
Davanka dan hani sudah berada di dalam mobil, Hani terus memutar lagu-lagu yang sedang ia rasakan, Hani berharap Laki-laki incaran nya ini peka dengan isi lagu yang hani nyanyikan, sedangkan Davanka hanya diyam saja dan mendengar senandung hani
Selama ini Davanka Bukan tidak peka tapi Davanka tidak ingin berharap lebih apa lagi ia hanya bawahan Kakanya, ia tidak ingin mengecewakan wanita yang ia cintai dengan setatus nya
Sesampai nya di kampus, Hani melirik sang asisten kakak nya itu " Apa kami tidak melihat aku sebagai wanita.? "
Davanka menoleh ke hani, ia mengerutkan kedua alis nya " Maksud nona"
" Apa kamu tidak menyukaiku.? Aku selama ini memendam rasa ini sendiri, aku tidak ingin terus memendam nya, aku sangat mencintaimu mu, tapi kamu tidak pernah peka kamu selalu dingin dan acuh kepadaku, apa kurang nya aku hiks... Aku cantik, kaya, dan juga pintar bahkan bodi aku saja sangat indah kenapa kamu tidak tertarik kepadaku hiks kamu jahat " Ucap Hani smabil terisak
Sedangkan Davanka hanya diyam entah ia bingung harus bagai mana "Non" ketika Davanka ingin ngomong tapi hani sudah keburu keluar dari mobil dengan air mata yang masih mengalir di pipinya
"Maaf kan aku nona, Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang lebih pantas dari pada aku, aku hanya seorang bawahan" batin Davanka
" Is bodoh kenapa aku ngomong seperti itu kepadanya, gimana kalo setalah ini dia tidak ingin dekat lagi dengan ku, Bodoh.. bodoh.. bodoh.. " ucap Hani sambil mengacak-acak rambut nya" Ah.. aku sangat malu
Di perusahaan Affandra dan Kania sudah berada di ruangan nya, Kania duduk di pangkuan Affandra di kursi kebesaran nya
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
" Masuk " Kania yang mau berdiri malah di tahan oleh Affandra
" Jangan banyak bergerak sayang, nanti ia bangun " bisik Affandra
Lisa yang melihat pemandangan itu membuat ia marah " Tuan ini teh dan cemilan nya " Ucap lisan smabil menaruh di meja
" Hm.. " Jawab Affandra dingin
" Sayang malu ada lisa " ucap Kania
" Kenapa harus malu, kamu tunangan ku dan sebentar lagi jadi nyonya Affandra " balas Affandra sambil melirik Lisa yang sedang menaruh teh nya di meja, membuat wajah Kania memerah karena ucapan sang kekasih
" Saya permisi tuan "
Tidak ada jawaban, lisa pun keluar dari ruangan Affandra dengan hati panas
Davanka yang baru datang habis menemui klayen ia pun langsung ke ruangan Affandra, sebelum ia masuk iya mengetuk pintu dulu karena takut nya mereka sedang melakukan tidak_tidak.
Tok.. tok.. tok..
__ADS_1
" Masuk"
Davanka pun jalan ke arah meja Affandra, " Tuan ini hasil pertemuan barusan "
" Ok " Jawab Affandra " Oh iya gimana persiapan untuk Pesta akhirnya tahun sudah selesai.? "
" Sudah tuan, semua nya sudah selesai " Jawab Davanka
" Hm.. bagus "
" Apa ada yang di perlukan lagi tuan.? "
" Tidak ada, kamu sangat mengganggu di sini " ucap sinis Affandra
" Baik Tuan " Davanka pun keluar tanpa protes karena ia tahu kalo Tuan nya sekarang sedang bucin se bucin_bucinnya
Kania yang merasa tidak enak oleh Davanka ia langsung melototi Affandra
" Jangan melihat ku seperti itu sayang, aku takut " Ucap Affandra pura-pura ketakutan karena sedang di pelototi oleh Kania
__ADS_1