
Antonio telah kembali ke kerajaan Remaria meninggalkan Komandan Fenia sebagai wakilnya yang juga sebagai pemimpin keamanan dan pertahanan wilayah kerajaan Silmarin yang kini statusnya adalah kerajaan bawahan Remaria.
Pagi ini suasana kota Lopak kembali damai, para penduduk mulai melakukan aktivitas mereka kembali, adanya semakin banyak pendatang yang berkunjung untuk menyelidiki Kerajaan Silmarin yang lama terbentuk itu membuat penduduk semakin bersemangat dan perlahan-lahan kondisi kota Lopak akan pulih seperti sedia kala.
Komandan Darius dan Komandan Fenia terlihat berjalan berdampingan menuju Gerbang kota Lopak, dua petinggi Pasukan Remaria itu akan berpisah karena Komandan Darius harus menjalankan misi lain di kerajaan Arka.
"Komandan Darius haruskah kalian pergi sekarang karena akan sulit mengendalikan keamanan kerajaan Silmarin sendirian bila anda pergi."
Komandan Fenia bertanya karena kepergian Komandan Darius berarti dirinya yang akan menjadi penanggung jawab untuk keamanan wilayah Silmarin di mana akan ada banyak musuh yang akan datang mengancam wilayah yang sudah menjadi bagian dari kerajaan Remaria itu.
"Komandan Fenia hampir seluruh Pasukan Red Vivern saat ini berada di Wilayah Silmarin membuat kerajaan Remaria menjadi cukup rentan jadi sebagian besar harus di tarik mundur sedangkan sebagian lagi akan aku pimpin sendiri melakukan misi di kerajaan Arka."
"Ke kerajaan Arka apakah anda mendapatkan misi menyerang kerajaan Arka karena kenapa anda dan Pasukan anda harus bergerak di wilayah musuh."
Komandan Fenia cukup penasaran karena menggerakan sebuah pasukan di wilayah kerajaan lain yang merupakan musuh dapat di artikan sebagai itikad perang.
"Komandan Fenia jadi yang mulia belum memberitahukan anda, kerajaan Remaria akan mengambil alih bagian barat wilayah wilayah gurun Arka di mana kota Kalinka sebagai pusatnya."
"Mengambil alih wilayah Kerajaan Arka bukankah ini sangat sulit, kerajaan Arka pasti akan mengirimkan pasukan untuk melakukan perlawanan."
"Ya kemungkinan besar itu akan terjadi tapi para penduduk di wilayah itu sudah mulai memberontak untuk bergabung dengan kerajaan Remaria, jadi ini adalah kesempatan besar sementara pemerintah kerajaan Arka sendiri sedang kacau."
Komandan Darius mengatakan itu setelah mendapat kabar kalau Pasukan Griffin yang di pimpin Komandan Martin telah berhasil melakukan misi memberikan bantuan di wilayah gurun Arka bersama kuil angin Arasia membuat para penduduk akhirnya ingin beralih menjadi bagian dari kerajaan Remaria.
"Komandan Darius anda pasti sangat kesulitan, anda dan Pasukan anda terus melakukan banyak misi sulit di barisan depan bahkan setelah anda berhasil melakukan tugas di tanah Tandora anda harus langsung melakukan misi lain di kerajaan Gurun Arka."
Komandan Fenia mengatakan itu karena berpikir menjadi Pasukan elit Red Vivern pasti sangatlah sulit karena harus selalu berperang di barisan depan.
"Komandan Fenia sebenarnya aku lebih kagum pada anda karena anda telah melakukan banyak prestasi besar bahkan hampir kehilangan nyawa demi melindungi yang mulia Pangeran Antonio dan anda berhati-hatilah di sini karena aku yakin kerajaan Tandora dan kerajaan lain pasti akan datang untuk merebutkan wilayah yang sudah kita kuasai ini."
Komandan Fenia juga mengerti untuk itulah dia tidak terlalu senang saat tahu kalau Komandan Darius dan sebagian besar pasukan Red Vivern di tarik mundur.
"Aku paham Komandan Darius tapi aku tidak punya pilihan lain, huh, mempertahankan sebuah wilayah akan lebih sulit dari pada merebutnya."
Komandan Darius tersenyum karena mendengar hal itu dan berbicara sebelum pergi.
"Komandan Fenia aku yakin anda pasti bisa melakukanya, sekarang kami harus pergi aku serahkan keamanan di sini padamu, Red Vivern kita berangkat sekarang."
Pasukan Red Vivern pergi meninggalkan kota Lopak dan Komandan Fenia sebagai komandan pasukan penjaganya.
