
Antonio duduk bersandar di singgasana istana besar Remaria, dia tersenyum di hadapan para penasihat dan dewan kerajaan yang berbaris di ruangan megah itu.
Tidak banyak hal yang perlu di kawatirkan wilayah di Tanah Tandora perlahan akan pulih dan rakyat di sana akan mulai pindah ke wilayah barat yang sudah menjadi kerajaan Silmarin di bawah perlindungan Remaria dan semua penguasa yang ingin merebutkan tanah itu hanya akan menjadi badut dalam permainan ini.
Para penasihat dan dewan kerajaan juga terlihat sangat percaya diri dan senang karena Remaria mendapatkan kejayaan bahkan dapat menguasai sebagian tanah Tandora dan gurun Arka.
Kesuksesan yang begitu besar semua itu berkat seorang pemimpin yang kini duduk di singgasana di depan mereka dan penasehat utama Kerajaan berbicara pada pangeran Antonio.
"Yang mulia semua dewan kerajaan serta para menteri menginginkan agar yang mulia segera mengambil tahta anda, kami semua yakin seluruh rakyat dan negeri ini akan menjadi lebih berjaya lagi bila yang mulia Pangeran yang memimpinya secara langsung."
Tidak ada pertentangan dan keraguan dari semua orang di Remaria karena pangeran Antonio sudah membuktikan dirinya sangat layak menjadi seorang raja, dan Antonio tersenyum berbicara pada penasehat kerajaan Sir Pirto.
"Sir Pirto sekarang masih belum saatnya, masih ada hal yang harus di atasi terlebih dahulu dan bila aku menjadi raja sebelum masalah itu selesai maka akan menimbulkan banyak gangguan di masa depan"
Sir Pirto sangat penasaran dengan hal yang di maksudkan oleh pangeran Antonio karena, sudah jelas semua rencana yang di buat Pangeran Antonio dapat berjalan dengan baik hingga menjadi sebuah prestasi besar yang akan tercatat oleh sejarah.
"Yang mulia Pangeran Antonio tapi semua orang di dalam pemerintahan kerajaan sudah mendesak pengangkatan yang mulia sebagai raja, apakah yang membuat anda masih menolak hal ini kalau boleh hamba tahu."
"Sir Pirto saat ini aku masih terlihat cukup buruk di mata orang-orang dari kerajaan sekitar karena aku melakukan sebuah invasi dan itu masih belum berakhir karena apa yang akan aku lakukan akan lebih di pertanyakan lagi oleh semua orang, jadi lebih baik aku bergerak secara mandiri sehingga kerajaan Remaria tidak akan terkena dampaknya."
Ambisi adalah sifat yang di miliki oleh semua orang termasuk Antonio, Antonio ingin melakukan hal yang menguntungkan kerajaan Remaria memanfaatkan situasi yang sangat rentan ini dan itu juga demi kebaikan banyak orang meskipun semua itu akan di pertanyakan dan bahkan tidak akan sedikit orang yang menentangnya.
"Apa maksud dari yang mulia, meskipun hamba sedikit paham mengenai anda yang akan di pertanyakan dan pihak Remaria tidak akan cukup berdampak karena anda tidak secara langsung memimpin negeri ini tapi sebenarnya apa yang akan yang mulia lakukan."
Sir Pirto yang kembali bertanya karena tidak mengerti dan Antonio langsung menjawabnya.
"Invasi itu yang akan di katakan oleh semua orang di benua barat tentangku karena sebuah berita bohong yang di buat seseorang nanti, meskipun anggapan semua orang di benua barat itu tidak akan sepenuhnya salah."
Semua pejabat dan dewan kerajaan terlihat sangat memperhatikan hal itu, sebagian besar merasa cukup senang karena kondisi kerajaan yang sedang dalam keadaan terbaik dengan semangat yang tinggi, bila pangeran Antonio menginginkan sebuah invasi ke kerajaan lain kemungkinan kesuksesan besar bisa di dapatkan dengan kekuatan dan kecerdasan yang mulia Pangeran Antonio.
Tapi yang menjadi pertanyaan apakah seorang yang baik seperti pangeran Antonio akan benar-benar melakukan hal itu dan Sir Pirto bertanya.
"Yang mulia apakah anda akan melakukan invasi ke kerajaan Arka atau ke Tanah Tandora, Pasukan utama Kerajaan serta Pasukan dari para Lord dan bangsawan pasti akan berada di samping yang mulia untuk memberikan dukungan."
Para bangsawan terlihat cukup senang juga karena bila mereka ikut berperang melakukan invasi bersama pangeran Antonio mereka juga akan mendapatkan tanah yang akan di rebut tapi Antonio kemudian berbicara.
"Sir Pirto apakah anda pernah berpikir aku akan menyerang kerajaan lain hanya untuk mendapatkan tanah, kalau memang seperti itu berarti anda selama ini salah menilaiku."
Sir Pirto kemudian tersenyum dan menundukan kepalanya sambil berbicara.
