
Jagaras dan Mordus masih berbicara dengan Hardus untuk mencari tahu kekuatan pangeran manusia yang sebelumnya sempat datang dan bertarung di desa itu. Hardus memang menjelaskan beberapa hal tentang kekuatan manusia yang sempat ia lihat sendiri tapi semua itu masih sangat samar bagi Jagaras.
"Dari penjelasan Hardus pangeran manusia yang bernama Antonio sepertinya hampir tidak punya kelemahan bahkan dapat terus bertarung tanpa kehilangan stamina tapi tidak mungkin ia akan dapat bertahan menghadapi serbuan pasukan besar milik Haturdas jika sendirian." Ucap Jagaras.
Jagaras merasa ia harus tetap berhati-hati karena kalau hanya seorang manusia saja tidak mungkin akan cukup berani untuk menantang sebuah kerajaan iblis karena pasti ada pasukan milik pangeran manusia itu yang belum ia keluarkan karena merasa itu belum di perlukan dan membuat Jagaras sedikit ragu apakah ia dapat menang menghadapi pasukan manusia yang kemungkinan akan datang memberikan bantuan pada pangeran mereka.
Sementara itu Mordus menyadari kalau bangsawan Jagaras juga mulai merasa ragu dengan misinya yang ingin merebut kastil Arungal dan wilayah sekitarnya untuk ras Asmadeus jadi Mordus segera berbicara.
"Tuan Jagaras bagaimanapun kita tidak dapat menghindari pertentangan dengan manusia yang menguasai kastil Arungal karena anda tidak dapat kembali ke ibukota Ordenkar tanpa melakukan serangan apapun." Ucap Mordus.
"Aku memang yang mengusulkam kepada Raja Zalfirox agar pasukanku yang di kirim untuk merebut kastil Arungal dan bila aku kembali seperti ini mungkin aku hanya akan di penggal karena tidak dapat menjalankan tugas dengan baik, ini memang masalah besar bila benar para manusia itu memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari yang kita semua perkirakan." Kata Jagaras.
"Tuan Jagaras tapi yang kami ketahui tidak banyak manusia yang terlihat di kastil Arungal jadi kita pasti dapat mengalahkan mereka mengandalkan jumlah." Kata Mordus.
"Mungkin apa yang kamu katakan memang benar tapi Mordus kita akan segera mengetahuinya dan kalau pasukan Haturdas mengalami kekalahan besar maka itu akan menjadi bukti bahwa para manusia itu mungkin adalah ancaman yang jauh lebih besar dari yang di pikirkan semua iblis di kerajaan Munarak." Ucap Jagaras.
Tak lama setelah itu semua iblis mendengar sesuatu yang sangat mengerikan menggema di seluruh wilayah, Jagaras dan para iblis di sana menyadari kalau itu bukanlah sebuah auman mahkluk biasa tapi berasal dari monster yang sangat besar.
"Mordus, Hardus kalian dengar itu?" Tanya Jagaras.
"Tuan Jagaras sepertinya itu adalah suara auman mengerikan dari seekor naga." Jawab Mordus.
"Aku tahu itu karena hanya naga yang dapat mengeluarkan suara sedahsyat itu, tapi coba kamu dengarkan baik-baik auman itu berasal dari arah tempat tujuan kita." Kata Jagaras.
"Apakah mungkin seekor naga muncul di dekat kastil Arungal, ini gawat padahal kita belum selesai dengan ancaman manusia sekarang monster mengerikan seperti itu malah muncul di wilayah ini." Kata Mordus.
"Seharusnya wilayah yang di kuasai naga berada jauh di selatan bagaimana bisa mereka berada di sini, apakah mungkin para naga terpancing oleh pergerakan pasukan besar milik Haturdas yang menyerang kastil Arungal."
Suara auman naga yang mengamuk masih terus terdengar dari kejauhan membuat pasukan Asmadeus yang di pimpin Jagaras merasa gelisah karena tidak tahu pada yang sedang terjadi sebenarnya.
Jagaras kembali terbang ke tempat pasukannya dan melihat jauh ke arah tempat suara auman naga berasal tapi karena jarak yang terlalu jauh mereka tidak dapat menyaksikan semua yang terjadi di kastil Arungal sedangkan Naga memiliki pengelihatan yang sangat jauh yang mereka gunakan untuk berburu jadi Antonio yang berwujud naga dapat menyadari pasukan dari Jagaras.
__ADS_1
Suara auman naga akhirnya tidak terdengar lagi tapi beberapa saat kemudian dari kejauhan Jagaras dan pasukannya akhirnya day melihat sosok naga yang sangat besar terbang dengan sangat cepat mendekat ke tempat mereka.