Di kota Kalinka Pasukan milisi pemberontak sudah bersiap, mereka di pimpin oleh seorang mantan komandan pasukan Arkarian yang bernama Liefan untuk mendesak penguasa kota Astirantin menyerahkan kotanya kepada pihak Remaria, tapi tentu itu tidak akan semudah yang di rencanakan, pergantian kekuasaan dari kerajaan Arka kepada kerajaan Remaria, perang pasti akan terjadi tapi Lord kota Kalinka juga tidak dapat menolaknya begitu saja.
__ADS_1
Rakyat Kota Kalinka lebih condong memilih untuk bergabung dengan kerajaan Remaria dengan dukungan kuil besar Arasia yang pengaruhnya sangat besar di kota itu.
Lord kota Kalinka mamang mendapatkan surat dari pihak Remaria kalau dirinya akan tetap menjadi Lord dari kota itu jika bersedia dengan suka rela membiarkan wilayahnya berasimilasi dengan kerajaan Remaria.
"Lord Kalinka pemimpin pasukan pemberontak Liefan sudah berada di depan kastil bersama rakyat kota dan para Paladin kuil Arasia juga berada di sana."
"Komandan haruskah aku menyetujui permintaan dari Remaria, bila kerajaan Arka menyerang, kita juga akan ikut di anggap pengkhianat karena menyerahkan kota pada pasukan Remaria."
"Yang mulia Lord semua keputusan berada di tangan anda dan lagi pula Pasukan Remaria juga akan segera datang ke kota ini setelah sebelumnya mereka juga telah membuat Lord kota Taltara menyerahkan kota dan wilayahnya."
Kota Taltara yang juga berada di bagian barat wilayah gurun kerajaan Arka memang sudah bergabung terlebih dahulu dengan kerajaan Remaria dan Pasukan Griffin yang di pimpin Komandan Martin menduduki kota itu.
"Hm... Ini sulit sebenarnya aku tidak ingin mengkhianati kerajaan Arka tapi juga tidak ingin kehilangan tanah dan Kota Kalinka yang sudah aku perjuangkan, sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain beralih ke pihak Remaria."
Lord Kota Kalinka terlihat juga akan menyetujui permintaan Remaria karena sampai saat ini pihak kerajaan Arka sendiri terkesan mengabaikan rakyat dan kota Kalinka di tambah banyak Prajurit Arka di kota Kalinka juga bergabung bersama Komandan Liefan untuk memberontak bersama rakyat, jadi Lord Kalinka berdiri dan berbicara.
"Baiklah Komandan ayo kita temui Komandan Liefan untuk melakukan penyerahan wilayah ke pihak kerajaan Remaria."
"Baik yang mulia."
Dua kota besar di bagian barat kerajaan gurun Arka telah bergabung dengan kerajaan Remaria, meskipun wilayah Taltara dan Kalinka tidaklah begitu subur tapi itu tetaplah sebuah wilayah yang bisa menjadi sangat menguntungkan di masa depan.
Observasi dan pencarian sumberdaya di Remaria memang banyak di lakukan semenjak Antonio menjadi pangeran Remaria, tanah di selatan Remaria yang merupakan gurun ternyata juga mengandung banyak minyak mentah yang sangat berharga meskipun pada masa ini minyak bumi masih sangat sedikit di gunakan tapi Antonio tahu masa itu pasti akan segera datang.
Masalah sekarang adalah respon apa yang akan di lakukan kerajaan Arka setelah ini, kerajaan Arka pasti tidak akan membiarkan Remaria begitu saja dan perang kemungkinan akan terjadi, Pasukan Remaria harus segera di mobilisasi ke timur untuk mendukung wilayah Kalinka.
______________________________________
"Tuan Kirt apa yang terjadi bukankah kamu mengatakan telah berhasil membujuk pemimpin pasukan pemberontak lalu mengapa dia malah melakukan pergerakan dan mendesak lord kota Kalinka untuk bergabung dengan kerajaan Remaria."
"Tuan Arsad anda sendiri juga gagal meyakinkan Lord kota Kalinka untuk menolak bergabung dengan kerajaan Remaria, ini adalah kegagalan kita Lord kota Kalinka pasti berpikir akan lebih menguntungkan bergabung dengan kerajaan Remaria setelah Kota Taltara juga melakukan hal itu dan Komandan Liefan tidak ingin membuang kesempatan ini dan mengabaikan kesepakatan yang telah di buat dengan kita."
Arsad tidak bisa membantah apalagi menyalahkan Kirt karena itu sangat masuk akal bila Komandan Liefan melakukan hal itu untuk kepentinganya sendiri.
"Sial kalau begini apa yang akan kita katakan pada tuan Glome di ibukota Arka."
"Kita katakan saja kalau Pasukan Remaria telah datang dan mengambil alih kota Kalinka dan kita tidak bisa menghentikan hal itu dengan Pasukan pemburu yang kita bawa, bukankah misi utama kita adalah memburu Pasukan iblis bukan melawan pasukan Remaria, kita tidak punya cukup kemampuan dan sumber daya untuk melakukan hal itu."
