
Qin seorang petapa dari kerajaan Elius terlihat bersiap turun dari kuilnya yang berada di puncak bukit, kuil monk memang berada di wilayah yang sama dengan komplek istana kerajaan Navia dan beberapa monk atau biksu dari kuil itu terlihat berkumpul dan berbicara pada Qin monk terkuat di sana.
"Guru Qin apakah anda yakin akan turun dan menghadapi naga itu?" Tanya seorang biksu kepada gurunya.
"Menghadapi seekor naga apalagi bila naga itu adalah pangeran Antonio adalah kebanggaan untukku meskipun aku tidak mungkin dapat mengalahkannya tapi tidak mungkin aku melarikan diri, kuil ini adalah rumah kita dan aku akan melindunginya dengan nyawaku." Ucap Qin kepada para biksu di sana.
"Kalau begitu biarkan kami ikut membantu guru karena kami juga ingin melindungi kuil kita karena tidak tempat lain untuk kita pergi."
"Kalian tidak perlu ikut denganku karena kalian mungkin hanya akan mati karena pangeran Antonio yang berwujud naga sepertinya telah kehilangan kendali atas dirinya sendiri." Ucap Qin tapi para monk dan petapa di sana merasa tidak mungkin untuk meninggalkan kuil itu karena mereka punya kewajiban untuk melindungi tempat yang mereka anggap suci itu kemudian kepala biksu di sana berbicara pada Qin.
"Kalian semua tidak perlu untuk menghadapi naga itu kalian boleh pergi karena kuil ini bisa kita bangun kembali nanti, sekarang yang penting adalah bagaimana caranya untuk menyelamatkan para penduduk yang masih berada di dalam kota Elius." Ucap kepala biksu.
"Tapi bagaimana kepala biksu apakah anda juga akan meninggalkan kuil?" Tanya seorang monk muda yang sebenarnya dia sudah menyadari kalau kepala biksu tidak mungkin mau untuk meninggalkan kuilnya.
"Aku akan tetap di kuil sebagai kepala biksu aku tidak bisa pergi meninggalkan kuil meskipun aku akan mati aku tidak masalah bila mati di sini menjalankan kewajibanku, kalian pergilah selamatkan para penduduk mereka pasti lebih membutuhkan bantuan kalian." Ucap biksu kepala kuil.
"Kalian dengar ucapan kepala biksu dan pergilah untuk membantu para penduduk kota, serahkan pangeran Antonio padaku." Ucap Qin.
"Baik kalau begitu kami akan melakukan keinginan kepala biksu."
Para Monk dan petapa di sana langsung pergi untuk menyusuri kota mencari para penduduk yang masih tertinggal, meskipun mereka dapat merasakan kengerian dari sosok naga yang masih terlihat menghancurkan sebagian bangunan komplek istana kerajaan Navia.
"Qin bawalah tongkat ini bila kamu ingin menghadapi pangeran Antonio." Ucap kepala biksu sambil menyerahkan sebuah tongkat perak dengan ukiran rumit di seluruh gagang tongkat itu.
"Kepala Biksu bukankah ini Tongkat berharga anda, hamba merasa belum pantas untuk menerimanya." Ucap Qin.
"Qin di antara muridku yang lain kamu adalah murid terbaiku dan paling layak menerimanya sebagai penerusku jadi terimalah dan selamatkan kuil kita."
Qin menerima tongkat itu kemudian ia bergegas menuruni bukit untuk melawan pangeran Antonio yang berwujud naga.
Qin mengumpulkan tekadnya ia melihat bagaimana Antonio yang berwujud seekor naga berada di antara bangunan komplek istana mengamuk dan menghancurkan beberapa bangunan secara acak.
__ADS_1
"Pangeran Antonio meskipun aku sudah berlatih keras karena dulu kamu mengatakan akan bertarung lagi denganku tapi memang tidak mungkin bagiku untuk dapat mengunggulimu tapi aku tidak akan mundur sekarang."
Qin berlari menuruni anak tangga yang ada di bukit itu mengarah langsung ke tubuh besar pangeran Antonio yang berwujud naga, Antonio tidak menyadari kedatangan Qin dan masih berada di antara bangunan tinggi kompleks istana.
Qin mengeluarkan seluruh kekuatannya menuju ke atas sebuah bangunan berlari dan melompat ke tubuh naga sambil teriak.
"Pangeran Antonio terimalah seranganku haaaat..!"
"Rarrrr...!"
"Uaghh..?" Serangan Qin gagal sayap lebar dari naga telah bergerak menyambar tubuh Qin yang melompat hingga Qin terhempas cukup jauh dan terjatuh di antara bangunan, tapi Qin berusa untuk bangkit kembali.
"Pangeran Antonio, seekor naga benar-benar kuat bahkan dengan sekali hempasan tubuhku sudah terhempas sangat jauh."
Qin mengalami beberapa luka akibat benturan tapi tubuh kuatnya yang penuh dengan otot itu membuatnya masih bisa bertahan.
"Steel Arm..!" Seluruh Otot Qin membesar dia baru saja mengeluarkan kekuatan penguatan tubuhnya kemudian bersiap dan berlari kembali untuk menyerang Antonio yang berwujud naga.
Qin monk terkuat dari kota Elius kembali menyerang Antonio dia melompat dan kali ini dengan tongkat Silvernya ia menargetkan kepala Antonio yang berwujud naga.
