
Bangun-bangunan indah dan luas berdiri megah memenuhi sebuah bukit di tengah dataran yang luas. Komplek istana kerajaan Navia yang terkenal berada di sana dan perumahan tempat penduduk ibukota tinggal berada di bawah bukit mengelilingi komplek istana itu.
Perdana menteri Tristania membawa pasukan Royal Knight kerajaan setelah mendapat perintah dari Raja Elius, dia berjalan menuruni tangga dari gedung paling depan dari bangunan komplek istana kerajaan.
Ribuan prajurit masih terlihat berjuang mengepung seorang pemuda yang mengamuk mencoba menyerang istana sendirian.
Perdana menteri Tristania memang pernah di peringatkan oleh Komandan assassin Azel tentang kekuatan besar pangeran Antonio yang dapat meratakan kota Elius sendirian, meskipun ternyata benar pangeran Antonio benar-benar datang sendiri dan menunjukkan kekuatan yang dahsyat tapi, apa yang di katakan Azel dulu mengenai pangeran Antonio yang dapat berubah menjadi naga belum terbukti karena pangeran Antonio belum menunjukkan hal itu dan tidak menghancurkan ibukota.
Tapi tetap saja perdana menteri Tristania harus waspada terhadap Antonio, meskipun dia mendapatkan laporan kalau pangeran Antonio sudah mengalami banyak luka dan kemungkinan akan segera kalah.
Kedatangan pangeran Antonio sendiri ke ibukota Elius memang adalah sesuatu kebodohan, meskipun perang dengan kerajaan Remaria dapat di katakan akan terjadi setelah ini kerajaan Navia tidak akan dapat di salahkan bila pangeran Antonio terbunuh sekarang, karena kesembronaanya sendiri.
Antonio masih di tengah kepungan prajurit Navia yang tetap menjaga jarak darinya itu karena setiap prajurit yang mencoba mendekat pasti akan segera mati di hempasan atau bahkan terbakar oleh semburan api dari great sword of hell fire dan Armor of Elgard.
"Pangeran Antonio cepat hentikan tindakanmu, semua perbuatanmu ini tidak dapat di terima dan merupakan pernyataan perang."
Perdana Menteri Tristania mengatakan itu dengan tegas sambil berdiri di antara para Knight kerajaan Navia.
"Perdana menteri Tristania akhirnya kita bertemu lagi setelah sekian lama."
"Pangeran Antonio sebenarnya apa yang sedang anda lakukan, mengapa anda menyerang kerajaan Navia, meskipun anda adalah sekutu dari Republik anda tidak berhak berbuat seenaknya sendiri di kerajaan Navia."
"Kamu bilang tidak berhak, siapa yang kamu maksudkan itu, bukankah kamu dan kerajaan Navia yang telah mengirimkan assassin untuk menculik dan melukai orang-orang yang aku sayangi, tindakan licikmu jauh lebih rendah dari apa yang aku lakukan, bahkan aku hanya datang sendiri untuk membalas semua itu."
Perdana menteri berpikir ternyata memang tidak mungkin menutupi semua itu dari orang cerdas seperti pangeran Antonio, meskipun assassin terbaik yang telah menjalankan misi itu dan sulit untuk menelusuri semua yang telah di lakukan kerajaan Navia selama ini.
"Hahaha pangeran Antonio anda memang orang yang cerdas tapi juga sangat bodoh meskipun semua itu benar anda tidak punya sesuatu untuk tuduhan itu dan membuat anda saat ini berada dalam posisi yang salah dan inilah pangeran Antonio yang akan di ketahui semua orang, pangeran yang suka bertindak sewenang-wenang dan menyerang siapa saja untuk sesuatu yang tidak terbukti, seluruh benua sedang menyaksikanmu saat ini."
Antonio berpikir ternyata benar Perdana menteri Tristania sangat pintar, dia tidak akan muncul tanpa rencana.
"Ohh alat sihir perekam berarti seluruh benua dapat melihatku saat ini melalui bola crystal sihir."