"Hahaha tentu saja yang mulia maafkan hamba, meskipun hamba tahu kalau yang mulia memang hampir tidak akan memikirkan untuk menyerang kerajaan lain tanpa alasan terutama untuk merebut wilayah, tapi hamba sempat sedikit berharap akan bagus bila yang mulia memiliki sebuah ambisi yang lebih besar seperti itu."
__ADS_1
Sir Pirto sedikit tertawa tapi para dewan dan bangsawan menjadi sedikit kurang menyukai itu karena mereka lebih senang bila pangeran Antonio yang akan memimpin mereka di masa depan memiliki ambisi yang lebih besar, karena pemimpin tanpa ambisi apa yang bisa di harapkan darinya.
"Sir Pirto anda pasti sangat tahu aku bahkan tidak melakukan apapun di kerajaan Arka selain membantu rakyat mereka dan mereka sudah menyerahkan kerajaan mereka padaku."
Sir Pirto memang tahu pangeran Antonio tidak pernah menyerang kerajaan Arka tapi dua kota telah berada di genggaman tangan Remaria berkat pangeran Antonio jadi Sir Pirto berbicara.
"Yang mulia apakah yang anda maksud adalah kota Taltara dan Kalinka, ya kedua kota itu akan sangat menguntungkan bagi kita apa lagi bila kita membuat sungai irigasi sama seperti yang anda lakukan di bagian barat dari sungai Milefall."
"Sir Pirto anda sama sekali tidak paham maksudku bukan wilayah Taltara dan Kalinka apakah anda tidak mendengarkan."
"Yang mulia jika bukan dua wilayah itu apakah ada wilayah lain di gurun Arka yang ingin bergabung dengan kerajaan kita tapi tidak ada kota pusat wilayah lain di wilayah barat gurun itu meskipun ada itu terlalu jauh ke dekat wilayah pusat mereka di sebrang gurun yang luas, pihak kerajaan dan Pasukan dari ibukota Arka pasti akan langsung datang mengambilnya kembali."
"Sir Pirto kamu benar wilayah yang akan bergabung dengan kita itu memang terlalu dekat dengan ibukota kerajaan Arka bahkan berada tepat di sana."
Antonio mengatakan itu sambil tersenyum memegang sebuah gulungan surat dan Sir Pirto bertanya.
"Kota paling dekat dengan ibukota kerajaan Arka adalah kota Orios tapi.."
"Sir Pirto kamu terlalu banyak berpikir kenapa kamu tidak memikirkan hal yang paling mudah dan menjauhi pikiran yang kamu tolak itu sudah aku katakan kota yang akan bergabung dengan kerajaan kita berada di tempat yang sama dengan ibukota kerajaan gurun itu, baca surat ini dan jangan beritahu siapapun karena itu masih sangat rahasia."
Antonio mengatakan itu karena dia tahu Sir Pirto pasti punya sedikit pemikiran apakah kota yang di maksud oleh yang mulia Pangeran Antonio adalah ibukota kerajaan Arka, tapi Sir Pirto menolaknya karena tidak ada kemungkinan untuk hal itu bila di pikirkan dengan akal sehat, menyerahkan ibukota sama saja menyerahkan seluruh kerajaan Arka, jadi Antonio pergi dari singgasana kerajaan dan meninggalkan sebuah gulungan surat dari kerajaan Arka.
Sir Pirto memegang surat itu dengan bingung karena gulungan surat itu di cap dengan stempel resmi kerajaan Arka, yang artinya kerajaan Arka yang telah mengirimkan surat itu pada pangeran Antonio.
"Ini.. ini.. kejayaan kekaisaran leluhur.. permintaan raja muda.. dan.. bagaimana mungkin..?!"
Sir Pirto mengatakan itu dengan tangan bergetar memegang surat yang dia baca karena begitu bingung dengan isi surat yang di tulis oleh yang mulia Raja Bazara Ra Arka sendiri untuk meminta pangeran Antonio melakukan sesuatu demi kejayaan leluhur, Sir Pirto juga memiliki darah kerajaan Remaria sehingga dia juga sangat senang dan tersentuh dengan isi surat itu.
______________________________________
Di kerajaan Tandora para penduduk mulai berbondong-bondong bergerak ke arah barat menuju kerajaan Silmarin, informasi mengenai pangeran Antonio yang sudah menjadikan Silmarin sebagai kerajaan bawahan sudah terdengar oleh banyak orang.
Para penduduk dari ras Beastmen adalah yang paling antusias untuk pergi mengungsi karena merasa lebih aman di tempat di mana Pasukan Beastmen nona Firdina berada, diskriminasi dan kekejaman dari Cleric kuil Sirak terhadap ras Beastmen juga membuat mereka tidak tahan lagi tinggal di wilayah kerajaan Tandora.
"Hei apakah kita benar-benar akan bisa sampai ke wilayah barat Tandora bila melakukan perjalanan bersama ras Beastmen."
"Apakah kamu ingin mati kelaparan di sini, keadaan di barat jauh lebih baik dari pada di sini kerajaan Remaria terus mengirimkan bantuan persediaan pada penduduk di sana."
