GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
131.3 Pemburu Dari Utara


__ADS_3

"Yaae kita akan segera bertualang bersama pangeran Antonio..!?"


"Ini hebat bisa bergabung bersama pangeran Antonio untuk melakukan sebuah quest."


"Kalian semua tenanglah dan ingat misi penyerbuan ini bukanlah misi yang akan mudah untuk di selesaikan..!"


Kepala guild berbicara pada para petualang yang berkumpul di dalam guild petualang itu, ia juga telah berbicara dengan pangeran Antonio yang mengajukan sebuah misi pada para petualang kota Wraska dan para petualang itu dengan Antusias ingin bergabung dalam misinya.


"Kepala Guild kami sudah membaca quest yang di ajukan kepada kami yang akan membantunya, tapi kalau musuhnya hanya orc saja bukankah beberapa petualang tingkat atas pasti dapat membasmi mereka.?"


Seorang petualang tingkat perak mengajukan pertanyaan itu karena sebagian besar Or biasanya hanya sekuat petualang tingkat menengah atau tingkat perak tapi pangeran Antonio meminta cukup banyak dukungan dari para petualang.


Kepala Guild dengan tenang berbicara  pada mereka untuk menanggapi pertanyaan itu.


"Benar beberapa Orc memang bisa di tangani oleh sekelompok petualang tingkat atas tapi kalian sudah membaca isi quest itu bukan, itu tidak hanya empat atau lima orc saja tapi ada sekitar 40 orc yang di lihat oleh kelompok petualang yang di pimpin Praska dan itu hanya yang mereka lihat masih ada kemungkinan kalian akan menghadapi jauh lebih banyak pasukan Orc."


Kemudian Praska menambahi penjelasan dari kepala Guild.


"Kalian mengerti bukan, ini akan menjadi misi sulit karena tujuan kita adalah merebut tawanan dari pasukan Orc hidup-hidup sesuai keinginan yang mulia pangeran Antonio dan ingat ada Blarok mahkluk Lycan yang juga di antara para Orc itu."


Para petualang terlihat memikirkan itu karena bila benar para Orc mengendarai mahkluk sekuat Blarok berarti itu bukan sekelompok Orc biasa.


"Tuan Praska aku ada pertanyaan untuk anda, bila benar para Orc itu mengendarai Blarok bukankah ini akan terlalu berlebihan untuk petualang tingkat perunggu dan bahkan untuk petualang tingkat perak, maaf aku sedikit menentang membawa petualang tingkat perunggu karena ini juga demi kebaikan mereka.?"


Seorang petualang veteran berbicara dan kemudian kepala guild berbicara padanya.


"Nona Helena aku mengerti tentang kekuwatiran anda tapi anda juga tahu hanya ada sedikit petualang tingkat atas di kota Wraska, tiga orang petualang tingkat emas termasuk nona Helena sendiri dan empat belas petualang tingkat perak itu tidak akan cukup untuk menghadapi kepungan Pasukan Orc, untuk itulah petualang tingkat perak akan berada di dalam misi ini untuk menutupi kekurangan itu."


"Huh jadi begitu petualang tingkat perunggu memang bisa menutupi kekurangan jumlah, tapi aku harap mereka tidak bertindak gegabah sendiri yang justru malah akan merugikan kita semua."


Kepala guild dan para petualang senior di sana mengerti dengan maksud yang di katakan oleh nona Helena karena petualang perunggu yang masih muda dan kurang terasah pengalamanya terkadang bertindak terlalu sembrono tapi tidak ada pilihan yang lebih baik selain melibatkan mereka juga.


kemudian Sulok di sana berbicara.


"Baiklah jika kalian sudah menyetujui akan ikut dalam misi ini, kita akan adakan diskusi singkat mengenai rencana kita melacak dan menyerbu Pasukan Orc itu."


"Heh.. apakah pangeran Antonio tidak ikut dalam pembuatan rencana.?"


"Tidak sebenarnya tugas pertama kita adalah untuk melacak para Orc itu dan pangeran Antonio berpesan agar kita semua membuat rencana agar dapat menyesuaikan dengan keadaan di sana nanti terutama bila kita harus bertarung."


"Ya Kita memang harus menyiapkan rencana awal dan mengubahnya untuk menyesuaikan diri saat kondisi tertentu, kami mengerti."


