GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
134.1 Persekutuan Musuh


__ADS_3

Kota Lopak sudah terlihat dari kejauhan oleh pasukan kerajaan Arfen dan para prajurit Lopak bersiaga di atas benteng menyaksikan komandan Fenia dan pasukan Beastmen bergerak maju menghadang legiun musuh yang akan datang menyerbu.


Banyak penduduk kota Lopak juga terlihat di atas benteng menyaksikan keberanian para Beastmen yang maju, para penduduk Lopak sangat percaya akan kemenangan mereka karena prajurit Fenia orang yang sangat di percaya pangeran Antonio pahlawan mereka semua mengatakan tidak perlu kawatir karena kerajaan Remaria tidak akan membiarkan penduduk dalam bahaya.


Tapi ketenangan para penduduk kota Lopak tidak di rasakan oleh Lord Kota itu, Tuan Sebastian cukup ragu Pasukan Beastmen yang di pimpin komandan Fenia akan dapat menghentikan Pasukan musuh yang begitu besar, prajurit juga terlihat tegang tapi si sana para pencari berita yang di kawal para petualang terlihat sangat Antusias ingin menyaksikan secara langsung peramg itu dan menyiarkanya ke seluruh benua.


"Oh prajurit kepercayaan yang mulia pangeran Antonio memang luar biasa, gadis itu bahkan sama sekali tidak gentar menghadapi pasukan Arfen sebesar itu."


Seorang bangsawan dari kerajaan Palanka mengatakan itu untuk memuju Komandan Fenia.


"Bangsawan Lenin mengapa anda di sini, seharusnya anda berada di tempat aman di dalam kota."


"Lord Sebastian bagaimana mungkin aku akan ketinggalan melihat kejadian yang cukup langka seperti ini, lihatlah bahkan penduduk kota Lopak dan para pencari berita yang aku kawal juga di sini."


"Aku mengerti memang mungkin bagi sebagian orang melihat peperangan secara langsung cukup menarik dan hebat, tapi itu akan berbeda bila kita mengalaminya langsung di tengah semua kekacauan itu bila seandainya komandan Fenia yang Pasukan Beastmen gagal menghadang musuh."


"Benar aku juga tidak dapat membayangkan diriku terjebak di situasi seperti yang anda katakan barusan, kita berdoa saja semoga komanda Fenia memiliki rencana dan berhasil mengalahkan musuh kita."


Barisan panjang prajurit Arfen dan para sekutunya semakin terlihat mendekat, Jendral Mariana berada di tempat paling depan memimpin langsung legiun itu.


"Prajurit Arfenia maju kita ambil kembali tanah milik leluhur kita yang di rebut kerajaan Tandora..!"


"Demi kejayaan Arfen..!!"


Jendral Mariana berteriak dengan semangat sambil memegang tongkat komandonya mendekati wilayah Lopak kerajaan Silmarin.


Dengan dukungan kuil api Ayarama, kuil bumi Doronta dan kuil cahaya Glaria serta kerajaan Navia yang membenarkan alasan invasi kerajaan Arfen atas klaimnya terhadap tanah di bagian barat Tandora.


Arfen pernah menguasai wilayah barat Tandora sebelum Lord Joffi De Tandora melakukan pemberontakan terhadap kerajaan Arfen setelah ia menjadi pahlawan besar yang menaklukkan wilayah utara kerajaan gurun Arka.


Lord Joffi De Tandora mendapatkan dukungan besar dari ras beastmen dan Dwarf di pegunungan Wiwardin untuk memisahkan diri dari kerajaan Arfen dan membentuk kerajaanya sendiri karena memang di masa itu kerajaan Arfen bertentangan dengan banyak ras lain selain Elf, itu karena besarnya pengaruh Kepercayaan kuil Glaria di kerajaan Arfen yang ingin memusnahkan ras cerdas lain selain manusia.


"Komandan Maximus anda pimpin Pasukan infantri kita untuk bersiap, lihatlah sepertinya pasukan musuh juga sudah bersiap menghadang kita."


"Jendral Mariana sepertinya jumlah pasukan yang menghadang kita itu sangatlah sedikit jadi ijinkan hamba dan pasukan hamba yang menghadapi mereka semua, akan aku buktikan kalau Raja Valco tidak salah menunjuku sebagai komandan untuk pasukanya."


"Komandan Maximus sebelumnya anda memang sudah memimpin pasukan yang setia pada Raja Valco sebelum ia di nobatkan sebagai raja Arfen yang baru dan sekarang anda naik jabatan lagi menjadi salah satu komandan tinggi untuk pasukan kerajaan Arfen. aku ucapkan selamat untuk itu tapi anda jangan remehkan pasukan musuh kita, lihatlah meskipun jumlah mereka hanya satu divisi tapi jelas itu bukan pasukan yang normal."