Arsad memang juga tahu itu karena tidak mungkin melawan sebuah pasukan besar dari Remaria, tapi ini tetap sebuah kerugian bagi pihak Circle Crow.
"Huh.. tak aku sangka Pihak Remaria bergerak secepat ini, kota Kalinka dan Taltara akan menjadi jalur darat Pasukan Remaria menuju langsung ke bagian barat tanah Tandora yang sudah di kuasai Remaria, kerajaan Remaria akan semakin di untungkan untuk dalam invasi tanah Tandora."
__ADS_1
Arsad menyinggung hal membuat Kirt mata-mata dari Remaria menjadi sedikit penasaran dan bertanya.
"Tuan Arsad kerajaan Tandora sedang dalam kekacauan besar apakah nona Sendra tidak punya keinginan untuk mendapatkan bagian dari tanah itu."
Arsad juga memikirkan hal itu tapi diapun juga tidak begitu mengerti.
"Benar akupun juga heran, tapi kelihatanya nona Sendra sedikit terlambat untuk tanah Tandora, memang di masa lalu kita sempat punya markas di sana tapi Raja Leonard sangat memperhatikan pergerakan anggota Circle Crow kita yang melakukan penjualan budak dari ras Beastmen sehingga kita akhirnya harus mundur dari tanah Tandora setelah di tekan Pasukan Tandorian."
"Begitukah ini sayang sekali bukan Tuan Arsad kita masih belum melakukan apapun untuk mendapatkan keuntungan di negeri Padang rumput itu."
Kirt mengatakan itu dan Arsad tertawa sambil menjawabnya.
"Hahahaha benar tapi itu tidak akan lama ingatlah betapa pintarnya nona Sendra itu, meskipun kita terlambat untuk tanah Tandora, nona Crismelda dan anggota Circle Crow yang mengawalnya sudah siap melakukan sesuatu di tempat itu."
"Benarkah Tuan Arsad berpikir demikian, bukankah Nona Crismelda harusnya mengincar pangeran Antonio sebagai misi utamanya."
"Ya tapi sepertinya pangeran Antonio terlalu sibuk hingga nona Crismelda sedikit sulit untuk mendekatinya dan lagi pula tujuan nona Crismelda ikut ke kerajaan Tandora bukan hanya untuk pangeran Antonio tapi juga menyelidiki tanah Tandora, untuk itulah cukup banyak anggota kita yang menyamar di dalam rombongan itu termasuk dua Assassin terhebat Yura dan Shasa, mereka sudah cukup untuk menyiapkan beberapa hal untuk Circle Crow di tanah Tandora nanti."
Kirt sedikit tersenyum setelah mendapatkan informasi yang cukup penting itu dan berpikir nona Crismelda di tanah Tandora kalau memang itu seperti yang di katakan Arsad maka kemungkinan Wanita sadis itu tidak akan kembali ke Remaria dalam waktu dekat tapi yang sedikit di sayangkan padahal pangeran Antonio sudah menyiapkan tiang gantungan untuk menghukum dan mempermalukan nona Crismelda setelah apa yang dia lakukan di masa lalu.
Sedangkan di kota Bolvak sendiri nona Crismelda terlihat sangat kesal karena telah di tinggalkan sendiri di tanah Tandora oleh Antonio.
"Yura, Shasa kita harus kembali ke kerajaan Remaria."
"Nona Sendra itu tidak mungkin kita masih punya sedikit urusan yang belum selesai di sini."
"Tapi pangeran Antonio jauh lebih penting, ingatlah aku hampir saja mendapatkanya kalau saja kuil Sirak tidak mengganggu, jadi kita harus kembali jangan sampai pangeran Antonio lolos dari dekapanku."
Nona Crismelda sedikit memaksa tapi Yura dan Shasa tidak mungkin mengikuti perintah itu begitu saja karena itu berarti akan mengabaikan misi lain dari Circle Crow di tanah Tandora.
"Nona Crismelda kami tahu itu tapi kita tidak boleh mengabaikan perintah dari nona Sendra, seperti yang kita lihat kerajaan Tandora dalam kekacauan dan ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk mengambil keuntungan di sini."
"Tapi pangeran Antonio hah...!? Kenapa jadi begini seharusnya kita kembali ke Remaria karena aku adalah bangsawan Remaria akan cukup mencurigakan bila aku tetap berada di sini meskipun bila aku menggunakan alasan sebagai bangsawan perwakilan kerajaan Remaria."
"Nona Sendra untuk itulah kita harus menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin sebelum kita kembali ke kerajaan Remaria, ingatlah aku dan Shasa juga akan bekerja sebaik mungkin selama kita bekerja di sini."
Nona Crismelda sedikit frustasi tapi dia tidak bisa lari dari tugas di tanah Tandora, meskipun harus menunda tugas lain mendapatkan pangeran Remaria.
.
.
__ADS_1