"Tuan Jagaras itu seekor naga yang sangat besar ini gawat kita harus segera meninggalkan tempat ini!" Kata Mordus dengan panik.
Jagaras menatap naga yang semakin mendekat tapi sudah terlambat untuk lari karena naga itu terbang dengan sangat cepat dan beberapa pasukanya kemungkinan akan mati.
Keadaan semakin menegangkan bagi pasukan Asmadeus yang menyaksikan naga yang mungkin akan segera membantai mereka tapi sesuatu terjadi tubuh naga yang mendekati itu tiba-tiba bersinar terang dan mulai mengecil membentuk mahkluk lain yang lebih kecil dari mereka semua.
"Apa yang terjadi naga itu telah berubah wujud menjadi sesuatu yang lain?" Kata Mordus dengan bingung.
Pasukan Asmadeus yang sebelumnya akan melarikan diri menjadi terdiam karena bingung dan mahkluk yang mendekat itu akhirnya sampai di depan mereka dan Jagaras akhirnya memutuskan untuk maju dan berbicara.
"Siapa anda yang sebenarnya dan kenapa wujud anda tadi menyerupai seekor naga sebelum berubah ke wujud ini sekarang?" Tanya Jagaras sambil berteriak kepada sesosok mahluk yang ada di depannya yyapi Mordus seperti pernah melihat wujud itu akhirnya berbicara.
"Tunggu dulu bukankah kamu adalah Doppelganger yang kemarin menanyakan jalan padaku?" Kata Mordus yang masih mengira Antonio adalah Doppelganger.
"Doppelganger Mordus apakah kamu mengenali mahkluk di depan kita?" Tanya Jagaras kepada Mordus.
"Tapi tidak mungkin itu adalah Doppelganger karena tidak ada satupun iblis dari ras Doppelganger yang sampai menguasai perubahan wujud ke bentuk seekor naga." Kata Jagaras dan Mordus juga seharusnya mulai ragu kalau itu benar-benar adalah seorang iblis dari ras Doppelganger.
Antonio menatap para iblis itu dan juga hampir tidak percaya kalau ia akan bertemu lagi dengan iblis yang sebelumnya sempat membantunya menemukan arah tapi bukan waktunya untuk hal itu jadi Antonio segera berbicara.
"Ternyata itu adalah kamu yang dulu membantuku menemukan arah, baiklah mungkin aku memperkenalkan diri sekali lagi untuk menjelaskan apa yang terjadi, Aku adalah Antonio Losta De Remaria pangeran manusia dari kerajaan Remaria yang telah menguasai kastil dan wilayah ini." Kata Antonio memperkenalkan dirinya.
Jagaras dan Mordus menatap manusia itu tapi mereka semua tidak pernah menyangka kalau pangeran manusia itu dapat berubah wujud menjadi sesosok naga raksasa dan pantaslah manusia itu sampai berani untuk datang sendiri menantang pasukan besar iblis di sini.
"Jadi anda adalah manusia yang telah merebut wilayah Arungal, perkenalkan saya adalah Haturdas penguasa wilayah Galdipa yang terletak di sebelah timur wilayah ini dan pangeran Antonio saya ingin bertanya pada anda ini mengenai pasukan milik bangsawan Hartudas yang sebelumnya menyerang anda jika saya perhatikan sepertinya anda sudah berhasil mengalahkan mereka semua?" Kata Jagaras yang merasa mungkin kalau ia harus berhati-hati karena pasti manusia di depannya sangatlah kuat dan dapat mengalahkan seluruh pasukannya karena ia dapat berubah wujud menjadi naga yang merupakan mahkluk terkuat di dunia iblis.
"Jadi pemimpin pasukan iblis yang sebelumnya menyerang kastilku bernama Haturdas, ahh sekarang aku jadi sedikit bersalah setelah mengetahui namanya dan maafkan aku karena sebelumnya tanpa sadar aku telah memakan tubuh Haturdas dan beberapa anak buahnya." Kata Antonio yang meminta maaf karena mungkin para iblis itu tidak akan suka mengetahui jasad Haturdas seorang bangsawan iblis itu tidak akan dapat di kembalikan ke kerajaan Munarak setelah penyerangan ini berakhir.
Para Iblis di depan Antonio masih terlihat sedikit bingung tapi itu pasti benar karena wujud pangeran manusia itu sebelumnya adalah sesosok naga raksasa yang dapat memangsa mahkluk hidup apapun.
__ADS_1
"Yang mulia pangeran Antonio sepertinya memang benar kami terlalu meremehkan anda dan sekarang apakah anda mencegat kami untuk membantai semua pasukan saya di sini, saya tidak mungkin bisa mengelak karena pasti anda juga tahu tujuan kami datang kemari?" Kata Jagaras yang tahu tidak ada alasan bagi pangeran Antonio untuk melepaskan mereka yang berniat menyerangnya dan Jagaras juga tidak dapat menolak perlawanan dari pangeran manusia itu.
