GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
126.2 Rakyat Tandora


__ADS_3

Kuil Sirak membawa beberapa penduduk kota Lopak ke atas benteng untuk di gunakan sebagai sandera dan semua orang dari rombongan expedisi yang melihat mereka menjadi sangat marah dan cemas, para penduduk yang tidak berdosa telah di gunakan oleh kuil Sirak sebagai tameng hidup.


"Bangsawan Lenin lihatlah di atas benteng itu, orang-orang yang tidak berdosa bahkan anak-anak sekalipun mereka ikat dan gantung di dinding benteng, kuil Sirak benar-benar sangat biadab bila kita menyerang keatas benteng itu kemungkinan semua penduduk yang di sandera juga akan terkena serangan anak panah."


Para pencari berita terus merekam orang-orang malang yang di sandera dan ikat dengan tali tambang menggelantung dari atas benteng menunjukan bagaimana kuil Sirak memperlakukan penduduk yang tidak berdosa.


"Sungguh sangat kejam orang-orang yang tidak bersalah itu sangat menyedihkan."


"Para Cleric Kuil Sirak benar-benar sangat biadab lihatlah betapa mengenaskanya mereka."


"Ini tidak bisa di ampuni Cleric kuil Sirak memang pantas untuk di hukum mati."


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa saat ini bila kita menyerang mereka maka kemungkinan semua penduduk itu juga akan menjadi korban."


"Benar tapi kalau terus begini kita tidak akan dapat maju dan para penduduk yang di sandera di atas sana akan tetap dalam keadaan itu."


"Kemungkinan masih banyak sandera yang di miliki kuil Sirak di belakang dinding benteng di depan kita dan bila pertempuran sampai terjadi pasti kuil Sirak akan membunuh mereka semua bila kita menyerang."


Itulah yang di rasakan semua orang dari rombongan expedisi sama seperti saat pasukan Red Vivern Remaria juga pertama datang dan menyaksikan kondisi yang serupa yang membuat Pasukan Red Vivern harus di tarik mundur untuk membuat strategi yang lebih baik agar bisa mengurangi korban dari penduduk kota yang di sandera.


Pasukan dari Jendral Mariana terlihat sudah mendekat ke tempat rombongan expedisi yang mendirikan kemah agak jauh dari benteng kota Lopak, Jendral dari kerajaan Arfen itu terlihat bingung kenapa rombongan expedisi malah mendirikan kemah di sini karena seharusnya Pasukan Wisel serta Pasukan bayaran yang terdiri dari petualang menyerang kota Lopak.


Jendral Mariana berjalan mendekat dan mencari sosok Lord Wisel tapi dia tidak menemukanya dan hanya Bangsawan Lenin yang terlihat mendekat ke tempat Jendral Mariana yang bertanya.


"Bangsawan Lenin dimana Lord Wisel dan kenapa rombongan ini malah mendirikan kemah di sini seharusnya Pasukan Wisel menyerang kota Lopak dan mengambil alihnya."


Bangsawan Lenin dengan wajah menyesal berbicara pada Jendral Mariana.


"Jendral Mariana maafkan kami tapi Lord Wisel telah gugur."


Jendral Mariana melihat Bangsawan Lenin dengan wajah terkejut dan berbicara.


"Bangsawan Lenin bagaimana bisa Lord Wisel tewas sedangkan semua pasukanya masih terlihat utuh."


"Jendral Mariana ini adalah kesalahan, saat kami semua berada cukup dekat dengan benteng kota Lopak pihak musuh melemparkan sebuah sihir dari atas benteng dan Lord Wisel yang berada di depan terkena serangan itu hingga tewas."


"Apa.. pihak musuh memiliki penyihir di pihak mereka bukankah yang menjaga di atas benteng Lopak hanyalah Prajurit biasa."


"Tidak Jendral kelihatanya sebagian dari mereka adalah pasukan Paladin dari kuil kegelapan Sirak, Lord Lopak kelihatanya telah di jatuhkan oleh pasukan Silmarin dan kuil Sirak itu dapat di lihat dari dua bendera yang berkibar di atas benteng itu."


Jendral Mariana melihat jauh ke benteng kota Lopak dan memperhatikan dua bendera yang berkibar di atasnya meskipun itu tidak terlalu jelas tapi memang warna dan simbol di kedua bendera itu adalah milik Silmarin dan kuil Sirak jadi Jendral Mariana yang masih penuh dengan pertanyaan berbicara pada Bangsawan Lenin.

__ADS_1


"Tuan Lenin aku mengerti anda semua pasukan di sini pasti merasa kalau kekuatan musuh terlalu besar dan memutuskan untuk menunggu Pasukan yang aku bawa, tapi yang ingin aku tahu apakah pihak Remaria juga berada di atas benteng itu karena laporan yang aku terima kalau Kerajaan Silmarin telah jatuh dan berada di bawah kekuasaan Remaria."


Jendral Mariana menanyakan tentang hal itu karena kalau kota Lopak sudah berada di bawah kekuasaan Silmarin berarti kemungkinan pihak Remaria juga berada di sana tapi ini juga sangat aneh karena musuh kerajaan Remaria yaitu kuil Sirak juga berada di atas benteng Lopak.


