
Sudah tiga hari rima mencari pinjaman namun tidak ada yang bisa membantu, bahkan pinjam ke bos nya di tempat kerja pun tidak di beri karena terlalu besar pinjaman yang di ajukan oleh rima, Saat ini rima sedang duduk di taman ia masih termenung memikirkan biaya utuk lahiran
"Hai nona " Sapa wanita itu
Rima melihat ke arah suara "Iya, ada apa nona. ? " Tanya Rima ramah
"Aku tidak ingin basa basi, apa benar kamu sedang membutuhkan biaya untuk lahiran.? " Tanya wanita itu
"Dari mana anda tau jika saya sedang mencari pinjaman? " Tanya rima aneh
Wanita itu tersenyum sinis " Aku akan meminjam kan biaya lahiran untuk mu "
Wajah rima berbinar " Benar kah.? "
"Iyah.. Kamu bisa membayar nya kapan saja " balas Wanita itu " Jika bukan karena warisan aku tidak akan merayu wanita hamil ini " batin wanita itu
"Terimakasih nyonya" Ucap rima senang
" Tapi ada sarat nya..." kata wanita itu
__ADS_1
"Apa.? ? "
"Kamu harus melahirkan anak itu dua minggu lagi karena saya harus pergi ke luar kota jadi saya tidak punya banyak waktu luang " kata wanita itu
"Kandungan ku sudah masuk ke bulan sebulan bulan, apa tidak apa_apa jika di lahir kan sebelum waktu nya batin Rima
" Tapi apa bisa melahirkan sebelum sembilan bulan nona " tanya rima
"Tenang saja, usia kandungan mu itu sudah tua, lagian kasian anak kamu sesak di dalam, bukan nya baby kamu terlalu besar.? "
Setelah berpikir rima pun menyetujui ucapan wanita itu
Rima sudah selesai operasi SC namun ia belum bisa bangun karena masih sakit di bagian perut nya, ketika anak nya menangis suster pun menyuruh rima untuk menyusui baby yang pertama kali nya, rima pun meminta suster itu untuk mengambil gambar mereka, suster itu pun mengambil beberapa foto
"Halo rima gimana ke adaan mu? " tanya wanita itu
"sudah agak mendingan namun perutku masih sakit" Balas rima yang masih terbaring dan baby pun sudah di ambil kembali oleh suster untuk di bawa keruangan baby
"Sukur deh kalo gitu, ini ada surat yang harus kamu tanda tangani " Kata wanita itu sambil menyerahkan kertas dan juga pulpen
__ADS_1
Rima mengambil kertas itu, ketika ia mau membaca wanita itu menyuruh rima untuk segera di tanda tangani soalnya kertas itu di tunggu oleh sang dokter, Rima pun tanpa membaca dulu ia langsung tanda tangan di atas kertas itu
"Aku akan pergi ke luar kota sore nanti, ini uang 10juta untuk mu, untuk jaga_jaga siapa tau nanti kamu butuh "
.Rima melihat wanita itu dengan lekat, bagi rima wanita itu seperti malaikat karena ia datang di saat rima membutuhkan pertolongan " Terimakasih nona, saya benar-benar berterimakasih kepada Anda "
"Tidak perlu berterimakasih sepeti itu, saya ikhlas ko " Balas wanita itu, ia langsung pamit kepada rima dan ia pun meninggalkan ruangan rima
Sore hari Rima menyuruh Suster untuk mengambilkan anak nya karena ia ingin menyusui Anak nya " Maaf nona bukan nya anak anda sudah di bawa oleh kakak anda.? " kata Suster itu
"Saya tidak punya kakak sus, dan saya tidak menyuruh orang lain untuk mengambil anak saya di ruang baby " balas rima kaget karena anak hilang
"Tapi wanita yang mengaku kakak anda juga menitipkan surat untuk anda " Kata Suster itu sambil memberikan surat kepada rima
Rima membuka amplop itu, di dalam nya ada dua surat,ketika rima membaca surat yang pertama ia sangat kaget ia meremas surat itu, rima menangis histeris karena wanita itu membawa anak nya pergi, apa lagi ketika rima membaca ada surat jual beli baby dan ada tanda tangan rima juga " Aku tidak pernah menjual baby aku hiks " rima mau turun dari ranjang namun di tahan oleh Suster karena kondisi rima yang belum stabil paska Operasi SC
"Tolong saya Sus, tolong cari anak saya, wanita itu sudah menipu saya, saya tidak pernah menjual anak saya kepada nya hiks... " Rima menangis histeris, sang dokter langsung memberi obat penenang kepada rima agar rima tenang
FLASHBACK OFF
__ADS_1