GA : Glory Of The Kindom

GA : Glory Of The Kindom
140.1 Penyerbuan Makam Besar Kaisar


__ADS_3

Para petualang bergegas menyerbu Makam besar Golgota bersama seribu pasukan Griffin Remaria. Tapi kehadiran mereka langsung di ketahui oleh para iblis yang berada di sekitar reruntuhan makam karena terlalu sulit untuk Pasukan Antonio dan para petualang bersembunyi di wilayah gurun.


Para Iblis yang bertugas menjaga dan mengawasi sekitar langsung berteriak memberikan sinyal datangnya ancaman.


Imp dan Gargoyle tidak memiliki kecerdasan yang cukup tinggi hingga mereka masih berpikir bahwa semua manusia yang datang itu tidak ada bedanya dengan manusia lemah yang sebelumnya mereka buru di desa-desa nelayan, jadi sebagian besar para iblis itu langsung berhamburan keluar terbang menyerang pasukan petualang dan Griffin.


Suara kepakan sayap terdengar dari pasukan Iblis dan pasukan Griffin Remaria yang berterbangan di atas kepala petualang.


Dan pertempuranpun langsung terjadi, 1.000 pasukan Griffin yang di pimpin Ramdira Ramez langsung maju mencegat para iblis yang terbang berusaha menyerang, Cakar dan paruh besar Griffin langsung mencabik tubuh dan sayap iblis menjatuhkan mereka ke tanah di mana para petualang sudah berlari mengejar dan membantai mereka dengan pedang dan tombak.


Pasukan Remaria yang berada di atas punggung Griffin juga menggunakan tombak dan panah untuk menghalau serta menyerang para iblis yang mengandalkan jumlah untuk menyerang Griffin dari berbagai sisi.


Imp dan Gargoyle meskipun mereka memiliki kecerdasan rendah tapi mereka mulai menyadari pasukan manusia yang datang menyerang tidak sama dengan manusia yang selama ini mereka buru.


Beberapa Iblis jenis Imp dapat menyerang dengan sihir api membuat beberapa Griffin, meskipun sihir api yang di gunakan para iblis hanya sihir api tingkat rendah tapi itu cukup merepotkan hingga beberapa Griffin berhasil di jatuhkan.


Sebagian para Iblis itu juga menyerang para petualang yang berada di bawah karena berpikir mereka tidak dapat terbang dan kemungkinan mereka lebih lemah dari yang mengendarai Griffin tapi mereka salah besar.


"Semua bersiap para iblis itu mulai menargetkan kita!" Teriak Cross seorang druid yang berada di antara pasukan petualang.


"Pangeran Antonio tetaplah di belakang hamba biar kami yang menghadapi para iblis itu." Ucap Jordan Negaref yang langsung maju untuk memberikan perlindungan pada Antonio.


Antonio berpikir 'Ah ya ampun petualang ini masih berpikir aku membutuhkan perlindungannya, mungkin dia belum pernah melihatku bertempur.'


Sementara tidak jauh dari sana Markovic terus menembakan anak panah ke udara bersama Zaza untuk menyerang para iblis yang terbang rendah, serangan para pemanah ternyata cukup efektif untuk menjatuhkan para iblis, beberapa penyihir juga terus menyerang dengan sihir jarak jauh yang mereka kuasai tapi terlihat sihir api hampir sama sekali tidak berpengaruh terhadap para iblis.


"Yang dapat menggunakan sihir pelindung segera gunakan untuk melindungi para petualang yang sedang bertempur." Teriak Antonio memberikan perintah dan para petualang seperti priest dan penyihir yang memfokuskan diri sebagai pendukung merapalkan sihir pelindung serta sihir penguatan kepada rekan mereka.


Sihir yang memberikan perlindungan serta resistensi terhadap elemen api sangat berguna di pertempuran ini, kubah sihir juga dapat menghalau sebagian serangan api dari para Imp.