Komandan Maximus melihat Pasukan yang menghadang jauh di depan mereka, meskipun itu belum terlihat jelas tapi bentuk tubuh mereka sangatlah berbeda. sebelumnya komandan Maximus dan prajurit lain di dalam pasukan kerajaan Arfen mengira kalau itu adalah pasukan berkuda dari tanah Tandora yang terkenal tapi setelah diamati lebih teliti tubuh kuda itu menyatu dengan tubuh bagian manusia yang tampak gagah jadi mereka jelas adalah Centaur ras demi human yang sangat jarang terlihat.


"Centaur kukira mereka hanya legenda, hahaha.. lihatlah bahkan ada Lizardman juga di unit Pasukan musuh, tidak aku sangka mereka mau keluar dari persembunyian untuk berperang melawan manusia di saat seperti ini."


"Mereka adalah demi human, pasti ini adalah pekerjaan pangeran Antonio hingga ras seperti mereka mau di bodohi untuk membantunya."


Tak lama kemudian komandan Paladin dari kuil Glaria mendekat ke tempat Jendral Mariana.


"Jendral Mariana mereka membawa mahkluk yang sama rendahnya dengan monster, kita tidak bisa membiarkan mereka tetap ada di dunia ini, kami kuil Glaria akan maju dan membantai mereka atas nama para dewa."


"Kalau begitu komandan Ildian pasukan Paladin kuil Glaria, Ayarama dan Doronta yang anda pimpin aku percayakan untuk maju terlebih dahulu menghadapi musuh kita."


"Hahaha tentu saja ini suatu kehormatan untuk kami pihak kuil untuk melenyapkan pasukan demi human yang di pimpin komandan dari Remaria itu, aku Ildian akan membalas kekalahan kami kuil Glaria saat menyerang kerajaan Remaria di benteng kota Libanon."


Komandan Ildian mengatakan itu dengan semangat tapi di sana komandan Maximus merasa kurang setuju dan berbicara pada Jendral Mariana.


"Jendral Mariana bukankah lebih baik pasukan kita yang langsung menghadapi pasukan demi human itu, Pasukan musuh berjumlah sedikit kita sendiri sudah cukup untuk membantai mereka semua."


"Komandan Maximus diamlah kita serahkan saja semua itu pada sekutu kita."


"Tapi ini adalah kesempatan karena bila kita mengalahkan musuh, moral pasukan kita akan lebih tinggi."


Komandan Maximus mengatakan itu tapi Jendral Mariana tidak ingin mengubah keputusannya, memang benar bila pasukan kerajaan Arfen sendiri yang mengalahkan musuh maka itu akan menaikkan moral seluruh prajurit Arfenia, tapi itu juga akan berdampak terbalik bila mengalami kekalahan mengetahui situasi ini sangatlah aneh di mata Jendral hebat seperti Mariana.


Komandan Maximus mulai bergerak ke depan pasukan besar Paladin dan berteriak memberikan komando untuk maju terlebih dahulu untuk membuka pertempuran pertama.


"Paladin tunjukkan kekuatan kita yang di berkati oleh para dewa, kita hancurkan mahkluk rendahan yang sesat itu, kita bantai habis para Lizardman dan Centaur jangan biarkan satupun selamat, Pasukan suci maju..!!"

__ADS_1


"Maju..!?"


Pasukan paladin dengan Armor dan jubah putih berlambang dewa Glaria, Ayarama dan Doronta bergerak maju dengan semangat. Sementara pasukan kerajaan Arfen hanya menonton jauh dari barisan belakang.


"Jendral Mariana apa yang sebenarnya anda pikirkan kenapa kita membiarkan pihak kuil mendapatkan kemenangan pertama.?"


Komandan Maximus dengan nada protes bertanya pada Jendral Mariana yang masih terlihat tenang.


"Komandan Maximus apakah kamu tidak menyadarinya, lihatlah betapa remehnya jumlah pasukan di depan kita saat ini, padahal pasti anda tahu pihak Remaria memiliki kekuatan yang lebih baik dari semua itu, tapi tidak ada satu unitpun pasukan Remaria yang terlihat selain seorang komandan yang memimpin pasukan demi human itu."


"Jendral itu memang cukup aneh tapi apakah mungkin pasukan Remaria tidak muncul di sini karena sibuk menghadapi gempuran kerajaan Tandora dari sisi timur di wilayah Bolvak.?"


"Kemungkinan itu ada tapi komandan Maximus coba anda pikirkan baik-baik musuh kita adalah kerajaan Silmarin di bawah Kerajaan Remaria, tidak mungkin orang cerdas seperti pangeran Antonio akan membiarkan kota Lopak yang sangat menguntungkan hanya di jaga oleh segelintir prajurit. pasukan demi human di depan kita kemungkinan menyimpan sesuatu hingga cukup percaya diri dalam menghadapi serbuan kita."