"Tidak Jendral kamu belum melihat adanya tanda-tanda kemunculan Pasukan Remaria."


Jendral Mariana menatap Bangsawan Lenin yang mengatakan itu, jadi dia berpikir meskipun pihak Pasukan Remaria telah menguasai Kota Silmarin dan Bolvak, Pasukan Red Vivern masih belum menyerang kota Lopak yang masih di kuasai kuil Sirak.


"Tuan Lenin aku mengerti keadaan di sini Pasukan besarku yang bersama Pasukan Paladin dari kuil Glaria, Ayarama dan Doronta pasti akan dapat menaklukan Pasukan Paladin dari kuil Sirak jadi mundurlah sekarang adalah bagian kami."


Jendral Mariana mengatakan itu karena merasa cukup percaya diri dengan kekuatan pasukan yang dia bawa dan memang kemungkinan besar Pasukan dari Jendral Mariana dapat melakukanya tapi Bangsawan Lenin berpikir lain karena merasa kalau Jendral Mariana masih belum paham akan situasinya jadi Bangsawan Lenin berbicara.


"Jendral kupikir itu juga akan sulit karena Pasukan Paladin dari kuil Sirak menangkap banyak penduduk dari kota Lopak dan menjadikanya Sandera, lihatlah baik-baik di atas benteng itu sekali lagi para tawanan itu sudah di gantung di atas benteng Lopak sejak beberapa hari yang lalu."


"Apa..!!"


Jendral Mariana terlihat sangat terkejut mendengarnya dan segera bergegas berjalan ke depan agar dapat melihat Benteng Lopak lebih jelas lagi dan memang yang seperti yang di katakan bangsawan Lenin membuat Jendral Mariana terlihat sedikit shock dan marah atas apa yang telah di lakukan kuil Sirak di depan matanya.


"Jendral Mariana karena para tawanan itulah kami di sini belum melakukan penyerangan ke kota Lopak dan sekarang semua keputusan berada di tangan anda karena anda merupakan jendral besar dari kerajaan Arfen."


Jendral Mariana memegang erat tingkat komandonya dan dia harus memikirkan cara agar dapat menyelamatkan semua orang yang di tawan dan mengambil alih kota Lopak, tapi yang dapat dirinya lakukan dalam situasi seperti ini.


______________________________________


Sejak rencana yang Antonio buat mulai di jalankan, penginapan besar milik tuan Sebastian memang telah di jadikan markas komando untuk Pasukan bawah tanah Lopak di mana pengaturan serta strategi di buat dan di sebarkan ke pasukan yang tersebar di tempat lain.


"Tuan Sebastian dan bangsawan sekalian kembalilah ke pos kalian karena kita akan mulai bergerak sekarang."


Antonio berbicara pada semua bangsawan dan petinggi militer penjaga kota Lopak untuk segera melakukan pengamanan penduduk serta berjuang mempertahankanya dari kuil Sirak, dan Tuan Sebastian pemilik penginapan itu berbicara.


"Yang mulia Pangeran Antonio apakah Pasukan anda sudah bergerak."


"Benar Tuan Sebastian Pasukan Red Vivern ku akan mulai operasi penyelamatan para sandera di atas benteng dan Pasukan kita akan melakukanya di wilayah dalam kota, sedangkan Pasukan demi human yang di pimpin Komandan Fenia akan menyerang pasukan Paladin kuil Sirak yang teralihkan oleh pasukan kerajaan Arfen yang baru tiba."


Antonio mengatakan itu dan seorang bangsawan kota Lopak berbicara.


"Pasukan Kerajaan Arfen jadi mereka juga datang, itu berarti kita kemungkinan besar akan menang tapi apakah itu tidak masalah bagi yang mulia Pangeran Antonio karena kemungkinan Pasukan kerajaan Arfen akan memaksa anda untuk menyerahkan kota ini kepada mereka."


Antonio dengan tenang berbicara.


"Meminta kota ini dariku apakah menurutmu Pasukan kerajaan Arfen bisa melakukanya padaku."

__ADS_1


Para bangsawan itu terlihat berpikir tapi memang benar bila di lihat dari status serta jasanya, pangeran Antoniolah yang lebih berhak menguasai kota Lopak karena beliau adalah seorang pangeran di tambah lagi semua rakyat Lopak akan menerima hal itu dengan baik karena pangeran Antoniolah yang telah berjuang untuk menyelamatkan penduduk kota dari penyanderaan. bukan pihak Pasukan Kerajaan Arfen yang hanya bisa menjadi umpan untuk mengalihkan perhatian, tapi Kerajaan Remaria dan pangeran Antoniolah yang pada akhirnya akan mendapatkan kota Lopak.


Jendral Mariana masih memikirkan cara untuk dapat merebut benteng dan kota Lopak tapi tidak mungkin bagi dirinya untuk dapat menyelamatkan orang-orang yang di sandera dan dari semua ini berarti hanya ada dua pilihan yaitu mundur dan membiarkan kota Lopak tetap di kuasai kuil Sirak atau maju menyerang meskipun harus mengorbankan orang-orang yang di sandera.


