
Azzam berjalan sambil membawa sosis bakar dan juga iga bakar untuk naya, Naya yang sedang ngobrol dengan Anton dan juga Azima merasa kaget " Sayang makan lah, ini aku bakar kan khusus untuk mu " Ucap Azzam sambil menyerahkan piring
Anton dan juga Azima saling tatap " Wah kakak So sweet " Ucap Azima sambil memandang sang kakak
"Hah!! sayang.? " tanya Anton
"Kenapa? kaget? " tanya Azzam kenapa Anton dengan tatapan yang bingung di artikan
Anton tepak jidat " Aku sudah kalah dari kak Azzam "
"Makanya aku kan udah bilang padamu jangan dekati Naya " bisik Azima kepada Anton, pasalnya Anton tadi cerita kalo Ia menyukai Naya, namun Azima langsung memperingati nya
"Makan lah sayang " pinta Azzam, Naya pun memakan yang di bawakan Azzam, padahal perutnya sudah kenyang namun ia merasa tidak enak jika menolak
"Enak kan" Tanya nya, dan di jawab dengan anggukan oleh naya "Kalo gitu habis kan " naya tersenyum terpaksa
"Ha ha ha.. lihat lah wajah naya yang merasa Terimindasi " Tawa Azima di susul dengan tawa Anton
__ADS_1
"Diam kalian! " kata Azzam tegas " Apa kamu merasa Terimindasi sayang.? " tanya nya kepada naya
"Eng_enggak ko kak " jawab Naya
Mereka pun melanjutkan mengobrol di taman itu di temani dengan permainan yang Azima berikan " jika botol ini berhenti ke arah kalian berarti kalian harus menjawab pertanyaan nya, ok "
"Ok " Jawab serentak mereka
"Kita mulai ya" Azima memutar kan botol itu, dan botol berhenti di arah Anton
"Aku mau tanya apa yang membuat mu menyesal selama ini.? " Tanya Azima kepada Anton "Harus jawab jujur "
"jika kamu masih ingin bersaudara dengan ku, maka lupakan lah perasaanmu itu " kata Azzam tegas sambil menunjuk ke Arah anton, Anton hanya tersenyum puas melihat saudara nya yang posesif
"Is kakak ini, sudah ayo kita mulai lagi " kini giliran anton yang memutar kan botol itu, kalau botol berhenti ke arah naya
Anton melihat naya " Jawab dengan jujur, sejak kapan kamu menyukai sepupuku.? " tanya anton
__ADS_1
Naya tersenyum malu ia melihat ke arah Azzam Aku sudah menyukainya ketika pertama kali kita ketemu, Walaupun ia dingin seperti balok es dan angkuh tapi dengan pesona nya yang tampan dan juga sangat imut membuat aku jatuh cinta " jawab naya jujur dengan memasang Walah imut nya , wajah Azzam langsung memerah dan Azima, Anton mereka malah menganga mendengar jawaban naya
"Terimakasih sayang, sudah sabar menunggu ku " Jawab Azzam lalu mengelus kepala naya
"Ah.. kalian ini menyebalkan " Ucap Azima sebal "Sudah ayo kita mulai lagi" kini giliran naya yang memutar kan botol nya dan berhenti di arah Azima
"Kamu harus jujur apa yang akan kamu lakukan jika si roki tidak berhenti mengganggu mu ? " Tanya naya, Azzam langsung melotot
"Apa dia suka mengganggu mu dek.? " tanya Azzam
Dan di balas anggukan oleh Azima " Iyah dia sangat menyebalkan aku tidak suka, jika dia terus mengganggu ku akan aku laporkan dia ke polisi " Jawab kesal Azima " Dia benar-benar menyebalkan kak"
"Kenapa kamu tidak cerita kepada kakak.? " Tanya nya sambil menatap tajam kepada sang adik
"Karena aku masih bisa mengatasinya, tapi kalo dia sudah keterlaluan akan aku adukan langsung kepada kakak tenang lah" Ucap Azima santai
"Ok yang terakhir sekarang aku mau tanya langsung saja kepada kakak " Ucap Azima " Sejak kapan kakak menyukai teman ku ini.? " Tanya Azima sambil memeluk lengan naya
__ADS_1
Azzam melihat naya lalu mengambil kedua tangan naya dan menatap kedua bola mata naya " Aku mencintai mu dari sejak kita ketemu, Awalnya aku tidak menyadari rasa ini tapi semakin aku menolak nya semakin dalama perasaan ku kepadamu, Maaf aku terlambat membalas perasaan mu dan maaf selama ini aku selalu bersikap dingin "
"Jika aku nanti punya kekasih aku ingin kekasihku seperti kakak, Walaupun dingin tapi kakak sangat so sweet "Ucap Azima merasa terharu