GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
129.3


__ADS_3

Longsoran salju baru saja menyapu wilayah tempat rombongan kereta kuda Antonio dan dari tumpukan salju itu tiba-tiba bergerak, sesosok naga besar dengan sisik mengkilap muncul bergerak dari bawahnya.


Naga besar itu adalah Antonio yang telah menggunakan kemampuan berubah wujud yang ia dapatkan dari maga putih Miranda.


Kelompok Antonio berhasil selamat dengan berlindung di dalam gerbong kereta kuda karena Antonio melingkarinya dengan tubuh besar naga menahan gelombang salju yang datang menerjang.


Tapi sayangnya hampir semua prajurit republik pengawal kereta kuda itu tewas di bunuh oleh para Assassin yang menyerang.


Zaza, Erin, Marta dan juga Priest Anastasia keluar dari dalam gerbong kereta itu dan menatap Antonio yang sudah berwujud seekor maga.


"Kapten ini benar-benar kapten.?"


Zaza bertanya kemudian Antonio berbicara padanya. "Rrrrr Zaza tentu saja benar ini aku Antonio."


"Hebat tapi bagaimana kapten bisa berubah menjadi Naga.?"


"Zaza apakah kamu ingat saat Miranda memberikan semacam kekuatan saat aku di nobatkan sebagai kesatria naga dan inilah kukuatan meskipun aku belum terbiasa dengan tubuh besar ini."


Antonio mengatakan itu kemudian Priest Anastasia berbicara.


"Apa jadi kekuatan yang di berikan naga Miranda itu adalah kekuatan untuk mengubah sosokmu menjadi seekor naga.? Memang benar saat itu aku penasaran dengan kekuatan yang di berikan Naga putih itu saat ia mengatakan bahwa kekuatan itu adalah kekuatan yang di wariskan oleh Kaisar naga sebelum ia menghilang."


"Antonio kalau sebelumnya kamu memiliki kekuatan sebesar ini kenapa kamu tidak menggunakanya melawan kekaisaran Hereven dulu, bukanlah dengan kekuatan ini kamu dapat mengalahkan mereka dengan lebih mudah.?" Marta bertanya.


"Marta sebelumnya aku tidak punya cukup kekuatan sihir saat melawan kekaisaran, kekuatan sihirku bertambah saat tubuhku di pulihkan di dalam pohon Agung bersama Fenia."


"Apa bukankah dulu kamu memiliki lebih dari 6.000 mana sihir memangnya berapa kekuatan sihirmu sekarang Antonio.?"


"Entahlah Marta tapi kurasa sekarang kekuatan sihirku dua kali lebih banyak dari itu, tapi itu benar-benar terlalu berat untuk mengeluarkan sepuluh ribu kekuatan sihir sekaligus, Tubuhku seperti terkoyak bahkan aku sampai kehilangan kesaranku tadi."


Antonio menjelaskan itu pada rekan-rekannya dan kemudian dengan ragu Menteri Nikof dan Nona Latina juga keluar dari gerbong kereta kuda lain, mereka tampak bingung ternyata suara naga yang sebelumnya mereka dengar benar-benar seekor naga dengan wujud yang lebih kuat dan Agung dari naga biasa.


"Rrrrr Tuan Nikof dan Nona Latina anda baik-baik saja.?"


Antonio menanyakan utusan dari Republik yang baru muncul dan tuan Nikof dengan ragu mendekat ke sisi rekan-rekan kelompok pangeran Antonio untuk bertanya.


"Nona Marta sebenarnya apa yang terjadi mengapa ada naga di sini yang membantu kita dan di mana pangeran Antonio.?"


Tuan menanyakan itu karena dia dan Nona Latina bersembunyi di dalam gerbong saat para Assassin menyerang jadi ia mengetahui seluruh kejadian itu.


"Menteri Nikof jika anda mencari Antonio anda bisa melihatnya dengan jelas di situ."


Marta mengatakan itu sambil menunjuk naga besar di sana tentu ia menjadi sangat bingung.