"Ya benar sekali dan semua orang akan mengetahui kejahatan besarmu yang telah menyerang ibukota Elius."
"Begitu lalu..?"
Antonio masih terlihat tenang hingga Perdana menteri Tristania berbicara karena terkejut bahkan pangeran Antonio tidak mengeluarkan bantahan sama sekali untuk semua itu.
__ADS_1
"Jadi begitu pangeran Antonio tidak membantahnya karena memang sudah tidak punya apapun lagi untuk membantah kejahatan yang telah kamu lakukan ini."
Antonio tiba-tiba tertawa mendengar itu dari perdana menteri Tristania yang ingin menunjukkan keburukan dan kesalahan pangeran Antonio pada dunia.
"Hahahaha Perdana menteri Tristania anda sangat lucu sekali dan tentu saja aku sangat berterimakasih atas semua yang telah kamu lakukan padaku sekarang."
"Apa maksudmu pangeran Antonio, apa yang anda tertawakan.?"
"Tidak aku tertawa ternyata benar orang pintar lebih mudah untuk di tebak dari pada orang bodoh membuat anda menjadi orang yang lebih bodoh dari orang paling bodoh itu sendiri, aku adalah pangeran Antonio dan aku tidak masalah terlihat buruk di mata semua orang karena aku tahu apa yang sedang aku lakukan."
Perdana menteri Tristania menatap pangeran Antonio, dan heran apakah pangeran di depannya benar-benar tidak perduli dengan nama dan gelar yang dia sandang termasuk pandangan orang padanya karena kemungkinan semua orang akan melihat dan menghujat atas Arogansi yang sedang ia lakukan saat ini di ibukota Elius.
Antonio menancapkan pedang besarnya ke jalan dan kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
"Perdana Menteri Tristania apa kamu tahu tongkat apa ini.?"
"Tidak itu memang tongkat yang bagus tapi itu tidak akan berguna untuk menyelamatkanmu dari prajurit Royal Knight kerajaan Navia jadi memohon ampunlah mungkin kami hanya akan menangkapmu hidup-hidup."
"Benar Perdana menteri tongkat ini memang tidak berguna untuk melawan prajuritmu tapi ini bisa di gunakan untuk membuktikan semua dosa yang telah kamu lakukan."
"Apa maksudnya, tidak ada benda seperti itu di dunia kamu pasti hanya membual saja."
"Tidak mungkin, yang mulia perdana menteri itu tidak salah lagi, itu adalah Harta milik raja Galdamar yang tidak pernah di ketahui keberadaannya selama ribuan tahun, tongkat Hegan atau tongkat kebenaran yang pernah tercatat dalam sejarah di dua benua besar harta paling langka dan berharga yang pernah tercipta."
"Tongkat kebenaran apa maksudmu.?"
"Perdana menteri semua orang tidak dapat mengatakan kebohongan terhadap orang yang memegang tongkat itu, orang yang berbohong akan dapat di ketahui dan bila kekuatan dari tongkat itu di aktifkan maka itu juga dapat di gunakan untuk memaksa orang lain mengatakan beneran yang di tutupi."
"Apa, jadi ada benda seperti itu di dunia ini.?"
Perdana menteri Tristania langsung menatap Antonio dan Antonio langsung mengarahkan tongkat itu kepadanya.
"Perdana menteri Tristania cepat katakan apa yang telah kamu lakukan terhadap temanku dan mengapa kamu melakukan semua itu."
"Akk aku..!?"
Tubuh perdana menteri Tristania tidak dapat bergerak ia berusaha melawan kekuatan dari tongkat Hegan yang telah mempengaruhi tubuh dan pikirannya, kekuatan tongkat Hegan begitu hebat dan hampir sama dengan kekuatan kutukan tingkat tinggi.
__ADS_1
"Aku telah mengirimkan assassin untuk menculik orang yang berarti untukmu dan memaksamu untuk meninggalkan Republik agar tidak membantu Republik yang akan kerajaan Navia Invasi dan aku juga berencana menggunakan gadis yang kami culik untuk mengancamu tapi para assassinku menghilang setelah menculik wanita itu."