Jordan Negaref yang berdiri paling depan terlihat terus bertempur menggunakan tombaknya untuk menjatuhkan para Iblis meskipun Ia sedikit kesulitan karena banyaknya iblis yang mengepungnya.


Priest Anastasia memberikan banyak sihir perlindungan terhadap tim petualang Spirit Of Zea, Marta juga juga menggunakan sihir air meskipun type sihir yang Ia gunakan tidak sesuai di wilayah gurun karena air yang Ia gunakan cukup terbatas meskipun sihir air sangat efektif untuk menyerang iblis yang menggunakan elemen api.


Erin bertempur melawan iblis yang mendekat di bantu Marta yang juga memiliki kemampuan bertempur dari jarak dekat karena kekuatan fisiknya yang besar.


Sementara Itu Jordan Negaref terlihat semakin kesulitan karena memaksakan diri untuk maju ke depan terlalu jauh dari yang lain hingga para iblis terus mengepungnya.


"Ya ampun aku tahu kelas Valkyrie adalah kelas yang hebat karena merupakan kelas lanjutan dari kelas Warrior Lancer, tapi dia terlalu gegabah." Ucap Antonio yang mengamati Jordan hingga Antonio memutuskan untuk maju membantunya.


Dengan pedang pendeknya Antonio maju menerjang para iblis yang mengerumuni Jordan.


"Yang mulia pangeran Antonio terlalu berbahaya di sini sebaiknya anda mundur!" Teriak Jordan yang menyadari kedatangan pangeran Antonio.


"Diamlah aku bukanlah bangsawan lemah seperti yang kamu kira!" Bentak Antonio yang kemudian terus bertarung menyerang dan menghabisi iblis yang menyerangnya.


Antonio tidak menggunakan pedang besar Hellfire yang Ia miliki karena serangan tipe api tidak berpengaruh terhadap iblis, jadi Antonio menggunakan pedang biasa karena lebih ringan dan lebih cepat untuk di ayunkan menebas para iblis lemah itu.


Para iblis mulai menyerang dengan sihir api, mereka menargetkan Antonio dan Jordan di depan.


Semburan sihir api menyelimuti Antonio dan Jordan segera bergerak untuk menghindar meskipun Ia mengalami sedikit luka bakar karena beberapa serangan api sempat mengenai tubuhnya.


"Pangeran Antonio oh tidak ini gawat." Ucap Jordan yang melihat Api sudah menyelimuti tubuh Antonio, tapi tak lama kemudian mata Jordan terbelalak kaget karena Ia masih menyaksikan pangeran Antonio masih dapat bergerak dan menyerang para iblis di sekitarnya, seolah api sama sekali tidak berpengaruh terhadap pangeran Antonio.

__ADS_1


Armord Of Elgard yang telah di tambahkan api penyembuh dari naga Miranda memberikan kekebalan mutlak terhadap api.


Pertempuran terus berlangsung meskipun memang benar pasukan Griffin serta para petualang tingkat tinggi yang Antonio pimpin lebih kuat dari iblis tingkat renda tapi para iblis seolah tidak ada habisnya karena mereka terus keluar dari pintu masuk makam besar Golgota dan bergabung di pertempuran.


Antonio berpikir bila ini terus berlanjut keadaan akan semakin sulit karena beberapa pasukan Griffin dan petualang sudah mulai kelelahan bahkan tidak sedikit yang terluka atau gugur.


"Sial tidak ada pilihan lain kalau begini, Jordan kita harus mundur dan bertempur di tempat yang lainnya." Kata Antonio menyuruh Jordan untuk mundur dan bergabung dengan pasukan petualang yang lain.


"Baik aku mengerti, memang terlalu sulit untuk bertempur sendirian di barisan depan." Ucap Jordan yang menyetujui pangeran Antonio karena Ia sebenarnya sudah cukup kelelahan karena mengalami beberapa luka.


Antonio bergabung dengan yang para petualang sambil terus bertempur bersama yang lain.


