
Guild petualang kota Libanon Antonio telah berada di tempat itu bersama kelompok petualangnya.
Sudah cukup lama kelompok Spirit Of Zea tidak menjalankan quest karena kesibukan Antonio yang membantu mengurus urusan politik kerajaan Remaria.
Tentu saja Antonio dan kelompoknya langsung menyita banyak perhatian dari petualang serta orang-orang di dalam guild tapi Antonio mengabaikan mereka dan langsung menuju resepsionis setelah mengambil sebuah quest dari papan permintaan di dalam guild.
Zaza, Erin, Marta serta Anastasia terlihat menunggu Antonio di meja mereka.
"Zaza, Erin apakah kalian tahu mengapa pangeran Antonio tiba-tiba mengumpulkan kita lagi untuk bertualang." Tanya Priest Anastasia kepada dua orang yang paling dekat dengan Antonio.
"Kami berdua tidak tahu, Antonio tiba-tiba mengajak kami untuk kabur dari istana kemudian mengajak kalian berdua juga untuk datang ke guild petualang kota ini." Ucap Erin.
"Sepertinya kapten ingin bertualang dan menjalankan quest dari guild lagi karena ini sudah cukup lama semenjak quest pengawalan ke Republik Navia Utara." Kata Zaraza Zaza.
"Ah.. Antonio memang seperti ini dia selalu seenaknya sendiri padahal aku sedang sibuk melakukan penelitian sihir, tapi dia malah memaksaku untuk ikut." Cetus Marta.
Antonio kemudian terlihat mendekat ke tempat kelompoknya lagi setelah mengonfirmasi pengambilan quest dari guild petualang kota Libanon dan ada banyak petualang lain yang juga memperhatikan karena mereka cukup penasaran quest seperti apa yang akan di ambil oleh pahlawan besar benua barat.
Zaza yang sudah penasaran kemudian langsung bertanya. "Kapten apakah sudah selesai dan quest apa yang kamu ambil?"
"Benar-benar aku juga penasaran, aku harap itu bukan quest yang sulit, seperti quest untuk memburu monster raksasa." Tambah Erin.
"Oh, itu sebenarnya quest yang sudah lama di pajang di guild ini tapi tidak pernah ada yang menyelesaikannya, resepsionis bilang juga menyuruhku untuk menunggu karena ia ingin memberitahu kepada kepala guild petualang terbebih dahulu." Jawab Antonio dan Zaza kemudian berbicara.
"Kalau quest itu tidak pernah ada yang menyelesaikannya pasti itu quest yang sangat sulit." Ucap Erin yang sedikit kawatir kemudian Zaza berbicara.
"Apakah kapten berpikir kalau kapten pasti bisa menyelesaikan permintaan itu karena kapten memiliki kekuatan yang tidak masuk akal, quest yang tidak pernah di selesaikan petualang lain pasti memiliki imbalan yang sangat besar." Ucap Zaza yang tahu kalau quest yang sebelumnya pernah di lakukan oleh petualang lain tetapi gagal di selesaikan akan meningkatkan imbalan quest itu.
Tapi di sana Marta yang mendengar tentang quest yang tidak pernah di selesaikan orang lain menjadi curiga karena ia tahu kalau di guild kota Libanon tempat asalnya ada satu quest tingkat legendaris yang mustahil di selesaikan.
"Antonio jangan bilang kalau kamu telah mengambil quest yang ada di tempat khusus di papan guild?" Tanya Marta dengan sedikit kawatir.
"Ah benar Marta itu adalah quest yang pernah kamu ceritakan saat pertama melakukan perjalanan ke kota ini." Jawab Antonio dengan tenang.
"Eh tapi itu adalah quest yang mustahil untuk di selesaikan karena hampir semua petualang yang melakukan quest itu pasti mati sedangkan sisanya menyerah dan membatalkannya quest itu karena terlalu berbahaya, Antonio kamu juga harus segera membatalkan permintaan itu sekarang juga!" Ucap Marta yang dengan keras menyuruh Antonio untuk membatalkan quest yang baru diambilnya karena sejak kecil Marta sudah mendengar dan mengetahui kalau banyak petualang hebat yang menjadi korban saat menjalankannya.
Zaza, Erin dan Priest Anastasia yang belum tahu quest apa yang di bicarakan kedua rekannya sedikit bingung jadi Zaza bertanya kembali.
"Kapten sebenarnya quest apa yang telah kamu ambil kenapa Marta sampai seperti itu?. Tanya Zaza
"Oh itu adalah quest untuk mengambil mahkota kaisar Golgota yang terkubur di ujung makam besarnya yang sekarang menjadi markas iblis yang baru-baru ini muncul di wilayah selatan." Ucap Antonio menjawab Zaza.
"Eh.. Kapten benarkah itu, kenapa kamu tidak mendiskusikannya terlebih dahulu dengan kita." Ucap Zaza yang juga terkejut dan kemudian Priest Anastasia juga berbicara.