"Terima ini Power haaat..!" sambil mengeluarkan skill penguatan-penguatan Qin menerjang seekor naga yang sedang mengamuk dan naga itu tidak bisa untuk menghindari serangan tongkat dari Qin.
"Rarrrr...!" Naga itu mengaung tapi serangan kuat Qin yang mengenai kepala naga yang penuh tanduk itu tidak banyak berpengaruh, Antonio yang berwujud naga hanya mengalami sedikit kejutan tapi itu membuat kesadaran Antonio kembali.
"Apa yang terjadi? Rarrr kota ini benar aku sedang melawan prajurit kerajaan Navia tapi di mana Aruna seharusnya dia datang untuk menyerangku agar aku kembali tersadar."
Antonio mengatakan itu tapi dia tidak melihat Aruna yang sebelumnya dia telah hubungan dengan sihir telepati agar datang dan menyerangnya agar Antonio kembali sadar saat berubah menjadi seekor naga.
"Qin apa yang sebenarnya terjadi kenapa kamu bisa berada di sini?" Kata Antonio yang melihat Qin tidak jauh dari tubuh besarnya yang mengalami luka yang cukup parah.
"Pangeran Antonio akhirnya kamu telah tersadar, aku terpaksa menyerangmu karena kamu terus mengantuk dan mengarah ke kuil tempatku bertapa." Ucap Qin yang masih tergeletak karena Antonio tanpa sadar telah menyerangnya dengan lengan naganya saat Qin menyerang kepala Antonio yang berwujud naga.
__ADS_1
"Qin aku tidak bisa mengendalikan kesadaranku sesaat setelah berubah menjadi naga dan maafkan aku karena telah menyerangmu, aku sangat menyesal atas kejadian ini tapi kamu pasti mengerti aku menyerang kerajaan Navia karena penguasa negeri ini telah menculik dan menyakiti orang yang aku sayangi." kata Antonio yang masih berwujud naga.
"Aku mengerti pangeran Antonio anda tidak mungkin melakukan semua ini tanpa alasan, tapi pangeran juga telah membahayakan banyak orang yang tidak bersalah jadi aku terpaksa harus menghentikan anda." Ucap Qin.
Antonio berpikir itu memang dirinya memang dapat membahayakan orang lain di kota Elius saat dirinya berubah menjadi seekor naga, tapi Antonio berpikir seharusnya Aruna datang dan memulihkan kesadarannya karena Antonio tahu Aruna punya cukup kekuatan untuk itu jadi Antonio segera menghubungi Aruna dengan sihir telepati.
Tapi Aruna mengatakan kalau dia tidak mau datang karena tidak mungkin menyerang kekasihnya yang ia cintai dan membiarkan Antonio untuk sementara menghancurkan kota Elius sebagai hukuman yang pantas bagi manusia yang telah mengganggu dan menyakiti Antonio.
Antonio kembali menatap Qin yang masih tergeletak dan sudah tidak sadarkan diri, Antonio kemudian mengangkat tubuh Qin dengan tangan naganya kemudian membawanya ke bangunan kuil di atas bukit.
"Qin maafkan aku, aku akan menyembuhkanmu dengan sihirku." Kata Antonio sambil menyembuhkan Qin yang ada di tangan besarnya dengan sihir Light Healing.
Antonio menatap seorang biksu tua yang masih berada di depan kuil melihat Antonio yang berwujud naga tanpa rasa takut.
"Apakah kamu kepala monk di kuil ini?" Tanya Antonio.
"Benar aku adalah kepala biksu di sini dan bagaimana dengan muridku Qin?"
Antonio kemudian meletakkan tubuh Qin yang tidak sadarkan diri dan berbicara.
"Qin temanku ia sudah tidak sadarkan diri tapi seharusnya ia masih baik-baik saja aku telah merapalkan sihir penyembuh padanya jadi tolong jaga dan rawat dia baik-baik aku meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini aku akan pergi dari kota ini sekarang juga." Ucap Antonio dengan penuh penyesalan.
Antonio kemudian membatalkan sihir perubahan wujudkan dan kembali ke wujud manusia di sana kepala biksu memeriksa keadaan Qin kemudian menatap Antonio dan menundukkan kepalanya, Biksu kepala merasa laga karena pangeran Antonio tidak membunuh Qin muridnya dan Antonio kemudian berjalan pergi menjauh ke arah gerbang keluar kota Elius.
Antonio berpikir kalau dia memang tahu apa yang dia lakukan di ibu kota Elius memang salah tapi dia tidak ingin menyesalinya karena apa yang dia lakukan adalah benar dan kerajaan Elius memang pantas mendapatkan balasan. tapi tentu saja sebagian orang tidak akan sependapat dengan Antonio tapi Antonio tidak masalah hal itu.
"Aku tidak akan menyesal karena aku tidak seperti diriku yang dulu yang lemah dan tidak punya kekuatan untuk melawan ketidakadilan yang aku terima, aku akan melawan siapapun yang berani mengganggu apalagi menyakiti teman-temanku, aku sekarang adalah pangeran Antonio."
Antonio terus berjalan dan ia berpikir harus segera menemui Zaza untuk memastikan keadaannya, Antonio juga merasa kalau dirinya juga harus menemui orang yang telah membantu menyelamatkan Zaza dari para Assassin kerajaan Navia dan memberikan hadiah besar sebagai ucapan terima kasih.
.
__ADS_1