"Aku mengerti itu tapi yang aku kawatirkan adalah pasukan Paladin kuil Sirak yang membenci beastmen, kemungkinan mereka akan menyerang rombongan ras Beastmen yang kita ikuti, pihak militer kerajaan Tandora kemungkinan juga tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja."
"Pihak kerajaan kita sudah tidak bisa lagi di harapkan, menang benar mereka kemungkinan akan menyerang kita tapi aku tidak ingin terus duduk di sini meratapi nasib dan penderitaan keluargaku membutuhkan makanan untuk tetap hidup."
__ADS_1
Kekacauan di tanah Tandora mengakibatkan kelaparan panjang dan rakyat tentu saja lebih memilih untuk mengungsi karena pihak kerajaan Tandora bersama kuil Sirak tidak membantu rakyat tapi malah sebaliknya mereka melakukan banyak diskriminasi.
Pihak kerajaan Tandora juga tidak membiarkan penduduknya pergi begitu saja mereka mengerahkan militer untuk menghalangi para penduduk itu, Jendral Ahmed di kirim untuk menjalankan misi tapi Jendral itu merasa menderita bila harus melakukan tindakan tegas terhadap rakyat tidak berdosa itu.
Jendral Ahmed memang berangkat untuk menghalangi para pengungsi Tandora yang akan pergi meninggalkan rumah mereka, tapi Jendral itu terlihat kesulitan untuk membujuk penduduk yang sudah sangat marah dan membenci Pasukan Tandora.
Di depan sebuah desa Pasukan Tandora menghadang rombongan penduduk yang sudah berkumpul dan akan pergi dan Jendral Ahmed berbicara dengan tegas untuk mencegah para penduduk.
"Kalian rakyat Tandora kalian tidak bisa pergi dari sini meninggalkan rumah kalian, kerajaan Silmarin adalah pemberontak musuh kita semua jangan percaya kepada mereka."
"Kami penduduk Tandora sudah memutuskan dan kalian tidak bisa menghalangi kami."
"Benar kami berhak untuk berjuang demi kehidupan kami, dan di sana di kerajaan Silmarin mereka memberikan harapan pada kami, kalian Pasukan kerajaan Tandora apa yang telah kalian lakukan untuk kami di saat keluarga kami mati kelaparan, kalian hanya diam melihat semua itu dan malah memaksa kami membayar bajak yang begitu tinggi yang tidak bisa kami bayar, kami bukanlah budak kami adalah rakyat kalian."
"Kerajaan Tandora sudah tidak bisa di harapkan, pemerintahan sudah di racuni oleh kuil Sirak dan menyalah gunakan wewenang."
"Kami akan pergi dan kalian tidak bisa menghalangi kami."
Rakyat Tandora bersikeras untuk pergi dan Jendral Ahmed terlihat kesulitan, dia tidak mungkin menyerang para penduduk Tandora tapi dia juga harus menjalankan tugas.
Rakyat Tandora masih tetap bersikeras pergi mereka terus bergerak meninggalkan desa rumah mereka.
"Jendral bagaimana sekarang apakah kita akan menyerang mereka."
"Diam jangan katakan itu kita adalah prajurit yang harus melindungi rakyat bukan menyerang mereka."
Jendral membentak Prajuritnya karena itu memang benar apa yang di katakan Jendral Ahmed tapi masalahnya misi yang sedang di lakukan Jendral Ahmed akan gagal bila semua penduduk di biarkan pergi.
"Jendral lalu apa perintah anda.?"
Jendral Ahmed tidak menjawab dia tetap diam membiarkan para penduduk berjalan ke arah barat melewati para prajurit Tandora.
Sementara itu Kerajaan Arfen dan kerajaan Navia mulai kawatir dengan pergerakan kerajaan Remaria yang sudah menguasai tiga kota besar di tanah Tandora dan menutup jalur semua orang yang ingin maju lebih jauh ke wilayah tengah Tandora.
Raja Valco mulai sedikit resah dia tidak akan bisa mendapatkan lebih banyak wilayah kalau Pasukan Remaria menghadang di wilayah Lopak.
Raja Arfen tidak ingin memusuhi kerajaan Remaria dan pangeran Antonio tapi dia juga tidak bisa diam sementara semua pejabatnya terus mendesak untuk mengambil alih tanah Tandora. Raja Volco tidak punya dukungan setelah dewan kerajaan juga berada di pihak bangsawan, Raja Arfen sebelumnya yaitu Horten juga tidak bisa banyak membantu.
Horten merasa sangat sedih telah mewariskan pemerintahan yang begitu kacau di mana bukan raja yang memiliki kewenangan tapi justru dewan dan bangsawan yang lebih banyak mengendalikan pemerintahan, hingga Raja Valco yang baru di angkat lebih mengalami banyak tekanan.
Tidak ada pilihan lain selain menyetujui usul dari dewan kerajaan bila Raja Valco masih ingin tetap mempertahankan mahkotanya.
__ADS_1
Kerajaan Navia juga memberikan dukungan militer kepada kerajaan Arfen dengan perjanjian pembagian hasil dan wewenang atas tanah yang akan di kuasai kerajaan Arfen.
.