__ADS_1
"Quest untuk mengambil mahkota legendaris kaisar Golgota, yang mulia pangeran Antonio itu adalah quest tingkat legenda yang sangat berbahaya dan nona Marta benar sebaiknya anda membatalkan quest itu." Ucap Priest Anastasia yang mendukung usulan Marta.
Tapi Antonio terlihat tidak berniat untuk membatalkan quest itu karena itu adalah tujuannya sekarang. Para petualang yang ada dalam guild itu juga mendengar percakapan kelompok Antonio dan saling berbicara.
"Oh pangeran Antonio ingin mengambil sebuah quest legendaris, ini sangat luar biasa, ini adalah berita besar."
"Tapi bukankah itu adalah quest yang mustahil untuk di selesaikan bahkan sejak berabad-abad yang lalu banyak petualang dan bahkan pasukan besar dari kerajaan ataupun kuil yang berusaha menyerbu makam besar Golgota tapi tidak pernah bisa sampai ke ujung makam."
"Naga kuning Durhan juga di katakan mendiami dan menjaga makam itu dan tidak membiarkan siapa saja masuk kesana, membuatnya semakin sulit."
"Tunggu dulu apa kalian tadi juga mendengar kalau pangeran Antonio sempat mengatakan kalau iblis yang belakangan ini muncul di selatan benua berasal dari dalam makam itu. dan ini sangat tidak masuk akal karena tempat itu seharusnya masih di diami oleh Naga kuning Durhan."
"Apakah para iblis telah berhasil m ngalahkan naga Durhan dan mengambil alih makam besar Golgota, jika itu benar ini sangat gawat."
Semua orang masih belum mengetahui bahwa naga kuning Durhan telah mati di bunuh oleh pasukan Cleric kuil Sirak dan kuil Sirak telah melakukan kesalahan besar dengan membongkar pintu masuk ke ujung makam di mana di dalamnya terdapat para iblis yang terkurung di sana.
Para petualang cukup penasaran mereka ingin mencari tahu lebih detail mengenai apa yang sebenarnya terjadi tapi mereka tidak cukup berani untuk bertanya langsung kepada pangeran Antonio.
Antonio sebenarnya juga ingin tahu karena Ia juga pernah mendapatkan kabar dari naga putih Miranda kalau keberadaan naga kuning Durhan menghilang dan seekor naga yang di kirim untuk memeriksanya juga tidak pernah kembali lagi.
Tak lama kemudian kepala guild petualang kota Libanon akhirnya keluar menemui pangeran Antonio di ruang depan, sebenarnya Ia ingin mengajak pangeran Antonio untuk membicarakan pengambilan quest legendaris itu di ruangan khusus tapi karena terlihat ada banyak petualang yang sudah mendengar tentang hal itu dan pangeran Antonio seperti tidak ingin menutupinya jadi Ia memutuskannya untuk membicarakan hal itu di sana.
"Yang mulia pangeran Antonio apakah yang mulia benar-benar yakin untuk mengambil quest mencari mahkota kaisar Golgota, maafkan hamba tapi hamba harap yang mulia membatalkannya karena ini akan sangat beresiko, apalagi pasukan besar iblis sudah menguasai tempat itu." Ucap kepala guild kepada Antonio.
"Tapi yang mulia bila ingin menghancurkan pasukan iblis sebaiknya anda mengambil quest lain untuk memburu iblis, quest itu sudah di sebarkan oleh guild pusat dan belum di pajang di papan quest tapi anda dapat mengambilnya sekarang untuk menggantikan quest mencari mahkota kaisar Golgota, anda juga dapat mengerahkan pasukan Remaria untuk mendampingi anda." Kata kepala guild karena berpikir lebih pangeran Antonio mengambil quest pembasmian iblis dan menggunakan pasukan Remaria sebagai pengawal karena akan lebih aman dan tidak perlu pergi ke ujung makam kaisar Golgota untuk mengambil mahkota terkutuk itu.
"Benarkah ada quest memburu iblis juga, ternyata serikat guild bergerak cukup cepat menanggapi kemunculan iblis kalau begitu bolehkah aku melihat quest itu." Pinta Antonio.
Kepala Guild petualang terlihat cukup senang karena berpikir pangeran Antonio akhirnya tertarik untuk mengambil quest yang dia tawarkan untuk menggantikan quest mencari mahkota kaisar Golgota.
Antonio melihat quest berburu iblis yang di serahkan oleh kepala guild dan membacanya.
_____________________________
Quest tingkat A
Iblis telah kembali muncul di selatan benua dan mengancam dunia, Serikat guild telah melakukan pembicaraan dengan para raja di benua barat dan sebagian telah sepakat untuk memberikan kepercayaan serta dukungan pada guild petualang untuk menangani masalah itu. Bagi siapa saja yang membunuh iblis serta memberikan buktinya akan di berikan imbalan yang sudah di tentukan.