Komandan Maximus berpikir apakah mungkin itu adalah alasan kenapa bukan pasukan Arfen sendiri yang maju pertama, pasukan paladin dari kuil akan menguji pasukan demi human terlebih dahulu untuk menguji apakah musuh menyembunyikan strategi yang dapat mengubah situasi pertempuran ini.


Di sisi lain Komandan Fenia berada di depan pasukan demi human yang sama sekali tidak gentar melihat 75.000 prajurit Paladin yang datang menyerbu, karena mereka sangat tahu kemenangan mereka sudah dapat di pastikan.


"Hahahaha lihatlah Kakak Daniel kita sangat beruntung ternyata pasukan paladin yang datang pertama menyerahkan nyawa mereka pada kita."


"Benar Emanuel sekarang kita bisa membalaskan dendam leluhur kita yang di bantai orang-orang brengsek dari kuil di masa lalu."


Para Lizardman di bawah kakak beradik Daniel dan Emanuel tampak sangat bersemangat mengetahui musuh yang pertama datang menyerbu mereka berasal dari kuil dan di sana Gargar yang memimpin pasukan Centaur juga tersenyum berbicara pada Fenia komandan utama pasukan demi human.


"Komandan Fenia tolong jangan terlalu menahan diri anda demi kami para ras Lizardman dan Centaur karena pihak kuil telah begitu kejam membantai kaum kami di masa lalu."


"Tuan Gargar aku akan mempertimbangkan saran anda jadi bersiaplah kita berdua akan maju ke depan."


"Tentu saja komandan Fenia pertempuran ini akan jadi lebih baik bagi kami para Demi human meskipun sebagian besar Pasukan musuh yang tidak maju mungkin akan melarikan diri setelah pertempuran pertama, tapi paling tidak balas dendam kami terhadap orang-orang dari kuil dapat terlampiaskan."


Gargar mengatakan itu kemudian Daniel si Lizardman berbicara.


"Komandan Fenia kami serahkan semua pada anda kami akan memberikan dukungan dan bergerak agar para paladin itu tidak berpencar dan melarikan diri."


"Siap komandan Fenia kami mengerti, Lizardman bersiap naik ke atas punggung saudara kita dari ras Centaur kita hancurkan mereka bersama-sama.!"


"Ya.. kita bunuh orang-orang dari kuil itu.!"


Para Lizardman bersiap dan berada di punggung para Centaur agar dapat bergerak lebih cepat karena bagian bawah tubuh Centaur seperti kuda dan dapat bergerak dengan cepat.


Sementara itu komandan Fenia segera menaiki punggung Gargar pemimpin pasukan dari Centaur untuk maju membawa komandan Fenia.


"Paladin maju..?"


"Komandan Ildian lihatlah komandan musuh yang berseragam prajurit Remaria maju seorang diri, apakah mereka akan mengajukan perundingan sebelum berperang.!"


"Komandan musuh benar-benar bodoh jangan pikir kami pasukan suci Paladin mau berunding dengan komandan yang membawa prajurit rendahan seperti demi human, paladin terus maju habisi mereka..!"


Tidak ada perundingan tidak ada pernyataan sebelum pertempuran di mulai karena komandan Paladin berpikir itu tidak di perlukan karena ke unggulan jumlah pasukan jelas terlihat berpihak pada pasukan Paladin.


75.000 Pasukan Paladin melawan sekitar 14.000 pasukan demi human, kemenangan pasukan suci paladin sudah dapat di pastikan.


"jendral Mariana coba lihat itu formasi musuh terbagi menjadi dua tapi komandan mereka maju seorang diri, apa komanda musuh sudah gila menghadapi pasukan paladin sebanyak itu, jelas itu sebuah bunuh diri.!?"


Komandan Maximus terlihat heran menyaksikan apa yang terjadi di pertempuran di depan mereka dan Jendral Mariana juga masih tidak mengerti kenapa pihak musuh melakukan hal itu.


200 meter sebelum pasukan paladin menyerbu tempat komandan Fenia yang turun dari punggung Centaur dan bersiap dengan perisainya.


"Komandan Fenia hancurkan semua paladin itu aku akan kembali ke barisan belakang."


"Baik serahkan semua padaku.!"


Komandan Paladin Ildian merasa heran dengan apa yang di lakukan pihak musuh yang bertahan sendirian dengan perisai dan tombaknya sementara Centaur yang sebelumnya di tunggangi komandan yang menghadang bergegas berlari mundur.


"Lihat Centaur itu melarikan diri ketakutan meninggalkan komandanya.!"

