antonio."


Menteri Nikof lebih merendahkan tubuhnya lagi untuk meminta maaf karena kesalahanya yang meminta pengajuan Quest itu.


"Sudah Menteri Nikof ayo kita berangkat."

__ADS_1


Rombongan itu kembali berangkat menuju utara karena memilih jalur melewati hutan barat dan kerajaan Dwarfen di sana.


__ADS_2