Hadiah : 3 koin perak untuk iblis tingkat rendah seperti Hellbad, Gargoyle, Imp, Guldirock dan sekelasnya. 5 koin emas untuk iblis tingkat menengah seperti Nelfire, Hell Hound, Soul Eater, Devil Eye, Cerberus dan sekelasnya. 20 koin emas untuk iblis tingkat tinggi, seperti Succubus, Incubus, Asmodaes, Forneas, Efridus dan sekelasnya.
Syarat : Siapapun
Serikat guild petualang benua barat.
__ADS_1
_____________________________
Antonio melihat quest itu dan berpikir hadiahnya tidak terlalu besar untuk membunuh seekor iblis karena untuk iblis tingkat menengah saja itu sudah setara dengan monster paling berbahaya di dunia ini seperti Manticore dan Bazilisk yang hanya dapat di hadapi sebagian petualang tingkat tinggi.
Meskipun begitu Antonio dapat mengerti karena sebagian besar kerajaan di benua barat sedang di landa krisis dan tidak dapat memberikan dukungan dana yang cukup banyak untuk mengatasi masalah ini.
"Huh.. sepertinya hadiahnya kurang sesuai untuk tingkat kesulitannya." Ucap Antonio dan kepala guild berbicara.
"Maaf yang mulia tapi kami sudah berusaha untuk memberikan imbalan sebaik mungkin dan kami berterimakasih karena yang mulia Ratu Alta atau kerajaan Remaria memberikan dukungan tersebar untuk di adakanya quest ini." Ucap kepala guild.
"Aku mengerti karena iblis muncul di selatan benua sehingga Kerajaan Arka dan Remaria yang paling terancam, baiklah kepala guild aku akan mengambil quest ini juga." Ucap Antonio
Kepala guild cukup senang karena Antonio mau mengambil quest itu tapi dia merasa ada yang salah karena Antonio mengatakan juga mengambil quest itu yang artinya ada quest lainnya.
"Yang mulia pangeran Antonio, maafkan hamba tapi tadi anda mengatakan juga mengambil quest ini, bukankah ini untuk menggantikan quest untuk mencari mahkota kaisar Golgota?. Tanya kepala guild dengan kawatir.
"Kepala guild aku akan tetap kemgambil quest mencari mahkota kaisar Golgota karena aku sudah pernah melakukan penyelidikan mengenai perkamen peninggalan kekaisaran kuno bersama Priest Anastasia dan menduga kalau kemunculan iblis saat ini juga berhubungan dengan kaisar Golgota." Kata Antonio.
"Eh benarkah itu, jadi anda sudah melakukan penyelidikan mengenai kekaisaran kuno, tapi hamba masih merasa cukup kawatir karena sejarah mencatat belum ada yang berhasil selamat setelah memasuki ujung makam Golgota, tadinya hamba berpikir anda hanya akan mengerahkan pasukan dan menghadapi iblis di sekitar makam itu." Kata kepala guild di sana.
"Kepala Guild kalau iblis itu berasal dari dalam makam itu berarti tidak ada cara selain memasuki makam itu dan membasmi mereka di sana, lagi pula ini juga untuk memperbaiki keadaan iklim di selatan benua termasuk wilayah selatan kerajaan kita yang merupakan gurun." Ucap Antonio.
"Oh apakah itu merupakan tujuan lain anda yang mulia pangeran Antonio. Memang dengan mendapatkan mahkota kaisar Golgota anda akan dapat menghentikan kekuatan sihir angin dari mahkota itu yang telah membuat awan hujan jarang terbentuk di wilayah selatan hingga berabat-abat lamanya dan itu juga akan memulihkan keadaan iklim di selatan benua." Ucap kepala guild.
"Ya itu akan menolong rakyat kita di wilayah selatan Remaria dan juga wilayah gurun Arka karena hujan akan lebih sering turun setelah itu." Kata Antonio.
Antonio sudah mengambil keputusan dan kepala guild tidak dapat menolak pangeran Antonio jadi kepala guild menyerahkan kedua kertas quest kepada Antonio yang salah satunya adalah quest legendaris untuk mencari mahkota kaisar Golgota.
_____________________________
Quest tingkat S.
Kekuatan Mahkota Pylos yang digunakan oleh mendiang kaisar Golgota sebelum wafat telah menimbulkan bencana iklim di benua barat hingga lebih dari seribu tahun lamanya. Sekelompok pahlawan telah berhasil mengurangi efek sihir itu tapi mereka tidak berhasil selamat dan mahkota Pylos masih terkubur di ujung makam Golgota dengan kekuatan yang masih aktif.
Temukan dan hentikan kekuatan yang keluar dari mahkota Pylos untuk mengakhiri bencana yang di timbulkanya.
Syarat : Siapapun. Bawa kembali mahkota Pylos sebagai bukti.
Imbalan : 1.000.000 Koin emas.
Serikat guild petualang.
_____________________________
__ADS_1