Pilihan kedua sangatlah berat dan menyakitkan tapi Sang Jendral dari kerajaan Arfen itu tidak mungkin mundur tanpa menyelesaikan misinya dalam mengambil alih kota Lopak, apalagi para bangsawan kerajaan Arfen juga terus mendesaknya karena mereka tidak mau di rugikan setelah jauh-jauh datang ke tempat ini.


"Bangsawan Lenin sepertinya kita tidak punya pilihan tidak ada cara untuk menyelamatkan para sandera di kota itu, kita harus tetap melakukan penyerangan meskipun harus mengorbankan mereka semua."


Bangsawan Lenin terlihat tidak menyukai apa yang di katakan Jendral Mariana barusan.


"Mengorbankan orang yang tidak bersalah demi merebut sebuah kota bukankah ini sangat tidak baik, tindakan kita akan jauh lebih buruk dari apa yang di lakukan Pasukan Remaria di kota Silmarin dan Bolvak."


Bangsawan Lenin mengatakan itu tapi Jendral Mariana terlihat tidak mau mengubah keputusanya, dia harus merebut kota Lopak yang dulu pernah menjadi bagian dari kerajaan Arfen dan desakan bangsawan kerajaan Arfen di sini juga terus memaksanya untuk melakukan penyerangan jadi Jendral Mariana berbicara.


"Bangsawan Lenin ini adalah perang di mana korban tidak bisa untuk di hindarkan, lagi pula nasib para penduduk yang di sandera akan tetap sama menderitanya seperti sekarang meskipun kita tidak melakukan penyerangan ini, kita tidak akan bisa untuk di salahkan bila gagal menyelamatkan mereka karena pihak kuil Siraklah yang melakukan hal kejam kepada para penduduk kota Lopak."


Bangsawan Lenin memang mengerti hal itu tapi hatinya masih sulit untuk menerimanya karena kematian dari sandera kemungkinan besar masih bisa untuk di hindari bila Pasukan besar yang di bawa Jendral Mariana mengurungkan niatnya untuk menyerang dan mundur dari wilayah ini.


"Begitu tapi Jendral Mariana aku bangsawan Lenin dari kerajaan Palanka tidak ingin terlibat dalam penyerangan yang akan anda lakukan karena aku tidak ingin menodai kepercayaan dari raja Hanan yang mengirimku ke tanah Tandora."


"Bangsawan Lenin aku paham dan itu berarti anda tidak akan punya hak untuk mendapatkan bagian dari kota dan hasil merebut kota dan wilayah Lopak setelah semua ini berakhir."


Bangsawan Lenin hanya menarik napas dan kemudian mengangguk karena dia sudah memutuskan sikapnya meskipun dirinya tidak akan mendapatkan apapun setelah datang sejauh ini bersama Pasukan bayaranya, dan Jendral Mariana kemudian berdiri dan berbicara sebelum meninggalkan bangsawan Lenin di sana.


"Bangsawan Lenin baiklah kalau begitu aku permisi aku harus segera menyiapkan pasukanku untuk melakukan penyerangan penuh."


Jendral Mariana meninggalkan tenda itu dan di hari berikutnya Pasukan kerajaan Arfen serta Pasukan Paladin dari tiga kuil berbeda berbaris mendekati benteng kota Lopak.


Bangsawan Lenin dan Pasukan bayaranya tidak ikut maju untuk membantu melakukan merebut kota Lopak, dia hanya berdiri melihat dari kejauhan bersama rombongan yang lain yang juga tidak ikut maju karena tujuan mereka kesini bukan untuk berperang.


Para pencari berita termasuk Elton, Rayez dan Nicole terus merekam peperangan yang akan terjadi hari ini dari tempat di mana bangsawan Lenin dan pasukanya berada mengawal mereka.


Di tempat lain yang lebih jauh dari kota Lopak Pasukan Remaria juga telah bersiap untuk di berangkatkan.


"Komandan Darius Pasukan besar dari kerajaan Arka telah bergerak sebentar lagi mereka akan melakukan penyerangan."


Seorang prajurit mata-mata Remaria memberikan laporan kepada komandan besar Pasukan udara Red Vivern.


"Baiklah aku juga telah mendapatkan perintah dari yang mulia Pangeran Antonio kita akan bergerak saat kerajaan Arfen melakukan penyerangan, ingatlah ketepatan waktu operasi pembebasan sandera kita sangatlah penting karena itu berpengaruh terhadap banyaknya penduduk yang dapat kita selamatkan di atas benteng sementara, pangeran Antonio akan mengurusi penyelamatan penduduk di wilayah kota."


Operasi penyelamatan penduduk akhirnya di mulai dan komandan Fenia serta Pasukan Beastmen akan di gunakan sebagai kekuatan rahasia untuk mengalahkan kuil Sirak yang juga selalu punya trik kecil di balik lengan jubah mereka.

__ADS_1


.


__ADS_2