Antonio tersenyum karena ternyata tongkat Hegan sangat dapat di andalkan.
"Oh.. begitu sekarang aku punya alasan untuk membenarkan tindakanku untuk meratakan istana kerajaan Navia dan aku juga ingin bertanya benarkah kamu yang menyebarkan berita bohong tentangku untuk menghasut semua orang. di benua barat.?"
Sekali lagi Antonio mengarahkan tongkat Hegan ke arah perdana menteri Tristania dan perdana menteri itu kesulitan untuk bisa melawan kekuatannya dan di paksa untuk mengatakan kebenaran.
"Akk iya akulah yang telah membuat propaganda itu untuk menjatuhkan namamu agar kamu di benci oleh semua orang dan tidak dapat mendapatkan dukungan atas apa yang kamu lakukan di tanah Tandora."
"Tanah Tandora mengapa tentang tanah Tandora.?"
"Itu karena pangeran Antonio menyelamatkan penduduk di tanah Tandora dan membuat kerajaan Navia yang bersekutu dengan kerajaan Arfen tidak dapat menduduki Tanah Tandora setelah kerajaan Tandora hancur dan rakyatnya terbunuh karena perang saudara antar Lord penguasa daerah."
"Jadi itukah yang di inginkan kerajaan Navia dan kerajaan Arfen, kekuasaan atas wilayah dan tidak peduli bila semua orang yang tinggal di sana menderita dan mati."
"Benar akk kami akan berpura-pura menyelamatkan mereka untuk membenarkan invasi kami di masa depan, padahal kami membiarkan kuil Sirak menghancurkan kerajaan Tandora beserta semua orang di dalamnya itu akan jadi lebih mudah di kuasai, tapi pangeran Antonio anda malah menguasai tanah Tandora terlebih dahulu membuat kami menjadi kesulitan."
Antonio menghentikan kekuatan dari tongkat Hegan dan memasukannya kembali ke dalam tasnya, Perdana Menteri Tristania langsung terjatuh terduduk dan para Knight langsung membantunya.
"Perdana menteri anda baik-baik saja.?"
Perdana menteri Tristania masih tersadar dan dia menjadi sangat kacau karena bagaimana mungkin dia bisa di paksa mengungkapkan semua itu di atas kesadarannya sendiri.
"Ini gawat kerajaan kita akan dalam bahaya besar."
Antonio tersenyum dan berbicara.
"Ya itu semua memang sudah aku ketahui sejak awal, mengapa semua kerajaan hanya diam melihat kesengsaraan serta krisis kemanusiaan di tanah Tandora, hingga aku harus bekerja keras sendirian menyelamatkan para penduduk di Tanah Tandora dari penderitaan dan bukan salahku bila penduduk di sana memilih berada di sisiku dan meminta perlindungan padaku dari orang-orang brengsek seperti kalian yang tidak mau menolong tapi mau merampas tanah dan semua hal yang tersisa dari mereka. Kalian semua harus bertanggung jawab atas semua yang kalian lakukan."
Antonio mengatakan itu dan sekarang semua orang tahu kalau pangeran Antonio lebih berhak atas tanah Tandora karena rakyat di sana yang memilihnya, tidak ada yang dapat menentang apalagi menyalahkan tindakan kerajaan Remaria di tanah Tandora.
"Bunuh..!"
"Perdana Menteri Tristania..?"
"Apa yang kalian tunggu cepat bunuh pangeran sialan itu, dia tidak boleh hidup lebih lama lagi atau dia akan membuat kerajaan kita hancur."
__ADS_1
Perdana menteri Tristania membuat kesalahan besar dia ingin menunjukkan kepada semua orang kalau pangeran Antonio yang terkenal adalah orang yang kejam, Arogan, Ambisius dan suka seenaknya sendiri hingga menyiarkan semua yang Antonio lakukan di ibukota Elius saat ini dengan bola Crystal sihir tapi semua itu malah menjadi berbalik kepadanya sendiri.
.