__ADS_1


"Hahahaha ras Centaur benar-benar sangat menggelikan.!"


"Hancurkan mereka semua, serang serang..!!"


Paladin berteriak berlari mengarahkan senjata mereka dan komandan Ildian yang berada di depan dengan percaya diri mengarahkan tombaknya ke arah komandan Fenia yang bertahan dengan Perisai dan tombak.


"Matilah...!!"


"Tang...!!"


Tombak milik komandan Ildian membentur perisau Ovalhard yang terbuat dari logam terkuat adamatium hingga tombak itu terpental dan terlempar jauh dan Komandan Fenia segera mengarahkan tombak putihnya sambil berteriak mengeluarkan skill dari tombak suci Enema.


"Great Thrust Of Enema haaat..!!"


"Apa tombak itu..!?"


Tombak Enema di tangan komandan Fenia bersinar menghujam meluncur lurus ke depan menembus tubuh dan armor tebal milik komandan Ildian serta menghempaskan pasukan paladin di sekitarnya dengan kekuatan dahsyat dari tombak suci Enema.


"Apa..?!"


"Ark... tombak itu ugh..!"


Komandan Ildian mengatakan itu sebelumnya jatuh lemas tak bernyawa.


"Komandan Ildian terbunuh..!?"


"Apa bagaimana mungkin..?!"


"Komandan musuh menggunakan Relic suci milik kita, Tombak Enema dari kuil Glaria ada di tangan komandan wanita itu.!"


"Itu tombak milik kuil Glaria bagaimana mungkin bisa berada di tangan musuh.?!"


"Dasar bodoh ini adalah perang kita harus membunuh musuh kita jadi cepat serang dia..!!"


"Benar serang dia..!!"


Beberapa paladin yang tidak jauh dari komandan Fenia berdiri menyerang tapi komandan Fenia memutar tombak Enema membunuh dan menghempaskan beberapa prajurit paladin sementara pedang paladin dari sisi lain di tahan oleh perisai adamatium di tangan kiri komandan Fenia tapi serangan Paladin tidak akan berhenti di situ.


"Kapten paladin Ernes sekarang pasukan paladin berada di bawah komando anda.!"


"Aku mengerti, Paladin jangan berhenti menyerang bunuh komandan wanita itu, dia hanya sendirian dan tidak akan dapat bertahan bila terus di kepung.!"


"Siap kapten, Pasukan Paladin kepung dan serang terus sampai komandan wanita itu kelelahan.!"


Kesalahan fatal setelah komandan Paladin Ildian tewas mereka hanya fokus menyerang komandan Fenia karena terkejut dengan kekuatannya, padahal jelas bila mereka maju menggunakan kekuatan mereka untuk menyerang pasukan demi human yang berada jauh di depan maka, pasukan demi human terpaksa harus pergi menghindar dan bergerak cepat dengan menggunakan mobilitas mereka yang tinggi.


"Apa yang di lakukan para paladin itu mengapa mereka hanya berfokus pada komandan musuh saja, harusnya mereka juga menargetkan pasukan demi human karena memiliki keunggulan jumlah."


"Jendral Mariana sepertinya komandan musuh sangat percaya diri, dengan menantang pasukan sebesar itu seorang diri.?"


"Benar tapi dia akan segera mati, karena tidak ada manusia yang dapat terus menerus menghadapi gempuran pasukan sebesar itu."


Pihak kerajaan Arfen memang terkesan dengan keberanian komandan musuh tapi kemenangan sudah pasti berada di pihak pasukan paladin pada pertempuran pertama dalam perang ini.


Sementara itu jauh di belakang pasukan demi human, semua orang di benteng Lopak terlihat heran dengan kekuatan komandan Fenia yang dapat langsung menghabisi salah satu komandan musuh bahkan nasih dapat bertahan di dalam kepungan pasukan paladin yang terus menyerangnya.


Tapi itu juga akan sangat di sayangkan karena komandan Fenia kemungkinan besar akan segera kalah dan pihak Remaria akan kehilangan prajurit sehebat itu.


"Komandan Fenia luar biasa bahkan dia bertempur seorang diri menghadapi musuh sebanyak itu seperti yang dia katakan padaku sebelumnya."


"Benar Lord Sebastian tapi jika komandan Fenia kalah kota ini dan kita semua juga akan segera di serbu oleh pasukan Arfen bersama sekutunya, kemungkinan kita tidak akan sanggup mempertahankan kota Lopak dengan seluruh kekuatan kita di sini."


Lord Lopak dan semua orang di atas benteng kota Lopak merasa sangat kawatir tapi mereka tidak dapat berbuat apapun karena komandan Fenia yang meminta dan merencanakan semua hal ini sejak awal.


.

__ADS_1


__ADS_2