
Setelah drama tadi sore, Azima tidak keluar_keluar kamar dia mengurung diri di dalam kamar, Bagai mana cerita nya ia harus menikah dengan orang yang sudah meledek nya, apa lagi hubungan nya dengan dava pun kurang baik, mana bisa menikah
"Mamah sama papah kenapa tidak mengerti aku, hiks... " di dalam kamar yang di lakukan Azima hanya menangis meratapi nasib nya
Tok.. tok.. tok...
"Sayang... " panggil Mamah Kania
Namun tidak ada jawaban " Sayang makan malam dulu yu sudah di tungguin tuh sama papah " ajak Nya, Azima masih setia berdiam di dalam kamar itu
__ADS_1
"Bagai mana ini, bagai mana kalo putri ku tidak mau keluar " gumam mamah Kania, ia pun meninggalkan kamar Azima lalu turun ke bawah untuk menghampiri Suami nya
"Sayang.... bagai mana putri kita mau turun? " Tanya papaH Affandra,
Mamah kania menggelengkan kepala nya " bagai mana kalo putri kita tidak mau keluar kamar pah, mamah takut " ucap mamah kania
"Tenang aja nanti juga keluar sayang, lagian kalo tidak begini bagai mana kota bisa menjodohkan nya dengan Nak dava, Mamah tau sendiri kan aku dan juga papah nya Nak dava memang sudah merencanakan perjodohan ini " Kata papag Affandra
"Lagian papah kenapa harus jodoh_jodohin segala biarkan mereka saling mengenal dulu" Kata mamah Kania
__ADS_1
"Papah takut sayang, dia anak perempuan papah takut jika putri papah akan menerima karma yang sudah kita perbuat dahulu " Lirih Papah Affandra
Jika mengingat bagai mana masa muda papah Affandra dan juga mamah Kania mereka pasti akan sedih dan takut, karena dulu juga mereka melakukan nya terlebih dahulu setelah hamil barulah mereka menikah, Papah Affandra sengaja menjodohkan putri nya Agar tidak terjerumus dengan hal-hal seperti itu
"Kenapa papah harus mengingatkan nya lagi, itu masa lalu pah " Balas Mamah Kania
"Tetap saja papah takut Sayang "
Setelah makan malam dengan haru Papah Affandra dan mamah Kania masuk kedalam kamar, mamah Kania mencoba untuk mengetik pintu kamar sang putri tapi tetap saja tidak ada jawaban, mungkin sudah tidur
__ADS_1
Di dalam kamar ternyata Azima memang sudah tidur, mungkin dia lelah setelah menangis sedari sore, Telpon Dava pun tidak kunjung di angkat oleh Azima
Dava sedari tadi menelpon Azima ia ingin berbicara empat mata dengan nya namun tidak kunjung di angkat oleh Azima " Kenapa telponan aku tidak di angkat nya " gumam Dava di dalam kamar "Apa mungkin ia sudah tidur.? tapi ini baru jam sembilan malam " Dava terus saja uring-uringan, Dia bertekad akan memperbaiki hubungan nya dengan Azima karena ia tidak ingin mamah nya kecewa padanya, Apa lagi ia akan menikah dengan Azima ia tidak ingin pernikahan nya hanya dasar terpaksa apa lagi dengan hubungan yang kurang baik