"Jordan berikan perlindungan padaku, aku harus memulihkan pasukan kita yang terluka." Pinta Antonio karena Jordan adalah petualang yang cukup tangguh yang berada di dekatnya.


"Hamba tidak mengerti bagaimana yang mulia pangeran akan memulihkan rekan-rekan kita, tapi baiklah aku akan mengulur waktu untuk yang mulia." Jawab Jordan.


Jordan terus bertempur menjauhkan para Iblis dari Pangeran Antonio, sementara Antonio terlihat mengambil sebuah tongkat sihir dan mulai merapalkan sebuah mantra.


"Eh yang mulia pangeran Antonio menggunakan sihir?" Ucap Jordan yang cukup terkejut melihat pangerannya merapalkan sebuah mantra sihir yang sangat dahsyat.


Mantra sihir yang Antonio rapalkan membutuhkan waktu untuk mengaktifkannya apalagi mantra itu tidak begitu efektif di wilayah gurun dan bila Antonio menerima sebuah serangan saja itu juga akan langsung menggagalkan mantra sihirnya, sehingga Jordan harus terus melindunginya sampai mantra sihir itu selesai.


"Gawat aku tidak bisa menangani mereka semua." Kata Jordan yang sudah mulai lelah sementara iblis terus berdatangan dari berbagai arah terutama setelah mereka melihat Antonio yang merapalkan sebuah mantra sihir misterius.


Seekor Gargoyle terbang menerjang dan serangan itu menargetkan pangeran Antonio, tapi sebuah tali tambang seketika terbang mengikat Gargoyle itu, Cross seorang Druid yang menggunakan tali tambang sebagai senjatanya langsung menarik menjatuhkan Iblis rendahan itu ke bawah dan Garret rekannya langsung menusukkan pedang di tangannya untuk menghabisi Iblis itu.


"Tenang saja, masih ada kami di sini yang akan ikut melindungi pangeran Antonio." Ucap Garret setelah menghabisi Gargoyle itu dan segera di sisi pangeran Antonio untuk memberikan perlindungan.


Awan tebal mulai terbentuk di atas langit meskipun hal itu sangat jarang terjadi di wilayah selatan tapi sihir Antonio berhasil mendatangkannya.


Tak lama kemudian hujan penyembuhan mulai turun dari langit menyembuhkan para petualang dan prajurit Griffin yang terluka hingga mereka dapat bertempur kembali.


"Ini hebat tubuhku pulih dengan cepat."


"Luka-lukaku juga mulai sembuh."


"Semuanya jangan lengah kita harus terus bertempur, para iblis itu masih berjumlah cukup banyak!"


"Baik kita habisi semua iblis itu!"


Para petualang dan pasukan Griffin mulai mendapatkan semangat mereka kembali dan mulai mendapatkan keunggulan karena hampir tidak ada lagi iblis yang keluar dari pintu masuk makam Golgota.


Antonio juga kembali bertempur tapi Ia menyadari sesuatu dan berpikir 'Ini aneh tidak seperti dugaanku tadinya aku berpikir para iblis yang terluka juga akan ikut sembuh karena sihir healing rain juga mengenai tubuh mereka, tapi sepertinya sihir penyembuhan tidak berefek apapun terhadap iblis.'


Petualangan sangat di untungkan berkat sihir suci yang Antonio gunakan, meskipun para iblis tidak terpengaruh karena ras iblis bukanlah jenis undead yang lemah terhadap sihir cahaya dan sihir suci, tapi iblis jenis Imp lemah terhadap sihir tipe air.


Sudah sangat banyak iblis yang berhasil di kalahkan dan sisanya mulai ketakutan dan terbang berhamburan menjauh.


Pasukan Griffin dapat mengejar dan membantai beberapa dari mereka, tapi para petualang yang tidak bisa terbang kesulitan untuk melakukan itu.