"Baiklah kalau begitu Yolga dan para petualang tingkat atas di guild ini yang akan memimpin beberapa regu dengan keahlian berbeda, Nona Helena kami harap anda dapat memimpin regu penyihir dan priest karena anda adalah penyihir dengan tingkat paling tinggi di antara kita."


"Huh sebenarnya aku sedikit malas untuk tugas itu, bukankah ada penyihir tingkat tinggi di kelompok petualang milik pangeran Antonio mengapa bukan dia yang memimpin para penyihir.?"


"Entahlah Nona Helena tapi pangeran Antonio mengatakan para petualang akan lebih mendengarkan orang yang lebih mereka kenal dan hormati jadi beliau menyerahkanya pada kita."


"Baiklah kalau begitu terpaksa aku menerimanya."


Sebelumnya siang pangeran Antonio dan kelompoknya datang ke guild itu dan semua orang menatapnya.


"Selamat datang pangeran Antonio kami sudah menyiapkan regu petualang yang akan membantu anda menyerbu para Orc itu."


Antonio memperhatikan para petualang yang berkumpul di sana dan berpikir ternyata tidak banyak petualang yang akan ikut.


"Tuan Praska apakah hanya mereka yang ikut bahkan sebagian hanya petualang tingkat perunggu.?"


"Maaf pangeran Antonio tapi seperti yang anda tahu tidak banyak petualang di Republik termasuk di kota Wraska tiga orang petualang tingkat Emas termasuk Yolga, nona Helena dan warrior John Herman serta empat belas petualang tingkat perak dan delapan belas tingkat perak sebagai tambahan."


Antonio berpikir tiga orang petualang tingkat atas meskipun kekuakan mereka akan cukup berpengaruh tapi jumlahnya sangat sedikit, tapi sudahlah lagi pula menyewa petualang tingkat atas akan lebih mahal.


"Tuan Praska kalau begitu baiklah, aku akan membagikan potion penyembuh untuk semua petualang dalam misi ini sebagai akomodasi."


"Terimakasih yang mulia potion penyembuh akan sangat membantu mengurangi resiko bagi petualang yang terluka saat pertarungan."


"Kita berangkat sekarang kita tidak boleh membuang waktu selagi masih ada kemungkinan para tawanan ituasih hidup."

__ADS_1


"Baik pangeran Antonio kalau begitu kelompoku akan jalan di depan untuk melacak target kita."


Rombongan petualang kota Wraska berangkat ke lembah di mana para Orc itu sebelumnya terlihat, Yolga dan para petualang kelas pemburu langsung berusaha mencari jejak untuk melacak keberadaan Orc.


"Praska, Yolga di sebelah ini..?"


Akur menunjukan beberapa jejak di pinggir hutan dan Yolga berbicara.


"Akur kerja bagus dan Praska sepertinya para Orc itu memasuki hutan Pinus."


"Benar akan lebih sulit melacak mereka bila berada di dalam hutan, baiklah kalian berdua teruskan pelacakan jejak itu aku akan berbicara pada pangeran Antonio."


Praska kembali ke tempat pangeran Antonio di dalam rombongan petualang.


"Yang mulia pangeran Antonio."


"Tuan Praska bagaimana di depan.?"


"Kami berhasil mendapatkan sebuah petunjuk, kemungkinan para Orc tidak terlalu jauh karena jejaknya masih cukup baru jadi Akur dan Yolga maju terlebih dahulu untuk memastikan lokasi para Orc itu."


"Baiklah tuan Praska bawa kami mendekat ke arah jejak itu."


"Baik pangeran Antonio."


Antonio dan para petualang kota Wraska memasuki hutan bersalju dan bergerak cukup hati-hati karena di tempat seperti itu musuh bisa tiba-tiba muncul karena sulit di deteksi.


"Tuan Praska ada sesuatu yang sedang mengawasi kita.?"


Erin mengatakan itu karena merasakan sesuatu dari balik pepohonan dan salju di wilayah itu.


"Nona Erin apakah itu Orc.?"


"Entahlah dia ada di sebelah kiri di balik pohon besar agak jauh dari tempat kita, tunggu ada yang lain melompat turun dari atas pohon, mereka sangatlah lincah."


Praska yang seorang Hunter akhirnya menyadari yang di lihat oleh Erin dan langsung mengangkat tanganya untuk memberikan tanda agar bersiap.


