
DI KEDIAMAN AFFANDRA
Azzam turun dari tangga dengan membawa kunci mobil dan jaket "Pah, mah, aku pergi dulu " ijin Azzam ketika ia melewati ruang tv
"Mau kemana kamu nak? ini sudah malam" Tanya Kania
"Aku mau ke hotel " jawab dingin Azzam
"Jika kamu pergi ke hotel maka jangan salahkan papah kalo papah membatalkan pernikahan kalian " Ancam Affandra
Azzam merasa prestasi setelah melihat foto yang di kirim oleh Azima " Salah kan putri mamah itu, kenapa dia mendandani calon istri kakak sepeti itu, aku tidak rela jika tubuh calon istri kakak di lihat orang lain " keluh Azzam sambil membanting kan tubuhnya di kursi
Affandra dan Kania saling pandang mereka mengulum senyum karena raja es sedang cemburu " Sudah lah kak, hanya kali ini saja toh setelan kalian menikah naya tidak akan merasakan masa muda nya lagi " balas Affandra sambil melihat kepada sang anak
Azzam menatap sang papah " Papah tidak mengerti dengan perasaan kakak " kata sebal Azzam lalu meninggalkan keuda orang tua nya
__ADS_1
Tawa Affandra dan Kania meledak ketika kepergian sang anak " Raja es sedang cemburu sayang " kata Affandra sambil meledek Sang anak
" Is kamu ini, kasian tau anak kita "balas Kania mencubit perut sang suami
" Sayang dari pada di cubit mending di jepit " bisik Affandra di telinga Kania
"Is kamu ini, sudah tua tapi masih saja otak nya ke sana, Tapi aku suka " Balas Kania, Kania langsung di angkut oleh sang suami, ia membawa Kania kedalam kamar
"Aah... sayang.... " des*** Kania yang sedang di makan gunung kembar nya oleh sang suami
Affandra membuka baju dan juga celana nya, saat ini mereka sudah tanpa sehelai benang pun, Affandra men** punggung kania membuat Kania bergeliat manja "Ahhhhhh.... saaaayangggg" Des** kania yang sudah tidak tahan ingin but listrik nya masuk ke ladang nya namun Affandra masih belum puas ia masih men** tubuh Kania sampai bawah dan membalikan tubuh Kania lalu ia mera** ladang belut listrik dan memasukan jari_jarinya di dalam ladang, dan menj*** biji ketumbar
"Aaaahhhh... aku tidak tahan la_lagiiii... ayo masukan sayang " pinta Kania dengan meremas kepala sang suami
Affandra mempercepat tempo jari nya, sampai-sampai Kania pelampiasan yang ke sekian kali nya, setelah puas ia pun memasukan belut listrik kedalam ladang " Yang cepat sayang, aku sangat menyukainya "
__ADS_1
Entah berapa lama mereka di kamar mandi Affandra memuntahkan lahar belut listrik hampir berkali_kalo di dalam ladang....
.
.
.
.
.
.
" Bantu mamah untuk menemukan adik mu bang, Mamah sangat merindukan nya hiks... " ucap wanita itu memeluk anak laki-laki nya
__ADS_1
"Aku janji mah, aku akan mencari adikku, walaupun kita tidak serahin tapi mamah sudah seperti mamah kandung ku sendiri, Doakan abang terus ya mah agar di permudahkan semua nya " Kata Laki-laki itu, ia sangat tidak tega melihat mamah yang selalu menangis dalam diam " Kan papah juga sudah mengerahkan orang-orang nya mah jadi mamah tidak usah khawatir ya"