"Nona Marta apakah anda sedang bercanda naga itu tidak mungkin pangeran Antonio bukan.?"


"Menteri Nikof kenapa anda tidak bertanya sendiri padanya.?"


Menteri Nikof menoleh menatap naga tapi ia tidak berani untuk menanyakan hal itu langsung kepada sesosok naga yang merupakan salah satu mahkluk terkuat di dunia, jadi Antonio yang berwujud Naga berbicara padanya.


"Menteri Nikof anda tidak perlu kawatir aku benar-benar adalah Antonio pangeran dari Remaria."


'Eh..?"


Kemudian Erin terlihat akan berbicara kepada Antonio.


"Antonio apakah kamu bisa berubah menjadi manusia lagi sekarang karena wujudmu ini terlihat sangat menakutkan.?"


"Erin kurasa saat ini tidak bisa karena kekuatan sihirku terkuras saat berubah menjadi naga dan aku harus menunggu sampai terisi kembali untuk menggunakan sihir Polymorp."


Antonio mengatakan itu kemudian nona Latina berbicara.


"Tuan Nikof sepertinya saljunya terlalu tebal itu akan menjadi masalah karena kereta kuda kita tidak mungkin dapat melewatinya."

__ADS_1


"Oh itu sedikit gawat, kalau begitu kita terpaksa meninggalkanya di sini, Latina suruh sisa prajurit pengawal kita untuk mengumpulkan kuda-kuda yang masih selamat kita bisa menggunakanya untuk mengangkut sebagian barang dan perbekalan kita."


"Baik Tuan Nikof tapi apakah kita akan berjalan kaki untuk meneruskan perjalanan kita, itu akan memakan waktu yang sangat lama dan melelahkan."


"Benar tapi kita tidak punya pilihan lain, tapi kita masih bisa bergantian menaiki kuda-kuda itu."


Menteri Nikof dan Nona Latina mengatakan itu lalu Antonio yang berwujud naga berbicara.


"Kalian berdua tenang saja kalian bisa naik ke atas punggungku sedangkan para prajurit pengawal bisa menggunakan kuda-kuda itu untuk mengangkut barang-barang kalian ke Republik Navia Utara."


"Apa, tapi apakah yang mulia tidak keberatan untuk kami menaiki punggung anda.?"


"Tentu saja Tuan Nikof lagi pula itu adalah pilihan terbaik untuk saat ini, meskipun aku belum tahu caranya terbang tapi dengan tubuh ini kita bergerak lebih cepat dari pada berjalan kaki."


Antonio menyarankan itu lalu Zaza berbicara.


"Benar aku ingin di gendong oleh kapten meskipun ini akan berbeda bila kapten masih berwujud manusia tapi kurasa ini masih hampir sama."


"Baiklah tapi tunggulah sebentar sepertinya Aruna menghubungiku dengan sihir telepati, dia pasti merasakan diriku saat kekuatan sihir yang begitu besar mengalir tiba-tiba di dalam diriku."


Setelah kelompok Antonio dan juga Menteri Nikof serta nona Latina menaiki punggung Antonio yang berwujud naga.


Antonio bergerak merangkak dengan empat kaki melewati lembah salju meskipun Antonio masih membiasakan diri melakukanya tapi perlahan ia berhasil berjalan.


"Kapten bagaimana rasanya daging manusia..?" Zaza bertanya.


"Zaza bagaimana aku bisa mengetahuinya, jangan mengajukan pertanyaan yang aneh meskipun wujudku sekarang seekor naga aku tetaplah manusia dan tidak akan memakan manusia."


Antonio mengatakan itu lalu Marta berbicara.


"Tapi Antonio kami sempat melihatmu mengoyak tubuh Assassin dan memakanya."


"Apa benarkah aku melakukan hal mengerikan seperti itu. Rrrr aku tidak tahu saat aku baru berubah kesaranku menghilangkan dan kemungkinan ada kesadaran lain yang mengendalikan tubuhku ini, aku menduga itu adalah insting naga karena bahkan saat ini aku masih merasa ingin memakan sesuatu seperti daging mentah."