Para petualang terlihat sudah kelelahan sebagian langsung duduk untuk beristirahat.


"Akhirnya berakhir."

__ADS_1


"Aku juga tidak menyangka para iblis itu jumlahnya sangat banyak."


"Benar untuk itulah misi membasmi iblis ini merupakan misi kelas A karena tingkat bahayanya yang tinggi."


Para petualang mulai memulihkan diri, para priest meminum potion pemulih kekuatan sihir agar dapat merapalkan mantra ligh healing untuk menyembuhkan rekan mereka yang terluka dan sebagian lagi juga meminum potion penyembuhan.


"Pangeran Antonio sebagian para iblis itu melarikan diri dan banyak yang masuk ke dalam makam Golgota." Kata Komandan Ramdira setelah Ia memimpin pasukan Griffin dan membantai para iblis yang melarikan diri.


"Randira kerja bagus, tapi sebaiknya kita beristirahat sejenak untuk memulihkan kekuatan kita sebelum melanjutkan misi ini." Ucap Antonio.


"Benar kita harus mengobati yang terluka juga memastikan jumlah korban di pihak kita." Jawab Ramdira.


Di dalam ujung makam Golgota tempat Jasad kaisar Golgota bersemayam, terjadi sedikit kepanikan Para iblis tingkat rendah yang baru kembali dari pertempuran beterbangan menuju sebuah portal sihir yang terhubung ke dunia iblis.


Arungal ras Asmadeus pemimpin para iblis menjadi sangat marah karena mengetahui sebagian besar pasukan Imp melarikan diri dan berusaha kembali ke dunia iblis, sementara ras iblis Gargoyle terlihat masih menunggu dan tidak melarikan diri karena mereka tidak berani untuk meninggalkan tuannya.


Arungal bergegas menuju pintu masuk ke ujung makam dan dengan telapak tangannya Ia menyambar kepala seekor Iblis, Imp Iblis tingkat rendah itupun terus meronta berusaha melepaskan diri tapi itu terlihat percuma kekuatan Arungal yang sangat besar mencengkeram dengan kuat hingga Imp itu mati.


Arungal melempar tubuh Imp itu hingga membentur dinding beton makam dengan kuat dan seketika para iblis rendah lainnya di sana menjadi terdiam ketakutan melihat itu.


Arungal menggunakan kekuatannya untuk membuat para iblis lemah bawahannya tetap tunduk mematuhi perintahnya.


Arungal kemudian berbicara dengan bahasa iblis. "Dasar bodoh sebegitu takutkah kalian terhadap ras lemah dunia ini, Aku adalah Arungal Asmadeusar mereka mahkluk rendahan yang melawanku akan aku hancurkan, Kalian para iblis rendahan tidak perlu melarikan diri ke dunia kita karena masih ada aku disini." Ucap Arungal kepada para iblis yang begitu takut terhadapnya.


Arungal kemudian melihat seekor iblis lain yang baru muncul dari sebrang portal dan Iblis itu terlihat berbeda dari Imp, Gargoyle ataupun ras Asmadeus.


Seluruh tubuh yang di selimuti api seekor Iblis dari ras Nelfire datang untuk menghampiri tuanya yang memiliki kekuatan yang lebih besar.


"Sarhox lihatlah para Imp itu, mereka sangat tidak berguna bahkan mereka lari dari manusia yang datang menantang kita!" Kata Arungal kepada Iblis yang merupakan ajudan yang memimpin ras Imp.


"Tuanku Arungal bukankah para Gargoyle anda juga tidak sanggup menghadapi mahkluk dari dunia ini." Kata Sarhox ras Nelfire kepada tuannya Arungal.


"Sanhox beraninya kamu berbicara seperti itu padaku, ingatlah tempatmu." Balas Arungal yang terlihat marah dan merasa tersinggung.


"Maaf Tuanku tapi ini adalah kenyataannya, para iblis bawahan kita telah kalah yang artinya kita harus lebih berhati-hati terhadap mahkluk kuat dari dunia ini." Kata Sarhox.