"Pangeran Antonio sebaiknya anda bersiap, aku akan memberikan peringatan pada mereka agar tidak mengganggu kita.?"


"Tuan Praska apakah mereka bukan Orc kenapa anda ingin memperingatkan mereka.?"


"Mereka bukan Orc karena Orc tidak bisa bersembunyi sebaik itu dan jelas itu adalah sekelompok White Elf, kemungkinan ada beberapa suku Elf di dalam hutan ini."


"White Elf..?"


"Benar pangeran Antonio meskipun mereka bukan musuh tapi kadang mereka menyebalkan dan suka mengganggu perburuan binatang kami."


Antonio mengerti para Elf memang sangat menghargai kehidupan dan para petualang pemburu dari kota Wraska tidak terlalu akrab dengan para Elf yang berusaha melindungi binatang-binatang di hutan yang di buru oleh para petualang.


Anak panah dari Praska menancap di pohon di dekat para Elf sebagai peringatan dan para Elf itu kemudian muncul memperlihatkan diri mereka pada para petualang.


"Siapa kalian, hutan ini adalah wilayah yang kami jaga kalian tidak boleh berburu di hutan kami."


Seorang White Elf berbicara dan beberapa Elf lain langsung mencul dan mengarahkan anak panah pada para petualang, tapi meskipun para petualang sedikit waspada tapi mereka tahu jumlah petualang yang ada dalam rombongan cukup banyak dan bahkan ada beberapa petualang tingkat atas hingga cukup percaya diri bila harus menghadapi sekelompok white Elf.


"Tunggu kalian jangan menyerang kita bukanlah musuh.!"


Antonio maju dan mengatakan itu karena terlihat masing-masing pihak sudah bersiap untuk saling bersinggungan.


"Bukan musuh, bukankah kalian para pemburu dari kota Wraska, kami para white sudah sering memperingatkan kalian agar jangan pernah berburu wilayah hutan ini, tapi haru kalian malah menyerbu dengan kelompok besar apakah kalian berniat menatang kami suku white Elf.!"


Terlihat seorang yang seperti pemimpin para white Elf itu mengatakanya dan memberikan peringatan tegas pada para petualang itu dan Antonio berbicara.


"Tunggu sebentar kalian para White Elf sudah salah paham, para petualang ini bersamaku dan kami tidak berniat berburu binatang ataupun menyerang suku White Elf di hutan ini, kami kemari karena melacak keberadaan pasukan Orc yang membawa beberapa tawanan memasuki hutan ini."


Antonio mengatakanya itu dan pemimpin white Elf itu mengangkat tangan memberikan tanda agar para white Elf menahan diri agar tidak menyerang.


"Kalian berniat menyerang para Orc yang mengganggu wilayah hutan ini.?"

__ADS_1


"Benar kami berniat memusnahkan makhluk perusak itu."


Antonio mengatakan itu dan Pemimpin White Elf di sana melihat bawahanya dan mengangguk agar para Elf menurun busur mereka dan berjalan mendekat ke depan Antonio yang bersama rombongan petualang.


"Orc adalah musuh semua mahkluk termasuk juga musuh kami para white Elf, kami memang juga sedang berusaha menangani Pasukan Orc yang menyerang beberapa desa white Elf di dalam hutan ini, tapi Pasukan Orc itu terlalu kuat dan kami tidak bisa mengani mereka sendiri."


"Begitukah kalau begitu apakah kerajaan white Elf Irnia tidak turun tangan terhadap masalah Orc."


Antonio bertanya karena Seluruh ras white Elf di utara di bawah satu kekuasaan yang di pimpin oleh yang mulia ratu Irnia. tapi White Elf itu menggelengkan kepala dan berbicara.


"Tidak kota kerajaan White Elf terlalu jauh dari sini dan kami harus bisa mengani masalah hutan di tempat ini sebagai penjaga hutan bersalju utara."


"Kalau begitu kita semua punya masalah yang sama bukankah lebih baik kita bekerja sama.?"


Antonio menawarkan kerja sama white Elf itu terlihat sedikit ragu dan berpikir karena masalah utama di hutan utara adalah para pemburu yang sering menebang pohon dan memburu binatang tapi para Orc juga adalah ancaman besar yang dapat membahayakan banyak mahkluk.