"Tentu saja tidak saja akan memakan seseorang terutama yang aku kenal, tapi insting naga benar-benar mengerikan aku mengerti sekarang mengapa naga liar sering menyerang dan memakan manusia saat mereka kelaparan."


Antonio berpikir untuk itulah mengapa di dunia ini banyak terdapat monster besar itu adalah bagian dari keseimbangan dunia ini, bila semua monster punah maka naga akan memakan manusia karena mereka tidak bisa memangsa monster dan bila naga yang punah maka monster akan berkembang pesat dan membahayakan populasi manusia.


Siklus kehidupan dunia ini benar-benar sulit untuk manusia karena mereka selalu menjadi mangsa bagi mahkluk yang lebih kuat, tapi mereka tidak bisa menghilangkan salah satunya entah itu monster ataupun naga dan juga tidak bisa keduanya.


Tidak akan ada monster ataupun bandit yang akan berani menyerang rombongan Antonio karena mereka langsung lari menjauh begitu menyaksikan sosok naga yang tidak lain adalah pangeran Antonio.


"Rarrrrr..!!?"


Sebuah auman keras terdengar dari langit itu adalah suara auman dari sosok naga lain yang sedang terbang mendekat ke tempat Antonio, karena naga di kenal sebagai mahluk yang sangat menjaga wilayah berburunya dari naga lain yang tidak di kenal.


"Rarrrr...!!"


Antonio yang berwujud naga juga mengaung keras mengikuti insting naganya untuk menanggapi auman dari naga laini itu.


"Antonio ada apa, apakah naga itu akan menyerangn kita.?"


"Erin tenanglah aku akan berbicara dengan naga itu."


Tak lama kemudian sesosok naga putih mendarat tidak jauh dari Antonio dan berbicara.


"Rrrrr Siapa kamu apakah ras naga hijau kupikir tidak, naga hijau tidak memiliki sisik dengan warna lain sepertimu.?"


"Apa kamu anak buah dari Miranda yang tinggal tidak jauh dari sini, aku bukanlah naga Hijau bahkan aku bukan naga tapi aku mengenal dan cukup akrab dengan Miranda."


Naga itu menatap Antonio dengan ragu dan kemudian berbicara.


"Kamu mengenal tuanku tapi sangat jelas kalau kamu adalah seekor naga bukan mahkluk lain jadi katakan siapa kamu dan berasal dari ras naga mana, aku baru pertama kali melihat naga dengan dua belas tanduk sepertimu."

__ADS_1


"Dua belas tanduk aku bahkan tidak tahu jumlah tanduk di atas kepalaku sekarang dan tidak tahu aku telah berubah menjadi ras naga apa, bukankah hal itu tidak penting."


Naga itu terlihat sedikit marah mendengar hal itu dari Antonio dan berbicara.


"Tidak penting ras seekor naga sangatlah penting yang menggambarkan kekuatanya dan tanduk naga adalah mahkota simbol keagungan seekor naga, tuanku naga putih Miranda memiliki tuju tanduk dan tuan dari ras naga hijau tuan Helgram memiliki enam tanduk sedangkan tanduk terbanyak yang pernah di miliki naga adalah kaisar naga yang memiliki sembilan tanduk, tapi kamu seekor naga yang tidak jelas dari mana asalnya tiba-tiba muncul dengan dua belas tanduk, tentu aku sangat penasaran bahkan kamu membiarkan mahkluk rendahan seperti manusia berada di atas punggungmu."


Antonio berpikir ternyata naga sangat peduli akan tanduk mereka, pantas saja naga hitam Zalzela yang memiliki empat tanduk sangat marah saat aku memotong salah satunya.


"Hrrr maafkan aku, aku tidak begitu tahu mengenai naga karena aku bukanlah naga, aku adalah Antonio pangeran dari Remaria yang sedang berubah wujud menjadi naga."


"Tunggu anda adalah manusia tapi wujud agung itu, tidak mungkin seorang manusia dapat menjelma menjadi seekor naga, bahkan oleh pangeran Antonio dari Remaria yang di bicarakan oleh para naga penguasa.?!"