"Hmr.. tapi aku tidak mungkin kembali dengan kekalahan, aku akan menghadapi mereka dan pasti dapat mengalahkan mahkluk dunia ini dengan kekuatanku." Kata Arungal Ia merasa ras dunia ini seperti manusia tidak mungkin dapat mengalahkannya meskipun mereka berjumlah besar dan dapat mengalahkan para Iblis tingkat rendah seperti Imp dan Gargoyle.


Ras Asmadeus merupakan salah satu ras iblis tertinggi di dunia iblis dan tidak dapat di bandingkan dengan ras Imp, bahkan mungkin Arungal sendiri cukup kuat untuk menghancurkan pasukan besar manusia.


Sarhox terlihat memiliki pemikiran lain jadi Ia berbicara. "Tuanku Arungal bukankah lebih baik kita kembali dan meminta bantuan dari pemimpin iblis lain seperti Efridus, mereka memiliki pasukan yang lebih kuat dan pasti mau membantu kita. Lagi pula pasukan kita sudah berkurang sangat banyak dan butuh waktu lebih lama lagi untuk mengembang biakkan mereka."


Sarhox yang merupakan ras Nelfire mengusulkan hal itu karena banyak dari rasnya yang memihak dan mengabdi pada penguasa dari ras Iblis Efridus.


"Dasar bodoh aku sudah merencanakan menyebrang ke dunia ini sejak lama tidak mungkin aku mencari dukungan pasukan dari penguasa iblis lain, mereka pasti akan mengambil semua hadiahku, seharusnya kamu tahu mengapa aku lebih memilih ras rendahan sepertimu untuk membantuku karena kamu mempunyai pasukan Imp yang dapat menutupi kekurangan pasukan Gargoyle ku, jadi jangan katakan tentang meminta bantuan kepada bangsawan iblis lain seperti Efridus apalagi mereka yang dari ras Succubus." Kata Arungal.


Sudah sejak beberapa tahun Arungal menemukan sebuah portal yang terbuka ke dunia lain, Ia berpikir bahwa dunia yang Ia masuki itu sama dengan dunia yang dahulu sekali pernah di invasi beberapa penguasa kerajaan iblis, meskipun invasi itu gagal karena portal iblis yang tertutup tanpa di ketahui penyebabnya.


Dunia yang subur penuh dengan air jernih, tanaman hijau dan mahkluk hidup sebagai makanan adalah surga impian bagi para iblis karena dunia iblis yang mereka tempati cukup gersang dan panas karena banyaknya kawah gunung berapi yang terus memuntahkan lava, meskipun di beberapa wilayah terdapat sumber kehidupan seperti air dan tanaman tapi biasanya wilayah berharga seperti itu sudah di kuasai oleh raja iblis lain yang memiliki kekuatan yang lebih besar.


Untuk itulah Arungal berusaha memonopoli sumber daya yang melimpah di dunia lain itu sendirian untuk mendukung kekuasaannya yang ia bangun sendiri meskipun itu menghadapi hambatan besar.


Saat Arungal berhasil mengumpulkan cukup banyak pengikut Ia pun segera mengirimkannya untuk melewati portal menyebrang ke dunia lain dan memulai invasi pertamanya, akan tetapi Seekor naga besar berwarna kuning menghadang serta membantai hampir seluruh pengikutnya bahkan naga besar itu meruntuhkan bagian depan pintu masuk di balik portal hingga pintu besar di ujung makam itu tidak dapat di buka kembali.

__ADS_1


Tapi Arungal tidak menyerah Ia tahu suatu saat Ia pasti akan dapat membuka jalan di balik portal itu dan akhirnya waktu yang Ia tunggu itupun telah tiba. Pintu gerbang di ujung makam telah terbuka dan naga kuning yang mendiami tempat itu sudah tidak ada lagi.


__ADS_2