"Baiklah kami mengerti kita akan menjalin kerjasama untuk saat ini tapi setelah para Orc itu di tangani kalian harus segera meninggalkan hutan ini."


"Baiklah kita sepakat.."


Sepuluh Elf dari suku hutan di utara bergabung dengan rombongan yang akan berburu para Orc.


"Oh aku belum memperkenalkan diriku namaku Arfandra pemimpin suku white Elf hutan Nordell dan siapa nama anda.?"


"Aku Antonio Losta De Remaria.."


"Anda memiliki gelar bangsawan tapi bukankah Remaria adalah nama sebuah kerajaan yang jauh di selatan, apakah artinya anda adalah seorang keluarga kerajaan, maafkan hamba karena kurang tahu tentang dunia luar karena kami suku white Elf sangat jarang meninggalkan hutan.?"


"Benar aku adalah pangeran mahkota dari kerajaan Remaria dan aku juga cukup akrab dengan banyak penguasa kerajaan Elf termasuk ratu Irnia."


"Apa jadi benar anda adalah keluarga kerajaan bahkan seorang pangeran mahkota, kalau begitu maafkan ketidak sopanan hamba tapi sedang apa anda di wilayah utara.?"


"Aku sedang melakukan kunjungan kunjungan ke Republik North Navia dan mendengarkan sedikit masalah tentang Orc, jadi aku yang juga sebagai seorang petualang bermaksud menyelesaikan masalah Orc itu."


"Kalau begitu hamba bersyukur bisa bertemu dengan pangeran sebaik anda yang rela turun tangan sendiri menangani masalah orc yang cukup beresiko."


"Sudahlah kita lakukan saja sebaik mungkin demi kebaikan semua orang."


Sementara mereka berjalan sambil mengobrol Yolga akhirnya kembali ke rombongan dan melaporkan apa yang dia liat di depan.


"Yang mulia pangeran Antonio, hamba dan akur menemukan sebuah reruntuhan kastil yang sudah hancur dan sepertinya tempat itu di jadikan markas dari para Orc itu."


Yolga melaporkan itu dan White Elf Arfandra berbicara.


"Kastil Nakrom, tempat itu sudah lama di tinggalkan oleh para Orc setelah Kekaisaran Golgota mengalahkan raja Orc yang menguasai kerajaan Galdamar lebih dari seribu tahun yang lalu, tak aku sangka para Orc itu kembali kesana."


"Tuan apakah anda white Elf yang tinggal di hutan ini, sepertinya para Orc itu akan menjadikan reruntuhan kastil itu sebagai markas tapi sepertinya para Orc itu belum lama datang karena kami para pemburu dari kota Wraska baru belakangan ini melihat Orc."


"Desa dan suku-suku white Elf juga baru beberapa pekan terakhir mendapatkan serangan dari Orc tapi kami tidak tahu dari mana mereka datang, tidat mungkin itu berasal dari kastil Nakrom karena jauh sebelumnya kami sudah memastikan tidak ada Orc yang tinggal di sana lagi.?"


Mereka berpikir dari mana datangnya pasukan Orc sebesar itu muncul di utara. karena pasti mereka berasal dari suatu tempat.


"Baiklah Yolga ceritakan tentang reruntuhan kastil Nakrom itu, karena kita harus segera membuat strategi untuk menghancurkan para Orc di tempat itu.?"


Kamis 8 Juli 2021


Ahh aku memang tidak berbakat buat gambar ilustrasi, jadi ilustrasi novelku mungkin kurang memuaskan dan kalau ngambil dari web juga gak mungkin karena bisa kena hak cipta.


Aku berpikir buat cari Ilustrator tapi biayanya terlalu mahal buat aku yang sudah hampir tidak mendapatkan hasil dari menulis.


Aku berpikir apakah di antara para pembacaku ada yang bisa menggambar dan aku harap ada yang bersedia menyumbangkan gambar FanArt untuk novelku ini. Aku harap..🙂


Terimakasih untuk kalian yang masih terus mendukung novel GA, semoga kalian semua sehat selalu dan juga semoga aku bisa berkarya lebih baik lagi.


Ahh dan satu hal lagi, maaf aku agak telat updatenya soalnya kemarin masih sakit dan tidak bisa fokus menulis, sad..🙂


Salam..🙂

__ADS_1


Davit Riyanto


.


__ADS_2