Naga itu cukup terkejut dan mengatakannya jadi Antonio berbicara.


"Apa jadi para naga itu membicarakanku, kalau boleh tahu apa yang mereka bicarakan tentangku.?"


Antonio mengatakan itu dengan sangat penasaran membuat naga putih di depanya bingung dan berbicara.


"Dari reaksi anda sepertinya anda tidak bohong, aku memang mendengar kalau anda pangeran Antonio memiliki kekuatan yang bahkan setara dengan kami para naga, tapi yang aku ingin tahu bagaimana anda bisa berubah menjadi ras kami.?"


"Kalau masalah itu Miranda melarangku untuk mengatakannya pada naga lain jadi sebaiknya anda tanya sendiri padanya.?"


Naga putih itu berpikir mungkin benar semua yang di katanya kalau ia adalah pangeran Antonio dan pangeran Antonio memang memiliki hubungan yang cukup dekat dengan naga Miranda karena naga Miranda sangat sering berbicara tentang pangeran Antonio.


"Baiklah kalau begitu aku mengerti lalu mengapa pangeran Antonio berada di tempat ini sekarang."


"Oh aku sedang menuju utara tepatnya ke Republik Navia Utara bersama dengan utusan negeri itu jadi sinilah aku saat ini."


"Kalau begitu kenapa anda tidak langsung terbang saja, agar pangeran Antonio bisa lebih cepat sampai kesana.?"


"Rrrr benar aku memang sempat memikirkanya tapi kamu tahu aku baru pertama kali berubah menjadi seekor naga dan aku belum bisa terbang."


"Benarkah hahahaha sesosok naga dewasa yang tidak bisa terbang, ya aku masih ingat beberapa naga kecil yang baru menetas di sarang kami, tapi kupikir sosok anda sekarang terlalu dewasa untuk mulai belajar terbang, tapi berjuang pasti anda akan segera bisa melakukannya."


Naga putih itu sedikit tertawa dan mengatakan itu pada Antonio.


"Rrrr aku tidak tahu, aku akan mempelajarinya nanti bila sempat, tapi kurasa sudah saatnya aku melanjutkan perjalananku jadi sampai jumpa sampaikan salamku pada Miranda."


"Baiklah tapi sebelum itu apakah pangeran Antonio akan memilih menjalani hidup sebagai seekor naga di masa depan, karena dengan sosok agung seperti itu pasti banyak naga betina yang akan tertarik dengan anda."


Naga putih itu itu menanyakannya dan Antonio berpikir tidak mungkin aku akan tertarik dengan sosok naga beton kecuali bila naga itu adalah Miranda yang berubah menjadi manusia.


"Ahh entahlah tapi mungkin di salah satu bagian dari umur panjangku aku akan menjadi seekor naga, ya tapi tidak untuk waktu dekat aku harus memimpin negeriku dan memperbaiki dunia yang kacau ini terlebih dahulu."


"Baiklah yang mulia Pangeran Antonio aku akan menantikan anda di masa depan sebagai salah satu bagian dari kami, sampai."


Naga putih itu kemudian mengepakan sayapnya dan terbang menjauh ke angkasa.


Semua yang di sana mendengarkan pembicaraan Antonio dengan naga putih itu, lalu Zaza bertanya.


"Kapten apakah kapten tertarik untuk menikah dengan naga.?"


"Zaza apa yang kamu katakan aku adalah manusia mana mungkin aku tertarik untuk berpasangan dengan mahkluk raksasa seperti itu."


"Tapi sekarang kapten adalah naga jadi aku pikir insting berkembang biak Kapten juga akan berubah juga dan tertarik dengan naga."


"Zaza jangan mengatakan hal yang terlalu aneh, tapi para naga memang sangat menarik, aku penasaran dengan mereka sejak dari dulu."


Antonio mengatakan itu membuat rekan-rekan Antonio berpikir kalau dirinya benar-benar tertarik pada naga secara seksual.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2