"Namamu bangsawan Jagaras bukan baiklah mengenai apa yang akan aku lakukan itu tergantung dengan pilihan kalian, bila masih berniat melawanku maka aku tidak punya pilihan selain membela diri tapi jika kalian memutuskan untuk pergi dari sini secara baik-baik maka aku akan melepaskan kalian semua." Jawab Antonio.
Jagaras hampir tidak percaya mendengar hal itu karena tidak ada alasan bagi pangeran manusia untuk mengampuni bahkan melepaskan pasukan iblis yang sebelumnya berniat untuk menyerangnya apalagi melihat keunggulan pangeran Antonio yang memiliki kekuatan yang jauh lebih unggul dari semua iblis disini setelah mengalahkan pasukan besar milik Haturdas.
"Anda melepaskan kami semua tapi mengapa bukankah anda dapat kembali berubah menjadi seekor naga dan menghabisi kami semua, kemurahan hati seperti itu tidak mungkin terjadi dalam perang di dunia yang kejam ini?" Tanya Jagaras.
"Jagaras aku pikir anda melupakan hal penting yaitu aku bukanlah iblis seperti kalian dan bukan berasal dari dunia ini, aku adalah manusia yang akan memberikan kebaikan pada mereka yang bersikap baik padaku dan akan memberikan balasan yang setimpal bagi mereka yang memusuhiku jadi selama kalian tidak atau belum berbuat kesalahan besar maka aku masih dapat mengampuni kalian semua." Kata Antonio.
Jagaras berpikir ini adalah hal gila karena bagaimana mungkin ada mahkluk cerdas sebaik itu yang rela melepaskan musuh yang mungkin di masa depan masih dapat kembali menentangnya.
"Pangeran Antonio lalu mengapa anda datang ke dunia iblis dan menyerang Arungal saudara kami bahkan berniat memperluas kekuasaan anda dengan menyerang kerajaan Munarak?" Tanya Jagaras.
"Tuan Jagaras apakah keluarga bangsawan Arungal yang aku lepaskan belum menjelaskan pada kalian, aku datang ke dunia iblis dan menguasai wilayah ini sebagai balasan karena Arungal menyerang rakyat di kerajaanku dan mengenai aku yang berniat menyerang kerajaan Munarak itu tergantung pada raja Zalfirox apakah ia akan dengan suka rela mengembalikan mahkota Pylos milik leluhurku atau memilih untuk berperang denganku dan itu bukanlah pilihan yang sulit untuknya jika memilih pilihan yang pertama." Kata Antonio.
"Jadi begitu sepertinya barang yang anda inginkan sangatlah berharga bagi anda dan bahkan sampai rela berperang untuk mendapatkannya tapi raja kami kemungkinan besar akan tetap menolak keinginan anda dan saya terpaksa akan kembali berhadapan dengan anda di masa depan." Kata Jagaras.
"Kemungkinan besar itu akan terjadi tapi biar aku sampaikan sedikit nasehat pada anda tuan Jagaras, semua manusia ataupun iblis memiliki kesempatan untuk memilih dan pilihan mereka akan menentukan takdir mereka di masa depan jadi tuan Jagaras sebagai pemimpin yang mewakili pilihan banyak iblis sebaiknya memikirkannya dengan baik karena pilihan yang anda ambil juga akan menentukan nasib banyak iblis yang anda pimpin, sekarang pergilah sampaikan pada rajamu aku akan menunggu keputusannya." Kata Antonio.
Jagaras sangat memikirkan hal itu karena kata-kata itu menunjukkan kalau pangeran Antonio memberikan kesempatan untuk para iblis menentukan piliy sekaligus konsekuensi yang akan para iblis dapatkan setelah mengambil sikap.
"Baiklah pangeran Antonio kami akan menyampaikan hal itu pada Raja iblis Zalfirox karena setelah kejadian di tempat ini termasuk kekalahan pasukan milik bangsawan Haturdas raja kami tidak mungkin akan kembali menganggap remeh lagi permintaan anda." Kata Jagaras sebelumnya memberikan perintah penarikan mundur pasukannya.
21 September 2022
Maaf sebelumnya ada kesalahan nama yang aku berikan pada pemimpin pasukan Ifridus yang seharusnya nama Rurox adalah nama dari putri Arungal ras Asmadeus jadi aku sudah perbaiki jadi Hartudas.
Oh satu lagi baca juga Spin Of novel ini yang berjudul THIEF FROM SILMARIN.
Terimakasih..🙂
__ADS_1